Bagaimana jadinya, jika pernikahan harus terjadi akibat tersebarnya sebuah video mesum? Itulah yang dialami Raisa dan Naufal. Dua orang yang memiliki sifat sangat berbeda, terpaksa harus hidup bersama diumur yang masih sangat muda.
Penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya?
Ikuti cerita selanjutnya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Ternyata...
"Awas kamu Raisa, aku lulus nanti nggak akan aku kasih ampun".
"Uhhh nggak sabar deh. Pengen cepat-cepat dimasukin yang besar-besar" kata Raisa kembali menggoda Naufal yang kesusahan di dalam kamar mandi.
"Dasar istri mesum" teriak Naufal.
Setelah dua kali Naufal dengan terpaksa menyalurkan hasratnya di kamar mandi. Ia keluar dengan menatap tajam ke arah Raisa.
Raisa yang ditatap, hanya menyunggingkan senyumnya.
"Aku benar-benar tidur di luar sekarang. Nggak akan aku percaya kata-katamu beb".
"Kenapa nggak pakai alat kontrasepsi atau pengaman aja beb? ngapain harus ditahan kalau emang udah nggak kuat?".
Pertanyaan Raisa, menghentikan langkah Naufal.
"Dengar ya Raisa Nur Aziza. Aku udah janji pada diri aku sendiri, kalau aku nggak akan mengambil keperawanan kamu sampai aku lulus sekolah nanti".
"Oh ya? kamu beneran janji kayak gitu? kenapa?".
"Ya, itu udah janji aku dari dulu. Jadi aku ingin tepati itu".
"Oke kalau begitu. Kita lihat aja nanti, sampai kapan kamu bisa bertahan beb" kata Raisa tersenyum menyeringai.
"Jangan mulai lagi beb, plis. Aku tidur di luar sekarang".
Naufal segera mengambil bantal dan gulingnya, lalu membawanya ke luar.
Sebenarnya Naufal tidak suka tidur di sofa karena, pasti saat bangun nanti lehernya akan sakit. Namun, demi kebaikan adiknya, ia memilih untuk tidur di tempat yang tidak disukainya itu.
Saat akan bersiap untuk tidur, Naufal dikejutkan oleh Raisa yang sudah memandanginya dari samping.
"Astaga beb, kamu ngagetin tahu nggak".
"Ayo tidur di dalam beb, aku nggak bisa tidur sendiri".
"Nggak mau, aku nggak percaya kamu lagi".
"Serius aku janji sekarang nggak akan macam-macam. Masuk ya".
"Kamu yang masuk aja di dalam, terus tidur. Aku nggak apa-apa kok disini".
"Tapi aku yang apa-apa beb. Ayo masuk. Aku harus peluk kamu kalau tidur".
"Kan ada guling beb. Jangan banyak alasan lagi, udah sana tidur aja".
"Naufal" bentak Raisa.
Baru kali ini Naufal melihat Raisa membentaknya seperti itu, membuat Naufal sedikit merasa ketakutan.
"Ayo masuk".
Raisa kembali dengan wajah memelasnya, setelah membentak Naufal.
"Ya ampun. Iya aku masuk. Tapi beneran ya, kalau sampai kamu macam-macam lagi, aku nggak mau mau tidur di ranjang biarpun kamu nangis-nangis di lantai" ucap Naufal.
"Iya aku janji, kalau tadi kan aku nggak janji. Tapi sekarang beneran janji deh".
Naufal akhirnya masuk kembali ke dalam kamar, diikuti Raisa di belakangnya.
"Beb, aku mau nanya sesuatu".
"Tanya apa? nggak mau tidur aja?".
"Aku tanya satu hal doang. Abis itu kita tidur" kata Raisa.
"Ya sudah. Apa itu?".
"Kamu kok nggak marah pas aku dianterin pulang kak Nathan waktu itu? aku tahu kok, waktu itu kamu nggak beneran marah sama aku, makanya aku nanya kayak gini".
"Memangnya kamu suka sama dia?".
"Nggak" jawab Raisa cepat.
"Terus kenapa aku cemburu?".
"Berarti dari awal yang kamu lihat aku sama kak Nathan di mall itu juga nggak cemburu?".
"Itu cemburu sih. Tapi hanya sebentar doang".
"Kok cuma sebentar doang?".
"Karena aku tahu kamu suka banget sama aku. Jadi untuk apa takut kamu diambil orang lain?".
"Kalau aku nanti jadi suka orang lain gimana hayo?".
"Nggak mungkin".
"Kenapa nggak mungkin? tanya Raisa bingung.
"Karena sebelum itu terjadi aku bakal hamilin kamu dulu, supaya nggak berani macam-macam".
"Ihh romantis banget kamu beb. Apa aku suka orang lain aja ya? biar kamu cepat hamilin aku?" goda Raisa.
"Ohh silahkan kalau berani. Aku juga bisa kayak gitu loh, kamu tahu kan beb, fans aku dimana-mana?" balas Naufal.
"Ih sebal. Nggak jadi deh suka orang lainnya. Nanti kamu malah direbut cabe-cabean lagi".
"Hahaha ngaco deh. Ayo tidur, selamat malam istriku".
"Selamat malam suamiku".
Naufal mencium pipi Raisa, kemudian memeluknya dalam tidurnya.
