NovelToon NovelToon
Selamanya Cinta

Selamanya Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Militer / Cintapertama / Tamat
Popularitas:274k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

REVISI

Ini kisahku dengannya, tentang aku dan dia. Tentang dia yang berhasil merebut hatiku dan membuatku sangat takut kehilangannya.

Tentang dia yang selalu membuatku kesal dan bahagia disaat yang bersamaan. Aku bersyukur Tuhan menghadiahkannya untukku, dan tentunya hanya untukku saja.

Saat hari-hariku penuh warna dibuatnya, entah dosa besar apa yang pernah ku perbuat di masa lalu sehingga dengan teganya Tuhan memisahkan aku dengannya.

Aku bingung mengapa Tuhan seolah mempermainkan aku dengan selalu membuatnya datang, pergi, datang lagi, lalu pergi lagi?

Aku hanya bisa menguatkan diriku sendiri dengan takdir yang diberikan Tuhan padaku.

Satu hal yang aku tahu, selamanya aku mencintainya. Seperti katanya

"Aku mencintaimu, selamanya cinta kamu. Sampai kita menua, memiliki anak, cucu bahkan cicit. Aku akan bersamamu dan mencintaimu sampai rambut kita memutih dan sampai aku menutup mata" Arkana.

Aku harap semuanya bukanlah mimpi indah namun sesaat. Aku bahkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Candy Everyday

Qania dan Arkana sudah naik diatas motor, menyusuri jalanan yang sudah mulai sepi. Angin malam menembus pori-pori membuat Qania semakin mempererat pelukannya.

"Kita mau kemana lagi?" tanya Arkana sambil fokus menyetir.

"Kemana aja deh" jawab Qania singkat.

"Ini udah jam sebelas malam sayang" ucap Arkana setelah melirik jam tangannya.

"Sebentar lagi ya" bujuk Qania.

"Baiklah, tapi besok kita akan turutin kemauan papa kamu ya" ucap Arkana tersenyum licik.

"Maksudnya?" tanya Qania bingung.

"Kita langsung aja ke KUA" jawab Arkana singkat.

"Ih ngapain?" Qania masih bingung.

"Ya mau daftar nikah, sepertinya kamu nggak bisa jauh-jauh dari aku" jawab Arkana terkekeh.

"Ihhh ngeseliin" teriak Qania sambil mencubit pinggang Arkana membuatnya meringis kesakitan.

"Aduuh sayang sakit, udah dong aku lagi nyetir nih. Nanti kita celaka" teriak Arkana masih terkekeh.

Mendengar ucapan Arkana yang mengatakan celaka, Qania langsung teringat lagi akan mimpinya. Ia melepaskan pelukannya dan terdiam dalam lamunannya. Arkana yang merasa ada yang aneh dengan Qania melambatkan kecepatan motornya dan berhenti di taman dekat rumah Qania yang sudah sepi itu.

"Kamu kenapa?" tanya Arkana yang sedang membuka helmetnya.

Namun Qania masih betah dengan lamunannya hingga Arkana berbalik badan dan melihat Qania dalam keadaan melamun.

"Sayang kamu kenapa?" tanya Arkana lagi sambil mengusap rambut Qania hingga membuyarkan lamunannya.

"Kita udah nyampe?" tanya Qania saat tersadar motor telah berhenti.

"Kamu kenapa hemm?" tanya Arkana lagi.

"Emang aku kenapa?" tanya Qania berusaha menutupi.

"Ayo kita turun dan bicara di taman" ajak Arkana.

"Ini taman dekat rumah?" tanya Qania sambil menatap sekelilingnya.

Arkana mengangguk lalu turun dari motor diikuti oleh Qania yang masih terus terpikirkan mimpinya tadi.

Keduanya kini tengah duduk di salah satu bangku taman, Qania masih ragu untuk mengatakan apa yang membuatnya gelisah, namun Arkana terus mendesak hingga ia mau tidak mau harus mengatakannya juga.

"Bisakah kamu tidak balapan malam ini?" tany Qania dengan nada memohon.

"Ada apa sayang? Ini masih soal balapan itu?" tanya Arkana menatap lekat mata Qania.

"Iya" jawabnya lemas.

"Nggak usah khawatir, aku pasti akan baik-baik saja, percaya deh" Arkana berusaha meyakinkan.

"Bagaimana aku nggak khawatir kalau aku mimpiin kamu tadi kecelakaan" teriak Qania menahan isakannya.

"Qan.." Arkana menggenggam tangan Qania berusaha menenangkan namun segera ditepis oleh Qania yang tiba-tiba saja berdiri.

