Akibat perselingkuhan yang di lakukan Owen calon tunangannya, membuat Sonya menghibur diri di sebuah Club di kota Paris. Yang nyaris saja menghancurkan masa depannya.
Karena kecerobohannya, Sonya tidak mengetahui pria asing sudah menaruh obat ke dalam gelas minumnya. Dan Sonya nyaris di manfaatkan pria asing itu kalau saja Alex, pria yang selama ini Sonya benci, tidak datang menyelamatkannya.
Satu hal berlanjut ke hal lainnya, yang membuat mereka harus menikah. Dan perlahan tapi pasti rasa benci Sonya ke Alex berubah menjadi cinta.
Meskipun Alex cenderung cuek dan dingin terhadap perjuangan cinta Sonya, Sonya tetap berusaha mendapatkan hati pria dingin, kaku dan angkuh itu.
Tapi kisah tragis masa lalu Alex membuat Alex menutup diri untuk cinta yang baru.
Sampai akhirnya Sonya harus memilih...
Tetap mengejar cintanya pada Alex..
Atau melepasnya dan menerima cinta yang lain.
Dan ketika saat itu tiba...
Bersediakah Alex melepaskan Sonya...?
Mampukah Alex melupakan masa lalunya...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pertama
Sambil bersandar pada kepala tempat tidurnya, Sonya berpura-pura serius menonton drama Korea favoritnya, berusaha sekuat tenaga mengacuhkan Alex ketika pria itu keluar dari kamar mandi, hanya dengan mengenakan celana boxernya.
Televisinya berada tepat di depan tempat tidurnya, dan pintu kamar mandi berada tidak jauh dari televisi itu, jadi mau Sonya pura-pura tidak melihatnya sekali pun tetap saja sudut matanya bisa menangkap sosok maskulin itu.
Dan tanpa banyak bicara lagi Alex menyibak selimut lalu merebahkan badan di atas tempat tidur, di sebelah Sonya, sambil menarik selimut itu sampai batas pinggangnya, memperlihatkan dada bidang dan otot bisepnya. Dengan kedua tangan disatukan dibelakang kepalanya, Alex menatap langit-langit kamar Sonya.
Tempat tidurnya hanya ukuran double dengan lebar seratus duapuluh centimeters saja. Jadi badan Alex nyaris menyentuh badannya.
"Ba... Bapak tidur di sini...?" tanyanya tergagap.
"Saya sudah bilang kan kalau saya ngantuk?"
"Ya tttaapi ini tempat tidur saya Pak..." tegas Sonya, matanya tidak beralih dari dada bidang Alex, yang membuat perut Sonya terasa jungkir balik.
"Yang berarti juga tempat tidur saya, matikan TV nya saya mau tidur!" ketus Alex sambil balik badan memunggungi Sonya.
Ya Tuhan Jailangkung ini...!!
"Saya belum mengantuk, Bapak kalau tidak mau terganggu tidur saja di kamar tamu, dengan senang hati saya akan merapikannya untuk Bapak..."
"Apa kata asisten rumah tanggamu melihat kita tidur terpisah? Bagaimana kalau mereka melapor ke Papamu?" tanya Alex dingin.
Cih, benar juga... dia sudah memikirkannya sampai sejauh itu... Seandainya ada sofa panjang di kamar ini...
Sonya merasa gelisah, belum pernah sebelumnya ia tidur satu ruangan dengan pria, apalagi sampai berbagi tempat tidur. Dan jantungnya yang berdetak cepat sejak melihat Alex keluar dari kamar mandi, semakin membuatnya bertambah gelisah.
Sonya mencondongkan badannya ke Alex, memastikan pria itu sudah tertidur pulas sebelum Sonya mematikan televisinya dan beranjak turun dari tempat tidur ke lemari pakaiannya, untuk mengambil jubah tidurnya. Kemudian bergegas ke kamar mandi.
Ya Tuhan..., bagaimana ini...? Alex bersikeras tidur di tempat tidurku..." gumam Sonya sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin.
Sonya menangkup pipinya yang sudah terlihat lelah dengan kedua tangannya, kemudian menggeleng-geleng, "Tidak..., dia tidak mungkin meminta hak nya malam ini... Dia sudah tidur pulas ya kan...?"
Selesainya dari kamar mandi, Sonya melihat Alex masih terlelap tidur, wajah dingin dan kakunya terlihat melembut ketika ia tidur, terlihat lebih mudah di dekati.
Tidurlah suamiku... tidurlah... dan jangan menggangguku...!!
Sonya berdiri di sisi satu lagi tempat tidurnya, hanya ada sedikit jarak yang tersisa untuknya, dan ia ragu-ragu untuk melepas jubah tidurnya atau tidak. Karena Sonya sudah terbiasa tidur tanpa mengenakan apapun.
