Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
Hari ini adalah hari dimana acara pertunangan secara sah. Dimana seluruh keluarga turut hadir untuk acara tersebut. Bahkan Sky, jauh-jauh dari London datang bersama istrinya untuk menghadiri acara anak sahabat baiknya itu.
"Panas sekali!" gumam Sky saat berada di rumah keluarga Rania.
"Sky, please." pinta Satria karena bagaimanapun mereka harus menghormati keluarga calon menantunya.
"Oke, fine!" akhirnya dia mengalah.
Banyak pembicaraan tentang Rania yang tiba-tiba akan menikah. Terlebih dengan keluarga paling kaya di, sedangkan keluarga Rania sendiri hanya dari kalangan biasa yang menurut mereka tidak masuk akal.
Tapi, ada satu hal yang mengundang rasa penasaran Arkana saat ini. Ketika tatapan Rania yang sejak tadi tertuju pada sosok yang membuatnya penasaran.
"Siapa, cil? Pacar Lo ya?" tanya Arkana tiba-tiba yang sudah berada di belakang Rania.
"Hah?" Rania terkejut saat melihat Arkana yang tiba-tiba saja datang entah dari mana.
Grep!
Tubuh Rania langsung berada dalam rangkulan Arkana saat gadis itu tidak menjawabnya.
"Jangan macem-macem cil, Lo calon istri gue. Lagian juga gantengan gue, masak iya Lo mau sama model curut begitu. Gak sebanding sama gue cil." bisik Arkana di telinga Rania yang membuat tubuh gadis itu meremang hebat.
Dimas, yang melihat itu langsung pergi meninggalkan rumah Rania. Karena dia datang ke acara Rania karena ibu dan bapaknya sebagai ketua RT.
"Apaan, sih?" Rania terlihat kesal dengan Arkana yang bersikap sombong begitu. Apalagi saat mengatakan jika Dimas itu curut.
"Cil, Lo ngambek sama gue gara-gara tuh cowok? Yang bener aja dong!" Arkana mengejar Rania yang sudah berlalu meninggalkannya lebih dulu.
"Rania!"
"Apa lagi? Aku cuma capek doang. Lagian apa urusannya coba?" jawab Rania terlihat kesal padanya.
"Kamu aja masih pacaran sama cewek lain, terus aku salah apa?"
"Cil, gue-"
"Maaf, aku mau masuk dulu!" Rania benar-benar pergi meninggalkan Arkana disana.
Sedangkan Arkana sendiri terlihat frustrasi dengan hal ini. Dia memang masih pacaran dengan Rachel. Tapi kemarin mungkin hubungan mereka mungkin sudah selesai karena Rachel yang mengamuk.
"Jangan jadi laki-laki bodoh!" ucap seorang laki-laki yang hingga saat ini masih membuatnya merasa takut.
Siapa lagi jika bukan teman baik papinya itu. Sky, sosok yang menurutnya sangat tegas dalam hal apapun.
"Uncle?"
"Calon istrimu itu wanita baik-baik, walau aku juga mengetahui jika kekasihmu tidak terlalu buruk. Tapi dia tempramental, so dari sini saja kau sudah bisa menilainya." Arkana terdiam.
Dia bingung bagaimana harus menjelaskan pada Sky tentang posisinya saat ini.
"Ah, sudahlah. Melihatmu seperti ini membuatku kesal. Lebih baik aku makan klepon di dalam sana bersama dengan teman-temannya dari pada menghadapi mu seperti ini." pungkas Sky yang berlalu dari hadapan Arkana.
Acara kembali berlanjut, dimana tanggal pernikahan sudah di tetapkan dan pesta juga akan di adakan di rumah Rania karena itu permintaan keluarganya.
"Rania?" panggil Arkana setelah acara selesai dan kini hanya tinggal mereka berdua saja.
Saat ini, Arkana dan Rania duduk di bangku yang ada di halaman depan.
"Ran?"
"Ya?" jawab Rania pada akhirnya setelah memilih diam untuk beberapa saat lalu.
"Gimana ya? Gue cuma mau bilang gue beneran serius sama pernikahan ini. Gue gak mau jadi laki-laki pengecut yang gak bisa ngebahagiakan pasangan gue Ran. Gue beneran mau memulai semuanya." ungkap Arkana.
"Lu mau kan mulai dari awal sama gue? Kita barengan mulai semuanya?" tanya Arkana yang membuat Rania menatapnya.
Entah mengapa tatapan gadis itu mengundang banyak arti yang membuat Arkana sendiri bingung untuk mengartikan segalanya.
"Rania?" panggil Arkana sambil menggenggam lembut tangan gadis itu.
"Ya?"
"Mau kan mulai sana gue?" tanya Arkana sekali lagi.
Rania bingung harus menjawab apa, hingga pada akhirnya dia hanya menganggukkan kepalanya saja untuk menjawab semua pertanyaan Arkana padanya.
***
next my