NovelToon NovelToon
Kelas Penyihir IX B

Kelas Penyihir IX B

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyelamat / Akademi Sihir
Popularitas:130
Nilai: 5
Nama Author: Rifky Hemuto

Sinopsis Novel – Kelas Penyihir IX B

Rifky adalah seorang anak manusia biasa yang tiba-tiba terjebak di dunia sihir dan masuk ke sebuah sekolah misterius bernama Sekolah Sihir IX B. Di sana ia bertemu dengan Wida, seorang penyihir baik hati yang kemudian menjadi sahabatnya. Bersama Zahira, Oliv, Deni, Rais, Gofirr, dan teman-teman lainnya, Rifky mulai menjalani kehidupan baru penuh keajaiban, latihan sihir, dan petualangan yang tak terduga.

Namun kehidupan di sekolah itu tidak selalu aman. Tiga murid berbahaya, Mila, Diva, dan Eva, diam-diam merencanakan sesuatu yang gelap. Ketika Rifky tanpa sengaja menyentuh sebuah kristal sihir kuno, kekuatan misterius bangkit di dalam dirinya. Kekuatan itu membuat banyak orang terkejut, bahkan kepala sekolah sihir, Nenek Misel.

Kini Rifky harus belajar mengendalikan kekuatan yang tidak ia mengerti, sambil menghadapi ujian sihir, rahasia masa lalu, dan ancaman dari musuh yang ingin merebut kekuatannya. Petualangan, persahabatan, dan misteri besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifky Hemuto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11-Rahasia Darah Manusia

Debu masih beterbangan di lorong rahasia perpustakaan.

Rak buku yang runtuh berserakan di lantai. Cahaya biru samar masih berputar di sekitar tangan Rifky. Semua murid kelas IX B menatapnya dengan wajah terkejut.

Tidak ada yang berbicara selama beberapa detik.

Rifky sendiri terlihat bingung.

Ia menatap tangannya yang masih bersinar.

“Apa… yang terjadi?” gumamnya.

Wida mendekat perlahan.

“Rifky… kamu tidak apa-apa?”

Rifky mengangguk pelan.

“Aku… tidak tahu. Rasanya aneh.”

Zahira juga mendekat.

“Kristal itu masuk ke tubuhmu.”

Deni yang masih duduk di lantai berkata pelan,

“Aku melihatnya sendiri.”

Candra langsung menunjuk Rifky.

“Berarti sekarang dia super penyihir dong?”

Zahira memutar mata.

“Ini bukan waktunya bercanda.”

Namun yang paling terlihat terkejut adalah Mila.

Ia menatap Rifky dengan mata tajam.

“Ini tidak mungkin…”

Eva juga terlihat tidak percaya.

“Kristal itu seharusnya hanya bisa digunakan oleh penyihir kuat.”

Diva menambahkan dengan dingin,

“Bukan oleh manusia biasa.”

Semua orang menoleh ke arah Rifky lagi.

Rifky merasa semakin bingung.

“Aku memang manusia… kan?”

Sesuatu yang Berbeda

Tiba-tiba energi biru di tangan Rifky kembali bersinar.

Sebuah gelombang kecil keluar dari tubuhnya.

WUUUUSH!

Beberapa buku yang jatuh di lantai tiba-tiba melayang di udara.

“WOAH!” teriak Candra.

“Dia bisa sihir!”

Gofirr terkejut.

“Tanpa mantra…”

Biasanya penyihir harus mengucapkan mantra untuk menggunakan sihir.

Namun Rifky tidak melakukan apa-apa.

Sihir itu keluar sendiri.

Wida tampak khawatir.

“Rifky… coba tenang.”

Rifky mencoba menenangkan dirinya.

Perlahan buku-buku itu jatuh kembali ke lantai.

Namun Mila malah tersenyum.

“Menarik sekali.”

Ia menatap Rifky seperti menemukan sesuatu yang berharga.

“Manusia yang bisa mengaktifkan kristal kuno.”

Diva berkata pelan,

“Ini pertama kalinya aku melihat hal seperti ini.”

Eva menambahkan,

“Mungkin dia bukan manusia biasa.”

Rifky merasa tidak nyaman.

