NovelToon NovelToon
AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annida Rahman

Antonsen Carl pria berusia 28 tahun, pria sukses dengan segala kemewahan yang dia miliki, akan menikah dalam beberapa minggu lagi

"Berengsek! sialan!! menjijikkan "




Airca Salnont wanita berusia 24 tahun yang baru saja pulang dari paris, dia pulang setelah menyelesaikan pendidikan S2 untuk mencapai cita- cita nya


" kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, apa aku pulang sendiri saja?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Antonsen turun lebih dulu dan berjalan menuju meja makan, dia duduk dikursinya dan menatap menu sarapan diatas meja

" Siapa yang masak? " Tanya Antonsen pada pelayan yang ada disana

" Nyonya Tuan"

Airca turun dengan pakaian rapi menuju meja makan, Antonsen menatap penampilan Airca

" Dia mau kemana? "

Airca tersenyum melihat Antonsen dan duduk di sampingnya

" Mau kemana? "

" Mengajar"

" Tidak boleh " Airca langsung menatap tajam Antonsen

" Kamu sudah janji malam tadi"

" Kapan? Tidak pernah "

" Yang kamu bilang, jika aku menciummu, aku bisa menyelesaikan  tugasku dan hari ini bekerja "  Pelayan yang mendengar perkataan Airca tersenyum malu

" Astaga, itu sungguh lucu, ternyata itu cara membujuk Tuan "

" Tidak ada, aku bilang boleh menyelesaikan tugas ujian, tidak ada bilang kamu boleh bekerja hari ini"

" Antonsen, kamu ini bagaimana? Kamu yang menjanjikan nya, kamu tidak boleh ingkar, aku tidak perduli kamu ingat atau tidak yang jelas, aku akan tetap bekerja, karena itu sudah janji kamu"

Airca mengambil pasta diatas meja dan mulai memakainya,  sedangkan Antonsen mencoba berpikir,

  Kapan aku pernah bilang

Airca menyelesaikan makannya lebih dulu dan berdiri dari kursi

" Aku akan mengantarmu ke Universitas"

" Tidak perlu "

" Aku akan tetap mengantarkanmu"

" Tapi sekarang sudah telat, kamu harus segera kekantor, Nick juga sudah menunggu lama diluar"

" Biarkan saja, kenapa kamu harus perduli dengan Nick"

" Kamu jangan seprti itu, Nick sudah bekerja sangat lama padamu "

" Sudah jangan banyak bicara, nanti malah semakin telat " Antonsen menarik Airca dan membawanya menuju pintu utama

Nick sudah menunggu didekat mobil, Antonsen langsung mendorong Airca masuk kedalam kursi penumpang, Antonsen juga langsung masuk kekursi kemudi

" Nick, kamu pergi kekantor pakai mobil lain, saya akan mengantar Nyonya ke Universitas"

" Baik Tuan" Antonsen menjalankan mobil, Airca sedikit tidak enak pada Nick

" Nick sudah menunggu sangat lama, kamu harusnya bisa bersikap lebih baik padanya, "

" Itu memang tugas dia"

" Tapi aku merasa kasihan, kamu terlalu banyak memberikannya tugas"

" Itu sesuai dengan gajinya"

"Memangnya berapa gaji perbulan Nick?"

" 1 juta $"

" Apa!! " Teriak Airca kaget

" Sebenarnya itu hanya gaji pokok, belum bonusnya"

Airca menggelengkan kepalanya tidak percaya

" Gajinya bahkan lebih besar dari wakil direktur di perusahaan Papaku" Antonsen mengalihkan matanya menatap Airca

" Makanya kamu kerja sama aku saja, aku bakal gaji kamu lebih tinggi dari Nick, mau? "

" Tidak, aku sudah nyaman dengan pekerjaan ku, aku mengajar bukan untuk mencari uang, tapi memberikan ilmu yang aku miliki"  Antonsen tersenyum mendengar itu

Mereka sudah sampai didepan Universitas, Antonsen melihat Airca yang tampak santai

" Kamu tidak takut, orang akan melihat kita? "

" Tidak "

" Kenapa? "

" Aku hanya tinggal bilang, kalau kita tidak sengaja bertemu dijalan "

" Kamu nyakin mereka akan percaya? "

" Tentu saja, aku akan bilang kita juga teman satu sekolah, gampang kan? "

" Sulit, bilang saja langsung aku suamimu"

" Tidak bisa, aku juga menjaga privasi mu"

