Akibat kecelakaan yang merenggut nyawa sang ayah, seorang pria paruh baya kaya meminta Senja untuk menikahi putra nya. Namun, siapa sangka, pria tersebut adalah Galaxy musuh Senja, si kejam yang sering mengebully dan merundung nya di kampus! Dari gadis cupu yang selalu menjadi objek bully-an, kini Senja harus menghadapi Galaxy setiap hari di rumah.
Hanya saja, seiring melewati waktu bersama, kebencian Galaxy pada Senja tak bertahan lama, perlahan kebencian itu berubah menjadi cinta. Sayang nya, sudah ada sosok pria lain di hati istri dari Galaxy itu. Terlebih, pria tersebut adalah sahabat baik Senja. Namun dunia begitu sempit, ternyata sahabat Senja itu memiliki kisah masa lalu bersama Galaxy.
Lantas, mampukah Galaxy merengkuh kebahagian nya bersama Senja, dan merebut hati dan cinta istri nya kembali?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 23
Senja mengayunkan langkah kaki nya pelan, namun tiba-tiba saja gadis itu di buat kaget saat tiba-tiba saja ada yang menarik nya dan menyeret diri nya ke tempat yang sepi.
"Galaxy--," gumam Senja dengan mata nya yang terus dia hantarkan pada Galaxy.
Seperti sebelum nya dia akan menyakiti Senja namun kali ini tidak. Walau pun menempelkan tubuh Senja ke dinding, namun pria itu tak melaku kan apa pun. Memalingkan pandangan nya ke kiri dan kanan, guna nya untuk memastikan situasi sudah aman atau belum.
"Ada apa?" tanya Senja sebab meyakini, kalau ada hal penting yang ingin Galaxy bicarakan dengan nya.
"Gue ingin hari ini lu pulang telat!" ucap Galaxy bersuara dengan tegas saat mengucapkan titah nya.
Apa yang Galaxy katakan, membuat raut wajah Senja seketika di liputi oleh tanda tanya, "Pulang telat? Kenapa aku harus pulang telat?" tanya Senja.
"Karena gue tidak sudi pergi bersama lo, Culun! Papa tetap memaksa, agar gue pergi bersama lo, ke acara amal itu!" ucap Galaxy.
"Terus, kalau begitu aku harus ke mana?" tanya Senja.
"Terserah lo mau pergi ke mana! Yang jelas, lo harus pulang setelah jam 7 malam, sebab di jam seperti itu gue sudah pergi ke acara tersebut. Dan ingat! Jangan mengangkat telepon jika Papa dan Mama menelpon lo!" jelas Galaxy.
"Aku, takut, jika mereka akan marah pada ku!" sahut Senja yang nampak keberatan dengan usulan dari Galaxy.
"Lo cukup mengikuti apa yang gue perintahkan. Dan jangan sampai membantah!" ucap Galaxy bersuara dengan nada penuh penekanan.
"Baik lah terserah kau saja," jawab Senja pasrah.
Setelah membuat kesepakatan dengan Senja, Galaxy menurunkan tas punggung nya. Membuka dompet dan memberikan beberapa lembar uang seratus ribu pada Senja.
"Ambil-lah, uang ini dan bersenang-senang lah! Tapi ingat lo harus pulang di atas jam yang gue tentu kan. Lo pahami?!" ucap Galaxy.
Usai mengancam Senja, Galaxy segera berlalu dari sana, begitu pun juga dengan Senja yang segera ber lalu dari area itu.
"Yaa--," sahut Senja pasrah.
Ke dua nya membuang pandangan bersamaan ke arah kanan. Raut wajah Galaxy dan juga Senja berubah seketika, saat mendapati keberadaan seorang gadis berkaca mata. Dan, walau pun tidak begitu dekat namun Senja cukup mengenal nya.
"Lula--," gumam Senja pelan.
Galaxy seketika memberi jarak saat baru menyadari posisi nya yang begitu dekat dengan Senja. Dan bagai mana cara Lula menatap diri nya dan Senja, membuat raut wajah Galaxy seketika di landa keresahan. Dan diri nya berpura-pura menyakiti Senja.
"Awas-lo Culun! Jika besok lo tidak membawa apa yang gue pinta!" ucap Galaxy dengan mencengkram ke dua pipi Senja dan segera berlalu dari sana.
Masih mendapati Lula yang menatap nya dengan tatapan yang tak biasa, membuat raut wajah Senja pias dan juga gugup, "Aku pergi dulu!" pamit Senja tergesa-gesa dan segera membawa langkah kaki nya dari lokasi itu.
Berlalu nya Senja dari area itu yang turut membawa pandangan Lula, sampai sosok Senja benar-benar menghilang dari pandangan nya.
"Aku tahu kalau Galaxy sering membully Senja. Tapi, kenapa aku merasa kalau ada sesuatu di antara mereka berdua? Bahkan tadi aku yakin, kalau aku tidak salah lihat. Galaxy memberikan uang yang banyak pada Senja," gumam Lula dengan sejuta tanda tanya yang kini bersarang di dalam diri nya.
\*\*\*\*
Beberapa menit kemudian.
