NovelToon NovelToon
Rumah Kost Pak Manto

Rumah Kost Pak Manto

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Rumahhantu / Tumbal / Hantu / Iblis / Tamat
Popularitas:591.4k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Berbentuk rumah biasa namun memiliki banyak kamar, karena rumah ini memang untuk kamar kost khusus untuk wanita saja. entah itu mahasiswi atau wanita yang sudah selesai kuliah, harga yang murah membuat banyak yang antri di kost milik Pak Manto.

Namun di balik itu semua ada misteri, sebab satu persatu banyak anak kost yang menghilang entah kemana dan tidak bisa untuk di temukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Luna biasa saja

"Dari dalam kamar itu suara yang sedang menangis." Sarah menunjuk pintu kamar yang terkunci rapat.

"Sudah lah, tidak usah di hiraukan karena ini pasti tidak benar." Sania ingin pergi karena dia tahu apa yang telah terjadi.

"Eh siapa tahu saja dia butuh bantuan, ini menangis seperti sedang kesakitan loh." Sarah merasa iba dan dia ingin menolong gadis itu.

Sania menarik nafas berat karena dia bingung untuk menjelaskan, tapi bila tidak di jelaskan maka nanti Sarah akan terus saja keras kepala dan berusaha untuk mencari tahu sendiri kalau saat ini dia bukan penghuni tetap kost milik Pak Manto yang sangat angker ini.

Kalau di dengar dari suaranya memang itu seperti orang yang sedang kesakitan dan menangis ingin minta tolong kepada orang yang bisa mendengar, tapi Sania tahu apa yang telah terjadi sehingga dia tidak mungkin mengetuk pintu untuk berusaha masuk ke dalam kamar karena ini adalah kamar Gita yang baru saja dia mati karena bunuh diri.

Jadi sekarang ada suara menangis seperti itu sehingga Sania merasa sangat yakin bahwa suara itu adalah arwah kita yang sedang kesakitan setelah dia melakukan tragedi bunuh diri, para anak-anak yang ada di sini beranggapan bahwa kita memang mati bunuh diri dan hanya sebagian saja yang tidak percaya.

Sania salah satu yang percaya bahwa Gita memang mati karena bunuh diri akibat tekanan sesuatu, tapi dia tidak bisa dikatakan percaya sepenuhnya karena memang belum mengenal siapa Gita dan mereka belum pernah sempat berkenalan secara resmi sehingga Sania sendiri tidak bisa menyimpulkan bagaimana tindakan yang telah di lakukan oleh Gita.

Jangan pernah berbicara sembarangan tentang kematian seseorang karena bila mendengar maka seseorang tersebut bisa saja datang untuk menghantui bagi penyebar gosip, ditambah selama ini Sania juga tidak pernah kepo dengan urusan orang sehingga tidak mungkin dia untuk ikut campur lagi tentang apa yang telah terjadi pada mereka semua.

"Kau dengarkan dia masih saja menangis seperti itu?" Sarah menempelkan telinga pada pintu.

"Ayo kita pergi dari sini." Sania menarik tangan Sarah agar mereka segera pergi.

"Aku kasihan sama dia kok sampai menangis seperti itu." Sarah masih tetap saja iba dan bila dia memang tinggal di sini maka dapat di pastikan Sarah akan cepat hilang.

"Tidak ada lagi manusia yang menunggu kamar ini karena baru tadi siang dia mati gantung diri." Sania menatap Sarah dengan tajam.

"Ah a..apa?!" Sarah seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.

"Aku sebenarnya tidak ingin berbicara sembarangan seperti ini tapi kau sangat keras kepala!" Sania pergi meninggalkan Sarah yang masih termenung di depan pintu kamar.

Glodaaaaak.

"Sakiiiittt...huhuhuu...sakit sekali." suara merintih dari dalam kamar.

"Ya Allah jadi dia meninggal karena gantung diri." Sarah seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

"Tolong lah aku, ku mohon tolong aku sekarang." isak suara itu kembali.

Sarah tidak ingin mencari masalah dan dia segera mengejar Sania yang telah pergi agak jauh menuju kamar dia kembali, pada terus saja di sini dan nanti timbul kehebohan baru dan membuat masalah baru juga jadi memang lebih baik seperti Sania yang bersikap bodo amat dan cuek saja apa yang sudah terjadi.

Karena sikap cueknya itu membuat dia selamat dan tidak pernah mendapat celaka, bisa di bilang selama ini juga sering mendengar hal yang tidak bisa di toleransi oleh akal sehat namun tetap saja Sania bersikap tidak peduli dan merasa budek sehingga setan tersebut menjauh dengan sendirinya karena menganggap Sania bebal.

****************

Sraaaaak.

Greeeeek.

Luna tersentak bangun ketika dia mendengar ada suara langkah di seret dan di lengkapi juga dengan suara seperti orang yang sedang merobek kain, segera gadis ini bangun dan menatap sekitar kamar yang terasa gelap lalu Luna segera menghidupkan lampu agar dia bisa melihat dengan jelas apa isi kamar ini.

"Hahhhh untung tidak ada apa-apa." Luna merasa lega dan mengusap wajah yang terasa begitu dingin.