" Tidak perlu, katakan saja, aku tidak masalah "

" Jangan berbohong, pernikahan kita saja tertutup, orang tidak tahu kalau kita sepasang suami istri, kan kamu yang mengatur semuanya " Antonsen terdiam mendengar itu

" Apa kamu merasa aku melukaimu? "

" Tidak, itu sudah hak mu, aku hanya bisa menjalaninya saja " Antonsen menatap Airca yang tersenyum tegar, terlihat sekali kalau wanita itu tidak bahagia dengan pernikahan mereka

" Kenapa aku merasa tidak senang menyadari kalau dia tidak bahagia bersamaku? "

" Ya sudah, aku turun. . .. " Belum Airca turun Antonsen langsung menariknya mendekat

Airca kaget setengah mati dengan tindakan Antonsen, Antonsen melumat keras bibir Airca  menikmati ciuman tersebut, Airca mencoba tenang membiarkan Antonsen menciumnya, meskipun jantungnya sudah seperti lari maraton 80 km/jam

Antonsen menjauhkan wajahnya dan menatap bibir Airca yang memerah karena ciuman nya, Antonsen tersenyum melihat akibat perbuatannnya

" Itu tanda biar orang tahu kalau kamu milikku"

Airca masih dia sambil menatap polos Antonsen

" Turunlah, aku sudah terlambat kekantor " Airca Tersentak mendengar itu dan buru-buru keluar dari mobil

Antonsen yang melihat itu tersenyum lebar sambil menyandarkan punggungnya

" Ya Tuhan dia sungguh manis" Antonsen menjalankan mobilnya dan pergi dari sana

Airca masuk kedalam Universitas dan tersenyum saat melihat Luna, Luna mendekat dan langsung membekap mulut Airca

Airca sungguh kaget dengan itu, Luna membawa Airca ke sudut ruangan dengan tanganya masih membekap mulut Airca

Setelah sampai Luna melepaskan tangannya dari mulut Airca dan memperhatikan bibir Airca, Airca menatap bingung Luna yang menatap bibir nya

" Ada apa? "

" Kamu habis berciuman? "

" Bagaimana kamu tahu?! " Tanya Airca syok

" Bibirmu..... Sangat merah" Tunjuk Luna stabil mengeluarkan cermin kecil dari tasnya

Airca melihat bibir nya dari cermin dan semakin syok melihat itu

" Bagaimana ini? " Tanya Airca khawatir

" Ini semua gara-gara Antonsen!! " Teriak Airca kesal dalam hati

" Pakai ini" Luna mengeluarkan masker dari tasnya dan memakaikannya pada Airca

" Dari mana kamu mendapatkan nya? "

" Aku selalu membawanya, karena saat aku baru tidur wajahku terlihat bengkak, dan aku juga harus segera pergi ke Universitas, jadi dijalan aku suka menggunakan nya"

" Oh Astaga ini memalukan " Luna tersenyum dan menepuk bahu Airca

" Itu hal yang wajar, karena kamu punya suami"

Airca tersenyum dan memakai masker tersebut.

" Terimakasih Luna"

**

Antonsen tersenyum dan tertawa didalam ruangannya membuat Nick yang  mendengar nya merasa aneh

" Apa terjadi sesuatu yang membuat Tuan begitu bahagia? " Nick mengalih kan matanya menatap pintu Lift yang baru terbuka, keluar seorang pria dengan pakain jas berjalan mendekati Nick

"  Mr Antonsen ada didalam? "

" Maaf Anda siapa? "

" Mr Leo"

" Oh.. Maafkan saya Tuan tidak mengenal anda Tuan, Antonsen ada didalam"

" Tidak masalah, itu karena wajahku lebih terlihat seperti seorang aktor dari pada pengusaha muda"

Leo tersenyum dan masuk kedalam ruangan, sedangkan Nick merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar

**

Antonsen menatap siapa yang masuk dan tersenyum lebar

" Hy kamu datang? "

" Iya itu karena kamu menunda pertemuan kita dengan tidak jelas"

" Maafkan aku" Kata Antonsen sambil tersenyum

" Hei sejak kapan kamu mengucapkan kata maaf pada orang lain" Kata Leo merasa kaget dengan perubahan sikap Antonsen

Antonsen terdiam dan mulai berpikir, benarkah dia berubah?

