🏆JUARA TEMA KREATIF YAAWS 3 2025🏆
Alfa adalah anak miskin yang sering di bully oleh teman SMA-nya. Bukan inginnya menjadi anak miskin, tapi takdir yang menentukannya. Sang ayah duluan di jemput oleh sang Maha Kuasa, dan saat ini Ibunya sakit parah. Ia bingung mencari uang di mana untuk pengobatan ibunya. Sebelum ia mendapatkan uang, ibunya meninggal dunia. Saat pemakaman ibunya, ia mendapat Sebuah sistem Keberkahan di makam ibunya. Dan tentu saja Sistem mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Yang penasaran dengan kisahnya yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 Hadiah Misi
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Ting!
[Misi selesai]
[Selamat Anda berhasil menyelesaikan misi membantu 3 orang di sekitar mu]
[Selamat Anda mendapatka penyembuhan]
[Selamat Anda mendapatkan sebuah rumah mewah]
[Selamat Anda mendapatkan uang 10.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 500 poin]
[Saldo 19.300.000]
[Penampilan:7%]
[Pesona:7%]
[Kekuatan:7%]
[Kecepatan:7%]
[Kelincahan:7%]
[Pertahanan:7%]
[Kecerdasan:7%]
[Keberanian:7%]
[Poin:2010]
Seketika Alfa terkejut karena ia mendapat sebuah rumah mewah dari sistem. Matanya membulat tak percaya, dan ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Ini... ini beneran?!" tanya Alfa dengan suara yang keras, tidak sadar jika dia masih di obatin.
Kak Luna yang sedang memegang tangan Alfa yang sedang di obati luka Alfa, terkejut dengan tingkah Alfa. "Beneran apa Alfa? Kamu kok kaget gitu?" tanya Kak Luna dengan penasaran, sambil menekuk alisnya.
Alfa tersadar bahwa dia telah berteriak dan langsung merasa malu.
"Eh enggak, enggak, enggak ada apa-apa kak Luna, maaaf maaf udah buat kakak terkejut," kata Alfa sambil mengelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba menutupi kekagetannya.
Kak Luna memperhatikan Alfa dengan mata yang penuh pertanyaan, tapi dia tidak meminta Alfa untuk menjelaskannya.
Alfa merasa lega bahwa Kak Luna tidak terlalu mempermasalahkan keterkejutannya tadi.
Tapi ia tidak bisa menghilangkan rasa gembira dan tak percaya tentang rumah mewah yang baru saja dia dapatkan.
Bapak itu memperhatikan luka Alfa dengan saksama, kemudian membalutnya dengan perban. "Ini lukanya sudah di balut dengan perban, kamu harus segera bawa ke rumah sakit," ucap bapak itu dengan suara yang penuh perhatian.
Alfa mengangguk sambil melihat lukanya telah di balut dengan rapi. "Ah iya, terima kasih banyak pak," ucap Alfa dengan senyum yang tulus.
Bapak itu tersenyum dan mengangguk. "Iya sama-sama," kata bapak itu.
Alfa kemudian melihat ke arah Luna. "Ayo kak Luna, kita pergi," ajak Alfa.
Luna mengangguk. "Ayo, biar kakak yang bawa motor, tangan kamu itu masih sakit kan? Biar kakak antar kamu ke rumah sakit," ajak Luna dengan suara yang lembut.
Mereka pun berjalan menuju ke arah rumah Alfa untuk mengambil motor. Saat berjalan, Luna memperhatikan Alfa dengan mata yang penuh perhatian.
"Kamu harus berhati-hati, Alfa," kata Luna dengan suara yang penuh perhatian.
Alfa mengangguk, "Iya kak."
Setelah mengambil motor, Luna langsung mengendarainya menuju ke rumah sakit. Alfa duduk di belakangnya.
Alfa melihat di layar hologramnya, ia melihat alamat rumah barunya itu. Dia tidak sabar untuk melihat rumah itu secara langsung dan tinggal di rumah tersebut, karena rumah lama sudah roboh.
"Kak Luna, tolong bawa aku ke jalan Nangka," pinta Alfa dengan suara yang penuh harapan.
Luna membalikkan kepala, terlihat bingung. "Kenapa ke jalan Nangka? Bukannya kita ke rumah sakit," ucap Luna dengan nada yang penasaran. Alfa tidak ingin memberitahu Luna tentang rumah barunya, jadi dia berbohong.
"Ayo saja, di sana ada rumah sakit bagus," kata Alfa dengan senyum yang manis.
Luna masih terlihat ragu, tapi dia tidak ingin mempermasalahkan permintaan Alfa "Baiklah, aku akan membawa kamu ke jalan Nangka," kata Luna menatap depan dengan serius.
Alfa mengangguk dan senang karena Luna setuju untuk membawanya ke jalan Nangka. Dia tidak sabar untuk melihat rumah barunya, rumah itu pasti sangat bagus.
Lagian, lukanya perlahan-lahan sembuh karena dapat pengobatan dari sistem, jadi dia tidak terlalu khawatir tentang lukanya.
Saat mereka berkendara menuju ke jalan Nangka, Alfa terus melihat sistemnya. Dia berharap bahwa rumah itu akan menjadi tempat tinggal barunya sekarang. Dan dia tidak sabar untuk melihat bagaimana bentuk rumah tersebut.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...