NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Balas dendam pengganti / Roman-Angst Mafia
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KRITIS

Dorrrr...

" Argh!!!!"

Leira menoleh ke arah Bima.

" Bima!!!!!!!!!" Teriak Leira begitu melihat peluru itu berhasil menembus bagian dada Bima sebelah kanan atas.

Dan...

Dug... dug... dug... dug...

Leira melongo dengan mulut menganga begitu ia melihat tubuh Bima berguling guling di anak tangga.

Leira menatap Gio dengan tajam, " Sialan! Elo berani melukainya." Amarah Leira membuncah, ia menendang perut Gio hingga Gio yang tidak siap menerima serangan terhuyung ke bagian tangga dan...

Dug... dug.. dug...

Sama dengan Bima, tubuh Gio pun berguling guling di atas anak tangga sampai ke lantai dasar.

Dugh...

Kedua laki laki beda usia terkapar di lantai setelah jatuh dari tangga dengan kepala berdarah.

Leira segera turun dari tangga mendekati Bima.

" Bima bertahanlah!" Ucap Leira menepuk pipi Bima dengan pelan.

" Felix tolong!!!!"

Tidak ada pergerakan dari Felix, Leira segera berlari keluar meminta pertolongan Felix yang rupanya sudah berhasil meringkus puluhan anak buah Gio.

" Felix tolong Bima!" Ucap Leira.

" Kenapa dengan Bima?" Tanya Felix.

" Dia tertembak dan jatuh dari atas tangga." Sahut Leira.

Keduanya pun langsung masuk ke dalam menghampiri Bima. Mereka segera membawa Bima ke rumah sakit dan mengabaikan keadaan Gio saat ini. Leira memangku kepala Bima di jok belakang, hatinya pun mendadak gelisah.

" Bima buka mata kamu! Pertahankan kesadaran kamu Bim." Leira mengusap usap telapak tangan Bima yang mulai terasa dingin. Perlahan Bima membuka matanya, keduanya saling bertatapan. Bima tersenyum melihat kecemasan yang membuat kecantikan di wajah Leira menghilang.

" Jangan tidur! Kita akan segera sampai di rumah sakit. Pertahankan kesadaranmu!" Ucap Leira.

Bima menarik tangan Leira lalu menempelkan telapak tangan Leira di pipinya.

" A.. Aku mencintaimu. Jika aku pergi nanti, hiduplah dengan baik. Tinggalkan duniamu ini."

Deg...

Setelah mengatakan itu Bima kembali menutup matanya. Bahkan tangan yang menggenggam tangan Leira jatuh begitu saja.

" Bima, please jangan pingsan!" Leira benar benar di landa rasa panik. Felix yang mencuri pandang dari kaca tengah merasa cemburu. Sebelumnya Leira tidak pernah sekhawatir ini pada siapapun.

Sampai di rumah sakit, Bima segera mendapat penanganan dari dokter terbaik di rumah sakit itu. Ia harus menjalani operasi di kepala karena terdapat sumbatan darah di otaknya. Serta harus di lakukan operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dadanya. Leira menunggu di depan ruangan dengan cemas. Bahkan ia tidak bisa duduk dengan tenang, ia berjalan mondar mandir seperti setrika yang sedang melicinkan pakaian.

" Duduklah Lei! Bima pasti baik baik saja. Elo nggak perlu sekhawatir itu." Ujar Felix yang kepanasan sedari tadi. Bukan karena cuaca tapi karena rasa cemburu yang membakar hatinya melihat sang pujaan hati begitu mencemaskan pria lain.

" Kalau dia selamat, itu suatu mukjizat Fel. Tapi kalau dia....." Leira menjeda ucapannya. Ia tidak sanggup membayangkan jika hal buruk terjadi pada Bima.

" Dia pasti selamat." Sahut Felix.

" Elo tadi dengar sendiri dokter bilang kalau kondisi Bima kritis. Belum lagi dia harus melakukan operasi dua kali. Kalau dia tidak kuat, maka operasi ini bakal mengalami kegagalan Fel." Ujar Leira. Ia menghela nafasnya dalam dalam.

" Gue takut Fel." Leira duduk di samping Felix.

