NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Ratih tersenyum lega lantaran keadaan desanya sudah jauh lebih baik setelah mendengar dari Patih Chandra Welang.

Ratih hari ini tersenyum karena sang suami---Naga Seta menepati janjinya.  Gadis yang mengenakan kemben warna merah dengan kepala yang masih mengenakan mahkota itu tengah duduk di depan cermin.

Bibirnya tersenyum seolah ada perasaan lega, tangannya melepas anting-anting emas dengan batu berlian merah delima berbentuk oval.

Seekor ular masuk ke kamar melewati pintu dengan ukiran bunga, Ratih tak takut dengan itu karena sudah mulai terbiasa.

Lalu sosok ular itu berubah menjadi dayang---dayang di tangannya membawa kendi dan dupa, lalu mendekati Ratih.

"Kanjeng Putri, mari saya bantu lepaskan perhiasan anda."

Dayang itu ingin membantu Ratih, tapi wanita itu menghalanginya dengan memberikan kode lewat tangannya. "Aku bisa sendiri," jawab Ratih.

"Gusti tadi Pangeran malam ini akan melakukan penyempurnaan," ujar dayang itu.

"Penyempurnaan?" tanya Ratih dengan tatapan membeo.

"I-iya," jawab Dayang itu.

Ratih merasa heran alisnya berkerut, apa yang di maksud penyempurnaan dirinya harus tetap memakai perhiasan ini.

"Apa maksud penyempurnaan?" jeda "apa aku harus pakai perhiasan dan ada ritual atau acara lagi?" tanya Ratih menatap heran.

Ratih menatap heran lantaran dirinya sudah melepas anting dan kalungnya, dayang itu menggelengkan kepalanya.

"Maaf Gusti...ini hal pribadi, kalo hamba mengatakannya...saru," jawab dayang itu berdiri di belakang Ratih sambil membantunya.

"Apa...maksudnya?" tanya Ratih, dengan suara yang nampak gugup.

Belum sempat melanjutkan enam ekor ular masuk melalui pintu, lalu merubah wujudnya menjadi dayang dan di tangannya membawa masing-masing perlengkapan.

Para dayang yang membawa nampan dengan kain batik motif kawung warna hitam, nampan kosong, bunga tujuh rupa dan dupa.

Mereka mendekat ke arah Ratih yang sedang bicara dengan dayang, lalu mereka semua mendekat ke arah Ratih.

"Kanjeng Putri...ini adalah ritual tidur untuk Permaisuri," ucap salah satu dayang kepada Ratih.

"Iya, Gusti...Ini perintah Yang Mulia sebelum masuk kamar dalam ritual penyempurnaan," kata salah satu dayang dengan menunduk.

"Jadi izinkan kami," kata Dayang.

Ratih hanya tersenyum dan mengangguk, dalam Ritual ini----Ratih cukup duduk menghadap Cermin, di depan bangku kecil berukir bunga dan naga.

Tangan para dayang itu dengan cekatan membantu Ratih melepaskan perhiasan, melepaskan sanggul dan membuat rambutnya yang panjang terurai.

Ratih hanya terdiam, saat para dayang melepaskan anting-anting, kalung emas, dua gelang lengan, dan melepaskan sanggul rambutnya.

Terakhir para dayang itu melepaskan pakaian Ratih----kemben warna merah dengan rok batik emas kecoklatan, lalu di ganti dengan kain batik kawung.

Ratih di tuntun dayang saat mengenakan jarik, menuju ranjang empat tiang dengan ukiran bunga yang indah----terbuat dari kayu mahoni.

Lalu di sisi Ranjang----di pasangkan bunga tujuh rupa, telur dan dupa.

Asap dupa membumbung membuat aroma ruangan harum---harum cendana, Ratih yang terduduk di atas ranjang hanya diam.

"Gusti duduklah dan saya bantu menyandar, jangan tidur sebelum Gusti Pangeran muncul," pinta salah satu dayang----pesan dari Naga Seta mengenai Ratih.

Naga Seta mengirim tujuh dayang untuk Ratih, agar malam ini melakukan ritual permaisuri baru dan menjelaskan apa saja yang harus dilakukan Ratih---sebelum melakukan penyempurnaan, tubuh Ratih harus wangi dan bersih.

Ratih menunggu dengan menyandarkan kepala dengan bantal, matanya menatap sekeliling. Suasana kamar Ratu atau permaisuri lebih luas dan mewah----daripada kamar sebelumnya.

Di depan ada lemari yang menjulang tinggi besar berisi pakaian dengan ukiran bunga, dan ada kursi kayu dengan meja kecil untuk bersantai.

Di sertai bangku kayu, dan cermin besar dengan laci berisi perhiasan dan alat makeup.

Gadis ini menunggu Naga Seta masuk ke dalam kamarnya, rambutnya terurai panjang sampai pinggang, tanpa pakai perhiasan satu pun yang menempel, dan tubuhnya hanya mengenakan jarik batik motif kawung warna hitam.

"Dimana Mas Naga Seta," ucap Ratih dalam hatinya lama menunggu.

Mata Ratih mulai sayu karena mengantuk, tapi Ratih ingat pesan dayang----jika dirinya tak boleh tidur karena---jika tidur maka Pangeran akan marah.

Malam ini adalah malam penyempurnaan sebagai pasangan pengantin, berbeda dunia.

Satunya seorang manusia dan satunya siluman ular yang berusia lebih dari ribuan tahun, saat mau terlelap.

Tiba-tiba tangan kekar menepuk-nepuk wajahnya, membuat Ratih bangun dan mengucek-ngcek mata.

Ratih menatap sosok pria dengan tubuh kekar di depannya, matanya nampak tajam namun lembut, rambutnya panjang, senyum tipisnya membuat---Ratih kenal siapa sosok ini.

"Mas...," ucap Ratih lirih.

"Apa Para Dayang tak mengajarimu caranya, dan kenapa memanggilku seperti itu?" ucap Naga Seta membelai lembut pipi Ratih.

"Maafkan aku Gusti Pangeran...," jawab Ratih lirih.

"Panggil aku Kang Mas, atau Kakanda Prabu."

Ratih hanya menganggukkan kepalanya, karena masih terasa berat. "Aku mengantuk Kang Mas," jawab Ratih dengan mata sayu.

Seolah gadis ini tak bisa menyembunyikan rasa kantuknya.

"Dasar kamu ini manusia, tenyata jiwa manusiamu masih ada," ucap Naga Seta dengan terkekeh.

Ratih berusaha membuka matanya lalu dirinya teringat harus melakukan Ritual penyempurnaan, agar dirinya bisa menjadi pendamping yang sempurna bagi Naga Seta.

"Izin aku merenggut bibirmu Ratih," pinta Naga Seta membelai wajah Ratih yang matanya sayu di atas kasur.

Ratih hanya menganggukkan kepalanya, lalu Naga Seta merenggut manisnya ciuman dari Ratih.

Gadis manusia ini masih amat lugu mengenai hubungan suami dan istri, karena memang benar dirinya masih perawan dan belum di sentuh oleh siapapun----termasuk Arya.

*

*

*

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!