Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 23 - Ancaman Berbahaya
Hanya butuh beberapa detik saja bagi Xiao Yun untuk mengalahkan satu Harimau Api Miasma. Racun Jantung Darah yang dibuatnya pada saat berada di Gudang Harta Klan Xiao sangat berhasil membantu dirinya. Dan efek dari Racun Jantung Darah yang melekat di bilah pedang milik Xiao Yun, merupakan faktor utama yang membantu dirinya mengalahkan beberapa Spirit Beast saat perjalanan menuju Kawasan Lumpur Berapi. Ada sebuah rasa puas pada wajah Xiao Yun ketika melihat efek luar biasa dari Racun Jantung Darah. Namun, ia juga merasa sedikit kecewa karena Spirit Beast yang seharusnya menjadi lawan latih bertarungnya. Terlalu cepat tumbang akibat terkena racun buatannya.
Xiao Yun meruncingkan kedua alis matanya, menatap tajam dua Harimau Api Miasma yang tersisa. Ada sebuah harapan kecil di dalam hatinya. Harapan agar dua Spirit Beast di hadapannya bisa memberikan perlawanan sengit terhadapnya. Kemudian, dua Harimau Api Miasma yang berada di atas batuan vulkanik segera menyerang Xiao Yun secara bersamaan. Mereka melompat tinggi ke langit, lalu menerjang tempat Xiao Yun seraya mengeluarkan suara auman keras.
BOOM! BOOM!
TRANG!
Dua Harimau Api Miasma tersebut terus-menerus menyerang Xiao Yun dari kedua sisi. Setiap kali Xiao Yun menghindar atau menahan serangan salah satu dari mereka menggunakan pedangnya. Maka Harimau Api Miasma lainnya akan menyerang titik buta Xiao Yun dengan serangan yang terukur. Naluri bertarung mereka tidak kalah hebat dengan kemampuan bertarung seorang kultivator. Dan sepertinya, mereka juga telah mempelajari pola bertarung Xiao Yun pada saat pertarungan sebelumnya. Walaupun pertarungan tadi berlangsung sangat singkat. Akan tetapi, semua itu sudah cukup untuk membuat Xiao Yun tak mampu mengalahkan mereka dengan mudah. Kecerdasan mereka adalah sebuah perbedaan besar yang tidak dimiliki oleh hewan biasa pada umumnya.
Pertarungan pun terus berlanjut, meskipun Xiao Yun mendapatkan perlawanan sengit dari dua Spirit Beast tingkat Tiga. Namun dirinya terlihat tidak tertekan sama sekali. Senyum lebar serta kilatan pada mata birunya justru terukir jelas di wajahnya. Xiao Yun sangat menikmati pertarungan tersebut. Gerakan yang sangat halus dari dua bilah pedang berlumur Racun Jantung Darah serta sesekali melakukan Teknik Telapak Api, juga membantu dirinya untuk melawan Harimau Api Miasma. "Jangan mengulur-ulur waktu, Yun. Cepat kalahkan mereka agar kita bisa pergi dari tempat ini!" seru Yan
Xiao Yun seketika tersentak oleh ucapan Yan. Dirinya merasakan dengan jelas ada sebuah kejanggalan di balik kata-kata yang diucapkan Yan. Sikapnya yang sangat berbeda juga membuat Xiao Yun mulai merasa tidak nyaman. "Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Yan? Kenapa kau terus-menerus terlihat khawatir? Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" desak Xiao Yun
Yan segera terdiam sejenak. "Maafkan aku, Yun. Aku tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu darimu. Hanya saja.. Ketika aku memeriksa kaki gunung ini sebelumnya. Aku merasakan adanya kehadiran lain di Sarang Harimau Api Miasma."
"Kehadiran lain?!" Xiao Yun langsung mundur beberapa langkah dari pertarungan melawan Harimau Api Miasma. Kekhawatiran mendalam setelah mendengar informasi penting dari Yan membuat alisnya bertaut rapat. Kemudian, Xiao Yun segera memejamkan matanya sesaat. Ketajaman indranya berusaha untuk mencari kehadiran lain yang dimaksud oleh Yan. Setelah itu, matanya kembali terbuka dengan raut wajah yang telah berubah menjadi sangat masam. "Apa kau sungguh dapat merasakannya, Yan? Karena aku tidak merasakan kehadiran apapun selain dua Harimau Api Miasma di hadapan kita."
