Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
" terimakasih " ucap Xarena sambil tersenyum lembut ke arah Daniel.
Sejenak mereka melupakan kalau mereka sedang mengawasi pria-pria misterius tadi,sampai akhirnya Xarena tak sengaja melihat ketiga orang tersebut tengah berada di parkiran rumah sakit,sama seperti mereka berdua.
Awalnya Daniel hendak mengikuti mobil mereka,namun Xarena mencegahnya karna takut terjadi apa-apa dengan mereka berdua,apalagi Daniel juga bertindak tanpa persiapan,toh Xarena yakin mereka pasti akan kembali lagi ke rumah sakit ini karna Pamella.
Daniel pun menuruti apa kata Xarena setelah gadis itu menjelaskan sedemikian rupa tentang resiko yang akan terjadi jika ia tetap nekat melakukan niatnya,pada akhirnya ia memutuskan untuk memotret plat nomor mobil yang di gunakan oleh tiga pria mesterius itu untuk melacak kepemilikannya.
" percuma...pasti mereka menggunakan plat nomor palsu " celetuk Xarena.
" dari mana kita tahu kalau plat nomor itu palsu,kita kan belum memeriksanya "
" mereka berani menculik,menyekap bahkan menganiaya seorang wanita,itu berarti mereka sudah sangat akrab dengan hal-hal yang berbau ilegal dan mereka juga pasti sadar akan resiko tertangkap pihak berwajib,lalu menurutmu mereka akan dengan gampangnya memberi celah untuk dilacak keberadaannya dengan sengaja memasang plat nomor asli "
" waaah....apa di kehidupan sebelumnya kau seorang mafia...sepertinya kau sangat paham dengan hal-hal seperti ini...dan rasa-rasanya kau jadi semakin mirip dengan....".
" mendiang tunanganmu...?"
" iya....kau tau...dia juga mafia sama sepertiku,tapi dia tidak bawel dan julid sepertimu..hanya saja untuk masalah kepekaan dan siasat kalian benar-benar seperti satu orang yang sama tapi beda raga "
Xarena hanya diam mendengarnya,dia bingung harus senang atau sedih,karna kenyataannya apa yang di ucapkan Daniel itu benar adanya,namun ia tak bisa memberitahukan Daniel karna apa yang di alaminya ini sangat sulit di terima oleh nalar manusia,terlebih lagi pelaku ledakan itu juga sampai saat ini belum di temukan.
" emm...bagaimana kalau kau ikut membantu penyelidikanku soal ledakan yang menewaskan tunanganku waktu itu...sudah hampir sebulan aku melakukan penyelidikan tapi hasilnya selalu nihil,bahkan Pamella yang awalnya berhasil menemukan petunjuk malah dengan sengaja di incar oleh pelakunya,lagipula kau juga sudah terlanjur berurusan dengan mereka bukan "
Xarena terkejut bukan main,mendengar tawaran dari Daniel,ia sangat ingin bilang iya sekarang,tapi tak mungkin ia menunjukan ketertarikannya dengan jelas,jadi Xarena memakai alasan perusahaan untuk menyetujui tawaran Daniel tersebut.
" baiklah....aku akan membantu sebisaku,lagipula kau juga sudah membantuku soal masalah perusahaan "
" bagus...kalau gitu sekarang ikut aku ke mansion Abraham,menurutku sebaiknya kau menginap di mansionku saja sampai om Aditya kembali,aku khawatir bagaimana jika orang-orang itu sudah mengincar mansion Bagaskara..? "
" bukankah seharusnya kau yang menginap di mansion Bagaskara untuk menjagaku..? "
" maaf,tapi aku benar-benar ada urusan yang tidak bisa di tunda,ini....tentang penyelidikan soal kematian mendiang tunanganku " ucap Daniel memelas.
" tapi....tapi...tapi kan kita bukan muhrim " ucap Xarena mencoba mencari alasan agar Daniel mengurungkan niatnya,masalahnya ia merasa belum siap untuk bertemu para inti Abraham lainnya.
" ya tuhaaaan,eh kuntilanak gen z,kamu pikir aku dan pelayan-pelayan wanita yang ada di mansion itu muhrim...? " omel Daniel yang merasa alasan Xarena sangat tidak masuk akal.
" eh...abang mafia nepo,anda saja terkejut pas pertama kali ketemu saya karna anda bilang saya sangat mirip dengan mendiang tunangan anda,lalu bagaimana dengan orang-orang disana,bisa-bisa saya di kira kuntilanak beneran " ucap Xarena tak mau kalah.