" Astaga aku bahkan tidak sadar"

" Ada apa bro apa kamu merasa tertekan karena pernikahanmu?  Kamu tidak bahagia kerena dia kurang cantik dan sexy? "

Seketika Antonsen langsung menatap tajam kearah Leo, Leo yang  melihat itu terdiam kamu

" Istriku itu terlalu cantik dan sexy"

" Benarkah? Apa dia juga hebat dalam urusan ranjang" Antonsen melempar kesal pena miliknya pada Leo, Leo hanya tersenyum dan meletakkan kembali pena milik Antonsen keatas meja

" Aku hanya bercanda, baiklah.. . Karena kita sudah bertemu kita mulai saja membahas tentang kerja sama kita" Antonsen mencirikan bibirnya kesal dan menyerahkan dokumen didepan Leo

" Kamu baca sendiri, aku terlalu malas menjelaskan"

" Kamu ini bagaimana? kalau sudah menikah itu semakin rajin, bukan nya semakin malas" Antonsen menghembus nafasnya pelan dan menarik kembali dokumen tersebut

" Itu baru benar" Kata Leo tersenyum lebar hingga gigi putihnya terlihat

Sekitar satu jam mereka berdiskusi alias letting bersama, Antonsen menyerahkan dokumen kerja sama mereka

" Aku harus mendapat keuntungan yang besar" Kata Leo sambil menandatangani dokumen tersebut

" Kamu tenang saja,  kamu tidak akan pernah rugi bekerja sama denganku "

" Aku percaya, siapa yang tidak percaya dengan Antonsen Carl"

Antonsen tersenyum dan menyandarkan punggungnya

" Baiklah, aku harus kembali ke perusahaan ku"

" Senang bekerja sama denganmu "

" Senang juga sama kamu" Kata Leo dengan senyum jail

" Hei, pergilah aku sudah milik istriku " Leo tertawa dan berdiri dari kursi didepan Antonsen

" Baiklah, sampai jumpa "

" Samping jumpa "

Leo keluar dari ruangan Antonsen menatap jam ditanyanya

" Satu jam lagi sebelum jam makan siang"

**

Airca merasa sedikit pusing membaca jawaban dari hasil ulangan muridnya

" Kenapa? " Tanya Luna

" Tidak, aku hanya merasa aneh saja, coba kamu lihat...." Airca menunjukkan hasil jawabnya

" Lain soal lain yang dijawab" Kata Airca sambil tertawa pelan, Luna yang melhat itu juga tertawa besar

" Hahaha, astaga sabar ya Airca"

Airca menghembuskan nafasnya pelan sambil kembali memeriksa kertas ulangan

" Sudah nanti saja memeriksanya, sekarang kita makan siang saja bagaimana? "

" Baiklah"

**

Airca dan Luna keluar dari Universitas dan kaget saat melihat Antonsen sedang berdiri didepan mobilnya

" Presdir " Kata Luna, Airca menarik Luna menjauh dan dengan cepat pergi saat Antonsen tidak melihat kearahnya, Antonsen menatap kedalam Universitas dan tidak melihat Airca,

" Hei kamu sini" Tunjuk Antonsen pada salah satu mahasiswa yang lewat, mahasiswa itu menatap pada Antonsen dan menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk memastikan kalau Antonsen benar-benar memanggilnya

" Iya kamu kesini" Mahasiswa itu berjalan cepat kearah Antonsen

" Iya ada apa? "

" Mana Ms Airca? "

" Ms Airca? Dia baru saja keluar bersama Ms Luna"

Antonsen berdecak kesal mendengarnya, Antonsen mengeluarkan uang seratus Poundsterling dan memberikan nya pada mahasiswa itu, mahasiswa itu tersenyum senang

" Terima kasih Presdir " kata pria itu dengan senang, Antonsen hanya menganggukkan kepalanya, mahasiswa itu pergi dari sana

" Wanita itu pasti sengaja menghindari ku, tidak mungkin dia keluar tanpa melihatku "

**

Airca dan Luna tertawa pelan menuju pintu masuk Universitas

" Astaga membuat malu saja, bagaimana mungkin aku makan hingga tiga porsi" Kata Luna dengan nada malu, Airca tertawa pelan dan menepuk pundaknya

" Tidak masalah"

" Tapi aku malu, Orang-orang disana memperhatikan ku"

" Sudah jangan dipikirkan, Mr Sam masih akan menyukaimu"

" Kenapa kamu malah membawa namanya"

" Tapi benarkah, Mr Sam sudah mulai bersikap berbeda padamu? "

" Iya, dia terlihat sedikit baik"

" Tidak masalah, mungkin dia mencoba mengumpulkan keberanian"

