Karena masa lalunya, ia berubah menjadi wanita dingin yang kejam. Membentuk kekuatan sendiri untuk balas dendam, tiba-tiba saja ia bertemu dengan pria penderita OCD akut. Pria itu menawarkan bantuan balas dendam dengan imbalan menikah dengannya.
Walau masih bisa bertahan sendiri, tetap saja ia menerima penawaran tersebut. Dan mulai saat itu, balas dendamnya terasa manis. Dibantu oleh pria tersebut, akhirnya tujuannya tercapai, namun. Tiba-tiba saja hubungan mereka terhalang restu orang tua dan ada banyak rahasia dalam hidupnya yang harus ia bongkar.
Mampukah hubungan manis itu tetap bertahan atau mereka memilih jalan masing-masing setelah apa yang di alami oleh sang wanita? Lalu, bisakah Quenza Alana memecahkan rahasia tentang siapa ibu kandungnya yang sebenarnya? Mari kita lihat bagaimana kehebatan istri dari Tuan Devano Fernandez Wesly dalam mengahadapi banyak masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa sitepu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mobil Baru
Melihat bahwa Alana tidak bersedia ikut dengan mereka. Justin langsung mengeluarkan ponsel dan menghubungi ibunya di hadapan Alana.
“Halo, Bu."
“Iya, Sayang. Apa kalian sudah bertemu dengan Ana?“
Alana masih tetap diam, dia ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh pria itu.
“Sudah, Bu. Aku dan Austin juga berniat untuk menginap. Jadi tolong kirimkan pakaian-pakaian kami ke rumah adik perempuan."
Mendengar kata menginap dari mulut Justin, membuat Alana terpengaruh dan sedikit kesal. Sejak kapan rumahnya menjadi tempat penginapan.
“Baik, Sayang. Ibu akan mengirimnya.“
Myra tahu bahwa putranya pasti sengaja berbicara tersebut agar Alana mau pergi bersama mereka.
“Terima kasih, Bu. Aku menyayangi mu."
Setelah itu Justin memutuskan sambungan teleponnya dengan ibunya, dia bahkan tidak perduli dengan wajah kesal Alana.
“Siapa yang mengijinkan mu untuk menginap di rumahku? “
“Tentu saja adik perempuan."
Justin menatap Alana, ada senyum kecil di bibirnya saat melihat perubahan ekspresi wanita itu.
“Pergi."
“Tidak, jika kau tidak ingin pergi bersama dengan kami. Maka kami akan tetap tinggal di sini.“ Tidak ada negosiasi.
“Tidak tahu malu.“
“Terima kasih Adik kecil.“
Alana menjadi sangat kesal, bagaimana bisa dia berurusan dengan pria-pria yang tidak tahu malu. Melihat bahwa kedua pria itu masih tidak mau pergi. Alana yakin bahkan mereka akan nekat seperti kakak laki-laki mereka Mike, jadi dia memutuskan untuk mengikuti permainan mereka.
“Baiklah, aku akan bersiap-siap.“
Setelah itu, Alana pergi meninggalkan Justin dan Austin. Ia tidak menyadari bahwa kedua pria tersebut tersenyum senang saat melihat bahwa Alana bersedia mengikuti mereka.
“Kerja yang bagus.“ Austin memuji saudara kembarnya.
“Tentu.“
Tidak berapa lama, akhirnya Alana turun dengan pakaian serba hitamnya. Wanita itu sangat menyukai pakaian yang berwarna gelap.
“Ayo.“
Tanpa berhenti, Alana langsung pergi keluar. Justin dan Austin mengikuti Alana dari belakang. Mereka sengaja membawa Alana ke perusahaan untuk memperkenalkannya dengan para pekerja dan menanyakan dari mana dia mendapatkan ide hebat tentang membuat memodifikasi mobilnya.
“Ayo Adik kecil."
Austin membukakan pintu mobil untuknya, Alana hanya memasang wajah datarnya dan masuk dengan cepat.
“Berangkat.“
Austin dengan semangat berteriak pada Justin yang sendirian duduk di jok depan dan menjadi supir pribadi mereka.
“Bagaimana aku bisa menjadi supir?“
Justin bergumam dengan kesal, namun dia tetap menghidupkan mobil dan menjalankannya. Dia juga melihat dari kaca depan wajah bahagia saudara kembarnya serta wajah datar Alana.
Justin hanya bisa menghela nafas pelan saat melihat ekspresi Alana. dia merasa bahwa membuat Alana bahagia lebih sulit dari pada membangun sebuah perusahaan.
“Adik kecil, beri tahu kami dari mana kau mendapatkan ide hebat untuk memodifikasi mobil mu.“
“Berhenti memanggil ku adik kecil, kita tidak saling mengenal dan aku sangat terganggu dengan sebutan itu.“
Alana tidak tahu mengapa setelah dia sadar, kehidupannya harus di kelilingi oleh orang-orang tidak tahu malu seperti ketiga pria itu.
“Kau tidak adil, kak Mike di perbolehkan sedangkan aku tidak."
“Aku tidak pernah memberikannya ijin untuk memanggil ku dengan sebutan seperti itu.“
“Aku tidak perduli, mulai detik ini kau harus menjadi adik perempuan ku, tidak ada penolakan.“
“Kau bahkan lebih menyebalkan."
Setelah mengatakan hal itu, Alana melihat ke luar mobil. Hatinya sudah tidak lagi menginginkan sebuah keluarga, rasa sakit 4 tahun yang lalu membuatnya mati rasa dengan semua yang berhubungan dengan sebutan keluarga.
