NovelToon NovelToon
Anshela

Anshela

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen Angst / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:127.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Anshela atau biasa dipanggil Shela, anak bungsu dari empat bersaudara. Lahir sebagai anak perempuan satu-satunya tidak menjadikan Shela di sayang oleh keluarganya, dia malah diperlakukan sebaliknya. Kematian ibunya karena melahirkannya membuat ayah serta tiga kakak laki-lakinya menganggap Shela sebagai penyebabnya, kerap kali ia disebut sebagai anak pembawa sial. Tumbuh dari keluarga yang kurang kasih sayang membuatnya menjadi gadis yang arogan, sombong dan suka semena-mena. Semua itu semata hanya untuk menceritakan perhatian ayah dan kakak-kakaknya. Namun, hal itu justru semakin membuat keluarganya membencinya. Suatu kejadian membuatnya hampir meregang nyawa, namun beruntung Tuhan masih memberi Shela kesempatan untuk hidup. Saat bangun dari tidur panjangnya, Shela tak menemukan satu pun keluarganya, yang ia lihat pertama kali hanya mbok Inah, asisten rumah tangga yang selalu setia merawatnya. Sejak saat itu,Shela sadar jika apapun yang ia lakukan tidak akan pernah dipedulikan. Shela b

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Shela menembus kegelapan malam, langkahnya begitu terburu-buru seolah-olah waktu sudah menghisap segenap nafas darinya. Jarum jam telah melampaui tengah malam, detik-detik berlalu begitu cepat seakan tak menyisakan kesempatan bagi Shela untuk menghirup udara malam yang sejuk. Hidungnya menangkap aroma drama yang mulai menyengat saat ia melintasi gerbang kediaman keluarga Pradipta.

Dengan hati berat, ia membuka pintu yang perlahannya seperti membuka portal ke dunia lain, dunia di mana konflik dan keegoisan bertabrakan tanpa henti. Shela sudah mempersiapkan diri, menguatkan jiwa menghadapi badai emosi yang pasti datang.

Ketegangan menggantung di udara begitu ia memijakkan kaki di dalam, tatapan tajam dari para kakaknya menusuk langsung ke tulang sumsumnya. Seolah-olah mereka adalah hantu-hantu yang kelaparan menunggu saat tepat untuk menghakimi.

“Hebat! Baru pulang lo jam segini?! Ngapain aja Lo di luar sana sampai gak inget waktu?" suara Dika terdengar menggelegar, setajam kilat yang menyambar di malam yang sunyi. Shela hanya bisa menghela napas, hatinya mencoba memadu logika dan emosi yang kini berkecamuk dalam dirinya.

Menghadapi pandangan menyayat yang dilontarkan padanya, Shela hanya memberi balasan dengan tatapan datar. Ia tak ingin bermain dalam drama yang mereka orkestrasi, tapi malam ini, sepertinya ia tidak punya pilihan lain selain menghadapi badai yang melanda.

Shela menghela nafas panjang, mengalihkan pandangannya dari wajah-wajah munafik yang mengelilinginya. "Memang harus segala gerak-gerikku dilaporkan?" gerutunya dalam hati, jengkel.

"Punya mulut kan? Jawab!" desak Sagara, nada suaranya mencerminkan ketegangan yang ia rasakan, penasaran dengan alasan terlambat pulang adiknya.

"Ngelon*e," jawab Shela asal dengan nada datar, tanpa ekspresi, berharap mereka akan mengabaikannya. Sebaliknya, kata-katanya memicu kejutan yang mendalam dan membangkitkan amarah ketiga kakaknya.

Dika, dengan amarah yang membuncah, menampar Shela begitu keras hingga suara tamparan itu menggema di ruangan tersebut, dan kepala Shela berpaling keras ke samping. "Dasar perempuan tak tahu harga diri!" teriaknya, suaranya tercekat emosi. "Murahan! Di saat semua orang gak bisa tidur karena khawatirin lo, lo malah jual diri Lo?! Udah berapa cowok yang nidurin lo hah?!"

Wajah Shela memucat, rasa sakit dari tamparan itu masih terasa di pipinya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah serbuan kata-kata kasar dari orang yang seharusnya melindunginya. Dia merasa dunianya runtuh, kesalahpahaman ini terlalu besar untuk diperbaiki, tapi ia tidak peduli.

Shela menyugar rambutnya ke belakang, dia tersenyum miring sambil menatap kakaknya.

" Kenapa? Kaget ya? Emangnya kenapa kalau gue ngejual diri gue sendiri? Masalah buat lo. Ngomong-ngomong pipi gue ada dua nih, kenapa gak lo tampar aja dua-duanya?" Ujar Shela datar, nadanya tenang namun terdengar sombong.

"Lo-" ucapan Dika terpotong ketika Shela kembali berbicara.