“Apa maksud kalian?”

Namun Mila tidak menjawab.

Ia hanya tersenyum tipis.

Kedatangan Penjaga Sekolah

Tiba-tiba terdengar suara langkah cepat dari lorong perpustakaan.

“Siapa di sana?!”

Suara itu sangat keras.

Semua murid langsung panik.

“Itu suara Riski, penjaga sekolah!” bisik Oliv.

Riski berlari masuk ke lorong dengan lentera sihir di tangannya.

Ia berhenti ketika melihat keadaan ruangan.

Rak buku runtuh.

Lantai retak.

Debu di mana-mana.

Riski langsung marah.

“Apa yang kalian lakukan di sini?!”

Semua murid diam.

Candra mengangkat tangan pelan.

“Kalau saya bilang ini eksperimen… percaya?”

Riski menatapnya tajam.

“Tidak.”

Rifky mencoba berbicara.

“Kami hanya—”

Namun sebelum ia selesai berbicara, Mila tiba-tiba berkata,

“Pergi.”

Diva dan Eva langsung mengerti.

Ketiga gadis itu berlari keluar dari lorong.

“HEY! BERHENTI!” teriak Riski.

Namun mereka sudah menghilang di tikungan lorong.

Riski menghela napas kesal.

“Masalah lagi…”

Ia menatap murid-murid IX B.

“Kalian semua ikut saya ke kantor kepala sekolah!”

Semua murid langsung saling menatap.

Candra berbisik pelan,

“Kita tamat.”

Kantor Kepala Sekolah

Beberapa menit kemudian mereka semua berdiri di depan kantor kepala sekolah sihir.

Pintu kayu besar itu terbuka perlahan.

Di dalam ruangan duduk seorang wanita tua dengan jubah hitam ungu.

Rambutnya putih panjang.

Matanya tajam.

Dia adalah Misel, nenek Wida.

Dan juga kepala sekolah sihir.

Riski berbicara dengan hormat.

“Bu Misel, saya menemukan mereka di lorong rahasia perpustakaan.”

Misel menatap para murid satu per satu.

Tatapannya berhenti pada Rifky.

“Masuk.”

Semua murid masuk dengan gugup.

Ruangan itu dipenuhi buku sihir dan benda-benda aneh.

Misel akhirnya bertanya dengan suara tenang,

“Apa yang kalian temukan di sana?”

Tidak ada yang berani menjawab.

Namun tiba-tiba—

Energi biru di tangan Rifky bersinar lagi.

Misel langsung berdiri.

Matanya melebar.

“Tidak mungkin…”

Ia berjalan mendekati Rifky.

“Anak ini…”

Ia memegang tangan Rifky.

Energi kristal itu terasa sangat kuat.

Wida bertanya pelan,

“Nenek… ada apa?”

Misel menatap Rifky dengan wajah serius.

“Aku sudah lama tidak merasakan energi seperti ini.”

Semua murid menunggu jawabannya.

Lalu Misel berkata pelan namun jelas.

“Kristal kuno itu memilihnya.”

Rifky menelan ludah.

“Memilihku?”

Misel mengangguk.

“Dan itu berarti satu hal.”

Semua murid menahan napas.

Misel melanjutkan,

“Rifky mungkin bukan manusia biasa.”

Semua orang langsung terkejut.

“APA?!”

Rifky sendiri merasa dunia berputar.

“Bagaimana mungkin…?”

Namun Misel hanya berkata,

“Besok pagi… kita akan mencari jawabannya.”

Ia menatap semua murid IX B.

“Sementara itu, kalian semua dilarang membicarakan kejadian malam ini kepada siapa pun.”

Semua murid mengangguk.

Namun di tempat lain di sekolah sihir—

Mila, Diva, dan Eva berdiri di atap gedung.

Mila tersenyum dingin.

“Jadi benar…”

Diva bertanya,

“Rencana kita bagaimana sekarang?”

Mila menatap ke arah kantor kepala sekolah.

“Kita tunggu saja.”

Eva tertawa pelan.

“Karena cepat atau lambat…”

Mila melanjutkan kalimatnya,

“Rifky akan menjadi kunci kekuatan terbesar di sekolah ini.”

1
gempi
n
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!