"Gimana bisa aku tenang dan khawatir sementara aku baru aja mimpiin kamu kecelakaan? Gimana aku akan tenang-tenang aja saat aku seperti nyata melihat kamu tergeletak tak berdaya dengan tubuh berlumuran darah? Gimana kamu sesantai ini sementara apa yang akan kamu lakukan itu berbahaya?" bentak Qania dengan deraian air mata yang sudah tidak mampu ia bendung.

"Qan.." Arkana baru saja ingin bicara namun lagi-lagi Qania memotong pembicaraannya.

"Kamu nggak tahu gimana rasanya mengkhawatirkan orang yang kamu sayang. Kamu nggak tahu rasanya gelisah memikirkan sesuatu yang buruk menimpa orang yang kamu cintai. Kamu nggak tahu seberapa besar aku mencintai kamu dan menyayangi kamu Arkana Wijaya" teriak Qania dengan penekanan saat menyebut nama lengkap Arkana.

"Kamu nggak tahu aku takut kehilangan kamu, hikkss" ucap Qania pelan dengan tangisan.

Arkana yang mendengar penuturan kekasihnya tersebut langsung berdiri dan mendekap tubuh Qania, ia merasa sedih karena telah membuat Qania menangis.

"Maaf Qan, aku nggak tahu kamu akan se khawatir ini" ucap Arkana sambil mempererat pelukannya.

Qania terus menangis dalam pelukan Arkana, ia menumpahkan seluruh perasaannya yang sedari tadi mengganjal di hatinya.

"Udah ya, jangan nangis lagi. Aku nggak mau lihat kamu nangis" bujuk Arkana.

Qania mempererat pelukannya, bayangan tentang mimpinya hadir lagi sehingga ia menutup kedua matanya mencoba menepis pikiran negatif yang akan menguasainya.

"Aku sayang kamu" bisik Qania dalam pelukan Arkana.

"Aku juga sangat sayang dan cinta sama kamu" jawab Arkana kemudian mengecup puncak kepala Qania.

Qania merenggangkan pelukannya begitupun Arkana, Qania menatap lekat kedua mata yang sangat ia cintai itu. Arkana menangkup kedua pipi Qania, perlahan ia menyatukan bibirnya pada bibir milik Qania. Awalnya hanya sebatas menempelkan saja untuk menenangkan Qania, namun tiba-tiba saja berubah menjadi ******* yang entah mengapa membuatnya menjadi kecanduan merasakan sesuatu yang manis dan menggairahkan dari bibir Qania.

Qania yang baru pertama kalinya merasakan hal tersebut hanya diam dan menutup rapat kedua matanya. Semakin lama Qania merasa jantungnya berdetak semakin cepat seakan ia sedang lari maraton. Ada sensasi berbeda yang ia rasakan. Hingga napas keduanya sudah tidak beraturan barulah Arkana melepaskan ciumannya tersebut. Keduanya kini tengah mengatur napas yang serasa hampir habis itu.

"Maaf" ucap Arkana saat keduanya terdiam cukup lama.

"Untuk?" tanya Qania menoleh kearah Arkana.

"Untuk ini" jawab Arkana sambil meletakkan jari telunjuknya ke bibir Qania.

Qania tidak menjawab, justru pipinya memerah karena malu. Arkana langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, malu bercampur senang.

"Kita duduk dulu yuk" ajak Arkana dan langsung dituruti oleh Qania.

Arkana mengambil ponsel dari saku celananya, kemudian mencari kontak Rizal lalu menelepon sahabatnya itu.

"Hallo bro" sapa Rizal.

"Lo dimana?" tanya Arkana.

"Di rumah, baru mau ke taman" jawab Rizal sambil memakai jaketnya.

"Lo hubungi tim Galih, bilang aja gue nggak jadi balapan. Lo kasih aja uang sama dia, anggap aja gue kalah" ucap Arkana langsung mengakhiri panggilan tersebut.

"Tapi Ka.. Hallo Kaa.." panggil Rizal namun ternyata panggilan tersebut telah berakhir. "Sial" umpatnya.

Arkana menaruh kembali ponselnya ke dalam saku celananya, kemudian menggenggam tangan Qania. Qania menyandarkan kepalanya pada bahu Arkana.

"Aku janji nggak bakalan buat kamu sedih lagi" ucap Arkana sambil mengelus-elus rambut Qania.

"Maaf dan terima kasih" ucap Qania tersenyum.

"Tapi ada syaratnya" goda Arkana dengan senyuman aneh.

