NovelToon NovelToon
KESETIAAN YG TAK TERBATAS

KESETIAAN YG TAK TERBATAS

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:434.5k
Nilai: 5
Nama Author: Srikandi Hayaka

Area (***), Novel ini menceritakan seorang wanita bernama Riani yang selama pernikahannya selalu di khianati suaminya, hingga akhirnya dia bertemu dengan mantan pacarnya Teddy, yang masih sangat perhatian, mencintainya, namun tanpa di sangka cinta pertamanya yang dia kira sudah meninggal ternyata masih hidup dan mengejar cintanya kembali, dan dia mengidap sakit kepribadian ganda.
Akankah Riani tetap setia pada suaminya Radja, atau kembali dengan mantan pacarnya Teddy, atau bahkan dia bersimpati pada cinta pertamanya Ethan, meski dia pernah menorehkan luka yang teramat dalam
Perasaan Riani dalam dilema...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srikandi Hayaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEMUA TELAH BERAKHIR

Riani segera berjalan keluar hotel menuju parkiran mobil di mana Randi dan Zoya menunggunya.

Sesegera mungkin dia seka air matanya yang sudah membasahi pipi.

"Ayo kita pergi sekarang" ajak Riani yang di jawab dengan anggukan keduanya dan mengikuti langkah Riani.

Namun baru saja ketiganya keluar dari parkiran hotel, tiba-tiba terdengar teriakan Radja memanggil nama Riani yang di ikuti dengan Nadine yang sangat terkejut melihat Randi.

"Dek!"

"Randi?!" teriak keduanya serempak.

Melihat Nadine yang keluar dari hotel bersama dengan Radja yang setahu Randi adalah suami Riani, Randi sangat terkejut.

"Nadine?!" kata Randi sangat terkejut dan melihat ke arahnya.

"Kak Nadine kenapa bisa keluar bersama dia?!" tanya Zoya yang juga menatapnya tajam membutuhkan penjelasan.

"Biar aku jelaskan..." Kata Nadine dan Randi bersamaan.

"Tidak perlu kalian jelaskan mereka juga sudah tahu, dan aku juga sudah bulat buat keputusan, jadi buat apa kamu jelaskan lagi..."

"Tapi dek..." Jawab Radja memelas sambil berusaha memeluk istrinya tersebut, namun dengan segera Riani menepis tangan Radja dan berlalu darinya.

"Ayo kita pulang..." Ajak Riani sambil menggandeng tangan Zoya dan Randi menjauh dari Radja dan Nadine yang sudah pasrah terduduk lemas.

"Randi, maafkan aku..." Terdengar sayup-sayup suara Nadine dengan penyesalannya.

Meski Riani belum tahu jelas hubungan antara Nadine dan Randi, tapi saat dia melirik ke arah Randi yang tak bergeming dan tetap berjalan, Riani yakin kalau ada sesuatu diantara mereka itu bisa terlihat dari ekpsresi wajah Randi yang datar namun penuh kebencian dan rasa jijik di matanya.

Selama perjalanan pulang ketiganya menyusuri jalan sepi dengan di iringi udara yang mulai dingin menjelang dini hari, ketiganya membisu tenggelam dalam pikiran dan perasaan mereka masing-masing dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Riani berusaha kuat menahan tangisnya yang sedari tadi hampir pecah, Randi yang pikiran dan perasaannya kacau melihat semua itu dan Zoya yang masih syok dan penasaran kenapa Nadine bisa di dalam hotel dengan laki-laki yang pernah dia lihat dengan Riani itu.

.............

Mereka bertiga akhirnya sampai di rumah, di lihatnya Pekak dan Dadong masih menunggu mereka di teras rumah dengan wajah penuh kekhawatiran.

Saat keduanya melihat kedua cucu kesayangan dan Riani memasuki halaman rumah, terlihat wajah lega dan sumringah mereka.

"Kalian kemana saja sih? Pekak tadi menghubungi wak Made katanya kalian sudah pulang dari tadi, tapi kok tidak sampai-sampai ke rumah?" tanya Dadong sesampainya mereka bertiga di teras.

"Memangnya kalian mampir kemana saja?" sambung Pekak.

"Maaf Pekak, Dadong...Ini semua salah saya, tadi saya yang mengajak Randi dan Zoya untuk mampir sebentar di hotel teman saya menginap, dia baru datang sore ini..." Kata Riani berbohong membela Zoya dan Randi.

"Lain kali kalau kalian mau main lagi dan pulang telat kasih kabar dulu sama Pekak dan Dadong, jadi kita berdua tidak khawatir"

"Iya Dadong, Zoya minta maaf..."

