NovelToon NovelToon
The Secret Of My Secretary

The Secret Of My Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Cemburu?

David tengah berkutat dengan laptop juga beberapa lembar kertas di mejanya, fokusnya terpencar saat seseorang mengetuk pintu meminta untuk masuk.

"Ya masuk!"

"Pagi?" Sarah menyapa dengan manja.

"Ada apa?"

"Saya mau antar laporan penjualan pak" Katanya sembari menyerahkan sebuah map kelabu.

"Terimakasih nanti Saya cek" Balasnya.

"Laporannya sangat baik, penjualan meningkat 5 persen dari bulan lalu" Kata Sarah.

"Oke nanti saya liat"

Sarah mengangguk ditempatnya, tak ada tanda tanda wanita itu akan segera pergi.

"Bapak udah nyiapin keperluan ke luar kota?" Tanya sarah.

"Iya sudah" Balasnya.

Wanita itu tampak tersenyum sumringah mendengarnya.

"Saya juga sudah siapin koper Saya, kalo boleh tau kita berangkat pukul berapa pak?"

David mendongak mendengar pertanyaan sarah, ia mulai menghentikan pekerjaannya.

"Maaf sarah, Saya gak pernah bilang kalau Saya akan pergi sama kamu kan?" Tanyanya.

"Loh tapi pak? biasanya kan... "

"Saya pergi sama nindi, Saya udah bilang ke dia sejak minggu lalu"

Alis sarah menukik tajam, raut wajahnya tak ramah tanda ia tak setuju dengan apa yang di katakan oleh David.

"Pak? dia kan masih baru, nanti gimana kalo dia gak bisa handle smuanya, bapak pasti bakalan kerepotan, Saya gak yakin dia bisa"

"Kamu percaya aja sama Saya, lagian sebenarnya kalian cuma di tugasin buat nemenin Saya aja, Saya tetep yang meng-handle semuanya, jadi kamu gausah khawatir"

"Tapi pak?"

"Kamu boleh keluar Saya sedang sibuk" Usirnya halus.

Sarah berdecak Samar, ia kemudian berbalik dan berjalan cepat meninggalkan ruangan David.

...****************...

Sarah yang baru saja sampai diruangannya kini tengah mencoba menghubungi sang ayah, ia merasa tak Terima dengan sikap David yang lebih memilih mengajak pergi sekertaris barunya daripada dirinya.

"Papa!" Panggilnya kasar.

"Kenapa sih kamu teriak teruak?" Protes sang ayah

"Papa harus tau david lebih pilih ngajak sekertaris barunya daripada ngajak sarah! sarah gak Terima pa!" rengeknya

"Kok bisa?"

"Ya mana sarah tau, pokoknya papa harus aduin ini ke om Surya sarah gak mau tau!" Katanya.

"Yaudah yaudah nanti papa bicara sama dia"

"Yaudah!"

Wanita berusia 24 tahun itu mematikan ponselnya setelah berbicara pada sang ayah, "Apasih spesialnya cewek itu!" Gerutunya.

...****************...

Nindi berlari ke arah lift untuk memenuhi panggilan David, entah sudah berapa kali lelaki itu memanggilnya hari ini.

Saat hampir mencapai lift ia berpapasan dengan raka, pria itu membawa setumpuk kertas, nindi memelankan langkahnya.

"Selamat sore pak?" Sapanya.

"Kenapa lari lari?" Tanyanya.

"Lagi mau ke ruangan pak David" Kata nindi.

"Ohh dipanggil lagi"

Nindi meringis kaku, pasti raka melihat bagaimana David sering kali memanggilnya.

"Iya" Jawabnya.

Bruk

"Eh!" Kaget keduanya.

Tumpukan kertas yang di bawa raka tiba tiba terjatuh dan berserakan di lantai, nindi pun segera membantu memungutnya

"Ada Ada aja" Keluh raka.

Nindi tersenyum menanggapinya.

"Kamu pergi aja dulu kalo buru buru, saya beresin sendiri" Katanya.

"Jangan pak saya bantu" Balas nindi ramah.

Tangan mereka saling bersentuhan saat sedang memungut satu kertas yang sama, kepalanya saling mendongak satu sama lain, aktivitas mereka terhenti sesaat mereka beradu tatap.

Ting

Lift terbuka, menampilkan David yang berdiri sendiri dan di suguhi adegan seperti di film drama oleh manager dan juga sekertaris nya.