"Hahh apa?" tanya Qania langsung mengangkat kepalanya dari bahu Arkana dan menatap lekat kedua mata Arkana.

"Give me candy everyday" jawab Arkana.

"Maksudnya?" tanya Qania bingung. "Kok dikasih permen aja tiap hari" batin Qania.

"Aku nggak mau permen anak-anak sayang" ucap Arkana seolah menebak pikiran Qania.

"Lalu?" tanya Qania dengan mode bingung.

Arkana kemudian meletakkan jarinya ke bibir Qania. "Aku mau permen ini setiap hari" ucap Arkana tersenyum.

"Arkanaaaa, dasar mesuuummm" teriak Qania namun wajahnya merona.

Arkana tertawa melihat ekspresi Qania yang terlihat kesal namun ada raut bahagia pula.

"Ayo sayang kita pulang. Ini sudah jam dua belas, nanti bisa-bisa kita besok langsung disuruh daftar di KUA" ajak Arkana.

"Emang kamu nggak mau?" tanya Qania kesal.

"Ya maulah" jawab Arkana enteng.

"Aku mah ogah. Ayo kita pulang, wekkk" ucap Qania yang berlari sambil menjulurkan lidahnya mengejek Arkana.

Arkana berlari mengejar Qania dengan perasaan kesal namun bahagia, bahkan sangat-sangat bahagia.

1
Luluk Luk
salah ketik ya tor,harusnya yg salah bu intan,bukan bu lyra,kok ditulis bu lyra yg ngosongin nilai ujian qania,hh ma'af tor hnya saran aja
Luluk Luk: iy hnya koreksi aja
total 4 replies
Luluk Luk
kalau emang cinta sama cwe,cwo gk perlu rusak masa depannya cwe ya tor,sayang sekali fandy gk sadar hal itu,lebih mentingin nafsunya aja.
💜_Vicka Villya_💜: iya, benar banget 👍👍
total 1 replies
Rosalina Imelda
Ayo Nanda lanjut ceritanya,semoga author sukses selalu.
💜_Vicka Villya_💜
terima kasih 😊😊
Rosalina Imelda
Terimakasih untuk author,telah membuat Novel yang bagus,ayo lanjut ya,dan sukses selalu.
Rosalina Imelda
Saya sangat senang,karena Qania telah melahirkan anak perempuanyang cantikdan paling pembaca suka ya sama authornya.
Rosalina Imelda
Bahagia ya,kalau Qania hamil anak kedua,soga rumah tangganya tetap berbahagia,selamat untuk Qania yang dapat rejeki dari Tuhan,Terimakasih ya author,karena pembacapun turut berbahagia.
Rosalina Imelda
Syukurlah Qania telah menemukan Arkananya dan Qania pun bahagia,terimakasih author sungguh ceritanya bagus sekali pembacapun ikut berbahagia.
Rosalina Imelda
Sungguh luar biasa pertemuannya,membuat pembaca ikut terharu,terimakasih author yang membuat cerita selamanya cinta,selamat author,sungguh menyenangkan.
💜_Vicka Villya_💜
Aamiin, terima kasih banyak 😊😊
Rosalina Imelda
Wah tidak sabar pembaca lanjutannya, semoga Arkana dan Qania bahagia, setelah melalui liku liku yang cukup menyedihkan.Terimakasih author membuat pembaca terharu dan selamat ya author ,sukses selalu.
Lies lestiany
lanjut lagi thor,,yg panjang ya up nya,,,
semangat💪😘
Lies lestiany
lanjut lagi tahor,,
akhirnya arkana wijaya telah kmbali semoga qania selalu bhagia,,,
dan buat s marsya sadar kalau dia bukn tristan anggara...
jangan terlalu lama ya thor up nya💪😘
Adawatul Adawiyah
lanjut thor❤❤❤
Rosalina Imelda
Terimakasih author ceritanya sungguh mengesankan sekali,semogalah Tristan itu adalah Arkana ya.
Lies lestiany
duh lanjut lagi thor semoga setelah ini qania bisa bersatu kembali dengan arkananya...
Lies lestiany
lanjut lagi thor,, semoga setelah ini qania mendapat kebahagiaan..
Rosalina Imelda
Terimakasih author,saya senang sudah membacanya,tinggal menunggu lanjutannya,sukses selalu author.
Rosalina Imelda
Jangan lama-lama up nya,ceritanya sangat dirindukan pembaca,terimakasih ya author,sukses selalu ya.
Dita Purnamawati
udah tris urus dulu qania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!