" Gue takut Bima kenapa napa. Nenek, nyonya Hani, dan mama pasti bakal membenci gue. Mereka pasti menyalahkan gue karena gue tidak mau menurut sama mereka. Mereka udah melarang gue dan meminta gue untuk meninggalkan dunia gelap ini, tapi gue nggak mau mendengarkan mereka. Dan sekarang insiden ini malah makan korban." Imbuh Leira.

" Itu bukan kesalahan elo Lei." Felix menggenggam tangan Leira. " Bima sendiri yang ngotot mau ikut. Jadi ini jangan salahkan diri elo sendiri Lei. Sebelumnya gue nggak pernah ngelihat elo selemah ini." Ucap Felix.

" Sorry Fel. Gue sendiri juga nggak tahu kenapa gue sekhawatir ini." Sahut Leira.

" Itu karena elo udah mencintai Bima, Lei. Pada akhirnya gue bakal kalah lagi." Sahut Felix dalam hati.

Tap tap tap...

Terdengar derap langkah yang begitu cepat menghampiri mereka. Leira menoleh menatap siapa yang datang. Rupanya nyonya Hani, nyonya Mita dan ibunya sendiri. Leira pasrah dengan apa yang akan mereka lakukan padanya.

" Leira, gimana keadaan Bima?" Tanya nyonya Mita.

" Keadaannya sempat kritis nek. Aku tidak tahu apakah dia sudah melewati masa kritisnya atau belum. Dokter sedang berusaha menyelamatkannya di dalam." Sahut Leira sedih.

" Hiks.. Hiks.. Putraku." Nyonya Hani terduduk lesu di samping Leira.

" Tante, aku minta maaf! Aku tidak tahu jika Bima bakal datang saat insiden itu." Ucap Leira.

Nyonya Hani menatap Leira, " Mama tidak tahu apakah mama bisa memaafkan kamu atau tidak."

Deg...

Jantung Leira terasa seperti berhenti berdetak.

" Yang jelas kamu harus bertanggung jawab kepada Bima." Imbuh nyonya Hani.

" Aku pasti akan bertanggung jawab tante." Sahut Leira.

" Bertanggung jawab yang bagaimana?" Tanya nyonya Hani. Leira bungkam karena ia sendiri bingung mau tanggung jawab yang seperti apa.

" Kalau Bima mengalami kecacatan fisik, atau bahkan lumpuh total, apa kamu mau bertanggung jawab dengan tidak meninggalkannya? Apa kamu mau mengurusnya seumur hidupmu, begitu Leira?" Ucap nyonya Hani dengan anda tinggi.

" Hani, jangan menyudutkan Leira. Semua ini terjadi bukan atas kehendaknya. Lagian belum tentu Bima mengalami hal seperti itu. Kita berdoa saja semoga Bima baik baik saja." Tutur nyonya Mita.

" Ma, semua ini terjadi karena Leira. Kalau saja Leira tidak merencanakan penyerangan itu, Bima pasti tidak akan ke sana. Bima pasti masih baik baik saja." Sahut nyonya Hani. " Selama ini Bima tidak pernah berdekatan dengan hal hal seperti ini. Tapi kali ini, dia mau turun tangan untuk mendukung Leira, apa mama tahu apa artinya ini?" Nyonya Hani menatap nyonya Mita.

" Mama tahu, Bima melakukan ini demi Lei karena Bima mencintainya."

Deg...

Leira langsung menatap nyonya Mita.

" Sebelum Bima ke sana, Bima memberitahu nenek lebih dulu. Dia ingin membantumu, dia berharap kalau kamu menang, kamu bisa senang dan mau meninggalkan duniamu yang terlalu berbahaya ini. Dia juga berharap setelah ini kamu mau menjalani kehidupan normal bersamanya. Bima mencintaimu Lei, dia mencintai wanita yang pernah menyelamatkannya dulu dan wanita yang dia nikahi. Meskipun dia tidak tahu siapa dirimu, tapi dia tahu kalau wanita yang dia nikahi bukan Leika. Tapi rupanya takdir berkata lain. Kita tidak tahu bagaimana kondisi Bima setelah ini. Nenek berharap semoga Bima baik baik saja." Jelas nyonya Mita.