Yan kembali membisu. Indra Xiao Yun yang gagal merasakan kehadiran lain di Sarang Harimau Api Miasma membuat dirinya tampak ragu. Terlebih, Ia tidak bisa memberikan bukti nyata untuk meyakinkan kepercayaan hati Xiao Yun. "Cobalah pastikan sekali lagi kehadiran yang kau rasakan, Yan. Sementara itu, aku akan mengalahkan Harimau-harimau ini dengan cepat." ujar Xiao Yun
"Baiklah!"
Xiao Yun langsung melesat cepat ke depan, menyerang dua Harimau Api Miasma dengan gerakan tubuh yang lihai. Kedua tangannya yang menggenggam pedang saling bekerja sama melakukan pertahanan serta serangan. Xiao Yun sudah tidak bermain-main lagi, tatapan matanya menjadi dingin dan tajam. Setiap serangan yang dilancarkannya selalu berhasil merobek kulit tebal dari tubuh Harimau Api Miasma. Racun Jantung Darah yang tertinggal pada bekas beberapa tebasan pedang pun mulai melaksanakan tugasnya. Aliran darah segar berubah menjadi gumpalan darah berwarna hitam pekat, otot-otot tubuh yang kekar seketika lemas tak berdaya.
Seluruh fungsi organ dalam milik Harimau Api Miasma segera rusak, berhenti bekerja setelah menerima dampak besar dari Racun Jantung Darah. Tubuh dua Harimau Api Miasma yang terlihat masih berdiri tegap. Perlahan jatuh ke permukaan tanah tanpa ada suara auman yang terdengar. Tubuh mereka telah sepenuhnya berhenti bernapas. Xiao Yun pun langsung mengatur ritme napasnya yang terengah-engah sembari menyeka air keringat dengan lengannya. "Haah.. Haah.. Aku benar-benar beruntung karena memiliki Racun Jantung Darah."
Setelah berhasil mengalahkan tiga Harimau Api Miasma tanpa terluka sedikitpun. Pandangan Xiao Yun segera teralihkan ke arah Yan yang masih berusaha memastikan kehadiran lain di balik bayang sarang Harimau Api Miasma. Tubuh Yan tampak melayang terbang dengan tenang, tetapi alisnya yang meruncing menjadi tanda bahwa ia sedang berkonsentrasi penuh. Lalu, Xiao Yun kembali mengarahkan pandangannya pada tiga mayat Harimau di sekitarnya. Hatinya berkeinginan untuk mengambil Inti Spirit Beast milik Harimau Api Miasma. Namun, hal yang tidak terduga tiba-tiba datang kepada dirinya. Sebuah napas api beracun seketika muncul dari balik kumpulan kabut putih dan mengarah ke tempatnya dengan kecepatan tinggi.
"Xiao Yun! Sisi kirimu!!"
DUARR!!
Napas api beracun yang mengejutkan kesadaran Yan langsung menghanguskan wilayah pertarungan antara Xiao Yun dan tiga Harimau Api Miasma tanpa sisa. Permukaan tanah yang terkena dampak dari serangan tersebut tampak mengeluarkan asap hitam dengan suara yang mendesis. Bola mata Yan sontak melebar saat melihat hasil mengerikan dari serangan yang masih belum diketahui pemilik asalnya. Kemudian, matanya melirik ke sisi kanan dan kiri dengan cepat. Ia berusaha mencari keberadaan Xiao Yun yang tidak terlihat di tempat tersebut. "Hei, Xiao Yun!! Di mana kau?!"
"Aku di sini, kawan." jawab Xiao Yun seraya melepas jubahnya yang terbakar. Pandangan Yan segera tertuju pada arah datangnya suara Xiao Yun yang berasal dari sisi kanan dirinya. Setelah itu, ia bergegas menghampiri Xiao Yun untuk memeriksa kondisinya. "Kau baik-baik saja?! Serangan tadi benar-benar berbahaya!" seru Yan
"Aku baik-baik saja. Tetapi, serangan yang datang itu seharusnya milik Spirit Beast tingkat Empat, bukan?"
Yan menganggukkan kepalanya, memberikan reaksi setuju terhadap dugaan Xiao Yun. Dua bagian gigi Xiao Yun langsung mengerit beradu, jemarinya meremas kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Bukti nyata dari kehadiran lain yang dirasakan oleh Yan kini sudah terlihat jelas. Tiga Harimau Api Miasma dengan tinggi bahu sekitar tiga meter menampakkan keberadaan mereka di atas batuan vulkanik. Harimau-harimau tersebut masih memiliki ciri khas penampilan yang sama. Namun, ukuran fisik mereka terlihat sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Harimau Api Miasma yang Xiao Yun kalahkan. Napas mereka terdengar memburu, sorot mata tiga Harimau tersebut menatap tajam wajah Xiao Yun dengan hasrat membunuh yang kuat.