"Apa?! Denger ya, gue bukan siapa-siapa lo, begitu juga Lo bukan siapa-siapa di hidup gue. Lo lupa dulu siapa yang mau gue lepas dari keluarga ini? Jadi berhenti untuk ngurusin hidup gue, apapun yang gue lakuin itu bukan urusan kalian, gue muak liat sikap sok peduli kalian! Lagipula gue heran, dulu kalian kan yang minta gue buat menjauh, kalian gak pernah peduli sama gue. Bahkan gue didorong dari tangga sampai koma aja kalian gak ada yang peduli, terus sekarang kenapa gue pulang tengah malem aja kalian jadi rempong gini?!"

Perkataan Shela membuat hati kedua kakaknya tertohok,entah kenapa mereka merasa sakit mendengar perkataan adiknya itu, mereka merasa seperti kakak yang tidak berguna.

Hati Shela sendiri merasa begitu sakit, emosinya juga meningkat rasanya ia ingin memukul sesuatu untuk menjadikan pelampiasannya.

Shela, dengan pandangan membara, melangkah gontai mendekati dinding yang tampak mendera hatinya. Dengan amarah yang tak terbendung, dia mengayunkan tinjunya berkali-kali ke dinding beton tersebut. Setiap pukulan meninggalkan jejak noda merah - darah dari tangannya sendiri yang mulai terluka. Kerumunan orang yang berada di sekitar terpaku oleh adegan tersebut, terkejut dan hampir tak percaya dengan tingkah laku Shela.

"Shela, berhenti!" teriak Anggara yang baru keluar dari kamarnya dan terkejut melihat apa yang sedang terjadi. Dia bergegas mendekat, mencoba menenangkan gadis itu, tapi ditolak mentah-mentah. Shela mengibaskan tangan Anggara, membuatnya terpaku di tempat dengan hati yang hancur dan perasaan yang berkecamuk. Orang-orang di sekitar hanya bisa menyaksikan dengan rasa ngeri dan ketidakberdayaan. Shela, yang tengah dikuasai emosi yang mendalam, terlihat benar-benar menakutkan dan tak terkendali.

Sementara itu, Reygan, yang tak tahan menyaksikan darah terus mengalir dari tangan Shela, bangkit dari tempat duduknya. Dengan gerakan yang penuh keberanian, dia melangkah maju, memegang kedua tangan Shela, mencoba dengan segala cara untuk menghentikan kekacauan yang terjadi di hadapan mereka semua.

"Jangan melampiaskan kemarahan lo dengan cara yang merusak seperti ini; lo hanya akan menyakiti diri lo sendiri. Kalau mau meluapkan emosi, lampiasin semuanya ke gue,kalau mau lo bisa pukul gue sepuasnya," kata Aldo, membuat semua orang terpaku dalam kejut. Akan perkataan yang dilontarkan laki-laki itu.

Mata Shela menyalak api, geram melihat Reygan lagi-lagi berani mencampuri urusannya. Dengan gerakan cepat, dia menepis tangan Reygan dengan kekuatan penuh amarah, membuatnya tersentak mundur. Tanpa menoleh, Shela berbalik dan meninggalkan kerumunan itu. Namun langkahnya terhenti sejenak di sisi Dika, matanya menyala dengan cemooh yang dingin, " Lo lagi beruntung, karena sikap menjijikan Lo itu membuat gue gak sudi buat nyentuh lo," ujarnya seraya mempercepat langkahnya, meninggalkan Dika dalam keheningan yang mendalam.

Wajah Dika seketika murung, kata-kata Shela menusuk jantungnya tanpa ampun. Ia menggelengkan kepalanya, mencoba memulihkan diri. Namun dalam hatinya, ia selalu diyakinkan bahwa Shela adalah kutukan, anak pembawa sial dalam keluarganya, yang kini tampaknya benar-benar telah melukai ruhnya.

...

Shela membanting pintu kamarnya dengan kekuatan penuh, hingga suara benturan itu bergema menembus dinginnya dinding rumah megah yang terasa seperti penjara. Dengan napas tersengal, dia melemparkan diri ke ranjang, menatap kosong ke langit-langit yang tak memberi jawaban. "Kenapa gue harus terlahir di keluarga ini?" gumamnya dalam hati, sebuah pertanyaan yang terus menghantui relung pikirannya.

Shela selalu berusaha tegar, namun kebencian yang membara kian memburamkan hatinya. Keinginan untuk melarikan diri dari segala kemewahan yang menyesakkan ini begitu menggoda, namun realita pahit bahwa dia masih terikat erat pada belenggu emas dari sang ayah membuatnya terperangkap.

Air mata mulai menggenang, mengaburkan pandangannya. Dengan cepat, dia menyeka air mata yang mulai jatuh, mencibir diri sendiri dalam hembusan nafas berat. "Sialan! gue gak boleh menangis. Gue harus kuat. Gue harus membuktikan bahwa gue bukan Shela yang rapuh," desisnya dengan tekad yang baru menyala.

