Inayah, gadis cantik nan solehah, lahir disalah satu desa di kota Semarang harus menjalani takdir yang tak di sangka-sangka sebelumnya.
Tragedi tenggelam di sungai demi menyelamatkan baju kesayangan Ibunya, membawa dirinya harus menerima takdir menikah dengan laki-laki menyelamatkannya.
Menikah didesak warga karena sebuah kesalahfahaman. Menerima takdir adalah keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat lagi.
Inayah yang berprinsip tidak mau berpacaran, dan Mas Gagah yang beberapa bulan lalu di tolak saat melamar kekasihnya. Mereka berdua ditakdirkan menjadi suami istri secara mendadak.
Bagaimana ya perasaan Inayah dan Mas Gagah, campur aduk tentunya.
Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??
Nantikan terus ya setiap episodenya, jangan lupa like, komen dan Vote😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Assalamualaikum Readers semuanya, novel Kekasih Halal mohon dukungannya yah dengan cara like (tekan tombol icon jempol di bawah, jangan lupa icon love juga biar selalu tahu jadwal updatenya), komen (kritik, saran, kesan boleh banget😘), dan Vote. Terimakasih ya😘😘
☘️Selamat membaca☘️
Aku yang memang belum terbiasa menonton bioskop rasanya jantungku berdetak lebih kencang karena suara menggelegar dari bioskop lumayan membuatku terkaget-kaget.
Aku dan Mas Gagah keluar dari ruang bioskop setelah film yang kami berdua tonton sudah selesai.
" Mas lain kali jangan film horor lagi yah, mending film romantis saja," Rengekku.
"Kalau romantis nonton di kamar saja Nay, nanti kalau terbawa perasaan kamu bisa langsung peluk Mas, kan sekalian kita belajar adegan romantisnya." Mas Gagah mengatakannya dengan begitu enteng.
Wajahku langsung memerah, Aku menepuk lengan Mas Gagah.
" Ya kita nonton saja Mas, jangan ikuti adegannya"
" Kalau pacarmu hilaf bagaimana?" Mas Gagah melirikku sekilas sambil menahan tawa.
"Mas..." Suaraku sedikit memekik.
" Iya sayang"
Panggilan sayang yang begitu lembut, selalu berhasil membuat hatiku 'enyes'😁.
" Mas kita pulang yuk, sebentar lagi Ashar"
Mas Gagah mengangguk. Kita berdua berjalan menuju parkiran. Aku dan Mas Gagah bergegas pulang ke rumah.
***
Sesampainya di rumah, Mas Gagah langsung masuk ke dalam kamar. Aku ke belakang terlebih dahulu, ingin melihat Ibu sedang apa.
" Ibu..." Ibu terlihat sedang mengupas bawang, membantu Bi Asih.
" Eh Nay, kok baru pulang?" Wajah Ibu terlihat sedikit cemas.
Aku tersenyum, ingin menunjukan pada Ibu bahwa aku baik-baik saja.
" Tadi aku diajak Mas Gagah ke Mall Bu"
Ibu tersenyum, "Bagaimana, senang jalan-jalan ke Mall?"
Aku mengangguk, setelah itu aku berpamitan pada Ibu karena ingin menyiapkan baju ganti Mas Gagah yang sepertinya sedang mandi.
Aku naik ke atas, benar saja Mas Gagah sedang mandi, terdengar suara percikan air dari kamar mandi.
Aku segera menyiapkan baju untuk Mas Gagah. Aku letakan di atas kasur seperti biasa.
Ponsel dalam saku ku berbunyi. Aku lihat ternyata ada pesan dari Kinar. Aku tiba-tiba sangat merindukan Kinar.
Aku menuju balkon kamar Mas Gagah. Aku menelfon Kinar. Aku dan Kinar mengobrol banyak hal. Aku sampai tidak sadar jika Mas Gagah sudah selesai mandi.
Mas Gagah yang hanya menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya menghampiriku. Mas Gagah memelukku dari belakang. Aku tersentak kaget karena tubuh Mas Gagah yang belum terlalu kering menempel pada tubuhku.
" Mas..."
Aku reflek mematikan sambungan telfon di ponselku.
Aku menghadap Mas Gagah, aku melihat dada bidang Mas Gagah yang begitu atletis, bersih dan wangi tentunya karena habis mandi😁.
