Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
“Ga akan gue biarkan itu terjadi..”ucap olla.
“Apa rencana lo?..”tanya vina.
“Seperti biasa..”ucap olla dengan seringai jahatnya..tiga orang itu tertawa jahat mengingat rencana mereka.
_______________
Liam kembali ke rooftop setelah dari halaman belakang sekolah..dia bergabung bersama keempat temannya yang sudah sedari tadi ngumpul di sana.
Kai tiba-tiba menepuk pundak liam.
“Bro..lo bener-bener minim literasi tentang percintaan..”ucap kai mengejek liam..liam hanya menatap temannya itu tanpa minat.
“Gimana mo pacaran coba..kalau cara pdkt an lo kaku begitu..sampai monyet bertelur juga kagak mungkin jadian..”tambah nathan.
“Dan apa tadi…’gue kelas dua belas B’…semua orang juga tau keles…kocak lu..”tambah aiden.
“Makanya jangan paksa gue ikut permainan gabut kalian itu..”ucap liam manatap empat sahabatnya tajam.
“Makanya sebelum ketemu tu cari referensi dulu..tanya ke gue kek atau ke yang lain..ilmu kita banyak..”ucap nathan..sedangkan ethan hanya diam saja mendengar ejekan tiga temanya pada liam.
“Males..”ucap liam.
“Yaudah berarti lo kalah ya..”ucap ethan akhirnya nimbrung.
“Enak aja..”liam langsung tak terima.
“Liat aja..tiga bulan kan?..gue pasti dapetin dia kurang dari sebulan..”ucap liam dengan jiwa kompetitifnya yang mulai aktif.
“Oke..kami tunggu kabar baiknya..”ucap aiden yang di angguki mereka semua.
.
.
.
Malam ini di minimarket sedikit sepi pengunjung..sedangkan aruna sedang sibuk menata rak diminimarket itu..dia menata produk yang sekiranya tangal keldaluarsanya hampir mendekati ke posisi paling depan..saat sedang asik dengan kegiatanya, terdengar pintu minimarket yang terbuka..aruna sepontan berdiri.
“Selamat— datang kakak..”ucap aruna sedikit tersendat..gadis itu mulai gelisah, tapi dia tetap mempertahankan wajah ramahnya seolah tak terjadi apa-apa diantar pembeli itu dan dirinya.
Disana berdiri olla dan kedua anteknya…tiga gadis itu tersenyum sinis pada aruna..aruna merasakan firasat buruk..dia kembali berjalan menuju meja kasirnya.
“Jangan tegang gitu dong..”ucap vina mengejeknya.
Tiga gadis itu mulai memutari rak demi rak…dan tak lama kemudian mereka menuju kasir dengan beberapa belanjaan..olla melempar belanjan itu dengan kasar..aruna mulai menghitung belanjan mereka dengan jantung berdebar.
“Totalnya enam puluh delapan ribu..”ucap aruna..dia berusaha bersikap profesional.
Olla kembali melakukan hal yang sama..dia kembali melempar uang itu di meja kasir..aruna hanya menghela nafasya pelan, dan tersenyum mengiringi kepergian tiga orang itu.
“Tumben mereka ga buat masalah..”gumam aruna heran.
“Sudahlah..syukur-syukur mereka ga buat masalah..”ucap aruna..dia kembali ke rutinitas awalnya.
.
.
.
Aruna mengayuh pelan sepeda tuanya..di dapan sana gerbang cortner internasional school sudah terlihat..beberapa mobil dan motor mewah juga malaju mendahuluinya memasuki gerbang itu..aruna hanya mengayuh sepedanya dengan santai karna bel masuk masih lama.
Saat jaraknya dengan gerbang sekolah tak terlalu jauh.. sebuah mobil sport berwarna merah melaju kencang di sebelahnya..ban mobil mewah itu melaju di atas genangan air, membuat air itu sedikit terciprat kearah aruna..seragamnya sedikit kotor di beberapa bagian..aruna berhenti dan hanya bisa menghela nafas berat saat melihat siapa pelakunya.
“Huh..untung gak kotor semua..”ucap aruna sambil membersihkan seraganya yang terkena air.