Ketukan notifikasi dari ponselnya memecah lamunan. Dengan gerakan cepat, dia meraih ponsel dari nakas. Alisnya berkerut, jantungnya berdebar saat dia melihat sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal.

08****|Tes!

"Gak jelas banget si ini orang," gerutu Shela, karena merasa pesan itu tidak penting dia hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya.

Baru akan menyimpan kembali ponselnya,suara notifikasi kembali terdengar, sebuah pesan dari nomor yang sama.

08****|Ada orang kan? Kalau masih punya jari, bales dong chat-nya jangan cuma di baca.

Shela mendesis." Ini orang gila mana si yang chat gue, siapa juga yang gaish nomor gue ke orang ini?"

Baru akan membalas ada satu pesan lagi terkirim dari nomor yang sama.

08***|Yeelah lama banget balesnya, ini gue Dion.

Dion? Darimana laki-laki itu mendapatkan nomornya? Tidak mungkin dari Dika kan? Bahkan ketiga kakaknya tidak punya nomornya sama sekali, apalagi geng Black Eagle, mustahil.

Anda|Darimana lo bisa dapetin nomor gue?

Shela menatap pesan dari Dion dengan tatapan curiga.

08**|Sumber rahasia, tak layak untuk diungkap

Balas Dion dengan misterius. Shela merespon dengan emoticon jari tengah, tanda kekesalannya semakin memuncak. 

08**|Kasar benget emoticonnya.

Anda|Bodo amat! Kalau gak penting gue blokir nomor lo.

08*** |Hey, jangan! Gue cuma mau konfirmasi, besok kita masih jadi bertemu di ruang kesenian, kan?

Anda |Iya

08**| Jawaban lo singkat banget, Jari lo keseleo ya sampai gak bisa mengetik lebih panjang sedikit?

Anda|Berhenti mengganggu atau gue benar-benar blokir nomor lo.

 08**|Jangan dong,yaudah tidur sana, nanti telat gue hukum loh.

Anda|Lo ngancem gue?

08***|Bukan mengancam hanya mengingatkan,jangan sampai lo kesiangan besok

 Shela tidak merespon lagi pesan dari Dion dan meletakkan kembali ponselnya di meja samping tempat tidurnya. Dia merasa sedikit bingung dan kecewa dengan perubahan sikap Dion. Daripada membiarkan pikirannya terus melayang, dia memutuskan untuk segera tidur, berharap segala kekacauan hari ini akan lenyap esok hari.

1
Tiavitri Vitri
maaf ya tor lama2 malas mo baca,prasaan diawal udah bagus lama2 bosan,
Arum Oke
👍
Nita Renita
ayok Shella kamu pasti bisa 😃👍
david 123
oh...kenapa tdk diproses ya melakukan kekerasan di lingkungan sekolah...malah di biarkan...lanjut thor..
david 123
Ubah alurx thor,Shela selalu tersiksa ya ,dr awal cerita..kapan nasibx baik..,he...he....
Xiaomi Note 14
bodoh, kan sidik jari ada prcm polisi klw gk di prkaa sdik jeri ,nya asl nduh.
kalea rizuky
novel paling buruk yg pernah q baca sejauh ini muter bertele tele pokok bkin mood baca anjlok
kalea rizuky
novel g guna pantes sepi like wong MC goblok biarin aja bokap lu nyesel uda bodo amat ma dika ma bokap lu yg oon ehh ini masih aja mau balik tololllllll q ksih rating jelek biarin slaah sendiri bkin pembaca sebelll
kalea rizuky
kn karena lu semua. bego yg buat novel lebihhh beggggg
kalea rizuky
pecundang semua sella goblok lengkap bgt ne novel paling bego
kalea rizuky
sela. jd goblok terlalu menye menye skip g jelas ne novel
atun atun
lnjutkan
Rita Rita
seorang Dika hanya pecundang sejati laki laki banci,, dulu berjanji mau lindungi Shela,, ini yg salah Dika apa author ya 🤔
Rita Rita
heran sama si author,, udah 2 x Shela dibuat mati,, apa ini tokoh utama dibikin mati beneran 🤔🤣 yg bikin geli itu kaum keluarga Shela,, katanya terpukul atau apalah kalo nurut AQ cuma preetttt,,
Rita Rita
aduh Thor,, sekali kali ga langkah gontai untuk Shela kenapa sih,,
Rita Rita
Shela ga ada punya langkah tegas langkah gontai Mulu,, kapan ada bahagia kalo hidup terus menerus dibebani konflik, masa iya hidup monoton di situasi yang sama.
Rita Rita
heran aja sama si Shela katanya pinter,, tapi kok bego nya makin gedein ya,, masa udah 2 x masih masuk lobang yang sama,,
Rita Rita
cerita nya muter muter gitu aja ga ada titik temunya, berbelit tanpa ada narasi yg jelas,,,
Lenty Fallo
lnjut thor upnya...💪❤️
atun atun
tokoh utama benaran gk sih ni meninggoi
parah ini thornya
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!