Aku tiba-tiba gugup, ingin menutup mata tapi rezeki di depan mata, ah dosa ga sih😁 ah ini kan suami ku, jelas tidak berdosa dong. Aku yang hendak menutup mata, langsung aku urungkan. Aku memberanikan diri menyentuh dada Mas Gagah dengan jemariku. Jantungku seperti sedang maraton, andai ini film korea pasti pipiku sudah di buat-buat agar berwarna pink serta bertaburan emot love di hatiku.
Mas Gagah malah semakin mendekat hingga membuatku terhimpit.
"Ma...s dingin, cepat ganti baju"
"Kenapa gugup, bilang saja kamu suka memandangi Mas"
Aku mengalihkan pandanganku dari dada Mas Gagah. Ketika kesadaranku sudah sepenuhnya kembali. Aku sedikit mendorong tubuh Mas Gagah agar aku bisa terbebas dari kungkungannya.
Aku hendak menjauh, tapi tubuhku kembali di tarik Mas Gagah. Mas Gagah memelukku dari belakang, menempelkan pipinya dipipiku.
" Seperti ini juga sudah menghangatkan"
Hatiku kembali berdesir dengan perlakuan romantis Mas Gagah.
" Mas, cepat ganti baju, aku juga mau mandi"
"Kamu belum menyiapkan underware nya Nay"
Aku menepuk dahiku, aku lupa, tadi aku hanya menyiapkan baju dan celana Mas Gagah saja karena membuka pesan dari Kinar membuatku terlupa untuk menyiapkan baju dalamnya juga.
"Mas, lepas dulu, nanti aku akan siapkan"
Mas Gagah melepaskanku. Aku segera mengambilkan baju dalam untuk Mas Gagah. Setelah itu aku berlari ke kamar mandi.
Mas Gagah memegang pelipisnya.
" Siapa yang tahan dengan daun muda sepertimu Nay, apalagi aku laki-laki normal" Gumam Mas Gagah.
Mas Gagah segera menggunakan baju, setelah itu menonton televisi yang ada di dalam kamarnya.
Di dalam kamar mandi, Aku sedikit panik karena aku terlupa membawa baju ganti. Ingin menggunakan baju yang ku kenakan tadi sama saja bohong, pasti akan tertempel kuman yang ada dibaju kotor tadi.
Saat ini aku hanya menggunakan handuk saja. Aku memberanikan diri keluar dari kamar mandi. Aku melihat Mas Gagah sedang fokus menonton televisi. Aku mengendap-endap berharap Mas Gagah tidak melihatku.
" Nay"
Aku terlonjak ketika Mas Gagah melihatku. Aku segera berlari menuju lemari pakaian untuk berganti baju terlebih dahulu.
" Nay"
Ih Mas Gagah ini. Aku kan sedang berganti baju, Batinku.
" Nay"
Aku akhirnya membawa baju ganti dalam genggamanku untuk menutupi tubuhku yang masih dibalut handuk putih.
" Ada apa Mas, aku mau ganti baju dulu"
" Sini"
Aku mendekati Mas Gagah. Mas Gagah langsung menarik tanganku, baju yang ku bawa terlepas dari genggamanku.
Aku terduduk menggunakan handuk di atas pangkuan Mas Gagah.
" Aaaaa, Mas kau ini"
Aku menyilangkan kedua tanganku untuk menutupi bagian dadaku.
" Kamu nakal ya"
Aku mengerutkan dahiku,"Nakal bagaimana?"
"Keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk, kamu ingin menggoda Mas yah"
" Dih, Mas ini kepedean banget sih"
Mas Gagah tersenyum, Aku melihat Mas Gagah meneguk salivanya. Aku jadi merinding. Apakah aku akan dieksekusi saat ini. Ah bukannya tanggung. Ah aku ini mikir apa sih.
" Mas Awas" Aku menggoyang tubuhku agar terlepas dari kungkungan Mas Gagah.
" Jangan bergerak Sayang, nanti akan membangunkan yang sedang tertidur"
Aku menaikan satu alisku," Maksud Mas?"
Mas Gagah tidak menjawabku, Mas Gagah malah membelai pipiku lalu mengecupnya perlahan.
Aku malah memaku, menatap wajah tampan Mas Gagah. Melihatku yang tidak menolak karena dicium pipinya, Mas Gagah lalu mendekatkan wajahnya kewajahku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Hayo...apa yang terjadi kira-kira?😁😁😁)
menurut ku ya thor 🤭✌