ROAARR!!
Auman keras yang dikeluarkan bersamaan, menggetarkan permukaan tanah tempat Xiao Yun berpijak. Lalu, tiga Harimau Api Miasma tersebut segera melompat turun untuk menghadapi Xiao Yun secara dekat. Aura yang keluar dari fluktuasi energi mereka sungguh terasa kuat dan mendominasi. Ini merupakan aura milik Spirit Beast tingkat Empat. Dan Xiao Yun kembali dihadapkan pada kondisi antara hidup atau mati. Menghadapi satu Spirit Beast tingkat Empat mungkin masih ada secercah harapan untuk bertahan hidup. Akan tetapi, melawan tiga Spirit Beast tingkat Empat sekaligus hanya ada satu akhir buruk yang akan ia temui, yakni kematian.
Xiao Yun sangat sadar bahwa apapun keputusan yang ia ambil, nyawanya tetap akan berada di ambang kematian. Meskipun begitu, tubuh Xiao Yun masih terlihat berdiri tegap dengan dua bilah pedang pada tangannya. Tekanan yang diberikan oleh tiga Harimau Api Miasma di depan matanya belum mampu memadamkan tekad api miliknya. Kondisi berbahaya yang di hadapinya justru membuat ekspresi wajahnya tampak lebih serius dibandingkan saat menundukkan Xiao Zi. Kedua matanya perlahan menyipit sedikit, kuda-kuda kakinya mengambil sikap menyerang. Keputusannya yang sudah bulat itu membuat Yan sontak tertegun. "Xiao Yun, aku hanya akan memperingatkanmu satu kali. Mereka sangat berbahaya. Kau tidak memiliki peluang untuk menang dengan kekuatanmu saat ini." tegas Yan
"Aku tahu!"
Alih-alih menarik kembali keputusannya dan mematuhi peringatan yang diucapkan oleh Yan. Xiao Yun justru melompat ke langit dengan cepat seraya melempar dua bilah pedangnya yang mengarah pada kepala salah satu Harimau Api Miasma. Serangan kejutan tersebut tak memberi waktu bagi Harimau Api Miasma untuk menghindar. Dua bilah pedang yang dilempar Xiao Yun berhasil menggores sisi kanan serta kiri bagian pelipis Harimau Api Miasma. Lalu, Xiao Yun segera mendaratkan tubuhnya di dekat ketiga Harimau itu dan kembali melancarkan serangan menggunakan Teknik Telapak Api ke arah permukaan tanah.
BOOM!!
Tubuh ketiga Harimau Api Miasma langsung terpental keras akibat ledakan besar dari Teknik Telapak Api. Sementara itu, Xiao Yun segera kembali ke tempat Yan berada setelah berhasil memberikan efek kejut kepada lawan-lawannya. "Hei, bocah aneh. Bukankah tadi kau sudah memahami perkataanku? Tetapi kenapa kau tetap menyerang mereka?" tanya Yan dengan ekspresi datar
Rahang Xiao Yun sontak mengeras, tubuhnya terlihat bergetar hebat sebab menahan emosi yang meluap-luap. "Aku sangat kesal. Mereka.. Tiga Harimau itu, telah menghancurkan mayat-mayat berharga dari Harimau Api Miasma yang sudah kukalahkan!!"
"Itu yang kau pikirkan?! Dasar bodoh!!" Yan langsung memukul kepala Xiao Yun menggunakan tangan api yang terbentuk dari kumpulan energinya. Dirinya benar-benar marah karena Xiao Yun baru saja melakukan tindakan ceroboh. Pikirannya sempat menduga bahwa Xiao Yun mempunyai strategi bagus untuk menghadapi ketiga Harimau Api Miasma tersebut. Namun ternyata, Xiao Yun hanya melakukan tindakan impulsif dengan alasan yang sangat konyol. Pada sudut lain, tiga Harimau Api Miasma yang baru saja menerima serangan telak dari Xiao Yun, kini telah bangkit kembali. Amarah mereka tampak semakin memuncak. Deraman mengerikan serta dengus napas berat menjadi perintah bagi Xiao Yun untuk bergegas pergi dari Kawasan Lumpur Berapi.
"Ini mulai berbahaya." bisik Xiao Yun