Ada sesuatu yang merambat ke dalam hati Leira.

Nyonya Nia mendekati putrinya.

" Ara, mama harap setelah ini kamu mau mempertimbangkan keinginan mama. Hiduplah dengan baik nak, jangan sampai kamu yang menjadi korban selanjutnya. Mama tidak ingin kehilangan kamu sayang, mama cuma punya kamu di dunia ini. Meskipun mama tahu ini bukan kesalahan kamu, tapi setidaknya Bima punya niat untuk melindungimu. Dan benar kata ibu mertua kamu, kalau bukan karena kamu, Bima tidak mungkin ke sana. Jadi, mama harap pikirkan baik baik masalah ini." Ujar nyonya Nia mengelus kepala Leira.

" Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Kenapa sepertinya mereka semua ingin aku meninggalkan kehidupan yang sudah lama aku jalani? Apakah memang sudah saatnya aku meninggalkan pekerjaan ini?" Pikir Leira dalam hati.

Ceklek...

Pintu ruang operasi pun terbuka, dokter bedah yang menangani Bima keluar dari sana. Leira segera menghampirinya.

" Dokter bagaimana keadaan Bima?" Tanya Leira.

" Maaf anda siapanya?" Tanya dokter karena tadi bukan dokter bedah yang bertemu dengan Leira.

" Em.. Sa.. Saya..."

" Dia istrinya dok." Sahut nyonya Mita.

" Oh anda istrinya. Kondisi pasien saat ini sudah stabil. Kami baru saja mengambil peluru yang bersarang di dadanya. Beruntung peluru tidak menembus organ lainnya. Penyumbatan di bagian otak juga sudah kami tangani. Saat ini pasien sedang menjalani masa pemulihan pasca operasi. Setelah itu kita akan memindahkannya ke ruang ICU khusus isolasi untuk melakukan observasi. Kita akan lihat kondisi pasien setelah sadar nanti. Berdoa saja dalam waktu dua puluh empat jam ini, tidak terjadi apa apa pada pasien." Jelas dokter bertage name Andreas.

" Syukurlah kalau begitu, terima kasih dok." Ucap Leira.

" Sama sama nona, saya permisi dulu." Ucap dokter Andreas meninggalkan Leira.

" Bima bisa sekuat ini pasti ada alasannya Leira."

Leira menatap ibu mertuanya.

" Apa maksud tante?" Tanya Leira mengerutkan keningnya.

" Dia bisa bertahan pasti karena kamu. Jadi mama harap kamu tidak menyia-nyiakan pengorbanannya. Apa kau bisa janji padaku?"

Leira benar benar tidak bisa menjawabnya saat ini. Tiba tiba beberapa dokter berlarian ke ruang ICU yang di huni oleh Bima.

Leira menghadang suster yang hendak ke sana.

" Suster, apa yang terjadi pada Bima?"

" Detak jantung pasien melemah nona."

Jeduarrrr....

TBC...

1
Cindy
lanjut
Cindy
next
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
kriwil
kalau berhenti jadi mafia ya ga seru lah mak nia🤣
VANESHA ANDRIANI: hh bener ya kak.. makasih suportnya
total 1 replies
kriwil
apa felix bakal jadi musuh lei🙄
VANESHA ANDRIANI: enggak lah kan sohib setia
total 1 replies
kriwil
makan tuh penolong palsumu bimo
VANESHA ANDRIANI: hah Bimo? 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
kriwil
balas perkosa balik dong biar impas
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
Santi Sukmawati
seruuuu
VANESHA ANDRIANI: makasih kak
total 1 replies
Santi Sukmawati
emng lu salah orang dodol
VANESHA ANDRIANI: hhh jitak aja kepalanya kak.. makasiih suportnya
total 1 replies
Santi Sukmawati
ku kira flomy cowo ternyata cewe
VANESHA ANDRIANI: cewek kak makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
VANESHA ANDRIANI
siap
Moes Rifah
🌺🌺🌺🌺
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
VANESHA ANDRIANI: makasih di tunggu bintang limanya ya
total 2 replies
Cindy
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!