Lula mengayunkan langkah kaki nya melewati sebuah lorong panjang. Dari jauh gadis berkaca mata itu mendapati Senja yang tengah bersama Dalia.
Tak sengaja Dalia membuang pandangan nya. Senyum mengembang di wajah gadis itu saat men dapati Lula.
"Lula----," panggil nya dengan setengah teriakan, dan seketika juga Senja ikut membawah pandangan nya.
"Sini---," ujar Dalia dengan nada yang masih sama, saat mendapati Lula yang masih membeku di tempat.
Dengan ragu Lula mengayunkan langkah kaki nya menghampiri Dalia dan juga Senja. Dan dari jauh dia dapat melihat dengan jelas raut wajah Senja yang nampak tak biasa.
"Hai Senja." sapa Lula dengan nada suara nya yang terdengar kaku.
"Hai juga Lula!" sapa Senja dengan senyuman kikuk nya.
Seketika para mahasiswa nampak heboh saat tiba-tiba saja kedatangan Galaxy dan juga geng nya. Sekejap semua nya menepi dan membuka jalan untuk mereka. Dan tanpa Galaxy dan juga Senja sadari Lula tengah memperhatikan sikap ke dua nya.
Galaxy dari jauh telah memberikan pandangan nya pada Senja dan gadis itu juga membawa pandangan nya pada Galaxy. Namun, kali ini Lula merasakan tidak ada kobaran api pada sepasang mata Galaxy, dan juga rasa takut yang biasa Senja tunjukkan pada Gala saat kedatangan pria itu.
Saat telah berada di depan Senja mereka menghentikan langkah kaki mereka, "Yang, apa yang harus kita lakukan pada si Culun ini?" tanya Elena dengan nada manja nya.
"Biar kan saja! Sebab, hari ini aku tidak memiliki waktu!" ujar Galaxy datar tanpa membawa pandangan nya ke arah Senja.
"Hei Culun! Lo bersyukur, sebab hari ini-cowo gue nggak niat untuk nyakitin lo! Tapi, bukan lain waktu nanti!" hardik Selena dengan senyuman mencemooh nya dan mengibaskan rambut Senja dengan kasar.
Berlalu nya Galaxy juga membawa pandangan seorang Senja. Tak sengaja memalingkan pemandangan nya, pemandangan Senja bertemu pandang dengan Lula yang kini tengah menatap nya dengan tatapan yang tak biasa.
"Kenapa aku merasa Lula tengah menatap ku dengan tatapan yang tak biasa? Apakah, dia curiga kalau aku dan Galaxy ternyata memiliki hubungan," gumam Senja dalam hati.
\*\*\*
Bergulir nya waktu, kini telah mendatang kan senja. Mengikuti keinginan Galaxy membuat Senja masih betah berada di luar rumah.
"Sen pulang, yuk!" ajak Dalia dengan tatapan memelas nya, sebab menurut nya mereka sudah terlalu lama berada di Mall.
"Dikit lagi bagaimana kalau lihat-lihat sepatu!" ajak Senja dengan ingin menarik tangan Dalia namun, gadis itu membeku kan tubuh nya.
"Aku lelah. Aku ingin kita pulang," sahut Dalia dengan tatapan penuh harap nya.
"Boleh nggak, aku ikut ke rumah kamu?" tanya Senja.
"Apakah kamu yakin?" ucap Dalia.
"Tentu!" jawab Senja cepat.
"Baik-lah, terserah kamu saja!" sahut Dalia dan kedua gadis itu segera mengayunkan langkah kaki nya berlalu dari dalam Mall.
Beberapa menit kemudian.
Senja dan juga Dalia telah tiba di depan rumah Dalia. Sesekali Senja terus melempar kan pandangan nya ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"Kamu seperti nya nampak resah. Dari tadi yang aku lihat, kamu terus melihat jam tangan mu. Ada apa sih? Apakah kamu sedang membuat janji dengan seseorang?"
"Nggak!" sahut Senja cepat.
"Ini baru jam 6. Masih ada satu jam lagi," gumam Senja dalam hati.
Mengayunkan langkah kaki nya ke dalam pekarangan rumah, pandangan Senja tertuju pada sebuah mobil mewah yang ter parkir di depan rumah Dalia "Mobil ini, mobil siapa?" tanya Senja.
"Punya-nya, Bang Jackson." sahut Dalia
"Serius?" sahut Senja dengan raut wajah nya yang nampak kaget.
"Ya. Mobil ini di berikan oleh pimpinan perusahaan bang Jackson bekerja." ucap Dalia.
"Pasti kinerja bang Jackson bagus, jadi sampai pimpinan nya memberi kan dia mobil." ucap Senja.
"Pasti," sahut Dalia dan mereka membawa langkah kaki nya masuk ke dalam rumah.
Saat berada di dalam rumah, dari jauh Senja mendapati keberadaan Jackson yang sedang sibuk dengan laptop nya.
Senyuman di wajah Senja mengembang melihat betapa begitu tampan nya kakak sahabat nya itu.
"Bang Jackson, memang tampan," gumam Senja dalam hati.
\*
Bersambung.........................
ceritanya bagus ,bikin pnasaran trus😊