Aira adalah Gadis yatim piatu Dia Tinggal bersama Tantenya yang Baik dan lembut dan Pamannya Yang Tempramental dan Serakah, Suatu Hari dia Pingsan dan Ditolong seorang Pria yang ternyata Orang kaya Raya yang Baik Hati ternyata Pria tersebut seorang Duda Bernama Reno Pradipta, Aira Ternyata memiliki wajah yang Sangat Mirip dengan Istri Reno walau sikap dan Gerak Tubuh sangat jauh berlawanan dengan Aira
Akankah kebaikan Reno dapat Menaklukan Hati Aira..?
Akankah Kebaikan Reno seterusnya Tulus Kepada Aira..?
Bagai mana Nasib Aira Selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel Gracia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Tidak Jujur Reno
Kamu tidak Jujur Reno
Aku beranikan diri bertanya kepada Nyonya Besar entah kenapa hatiku berdesir.
aku merasa ada sesuatu yang aneh kurasakan saat mendengar Reno ke kantor polisi.
"Tuan Reno ke kantor polisi, apa Tuan Reno sedang teribat masalah Nyonya?"
"Sepertinya ada suatu pencerahan dari kasus kematian Istrinya. "
jawab Nyonya besar datar dan beliau terus menatap ku seakan menilai Respon ku akan hal ini.
Lalu Nyonya sedikit berteriak memanggil kedua Baby sitter si kembar.
"Ani..ika.. Kemari sebentar, tolong kalian bawa si kembar Bermain di Taman.. " perintah beliau, dan si kembar pun mereka tuntun ke taman.
"Aira..! Kamu ikut saya sebentar.."
Aku merasa nyonya ingin membahas kejadian semalam apa yang harus aku jawab, jika beliau menanyakan kapada ku tentang Reno.
Nyonya membuka satu ruangan yang menjadi Ruang kerja Reno, Bi Ana pernah memberitahukannya kepadaku.
Padahal aku jarang sekali melihat Reno masuk Ruangan ini.
Nyonya menyuruh ku masuk saat pintu sudah terbuka.
"Silahkan Masuk Aira.. " aku mengikutinya tanpa banyak bicara.
"silahkan duduk..! " Beliau menunjuk kearah Sofa persis berhadapan dengan meja Kerja Reno yang begitu Besar.
Lalu Nyonya duduk tepat di sebelah ku, dan aku semakin canggung.
"kamu gak usah sungkan, anggap saja saya juga teman kamu selain Reno Anak saya. "
Aku hanya mengangguk dan tersenyum simpul.
"sebentar.. Saya mau menyuruh bi Ana untuk mengatarkan Teh untuk menemani kita berbicara.." nyonya meninggalkan Aku sendiri di Ruangan ini.
Aku melihat sekeliling Ruangan dan aku mendapati Foto berbingkai yang cukup lebar.
What...! siapa wanita dalam Foto ini, bukankah ini Foto pernikahan Reno dan di sampingnya Istrinya.
Kenapa wajah nya mirip sekali dengan ku, dan juga wanita ini sangat elegan dari cara dia berdiri dan tersenyum.
Aku yang sudah berdiri dan melangkah mendekati Foto itu, semakin penasaran.
Aku terkejut saat nyonya besar sudah ada di belakangku dan mengejutkan ku dengan suaranya.
"Itu foto Amara.. Istri Reno.. "
Apa..jadi dia bernama Amara, jadi selama ini yang membuat aku bingung akan Sikap para pekerja di Rumah ini adalah, Mereka selalu menganggap aku Amara.
Haruskah aku bersikap senang tapi jujur, saat ini hati ku ingin berteriak.
Seribu pertanyaan dalam Otak ku.
Apakah selama ini kedekatan si kembar karena mengaanggap aku ibu mereka..?
Apakah Reno merasa aku adalah Istrinya, sehingga dia ingin menikah dengan ku.?
Apakah Reno baik kepada ku karena ini..?
"Aira.. Sini kamu duduk dulu..!" panggil nyonya dengan lembut dan perhatian.
Aku rasa nyonya bisa membaca mimik wajah ku yang kecewa dan melihat Mata ku telah penuh dan siap meneteskan Air Mata.
"Aira.. Saya yakin kamu pasti terkejut.. "
Saat nyonya mengatakan kalimatnya barusan Air mataku telah terjatuh setetes demi setetes.
"kamu pasti menganggap kalau Reno adalah seorang Pembohong. "
Aku segera meyergah kalimat yang akan muncul berikutnya dari beliau "tapi.. nyonya..!"
"kamu panggil saya Tante...tante Lani.. "
Aku hanya mengangguk lalu Nyonya, maksudku tante Lani menggenggam Tangan ku.
"Aira.., maaf selama ini saya ketus sama kamu, itu semata-mata karena hal ini.. "
Aku kerutkan Alisku penuh rasa penasaran "hal apa..? .
"tentang hal kamu mirip dengan Amara.. "
"apa yang membuat tante membencinya..? "
"sepele saja, karena dia tidak pernah menganggap ku sebagai mertuanya, memang dulu Reno menikahi Amara tanpa Meminta Restu dari saya terlebih dahulu. "
"Lalu apa maksud Reno berbohong kepada saya..? " tanyaku dengan sedikit penekanan.
"Saya yakin, Reno Mempunyai alasannya sendiri dan masuk diakal, saya berkata seperti ini, karena saya tau betul Reno seperti Apa.. "
Suara klakson mobil terdengar dari kejauhan dan aku yakin itu Reno.
"Maaf Aira tadinya saya mau berbicara banyak sama kamu, Tapi Reno sudah Tiba, tolong yah kalian Bicarakan ini dengan baik-baik dan dewasa.
saya berharap kamu tidak melihat Reno dengan sebelah mata.. "
Lalu Tante Lani mengajak ku keluar dari Ruangan itu bersama-sama.
Dan Aku segera mengarahkan langkah kaki ku menuju Reno yang sedang berada di taman menyapa si Kembar.
Rasanya Aku tidak sabar ingin melontarkan semua pertanyaan dalam Otak ku kepada Reno.
dan Mendengar Pembelaan seperti apa yang ingin dia tunjukan.
Hatiku Marah, Sedih dan Kecewa.
Kamu Tidak Jujur Reno, Maki ku dalam Hati.
Saat Aku Ingin Menilai Bagai Mana Sikap mu Kepada ku yang sebenarnya, atas Permintaan Mu agar aku mau menjadi Istrimu, Malah sebaliknya Kebenaran Akan ini yang duluan Menghampiri Ku.
Apakah Aku harus pergi dari sini, atau kah aku Harus bertahan karena Si kembar.
Baru saja aku merasakan Masih ada yang peduli terhadap ku selain Bi Elma.
Yaitu Reno, tapi perasaan itu seakan Buyar dan hilang tertiup Angin saat Reno tidak jujur kepadaku.
Kenapa..?, kenapa yang kurasakan saat ini lebih sakit daripada saat Aku tau Kalau aku Anak Angkat.
- Bersambung-
😍 Sobat kesayangan terimakasih sudah membaca, beri Dukungan dan VOTE kalian yah.
Maaf untuk Up Selanjutnya saya akan telat beberapa hari, tapi Akan saya bayar dalam beberapa Bab sekaligus, agar para Sobat dapat menikmati kelanjutannya. 🙏
mksih 😘