Akhirnya perdebatan sengit itu di menangkan oleh Daniel setelah dengan lembut lelaki itu berkata
" udah ya...please kali ini nurut dulu okeh,aku gak ada maksud lain kok,aku cuma mau kamu aman,dan di mansion Abraham adalah tempat yang paling tepat"
Xarena yang awalnya bersikeras untuk menolak pun akhirnya luluh setelah melihat ketulusan yang di berikan oleh Daniel,toh setidaknya dia juga bisa terlibat langsung dalam penyelidikan tentang kematiannya,tentu ada sisi yang menguntungkan bagi Xarena.
...Okey Xarena,lo harus inget, sekarang posisi lo adalah sebagai Queen Xarena Bagaskara,bukan Xarena anggota BLACKDIAMOND lagi,jadi bersikaplah selayaknya nona Bagaskara....
Begitulah kata yang terus Xarena ucapkan dalam hatinya,ia takut jika kebiasaan lamanya sebagai Xarena spontan muncul saat bertemu inti Abraham lainnya dan menimbulkan kecurigaan yang nantinya bisa mempengaruhi hubungan persahabatan antara Darius dan Aditya.
***
Seperti malam-malam sebelumnya,hari ini Serafin kembali memutuskan untuk bermalam di mansion Abraham,ia tak mau di pusingkan dengan banyaknya pertanyaan dari kedua orang tuanya soal perintah dari bos besar mereka.
Karna termasuk anggota khusus,apalagi ia adalah anak dari sahabat Diana,Serafin di beri akses untuk menggunakan salah satu kamar tamu yang tersedia di mansion Abraham,berbeda dengan lainnya yang harus tidur di mess anggota,Serafin justru di beri fasilitas layaknya keluarga inti Abraham.
Bukan tanpa alasan,sejak kecil Serafin memang sudah sering di ajak sang mama berkunjung ke mansion Abraham,sejak saat itu pula gadis itu memendam perasaan pada Daniel,sebenarnya orang tua Serafin sudah pernah menawarkan perjodohan antara Serafin dan Daniel namun hal itu di tolak secara baik-baik oleh Darius karna saat itu Darius sudah lebih dulu berjanji akan menjodohkan Daniel dengan anak sulung dari Aditya dan Rani yang baru lahir.
Namun sayangnya,saat usia 5 bulan bayi tersebut di culik dan keberadaannya seperti hilang tanpa jejak,karna merasa putus asa Aditya membatalkan perjodohan tersebut,lalu Darius pun mencari calon lain untuk Daniel,hingga akhirnya Darius mengadopsi seorang bayi perempuan di sebuah panti asuhan yang saat itu juga berusia 5 bulan yang tak lain dan tak bukan adalah Xarena.
Melihat itu,orang tua Serafin merasa marah dan akhirnya menaruh dendam terhadap keluarga Abraham,karna bukannya menyetujui perjodohan Daniel dan Serafin saja,Darius malah dengan sengaja mengadopsi seorang bayi dari panti asuhan untuk di didik menjadi nyonya Abraham selanjutnya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bergabung ke sebuah kelompok mafia yang berkecimpung di banyak bisnis ilegal untuk menambah kekuatan dan menjamin kesejahteraan hidup mereka dengan janji membantu ketua mafia tersebut untuk menghancurkan BLACKDIAMOND.
Dan rencana mereka di mulai dengan memberi tugas khusus pada Serafin untuk melakukan percobaan pembunuhan pada Daniel dengan menggunakan bom rakitan,namun karna Serafin sudah di butakan cintanya dengan Daniel ia memilih untuk membunuh Xarena agar ia bisa menggantikan posisi gadis tersebut sebagai calon nyonya Abraham selanjutnya.
Sudah hampir 10 menit ponsel milik Serafin terus berdering karna penggilan telfon,namun gadis itu sama sekali tidak berniat untuk mengangkatnya,ia malah asyik berdiri di balkon kamar memandang gerbang mansion menunggu kedatangan pria yang sangat dia puja.
" kamu dimana Daniel,apa kamu sedang bersama gadis itu " gumam Serafin yang saat ini tengah di liputi perasaan gelisah.
Tak lama setelah itu,ia melihat kedatangan sebuah mobil yang sangat di kenalinya,segera ia berlari ke lantai bawah untuk ikut menyambut kedatangan pria yang begitu di cintainya itu,tak peduli dengan penilaian para inti Abraham lainnya,toh mereka semua pasti sudah tau kalau selama ini Serafin memang memendam perasaan ke Daniel.
Malah ia sangat berharap dengan terang-terangan menunjukan perasaannya Darius dan Diana bisa terbuka hatinya untuk menjadikannya calon nyonya Abraham selanjutnya,namun senyum manis yang menghiasi wajah Serafin hilang seketika saat melihat Daniel yang datang membawa wanita dengan wajah yang sangat di kenalinya.
"Xarena " ucap hampir seluruh penghuni mansion Abraham setelah melihat kedatangan Daniel dan Queen alias Xarena.