Setelah lama berdebat dengan dirinya sendiri, akhirnya Sonya memutuskan untuk membuka jubahnya, daripada tidurnya tidak nyenyak malam ini, lagipula ada selimut yang menutupi tubuh polosnya.
Dengan segera Sonya melepas jubah tidurnya, lalu menyibak selimut dan menyelipkan badannya di dalamnya, setelah menyelipkan guling diantara mereka, Sonya menarik selimut itu sampai batas lehernya, kemudian memiringkan badannya memunggungi Alex.
**********
Alex terjaga karena tubuh Sonya yang sedang memeluknya dari belakang, seperti memeluk guling. Dan walaupun Alex tidak melihatnya, Alex dapat merasakan kulit punggungnya yang bersentuhan langsung dengan kulit dada dan perut Sonya, begitupun dengan kulit kakinya yang bersentuhan dengan kaki Sonya.
Ya Tuhan... Wanita ini benar-benar tidak tahu malu... Bisa-bisanya dia tidur tanpa sehelai benangpun...!! Apa dia berniat menggodaku...?
Sial...! Kenapa tempat tidur ini kecil sekali sih...?
Sambil menghembuskan nafas panjang, pelan-pelan Alex menjauhkan tangan dan kaki Sonya, dan dengan pelan-pelan juga ia menjatuhkan badannya ke lantai. Lalu menatap dengan tatapan aneh ke wanita yang sedang tertidur pulas itu, yang tidak mengenakan sehelai benangpun.
Sementara selimut yang mereka pakai, sudah menggumpal di kaki tempat tidur. Alex menarik selimut itu kembali sampai menutupi tubuh Sonya. Mengabaikan gairahnya sendiri yang seolah-olah memintanya untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Tapi sekali lagi, akal sehatnya kembali menang mengendalikan hawa nafsunya.
Kau salah besar woman..., kalau kau pikir cara ini akan berhasil membuatku tergoda...!!
gumam Alex.
Alex melirik jam di tangannya, waktu baru menunjukkan pukul lima pagi, lalu kembali memakai pakaiannya, kemudian beranjak keluar kamar, Alex memutuskan untuk menjelajahi rumah ini yang tidak sempat ia lakukan saat datang tadi.
Alex memeriksa setiap pintu dan jendela, baik yang di lantai atas maupun di lantai bawah, hanya sekedar memastikan semuanya masih terpasang dengan baik, akhir-akhir ini banyak terjadi perampokan dengan membobol pintu dan jendela.
Puas menjelajahi rumah Sonya, dan sudah mengetahui seluk beluknya, Alex kembali masuk ke kamar Sonya, dan wanita itu masih juga tertidur pulas, padahal sudah jam enam pagi.
Sambil menggelengkan kepalanya, Alex bergegas ke kamar mandi, karena jam delapan ia sudah harus sampai di rumah Hardhan.
**********
Sonya menguap lebar sambil merentangkan kedua tangannya, lalu melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul enam lewat limabelas menit. Dengan panik ia langsung turun dari tempat tidurnya, dan bergegas ke kamar mandi, ia harus segera ke rumah sakit, Operasi papanya dijadwalkan pukul sembilan nanti, dan ia ingin berbincang lebih lama dengan papanya sebelum proses operasi di mulai.
Tangan Sonya yang ingin meraih handle pintu menggenggam udara, karena pintu kamar mandi itu sudah terbuka, dan Alex dengan pakaian necisnya dan rambut yang tertata rapi, berdiri tepat di tengah pintu.
"Loh..., kok Bapak ada di..." kata-katanya menggantung ketika pikirannya kembali mengingat kejadian kemarin, "Rumah saya..." lanjutnya dengan suara lemah, nyaris seperti bisikan.
Ya Tuhan..., aku lupa aku sudah memiliki suami sekarang...
"Mau sampai kapan kau akan terus menggodaku seperti itu?" tanya Alex dengan suara dinginnya, sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
Sonya mengerjap-ngerjapkan mata dengan bingung, "Maksud Bapak...?" tanyanya.
Alex tidak menjawabnya, dengan sebelah alis yang terangkat tinggi seperti sedang mencemooh Sonya, Alex menyusuri matanya dari ujung kepala Sonya sampai ke ujung jari kakinya, membuat Sonya ikut melihat dirinya sendiri dan langsung memekik histeris.
"Aarrggghhh.... Kenapa Bapak tidak bilang dari tadi...!!!" jeritnya, lalu menyelip masuk ke kamar mandi dan langsung menutup pintu di belakangnya dengan kencang, membuat kaca kamar mandinya bergetar.
"Dasar Jailangkung sialan...!! Muka mesum...!!! Maniac... Aaarrggghhh..." pekik Sonya kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya.
"Packing baju-bajumu, aku akan membawanya ke apartmentku" perintah Alex dari balik pintu.
Aku sudah malu setengah mati dia malah mikirin baju-bajuku...!!
"Bawa saja ke neraka Pak....!!!" teriak Sonya kesal.