NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23(Viona hilang)

Di kediaman milik Salma, terjadi kepanikan yang amat luar biasa, karena sudah dari pagi Viona dan juga ibu nya tak kunjung pulang

Nomor gadis itu pun tidak bisa di hubungi yang membuat kedua wanita itu menjadi sangat cemas

"Kemana pergi nya mereka berdua ya nek? Ini udah mau jam 8 malam loh" Ucap Sari yang sedari mondar-mandir tak tenang

"Tadi padahal udah ngomong mau pulang jam 2 siang, tapi kenapa sampai sekarang gak sampai-sampai, terus nomor ponsel nya juga gak aktif"

Wanita itu sedari tadi menggenggam erat ponsel nya, layar itu masih menampilkan nomor telfon milik Viona yang sedari tadi tak berubah

"Apa coba kita cari ke rumah sakit nya aja nek, takut terjadi apa-apa sama ibu nya" Usul Sari yang membuat Salma langsung bangkit dari duduk nya

"Ya udah ayok sekarang kita langsung ke sana aja, tolong kamu tutup semua pintu rumah ini, saya mau ambil dompet dulu di dalam kamar" Titah Salma sembari berjalan ke arah kamar nya

Sari dengan tergesa-gesa menutup semua pintu dan juga jendela, ia juga tak lupa menelpon pak Jaka untuk segera menyiapkan mobil

Setelah semua nya siap, Salma dengan hati-hati mulai menaiki mobil itu, tetapi samar-samar wanita setengah abad itu seperti mendengar ada suara yang memanggil nya

"Sari, kamu denger suara enggak? Kok kayak ada yang manggil-manggil saya ya?" Tanya nya

"Enggak ada suara kok nek, mungkin perasaan nenek aja kali" Jawab Sari tanpa menoleh ke arah belakang

Ketika mobil itu akan bergerak maju, tiba-tiba ada suara ketukan dari jendela belakang yang membuat ketiga orang itu terkejut

"Nek! Nenek!" Seru nya dengan nafas tersenggal-senggal

"Nah kan, tadi saya memang kayak dengar suara nya Baskara, ternyata beneran tuh anak ada di sini"

Salma segera membuka pintu mobil yang membuat Laki-laki itu langsung menghampiri nya

"Ada apa? Kenapa kamu lari-larian begitu?" Tanya nya

"Nenek mau kemana?" Bukan nya menjawab, laki-laki itu malah balik bertanya

"Mau cari Viona, dia dari pagi pergi dari rumah, sampai sekarang gak balik-balik" Jelas Salma yang membuat Baskara terkejut

"Jadi? Viona beneran ilang?" Gumam nya tak percaya

"Hilang? Siapa yang ngomong kalo Viona hilang?" Tanya Salma

Baskara menghela nafas berat sebelum menjawab pertanyaan dari Salma

"Tadi Kayla temen sekolah Viona nelpon aku nek, kata nya Viona di bawa orang masuk ke hutan liar yang ada di ujung kota, maka nya aku ke sini buat mastiin apa bener atau enggak nya" Jelas Baskara yang membuat kedua wanita itu nampak sangat syok

"Terus sekarang gimana? Gak mungkin kalau kita mau nyari sekarang, ini udah mau jam sembilan"

Ucap Salma sembari melirik ke arah arjoli yang ada di tangan nya

"Nenek gak usah ikut nyari, besok biar aku sama temen-temen yang bakal nyari Viona, nenek di rumah aja, dan gak usah banyak pikiran, takut nya nanti malah sakit" Ucap Baskara seraya menggenggam tangan Salma dengen lembut

"Kamu di sana hati-hati, kalau perlu bawa polisi sekalian, nenek takut terjadi apa-apa sama kamu"

Salma mengelus puncak kepala Baskara dengan penuh kasih sayang, meskipun cucu nya sangat lah keras kepala dan sering membantah, tetapi dalam hati Salma yang paling dalam, ia sangat mencintai laki-laki itu

Bahkan sebagian harta nya sudah ia siap kan untuk masa depan laki-laki yang sekarang ini ada di hadapan nya, dari mulai kantor dan juga beberapa toko yang ia bangun dari umur 20 tahun, semua itu akan ia berikan kepada cucu satu-satu nya yaitu Baskara

"Udah nenek tenang aja, besok aku bawa rombongan, jadi bisa di pastikan bakalan aman" Ucap laki-laki itu mencoba meyakinkan wanita di depan nya

"Ya sudah, kalau begitu sekarang kamu istirahat, biar besok ada tenaga nya" Titah Salma sembari turun dari dalam mobil

"Aku istirahat nya di rumah aja nek, soal nya ada barang-barang yang harus di siapin buat besok, kalau gitu aku langsung pulang ya nek" Pamit nya dengan tergesa-gesa

"Nanti dulu, ini nenek kasih uang buat beli cemilan!"

Teriak Salma yang tidak di dengar oleh Baskara, laki-laki itu berlari dengan cepat menuju arah pintu gerbang tanpa sedikit pun menoleh ke belakang

Wanita itu hanya bisa menatap uang merah di tangan nya dengan sendu, semenjak Baskara menginjak usia 16 tahun, laki-laki itu sudah tidak mau menerima uang pemberian dari Salma lagi

Alasan nya karena cucu nya sudah besar dan bisa mencari uang sendiri, padahal Salma sendiri tidak pernah mem_permasalah kan hal itu, jika di beri umur panjang, Salma sudah berjanji pada diri nya sendiri akan memberikan fasilitas yang lengkap untuk keluarga Baskara nanti nya

Dari dapur, ruang tamu, kolam renang, bahkan peralatan sekolah untuk anak Baskara sudah Salma fikirkan dari sekarang

Tetapi tetap saja pemuda itu masih suka bersikap acuh tak acuh pada nenek nya

"Udah nek, ayok sekarang masuk rumah, angin malam enggak baik untuk kesehatan nenek" Ucap Sari dengan memegang pundak wanita itu dengan lembut

"Iya, ayok" Jawab Salma dengan lesu

Kedua wanita itu pun masuk ke dalam rumah dengan wajah sedih, ruangan yang biasa nya du penuhi oleh obrolan Viona kini terlihat nampak sepi dan juga sunyi

Bayang-bayang senyum gadis itu masih terpampang jelas dalam benak mereka berdua, rasa rindu yang mulai menyelimuti membuat dada kedua nya terasa sangat penuh dan juga sesak

"Semoga Viona dan ibu nya cepat ketemu, saya khawatir dengan keadaan mereka berdua" Pinta Salma

"Semoga aja nek, kita doa kan yang terbaik buat mereka, sekarang nenek mending istirahat, ini sudah jam nenek tidur" Ucap Sari mengingat kan

"Iya, kalau begitu, nenek ke kamar dulu ya, kamu juga setelah ini langsung tidur"

Sari mengangguk patuh sembari tersenyum hangat, jujur saja ia seperti nya tidak bisa tidur malam ini, karena wanita itu terus memikirkan keadaan Viona dan ibu nya di dalam hutan, apakah kedua wanita itu akan baik-baik saja?

Entah lah, semua nya sudah ia pasrahkan kepada yang di atas, meskipun hati nya terus memaksa agar kedua nya di berikan keselamatan, agar bisa pulang dan berkumpul lagi bersama mereka

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!