"Ya sudah, ayo sebaiknya kalian cepat masuk, udara di luar sudah terasa dingin" kata Pekak.

"Baik Pekak..." Ucap ketiganya sambil beranjak masuk ke dalam rumah.

Riani segera masuk ke kamarnya, begitu juga dengan Randi yang masuk ke dalam kamarnya, namun saat Zoya baru akan masuk juga ke dalam kamarnya, tiba-tiba tangannya di tarik pekak menuju ruang tamu menjauh dari kamar Riani dan Randi, karena kamar ketiganya yang saling berdampingan.

Zoya yang hampir saja berteriak karena kaget, segera menutup mulutnya setelah melihat yang menarik tangannya adalah Dadong dan memberi isyarat agar jangan berisik.

Setelah duduk di kursi ruang tamu, dengan wajah serius Dadong menatap Zoya yang membuatnya timbul dugaan di hatinya dan pasti ada sesuatu yang sangat penting yang ingin di tanyakan padanya hingga harus diam-diam menariknya ke ruang tamu.

"Sebenarnya kalian tadi habis dari mana? Dadong lihat wajah Riani dan Bli kamu terlihat lesu dan sedih?" tanya Dadong dengan suaranya yang pelan.

"Habis dari hotel tempat menginap temannya kak Riani" jawab Zoya apa adanya, karena memang Zoya dan Randi ke hotel di mana dia melihat Nadine keluar dari hotel dengan rambut masih belum sempat di keringkan dan sangat terkejut saat melihat kakaknya berada di sana, masih terbayang dengan jelas di ingatannya ekspresi wajah syok Nadine, sedang pria yang memohon-mohon pada Riani, Zoya yakin pasti ada hubungan yang tidak biasa dengan Riani, apalagi sudah dua kali dia melihat pria itu berusaha bicara dengan Riani, saat di Gili Meno dan di hotel tadi.

"Beneran, tidak ada hal lainnya? karena Dadong lihat ekspresi wajah mereka berdua berantakan sekali?" tanya Dadong lagi kurang puas dengan jawaban Zoya.

"Beneran, kalau Dadong pengin jawaban yang memuaskan, besok tanya saja langsung pada mereka berdua" jawab Zoya berusaha menutupi apa yang barusan sedang dia pikirkan, mengenai kejadian tadi sengaja dia tidak menceritakannya karena dia merasa bukan dia yang seharusnya menceritakan hal itu.

"Ya sudah, nanti besok pelan-pelan Dadong coba tanyakan pada mereka berdua sebenarnya ada masalah apa? sekarang kamu balik ke kamar dan cepatlah tidur" kata Dadong akhirnya.

"Baik, selamat tidur Dadong..." Jawab Zoya sambil mencium hangat pipi nenek kesayangannya itu, dengan segera dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya.

Zoya merasa lega karena Dadong sudah tidak mendesaknya lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit baginya untuk menjawab.

Melihat Zoya sudah masuk ke dalam kamarnya, Dadong pun pelan-pelan bangkit dari duduknya, melihat istrinya susah payah untuk untuk bangun dari duduknya, Pekak yang baru keluar dari kamar langsung berjalan cepat dan segera membantunya.

"Kamu juga harus cepat tidur dan banyak beristirahat Nini..." (panggilan lain dari nenek dalam bahasa Bali).

"Iya terima kasih Ki...(Kaki panggilan lain kakek dalam bahasa Bali)

"Tidak terasa ya Ni, cucu-cucu kita sudah dewasa..." Kata Pekak sambil memapah Dadong berjalan.

"Iya Ki, Nini jadi terharu sekaligus sedih...Karena kelak mereka akan mempunyai keluarga sendiri-sendiri dan meninggalkan kita berdua..."

"Sudahlah, memang sudah seharusnya begitu Ni, yang penting kita bisa melihat mereka bahagia itu sudah cukup bagi kita kan?" hibur Pekak.

"Iya betul..."

"Ayo sebaiknya sekarang kita juga tidur, hari sudah menjelang pagi..." Kata Pekak lagi yang di jawab dengan anggukan Dadong dan masuk ke dalam kamar.

Setelah Pekak menutup pintu kamar, Riani yang ternyata belum tidur dan berdiri di sudut ruangan mendengarkan pembicaraan mereka berdua, hatinya terasa pilu, tiba-tiba dalam hatinya merasa rindu pada mamahnya yang hidup sendiri di kampung, dua adiknya yang merantau kerja dan kuliah membuat harus pergi dari rumah, mungkin perasaan mamahnya sekarang ini juga sama dengan Pekak dan Dadong saat ini.