Mereka sampai diruangan para pengajar dan kaget saat melihat ada Antonsen disana, mata Antonsen sudah seperti elang sangat tajam melihat mangsanya, dia menatap tajam Airca, hingga wanita itu merasa menggigil melihatnya

" Mana Kepala Universitas? " Tanya Antonsen pada para pengajar disana

Semua saling pandangan merasa bingung untuk menjawab, Antonsen menatap Airca yang mulai duduk dengan pelan di kursinya

" Sudahlah, pria tua itu sepertinya sudah bosan menjadi kepala, kalian pergi masuk ke kelas kalian mading- masing" Semua pengajar keluar dengan teratur meskipun sebagian pengajar belum jam mengajar mereka memilih keluar daripada didalam bersama singa kejam

Airca juga menarik Luna untuk pergi tapi dia terhenti saat mendengar suara tajam dari seseorang

" Airca kamu tetap disini"  Luna masih diam di tempat, berpikir bahwa dia juga diminta untuk tinggal,

" Mr Sam, bawa kekasihmu keluar" Kata Antonsen pada Sam yang baru akan keluar, Luna terdiam kaget mendengar itu, Sam menatap Luna dan menggandeng tanganya keluar dari ruangan

Airca masih diam di tempat, Antonsen berdiri dan mendekati Airca, dia langsung mendorong Airca kederetan rak buku, Airca menatap kaget pada Antonsen, tapi setelah itu diam menundukkan kepalanya merasa takut dengan ekspresi Antonsen

" Kamu sengaja menghindari ku? Tatap aku kalau aku bicara" Airca mengangkat kepalanya pelan, saat mereka bertatapan, Antonsen langsung menciumnya

Cup

Antonsen mencium dalam Airca dan melumat nya dengan lembut, Airca menutup matanya tidak menolak ciuman tersebut, setelah sekian lama merek bercumbu, Antonsen menarik dirinya dan menatap Airca lembut

" Jangan lakukan itu lagi" Airca seperti terhipnotis dan dengan patuh menganggukkan kepalanya

Antonsen tersenyum dan mencium kembali bibir Airca

" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, sayang" Antonsen berbalik dan keluar dari ruangan

Airca dengan cepat menarik nafasnya, dia menyentuh dadanya yang berdetak cepat saat Antonsen memanggilnya dengan panggilan sayang

" Ya Tuhan jantungku "

**

Antonsen naik keranjang dan menatap Airca yang menatapnya intens

" Ada apa? " Tanya Antonsen

" Jangan lakukan itu lagi "

Antonsen mengerutkan dahinya mendengar itu, Antonsen hanya diam menatap Airca yang masih menunggu jawaban dari Antonsen

Antonsen mengecup cepat kepala Airca  dan langsung berbaring

" Sudah malam, tidur"

Airca hanya bisa mengedipkan matanya tidak percaya dengan itu

1
Vin G
*not bad
Vin G
creek nya terlalu lemah dan cegeng
Vin G
kunci cadangan
Endang Anwar Rahmawati
suka dengan ceritanya
Rosikh Nurhayati
ngakak bgt sih nick
Rosikh Nurhayati
ciieee ciiieee
Rosikh Nurhayati
ciieee mulai pelukan
Rosikh Nurhayati
wkwk duuuh bang anton
Rosikh Nurhayati
adiknya lucuuuu
ratih
keren
Yernanita Tanjung
cerita novelnya mirip dgn benih sang pewaris wkwkwk😂😂 terkadang heran sma penulis kenapa Bisa sama yak ? terkadang nama toko juga sama,atau beda nma tokoh dgn alur yg hampir mirip... itu yg buat saya terkadang sulit membedakan,cerita ap Yg barusan saya baca.. judul berbeda tapi alur yg sama😂
Aisyah Hayati
bisa jadi, er. 😆
lina Lailyinayati Lina
lugas
Vivi
mulutnya disumpal sapu tangan, gimana dia gigit?
TyRa NuRuL HiDaYah S
tongseng tongseng uwu uwu....

autor hebat,,,


cup...
cup..
cup...

hihihi
Purnama Dewi
jiaaahhhhhhhhhhh goreng terooossss.. dasar plangton😂🤣😂🤣
Purnama Dewi
wes angel angel
Eunike Eunike
anthonsen seneng bgt rasanya klo pnya suami yg over bgtu rasanya gmna gtu...
Nana effendy
adik yg berbakti😂
Nana effendy
tuman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!