Tangannya terlipat di depan dada, alisnya menukik dengan raut wajah tak ramah, bahkan setelah setengah menit ia berdiri keduanya masih dalam posisi yang sama.

"Ekhem!" David membuyarkan lamunan keduanya.

Raka dengan cepat memungut kertas kertasnya dan nindi berdiri tergesa.

"Saya udah manggil kamu sejak tadi, malah enak enakan disini berduaan sama cowok!" Marahnya.

"Maaf Pak Saya bantuin pak raka" Katanya membela.

"Bener pak tadi kertas kertas Saya Tiba tiba jatuh, nindi cuma bantu aja pak" Bela raka.

"Bukan urusan saya, lagian kamu kalo kerja yang bener, ceroboh banget!" Marahnya pada raka.

"Maaf Pak"

"Ayo!" David menarik tangan nindi masuk ke dalam lift tanpa berkata apapun lagi pada raka.

Raka menggeleng pelan, David di matanya memang bukanlah orang yang ramah, namun pria itu tak banyak bicara apalagi hanya untuk menegur orang lain, tak biasanya bosnya seperti itu.

Disisi lain...

"Jadi kamu lebih mentingin orang lain daripada memenuhi panggilan saya?" Tanyanya sembari berjalan cepat.

Nindi membuntuti David di belakangnya.

"Maaf Pak saya gak ada maksud apapun, saya cuma bantuin pak raka aja" Balasnya.

"Ya kenapa?"

Tiba tiba saja David berhenti, berbalik arah menatapnya sengit, laki laki itu tampak sedang marah.

"Memangnya harus ada alasan lain buat ngebantu orang pak?"

"Ya kalo tiba tiba saya kena serangan jantung di ruangan saya gimana?"

"Ya kalo kena serangan jantung harusnya yang bapak telpon dokter dong bukan saya" Jawab nindi.

David tercengang, ia menyadari mungkin nindi tak sengaja mengatakan hal itu, mungkin wanita didepannya ini merasa kesal.

"Kamu inget kan kamu sekertaris saya?"

"Saya inget pak"

"Jadi kamu harus ngutamain Saya daripada orang lain, paham?!"

"Paham pak"

"Mulai sekarang kamu gausah ngobrol sama orang lain, itu peraturan buat kamu" Kata David.

Nindi ternganga, peraturan macam apa itu.

"Kamu denger?"

"Iya pak"

Yang lebih membuat David merasa kesal adalah, kenapa nindi terlihat lebih cantik hari ini, wanita itu memakai warna lipstik yang berbeda, tak seperti biasanya.

"Satu lagi, saya gak suka warna lipstik kamu, keliatan jelek!" Cibirnya.

"Apa apaan sih nih orang!" Gerutu nindi dalam hati.

"Besok besok kamu pake lipstik warna ungu aja, lebih cocok!" Katanya.

"Iya Pak" Jawab nindi pasrah.

"Kamu udah nyiapin baju buat ke luar kota besok?"

"Sudah pak"

"Bagus deh!"

David pergi meninggalkan nindi yang masih diam ditempatnya

"Jadi bapak ngapain manggil saya?" Tanyanya.

"Gak jadi"

Blam (Suara pintu tertutup keras)

"Isssh gue sumpahin beneran serangan jantung!" Nindi merutuk kesal.

...****************...

"Dave?"

David yang baru saja membuka pintu rumahnya kini berjalan ke arah ruang tamu saat mendengar panggilan ayahnya

"Papa kok belum tidur?"

"Papa sengaja nungguin kamu, papa mau bicara"

"Kenapa pa?"

"Jadi besok bukan Sarah yang kamu ajak keluar kota?"

David mengangguk membenarkan.

"Kamu gak boleh begitu Dave, kamu tau kan siapa ayah Sarah, gimana papa ngomong ke dia kalo sikap kamu begini?"

"Pa? David udah dewasa, David ngerti apa yang bikin David nyaman atau enggak, David bisa nentuin semuanya sendiri, dan gak semua harus berhubungan sama om rudi, apalagi Sarah"

Surya lumayan terkejut dengan jawaban yang di berikan David, sebelumnya putranya ini tak pernah menyangkal dan membantahnya, tapi David berani bersuara, dan ini semua di lakukannya karena nindi.

"Siapa nindi? apa hubungan kalian?"

1
Rian Moontero
lanjooot👍😍
Yourbee Lebah
Ayo baca
falea sezi
David keterlaluan sih ini
falea sezi
cinta di tolak. kok dendam. laki cemen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!