NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Tuan Mafia

Istri Bodoh Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Mafia / Roman-Angst Mafia / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:859
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Seyna Darma, gadis yang dianggap bodoh karena trauma kematian kedua orang tuanya, hidup dalam siksaan paman dan bibi yang kejam.
Namun di balik tatapannya yang kosong, tersimpan dendam yang membara.
Hingga suatu hari ia bertemu Kael Adikara, mafia kejam yang ditakuti banyak orang.
Seyna mendekatinya bukan karena cinta, tapi karena satu tujuan yaitu menghancurkan keluarga Darma dan membalas kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 PERJODOHAN

Semua orang disana hanya menatapnya, tidak tahu apa maksut yang dikatakan oleh Seyna.Sedangkan Kael hanya memandang Seyna dalam diam namun tetap yakin akan suatu hal. Seyna tidak paham apa yang ia katakan. Dia hanya ngomong asal, karena dia memang seperti anak kecil yang polos dan lugu.

Sementara Alisha di kursinya ingin berteriak karena inilah alasan semua orang tak pernah percaya ucapan dia tentang Seyna. Seyna terlalu sempurna dalam akting polosnya. Bahkan kebodohannya terlihat alami. Setiap orang memandang Seyna dan melihat gadis bodoh yang polos dan tidak tahu apa apa. Alisha memendam amarahnya sampai napasnya memburu.

"Bocah itu bukan polos. Dia sedang menyembunyikan sesuatu. Dan kenapa cuma aku yang bisa melihat itu?" pikir Alisha.

Setelah suasana kembali hening untuk beberapa saat. Dirga segera membuka percakapan.

"Ada apa Kakek Adikara datang kesini?apa ada perlu suatu hal?" tanya Dirga sambil menatap ke arah Kakek Adikara.

Kakek Adikara meneguk minumannya lalu menatap ke arah Dirga laku berpindah ke arah Seyna yang masih asyik dengan lolipopnya.

"Sebenarnya aku kemari ingin mengatakaan sebuah perjanjian yang sudah disepakati oleh Darma," ucap Kakek dengan tegas dan penuh wibawa.

"Apa maksud kakek, Seyna apakah ia—" ucap reni.

"Ini sudah perjanjian, lagi pula tidak ada yang bisa melawannya atau kalian akan mendapatkan hukuman," ucap Kakek sambil mengetok ngetok tongkatnya ke lantai.

Seyna hanya tersenyum mendengar itu seolah semua rencananya akan berhasil dan tinggal melanjutkan misi pembalasan dendam dan menangkap pelaku kematian ayah dan ibunya.

Reni dan Dirga saling berpandangan tatapan mereka panik, kebingungan, dan ketakutan bercampur jadi satu. Namun sebelum salah satu dari mereka sempat bicara, Kakek Adikara kembali mengutarakan kalimat yang membuat ruangan seakan berhenti bernapas untuk sejenak.

"Aku dan Darma sudah setuju untuk menikahkan Seyna dan Kael. Dan hal itu tidak bisa diganggu gugat!"

Reni refleks menutup mulut, wajahnya memucat.

Dirga mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas paha, rahangnya mengeras. Sementara Alisha terlonjak dari sofa.

"Kenapa Seyna yang dinikahkan? Dia kan gadis bodoh!" teriak Alisha tanpa pikir panjang.

Seketika udara berubah menjadi dingin.Reni buru-buru menepuk paha Alisha keras, memberi sinyal agar anaknya diam. Kael menatap Alisha dengan mata tajam yang dingin seperti pisau.

Kakek Adikara hanya menghela napas, tetapi sorot matanya jelas menunjukkan ketidak sukaan terhadap Alisha.

"Seyna bukan bodoh," kata Kakek datar.

"Dan ini sudah perjanjian antara keluarga kami. Tidak ada yang bisa mengubahnya bahkan seyna dan Kael sendiri."

Tongkatnya kembali mengetuk lantai.Seisi ruangan tersentak oleh ancaman itu.

Sementara semua orang menahan napas, Seyna hanya duduk tenang kakinya menggantung bebas di sofa, mengulum lolipop, wajahnya tampak seperti anak polos yang sama sekali tidak sadar bahwa hidupnya sedang diperebutkan.Padahal di dalam hatinya, ia justru tersenyum dingin.

Semua langkah untuk balas dendam sedang bergerak. Dan mereka bahkan tidak sadar aku yang mengendalikannya.

Reni akhirnya nekat membuka suara, mencoba menyelamatkan diri dan keluarga dan memgambil alih keluarga Darma dari tangan Seyna yang sebagai pewaris.

"Kakek Adikara mungkin kita bisa pikirkan ulang? Seyna masih terlalu muda. Dia tidak akan mengerti pernikahan dan itu akan mempersusah keluarga kalian dan tuan Kael."