Justin yang melihat perdebatan dan rasa tidak suka pada Alana hanya bisa terdiam. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi, jadi dia memutuskan untuk diam. Pada akhirnya suasana di dalam mobil menjadi canggung dan sepi.
Tidak berapa lama, mereka akhirnya sampai. Austin dengan cepat turun dan membukakan pintu untuk Alana.
Mereka masuk ke dalam, para staf dan pekerja yang ada di dalam perusahaan terkejut saat melihat kedua bos mereka datang bersama dengan seorang wanita cantik.
“Zein, suruh semua staf dan pekerja datang ke lobi sekarang," ujar Justin.
“Siap, Bos." Zein yang merupakan sekretaris Justin langsung pergi.
Saat Justin dan Austin menunggu, mereka tidak menyadari bahwa ada perubahan rasa terkejut di wajah Alana saat Zein memanggil Justin dengan sebutan Bos. Namun, perubahan itu hanya sebentar karena dia akhirnya menyadari bahwa kedua pria menyebalkan tersebut merupakan bos dari perusahaan JA karena mereka tahu bahwa dia sedang memodifikasi mobilnya.
Tidak bersapa lama para staf dan pekerja berkumpul, mereka penasaran dengan keberadaan Alana dan apa yang ingin di sampaikan kedua Bos mereka.
“Selamat siang, hari ini aku dan saudara kembar ku ingin mengumumkan hal yang penting pada kalian."
Setelah mengucapkan hal itu, Justin langsung mundur dan berdiri di samping Alana.
“Perkenalkan ini Alana, dia adalah adik perempuan kami. Jadi jika dia datang ke perusahaan ini, kalian harus memberi hormat padanya. Apakah kalian paham?“
“Paham, Bos!“
Alana yang mendengar pengumuman itu menjadi terperangah dan kesal. Saat dia ingin berbicara tentang rasa tidak sukanya tentang pengumuman itu, Justin dan Austin langsung membubarkan orang-orang dan langsung membawa Alana ke bengkel mobil Autin untuk melihat mobil Alana yang sudah selesai di modifikasi.
“Cabut penguman kalian sekarang juga!“
“Ayo Adik kecil, kita harus pergi melihat mobil mu."
Austin dengan sengaja mengalihkan pembicaraan, mereka tahu bahwa Alana tidak akan pernah suka dengan pengumuman seperti itu. Alana yang masih kesal, hanya bisa pasrah saat kedua pria itu memegangi kedua lengannya dan menariknya agar berjalan lebih cepat.
Sesampainya mereka di bengkel, Austin langsung memerintahkan pekerjanya untuk membuka penutup mibil Alana.
Mobil yang di modifikasi oleh Alana adalah Lamborghini Aventador S Roadster berwarna biru dan hitam dengan atap yang bisa terbuka secara otomatis. Mobil itu di tenagai mesin V12 berkubikasi 6.49cc dengan tenaga sebesar 544 kw dan torsi sebesar 690 Nm.
Alana meminta perusahaan JA memodifikasi kaca pintu yang tahan dari tembakan serta membuat mobil itu bisa berjalan sendiri dengan remot kontrol dan suaranya.
Walau pada awalnya Justin dan Austin sedikit kesulitan saat membuat pengaturan tentang remot kontrol dan suara, tapi masalah itu segera terpecahkan setelah Alana menuliskan caranya di kertas yang di antar.
“Apa aku bisa mencobanya adik kecil?“ Austin sangat ingin mencoba mobil itu.
“Tidak!“
Mendengar penolakan Alana, Justin langsung tertawa. Dia tidak akan pernah bisa melihat bagaimana saudara kembarnya di tolak.
“Ayolah Adik kecil."
Austin masih tetap tidak menyerah, dia bahkan menatap wajah Alana dengan wajah penuh dengan kesedihan. Namun, usahanya gagal karena Alana mengabaikannya dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut. Dia juga penasaran dengan mobil barunya. Setelah menghidupkan mobil, Alana langsung pergi meninggalkan Justin dan Austin dari pintu belakang bengkel yang sengaja di buka lebar, dia berniat untuk pergi ke markasnya.
Justin dan Austin yang di tinggalkan menjadi terpana. Mereka tidka menduga bahwa adik perempuan mereka akan meninggalkan mereka.
“Akhirnya aku merasakan bagaimana persaan kak Mike saat di tinggal pergi olehnya.“ Austin berujar sedih.
“Ya, ini sangat sakit.“ Justin juga ikut sedih.
Kedua pria itu hanya bisa diam dan pergi ke ruangan mereka masing-masing. Mereka juga berjanji bahwa lain kali, Alana tidak akan bisa pergi dengan mudah seperti hari ini.
Saat keduanya kembali ke kantor untuk bekerja. Alana dengan kecepatan tinggi menuju markasnya, hari ini dia juga berniat untuk memberikan hukuman pada Gio, Tom dan kedua pembunuh bayaran yang mereka tangkap.
Sesampainya di markas, para anggota terpana saat melihat melihat mobil baru Bosnya yang sangat mewah dan mahal. Mobil Alana yang dulu sudah di berikan kepada Raiden karna dia sudah merusak mobil pria itu karna kecelakaan waktu lalu.
“Bos, mobil mu sangat keren."
“Terima kasih, bawa ke empat pria itu ke ruang eksekusi.“
“Siap!"
Setelah itu, Alana berjalan menuju ke ruangan eksekusi Black Lion untuk menunggu ke empat pria tersebut. Tidak berapa lama setelah menunggu, Artur dan Sam membawa tahanan ke hadapan bos mereka.
semangat kak