Mamahnya yang setia dan tidak mau menikah lagi sepeninggal papahnya tujuh tahun yang lalu, lebih memilih menyibukkan diri mengolah kebun dan sawah peninggalan papahnya, meskipun tidak luas, namun cukup memberi kesibukan bagi mamahnya Riani.

Mengenang papahnya yang telah tiada dan mengingat mamahnya yang sekarang ini kesepian membuat air mata Riani sudah tidak bisa terbendung lagi, apalagi saat dia mengingat kembali kejadian tadi saat di hotel membuat hatinya kembali tersayat-sayat yang terasa sakitnya luar biasa, hingga dadanya terasa sesak dan penuh tak terbendung lagi.

Hingga akhirnya dia menangis sejadinya sambil menutup mulutnya agar sebisa mungkin tidak keluar suara kerasnya dan bisa membangunkan yang lainnya.

Hanya air matanya yang deras mengalir dan dadanya yang naik turun karena tangisnya.

Dan karena beban perasaannya yang terluka berkali-kali membuat kakinya sudah tidak kuat menopang beban tubuhnya lagi yang akhirnya terduduk lemas.

Dia hanya bisa meratapi nasibnya dan harus menerima kenyataan kalau semua telah berakhir baginya juga bagi Radja.

Tanpa Riani sadari, sepasang mata dari balik pintu kamar melihatnya ikut bersedih, matanya ikut berkaca-kaca.

Dengan pelan Randi tutup kembali pintu kamarnya, kemudian di sandarkannya tubuhnya yang ikut letih, karena dia tahu betul perasaan Riani saat ini, karena dia juga mengalaminya, Nadine wanita yang pernah dekat dengannya ternyata bersama dengan suami Riani di hotel dan itu dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.

Saat itu dia sangat syok dan hatinya sangat terluka , tapi saat tadi dia melihat Riani menangis dia sangat tahu pasti bahwa Riani lebih menderita perasaannya di bandingkan dengan dirinya...

...☆☆☆...

1
Srikandi Hayaka
iya Nuna, thanks bgt y atas dukungannya😘😘😘

Novel omah yg baru berjudul EPIPHANY, sudah up loh..
nuna♪♪
ditunggu season 2 nya ya omah,ga sabar bngt🥰
anač Lanang ču
Horew tamat!! di tunggu season 2 nya lohThor!!
S. jayanti
perdana baca, suka.
nuna♪♪
lagi enak " nya baca malah di gantung lagi😔
Srikandi Hayaka: kpn Wa nya, g ada Wa dri kmu yg msuk loh..
total 4 replies
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Srikandi Hayaka: Thanks y Kak😘😘😘
total 1 replies
Srikandi Hayaka
Iya Bang Kirito, terima ksih bnyk y bang masih mau mampir dan suport novel Bunda...
Srikandi Hayaka: Bundanya siapa dulu bang kirito? di MT bunda banyak loh...hehehe
total 2 replies
🔯☣️kirito⃟C⃟K☣️🔯
udah lama ni gak muncul di sini
Bunda wow hebat bunda ku udah sampai epesode 100 lebih ,kirito bangga punya bunda yang jago
Sri Sunarti
semangat 💪💪
Srikandi Hayaka: Thanks bgt y Kak atas dukungannya...😘😘
total 1 replies
Senajudifa
aku mampir y
Srikandi Hayaka: Iya kk, thanks bgt ya suportnya😘😘
total 1 replies
Senajudifa
liat visuslx jd ingat waktu tinggal di desa
Senajudifa
visualx bagus2 thor..salam dr kutukan cinta dan mr playboy y
Srikandi Hayaka: Iya Kk, thanks bgt atas suportnya...😘😘
total 1 replies
anač Lanang ču
Akhirnya satu persatu mulai terkuak
anač Lanang ču
Itu memang kata2 yg tepat buat Radja
anač Lanang ču
Miris ya, yang sabar ya Riani...
ᥫ᭡⁹²⁵🧊
masih hidup lagi thor
Chandra Ponsel
dan si riani pun murahan juga ,,,
Srikandi Hayaka: Setannya berarti kuat y kak, Ethan sama Riani kalah perang sana setan wkwkwkwk
total 1 replies
Senajudifa
dalam banget judulx thor
Senajudifa
kutukan cinta hadir
Srikandi Hayaka: Iya kk,thanks atas suportnya 😘😘😘
total 1 replies
Senajudifa
kutukan cinta mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!