Dirga ikut menimpali dengan suara hati-hati, namun masih menunjukan ketidaksukaan akan permintaan dari Kakek Adikara.

"Benar, Kakek. Seyna belum siap. Kael pantas mendapatkan perempuan yang lebih sempurna, dibanding Seyna."

Mendengar itu tatapan Kael menusuk Dirga, tapi Dirga pura-pura tak melihat. Ia akan mempertahankan Seyna sampai harta keluarga Darma menjadi miliknya seutuhnya. Seyna mengangkat wajahnya, menatap mereka dengan mata bulat polos.

"Memangnya pernikahan itu apa?"

Pertanyaan polos itu membuat semua orang yang berada di sekelilingnya. Mereka semua segera berpikir untuk menjawab pertanyaan Seyna terutama Reni yang langsung menangkap peluang itu dan buru-buru berbohong agar Seyna tidak setuju di hadapan Kael dan Kakek Adikara.

"Pernikahan itu… hal buruk, Sayang. Kalau sudah menikah, kamu harus kerja di rumah terus, nggak boleh main, nggak boleh makan permen, dan banyak yang nyakitin." Nadanya dibuat lembut, tapi jelas maksudnya agar Seyna takut dan menolak.

Kakek Adikara menoleh tajam, lalu segera berkata untuk menyangkal perkataan Reni yang sudah jelas manakut nakuti Seyna.

"Tidak begitu, Seyna. Pernikahan itu menyenangkan. Kamu nanti akan tinggal bersama Kael, tidur bersamanya, makan bersama, kemana-mana bersama. Kael akan menjagamu terus dan kamu boleh bermain dan di rumahku ada banyak sekali permen."

Kata bersama Kael seolah menjadi kata ajaib di pikiran Seyna. Seyna langsung menoleh pada Kael matanya berbinar seperti anak kecil mendapatkan hadiah mainan terbesar.

"Bareng Kak Kael terus? Kak Kael nggak pergi ninggalin Seyna?Seyna suka Kak Kael," kata Seyna dengan polosnya."

Kael yang tidak tahu apa-apa soal kedalaman manipulasi di balik pertanyaan itu menatap Seyna dan menjawab pelan.

"Aku nggak akan tinggalkan kamu dan aku akan selalu melindungimu."

Mendengar itu Seyna langsung membeku membeku beberapa detik lalu tersenyum lebar, penuh kepuasan dan kebahagiaan. Dalam sekali gerakan, ia bangkit dan merangkul lengan Kael erat-erat, seolah takut dipisahkan.

"Seyna mau! Seyna mau sama Kak Kael! Seyna suka Kak Kael! Seyna mau bareng Kakak baik terus!"

Kael terpaku mendengse itu sednagkan Reni dan Dirga hanya bisa duduk lemas, wajah mereka menunjukkan keputusasaan satu langkah lagi, dan semua milik keluarga mereka akan lepas.

Kakek Adikara tersenyum puas. "Kalau begitu, keputusan sudah jelas."

Tak ada yang berani menentang. Alisha menggigit bibir sampai hampir berdarah, menyadari semuanya berjalan ke arah yang paling ia benci.

"Kenapa mereka mau menikahi gadis bodoh itu, seharusnya aku yang disana!" gumam Alisha kesal.

Sementara Seyna, masih memeluk Kael erat-erat, bergumam seperti anak polos yang tidak tahu apa apa.

"Kalau ada yang jahat sama Seyna… atau maau ambil Kael dari Seyna… Seyna nggak suka… nanti Seyna marah."

Cara dia mengucapkannya sangat lembut dan sangat imut nyaris membuat Kael menatapmya dengan menggemaskan. Tapi hanya Alisha yang melihatnya sebagai ancaman yang menjadi pertanda bahaya.

Reni dan Dirga tidak punya pilihan lagi.

Keputusan sudah dibuat oleh Kakek, oleh Kael, dan oleh Seyna sendiri.

"Aku harus mencari cara agar Seyna mau membatalkan perjodohan ini," pikir Reni.

Kakek Adikara dan Kael sudah pergi sedangkan Seyna sudah bersama Risa untuk kembali ke kamarnya. Di ruang tamu itu hanya menyisakkan Reni, Dirga dan Alisha yang sedang berpikir agar Seyna tetap dirumah itu agar harta Damar bisa di genggam oleh Dirga.

"Kita harus bagaiman?"tanya Dirga yang mulai frustasi.

"Kenapa tiba tiba sekali Kakek Adikara mau menikahkan Kael dengan Seyn," timpal Reni

.....

MOHON DUKUNGANNYA JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN SEBANYAK BANYAKNYA TERIMAKASIHH

Jangan lupa follow buat tau kalau ada cerita baru dari othorrr!!

1
Bu Dewi
seru, lnjut lagi kak.. hehehhehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!