Arka Fadhlan, seorang pakar kriptografi, menemukan potongan manuskrip kuno yang disebut Vyonich, teks misterius yang diyakini berasal dari peradaban yang telah lama menghilang. Berbagai pihak mulai memburunya—dari akademisi yang ingin mengungkap sejarah hingga organisasi rahasia yang percaya bahwa manuskrip itu menyimpan rahasia luar biasa.
Saat Arka mulai memecahkan kode dalam manuskrip, ia menemukan pola yang mengarah ke lokasi tersembunyi di berbagai penjuru dunia. Dibantu oleh Kiara, seorang arkeolog eksentrik, mereka memulai perjalanan berbahaya melintasi reruntuhan kuno dan menghadapi bahaya tak terduga.
Namun, semakin dalam mereka menggali, semakin banyak rahasia yang terungkap—termasuk kebenaran mengejutkan tentang asal-usul manusia dan kemungkinan adanya kekuatan yang telah lama terlupakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rifa'i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PUSAT ORBIS
Pintu batu hitam terbuka dengan perlahan, memperlihatkan sebuah ruangan luas yang diselimuti cahaya biru redup. Dinding-dindingnya terbuat dari kristal berkilauan, memantulkan bayangan mereka dengan samar. Di tengah ruangan, sebuah pilar raksasa berdiri tegak, dihiasi dengan ukiran-ukiran kuno yang tampak bergerak perlahan, seolah hidup.
Arka, Kiara, dan Ezra melangkah masuk dengan hati-hati. Udara di dalam terasa berat, seolah membawa ribuan tahun sejarah yang tertinggal di tempat ini.
"Ini pasti pusatnya," bisik Kiara.
Ezra menyalakan lampu senter dan mengarahkannya ke langit-langit. Ada simbol-simbol bercahaya yang mirip dengan yang mereka temukan di Menara Orbis, tetapi lebih kompleks.
"Orbis tidak dihancurkan sepenuhnya," gumam Arka. "Sebagian dari intinya masih ada di sini."
Kiara mengangguk. "Dan mungkin inilah yang dicari banyak orang… energi inti dari Orbis."
Mereka mendekati pilar itu. Cahaya biru yang terpancar darinya terasa hangat, tetapi juga menimbulkan perasaan aneh, seolah sesuatu sedang mengamati mereka.
Tiba-tiba, lantai di sekitar mereka bergetar.
DUM! DUM! DUM!
Ezra langsung mengangkat senjatanya. "Tolong jangan bilang kalau kita akan menghadapi monster batu lain."
Arka menyipitkan mata. "Bukan monster… tapi sesuatu yang lebih besar."
Dari balik bayangan, sebuah sosok muncul.
PERTEMUAN DENGAN PENJAGA INTI
Sosok itu melayang beberapa meter di atas tanah. Tubuhnya tampak terbuat dari energi murni, dengan jubah panjang yang berkibar tanpa angin. Wajahnya tidak terlihat jelas, hanya ada dua mata berwarna emas yang bersinar dalam kegelapan.
"Kalian telah mencapai pusat Orbis," suara dalam dan bergema itu berbicara. "Namun, apakah kalian benar-benar siap menghadapi kebenaran?"
Kiara menelan ludah. "Siapa kau?"
Sosok itu menundukkan kepalanya sedikit. "Aku adalah Penjaga Inti. Aku telah ada sejak awal penciptaan Orbis… dan aku adalah yang terakhir dari para penjaga."
Arka melangkah maju. "Kami datang untuk mencari jawaban. Tentang Orbis. Tentang dunia ini. Tentang masa depan."
Mata emas itu berkilat. "Jawaban tidak datang tanpa pengorbanan."
Tiba-tiba, ruangan itu berubah.
Dinding-dinding kristal mulai bersinar lebih terang, dan di sekeliling mereka, bayangan-bayangan dari masa lalu mulai muncul—gambar-gambar bergerak yang memperlihatkan sejarah Orbis yang telah lama hilang.
Mereka melihat gambaran peradaban kuno yang jauh lebih maju daripada yang pernah mereka bayangkan. Kota-kota terapung, teknologi yang melampaui batas pemahaman manusia saat ini, dan kekuatan yang seharusnya tidak mungkin ada.
Tetapi kemudian, semuanya berubah menjadi kehancuran.
Ledakan besar mengguncang dunia, menghancurkan kota-kota itu menjadi puing-puing. Langit yang tadinya biru berubah menjadi merah, dan tanah terbelah.
Kiara menahan napas. "Ini… ini kehancuran Orbis."
Ezra mengepalkan tangannya. "Apa yang sebenarnya terjadi?"
Penjaga Inti menatap mereka. "Orbis tidak dihancurkan oleh musuh dari luar. Itu dihancurkan oleh tangan-tangan mereka sendiri. Keserakahan akan kekuatan yang terlalu besar menyebabkan kejatuhan mereka."
Arka mengingat kembali semua yang telah mereka pelajari sejauh ini. "Jadi… inti sejati Orbis masih ada? Dan jika kita menemukannya, kita bisa membangkitkan teknologi mereka?"
Penjaga Inti mengangguk perlahan. "Tapi ada harga yang harus dibayar."
Cahaya di sekeliling mereka bergetar, dan ruangan mulai kembali ke bentuk aslinya.
Penjaga Inti melayang lebih dekat. "Jika kalian ingin melangkah lebih jauh… kalian harus membuat pilihan."
PILIHAN YANG TAK TERHINDARKAN
Sebuah simbol bercahaya muncul di depan mereka, sebuah lingkaran dengan dua jalur yang bercabang.
"Dua jalan," kata Penjaga Inti. "Satu akan membawa kalian ke kebenaran… tetapi dengan konsekuensi yang tidak bisa kalian bayangkan. Yang lain akan meninggalkan tempat ini dalam kegelapan, tetapi menjaga keseimbangan dunia saat ini."
Kiara mengernyit. "Jadi, jika kita mengambil kebenaran… kita bisa mengubah dunia, tapi ada risiko yang besar?"
Penjaga Inti mengangguk. "Dan jika kalian mundur… dunia akan tetap seperti sekarang, tanpa perubahan, tanpa evolusi."
Ezra tertawa kecil. "Pilihan yang menyebalkan."
Arka menatap simbol bercahaya itu dengan serius.
Mereka telah sampai sejauh ini, melewati berbagai rintangan, menghadapi bahaya yang tidak terhitung jumlahnya.
Tapi apakah mereka benar-benar siap menghadapi konsekuensi dari pilihan mereka?
Kiara dan Ezra menunggu jawaban Arka.
Akhirnya, dengan suara mantap, Arka berkata:
"Kami akan mengambil jalan menuju kebenaran."
Simbol bercahaya itu mulai berubah. Cahaya biru menyelimuti mereka, dan di kejauhan, suara gemuruh terdengar, seolah sesuatu yang telah lama tersembunyi akhirnya bangkit kembali.
Pintu lain di dalam kuil terbuka.
Dan di baliknya…
Inti sejati Orbis akhirnya terungkap.