Keesokan harinya di sekolah, Naufal sedang berada di perpustakaan, tempat biasanya selalu ia kunjungi.
Kali ini tidak ada lagi pengganggu, karena Sarah, mulai menjauhi Naufal semenjak berita pernikahannya tersebar.
Naufal sama sekali tidak ambil pusing, malah dia bersyukur atas kejadian ini, karena tidak ada lagi perempuan-perempuan yang mengganggunya.
Saat sedang membaca buku, tiba-tiba hp Naufal bergetar, tanda sebuah pesan masuk.
Ternyata pengirim chat itu adalah temannya yang berada di sekolah lamanya. Ia terkejut melihat isi pesan dari temannya, yang memberitahukan informasi tentang dalang dari semua kejadian yang menimpa Naufal dan Raisa.
Ternyata memang Dani pelakunya. Awas saja dia, tidak akan aku beri ampun. Batin Naufal, mengepalkan tangannya.
Setelah mengetahui pelaku dari penyebar video dan yang membocori tentang pernikahannya, Naufal segera izin pulang dari gurunya dengan alasan sedang tidak enak badan.
Ia menunggu di gang yang sepi, tempat dimana ia sudah janjian dengan temannya yang lain untuk membawakan Dani ke hadapannya.
Setelah menunggu beberapa saat, datang lah orang yang sudah ditunggunya sejak tadi.
"Hey bro, ada apa ini? kenapa kamu ingin bertemu?" tanya Dani.
Bukannya menjawab, Naufal langsung meninju wajah Dani hingga tersungkur ke tanah.
"Dasar brengsek. Kenapa kau melakukan semua ini Dani? aku pikir kita berdua teman, tapi ternyata begini rupanya dirimu yang asli!".
Lagi-lagi Naufal meninjunya hingga darah keluar dari sudut bibirnya.
"Hahaha jadi kamu sudah tahu rupanya? bagus lah kalau begitu. Tapi bukannya kamu harus berterima kasih padaku? karena yang aku lihat, sepertinya kalian sudah saling mencintai. Oh iya ngomong-ngomong Raisa kelihatan seksi juga ya" ucap Dani, tersenyum menyeringai
"Kurang ajar" teriak Naufal, kembali meninju Dani.
Kali ini bukan hanya meninju dibagian wajah saja, bahkan Naufal meninjunya dibagian perut, hingga darah mulai keluar dari mulut Dani.
"Jangan pernah kamu menyebut namanya dengan mulut kotormu itu!".
"Hahaha, kenapa? kamu takut aku berbuat hal tidak senonoh padanya? ya, mungkin nanti akan aku lakukan disaat kamu lengah".
"Brengsek! apa salahku sampai kau harus berbuat sejauh ini!".
"Salahmu? kau tidak tahu? salahmu adalah berani merebut kekuasaanku sebagai kapten basket! semenjak kau muncul di basket, semua orang selalu menghormatimu, sedangkan aku apa? dibuang seperti sampah!" teriak Dani.
"Jadi karena itu alasan kamu berbuat seperti ini? dasar brengsek, laki-laki pengecut!".
Naufal bersiap untuk memukul Dani, namun tiba-tiba polisi muncul, membuat semua teman-teman yang lain berlari kabur. Hanya tersisa Dani dan Naufal di tempat itu, yang membuat mereka berdua dibawa ke kantor polisi.
Setelah dimintai beberapa keterangan, muncullah mama Siva dan papa Tio yang telah mendengar kabar bahwa anaknya dibawa ke kantor polisi.
"Astaga Naufal, kamu kenapa kamu bisa sampai dibawa kesini? pak, anak saya kenapa?" tanya mama Siva.
"Ma, tenang ma. Nanti papa yang bicara sama polisi. Mama temani Naufal" ucap papa Tio.
Papa Tio mulai berbicara dengan petugas polisi, sedangkan mama Siva membawa Naufal keluar untuk berbicara.
"Ada apa denganmu Naufal? kenapa bisa kamu berurusan dengan polisi?".
"Karena Naufal sudah tahu pelaku yang menjebak Naufal selama ini, ma".
"Apa? siapa pelakunya?".
"Dani, teman basket aku".
"Kenapa bisa dia melakukan itu?".
Naufal mulai menceritakan semua kebenarannya kepada mama Siva.
"Ma, jangan kasih tahu Raisa ya kalau Naufal dibawa kesini".
"Terlambat" kata mama Siva.
"Maksudnya?".
"Raisa udah tahu sayang, dan dia lagi menuju kemari".
"Gawat" Naufal menepuk jidatnya.
"Gawat kenapa?".
Belum juga Naufal menjawab, muncullah orang yang baru saja dibicakan.
Raisa lari tergesa-gesa sambil menangis.
"Beb, kamu kenapa? ya ampun, kamu nggak di penjara kan? aku nggak mau ditinggal sendiri beb, huaaaa".
Raisa langsung memeluk tubuh suaminya itu dan menjadi tontonan semua orang yang ada disitu.
"Ini yang Naufal maksud gawat tadi, ma" ucap Naufal kepada mamanya, dengan Raisa yang masih terus memeluknya dan tidak berhenti menangis.
"Dasar anak muda, romantis banget" ucap mama Siva, menertawai kelakuan anak dan menantunya.
Mampir thor🙋🙋