"Kenapa suasana terasa begitu angker dan seram?" Luna menatap ke sana-kemari dan terasa perut begitu lapar.

"Aku keluar saja dulu kalau begitu untuk mencari makan, siapa tahu warung bakso masih buka." Luna segera keluar dari kamar untuk mencari makanan.

Bertepatan bertemu pula dengan Sheila yang baru saja keluar dari kamar Rena karena mereka sejak tadi terus mengobrol apa yang sudah mereka alami di bagian belakang, Sheila tampak memperhatikan Luna yang terlihat biasa saja padahal yang baru saja mati bunuh diri adalah teman dari Luna itu sendiri.

"Yok mari, mau makan bakso bareng tidak?" tawar Luna.

"Enggak lah, kami kenyang." tolak Sheila.

"Oke, bye." Luna tersenyum ceria dan segera pergi dari hadapan mereka berdua.

"Kok Luna terlihat biasa saja ya? kan yang meninggal itu teman dia dan bahkan mereka pindah bareng." Diva berkata pelan.

"Aku juga heran karena dia terlihat seolah tidak ada masalah dan bahkan mata dia tidak terlihat bengkak." Sheila menggaruk kepala yang tidak gatal.

"Ah Ya sudahlah tidak usah di permasalahkan karena bukan urusan kita juga." Diva tidak ingin memperpanjang urusan antara kematian Gita dan kesedihan Luna.

Walau memang menurut Sheila terasa begitu aneh karena Luna terlihat tidak memiliki kesedihan yang sangat ketara di wajah, padahal memang dia adalah teman dari Gita itu sendiri dan bahkan Mereka terlihat sangat dekat tapi setelah sekarang Gita meninggal karena bunuh diri Luna malah tidak terlihat sedih atau bahkan menangis lagi.

Menurut Sheila tentu saja itu sangat tidak wajar karena dia saat kehilangan Zizi dan bahkan saat itu masih belum yakin apakah Zizi memang sudah meninggal dunia atau kah hanya karena menghilang saja, tapi Sheila sudah merasa sangat kehilangan dan dia terus saja menangis sampai sekarang apa bila teringat dengan Zizi yang masih belum ketemu.

"Mungkin dia memang orangnya gampang menyembunyikan kesedihan sehingga tidak terlihat sedih." Diva berusaha untuk berpikir positif.

"Ya kan walau menangis sendiri tapi masih ada terlihat lah di wajah atau matanya." Sheila masih tetap saja merasa aneh.

"Enggak usah di bahas, kita tidak tahu hubungan mereka bagaimana jadi tidak usah judge Luna seperti itu." Diva memang tidak ingin mencari masalah.

Sheila terdiam karena mungkin saja benar apa yang di katakan oleh Diva dan mereka tidak tahu apa hubungan Luna dan Gita selama ini sangat dekat atau hanya sebatas teman biasa, walau hanya teman biasa tetap saja ada rasa kehilangan yang sangat besar di dalam hati.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya.

1
kimiatie
pasti Luna yang sekongkol itu
Dewi
Gimna bram enk gk tuh..slma ini kmu nyiksa pra cwe se enk nya..skrng gntian..
Dewi
Pling ccok rani klo urusan bjingn pmerkosa
Neng Dwi ratih
Terimakasih thor karyamu emang selalu bagus tdk mengecewakn apalagi soal kisah purnama sm arya seru ada yg lucunya jg 👍
Choco Syam
ehh kata ny kan si jubah hitam itu luna yg katany udh g perawan krna d jual di romah bordir y?? tpi kok disini di bilang dia masih perawan dn bohong soal keperawananny sma tante ny? trus di awal cerita si luna ini terkesan kyk orng yg emng g tau apa" kan? kok tiba" bisa berubah 360°..? jdi agak bingung sama akur ny luna..
Dewi
Emng jhat skli si bisa2 ny mmbunuh dan ada fkiran di gling buat bkso 🤦‍♀️🤦‍♀️
Dewi
Hajar ran jgn smpai mti dlu pokok ny
Dewi
Rani knpa gk bisa ngilang sih nembus dinding gtu klo mba pur kan emng gk bisa ngilang ya
Dewi
Ayo ran breskan bram😡kadian skli rita🥺 sbntr lgi kmu slmat rani lah yg bkal bles semua apa yg kmu rasa
Dewi
Nah ini mayat yg mau di bngkit kn kembli kan
Dewi
Jangan di lwan lnciuman ratu ukar hihi
Dewi
polisi sudh ttup mulut sm uang bberkan sm wrga si hrus nya
Dewi
Rena diva kmu hrus hati2 aku tkut klian jdi korban slnjut nya loh..
Dewi
emng untg nya da bu laras jdi rani sm purnama akur
Dewi
😅😅Xiela mah sudh hafal klo rani sm nilam suka kumat klkuan nya 🤣
Dewi
Smoga rena sm diva amn ya kn sudh da xiela sm julia jdi tkut kthuan..
Dewi
Hahah emng julia ini agak" kok tau dri ny hnatu msih ngajk ngomg rena yg gk liat 😅
Ranti Calvin
Luar biasa
Mariza Rizqi
udah paling bner tuh kyk si Sania... terkadang rasa penasaran bisa membunuhmu
Amelisa Lisa
Sama aku juga 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!