.
.
Sesampainya di parkiran, dia langsung menyeret sepedanya ke parkiran paling belakang..sedangkan tak jauh dari sana, liam dkk diam-diam memperhatikan gadis itu.
“Noh target lo noh..sana deketin..”ucap kai menyenggol lengan liam.
“Masih pagi..jangan ganggu mood gue..”datar liam.
“Justru pagi-pagi itu hal baik..kalau kata orang tua jaman dulu, bangun tu harus pagi kalau gak rezekinya di patok ayam..”ucap nathan sok menasehati.
“Di patok ayam?.lo kira dedak..”ucap aiden memukul pelan punggung nathan.
“Yee lo mah bego gatau pribahasa..”kesal nathan memukul balik aiden.
“Pribahasa lo tu kuno banget, ga like..”ucap aiden.
“Siapa juga yang mau disukain sama lo monyet..”ucap nathan kesal..kai dan ethan hanya bisa tertawa melihat perdebatan mereka, sedangkan liam menatap malas dua sahabatnya itu.
Tawa para pria itu terhenti saat melihat kejadian di depan sana…
.
.
Aruna yang sudah memarkirkan sepedanya mulai berjalan menuju kelas..sedangkan di lantai dua olla dan dua anteknya menatap gadis itu dengan senyum sinis..saat aruna berjalan hendak memasuki koridor, sesuatu yang menimpa tubuhnya membuatnya terkejut.
Byur…
Sampah-sampah seperti plastik dan kertas menghujani tubuhnya dari lantai dua..saat sampah itu tak lagi jatuh, dia mendongak keatas..disana terlihat olla dan dua temannya..ditangan vina dan sindy terdapat tong sampah kelas yang entah mereka ambil dari mana..tiga orang itu menatapnya dengan senyuman puas..dan seketika itulah halaman sekolah di penuhi tawa dari semua murid.
“Hahahaha..kasihan banget di hujani sampah..”
“Cocok sih buat dia..”
“Hahaha sanggat menghibur dipagi hari..”begitulah kira-kira bisikan para murid disana.
Aruna hanya diam menatap semua orang yang menertawakanya..tanganya terkepal kuat..matanya mulai memanas, tapi dia tak menangis.
“Tolong gih sana..”ucap ethan pada liam.
Liam hanya diam memandang tubuh aruna.
“Diam bae..katanya mau deketin si cupu..kalo lo diam gini kapan bisa menangnya..”ucap kai.
“Bener bro..kasihan juga dia..”tambah nathan..sedangkan aiden hanya mendorong pelan tubuh liam.
Liam terdiam..hatinya mulai mendua..dia malas membantu gadis itu, tapi di sisi lain dia harus bisa mendekati aruna demi kelancaran misinya..tak ada rasa kasihan sedikitpun di diri pria dingin itu..saat dia ingin beranjak bergerak, terlihat aruna mulai pergi dari sana.
Aruna berjalan pelan meninggalkan sisa tawa para murid untuknya..sejujurnya dia lelah..tapi hidup terus menuntutnya untuk bertahan..bertahan di neraka ini seorang diri..tanpa orang tua dan keluarga..bahkan tanpa teman di hidupnya.
Diana mengejar langkah aruna..dia menghela nafas saat melihat mata aruna yang berkaca-kaca.
“Ayo bersihkan diri mu dulu..”ucap diana..dia menuntun aruna menuju toilet..untung saja hanya sampah kering bukan basah..jadis seragam aruna hanya terkena debu saja.
Sedangkan di sisi lain, bu hanum menatap aruna dengan prihatin..dia tak bisa bertindak jauh pada pembully seperti olla..dia hanya seorang pengajar yang bisa di keluarkan kapan saja..dulu saja dia pernah di beri peringatan oleh kepala sekolah karna memarahi anak donatur sekolah itu..dunia orang kaya itu memang menyeramkan bagi rakyat biasa seperti mereka.
“Kasihan sekali anak itu..”gumam bu hanum..akhirnya guru itu pergi dari sana dengan rasa bersalah karna ketidak berdayaannya.
.
.
.
TO BE CONTINUE………..