Sequel dari kisah Ajari aku Ustadz dan cinta untuk Khansa.
Cerita ini menceritakan kisah Khalid anak dari ustadz barra dan alira. Mengantongi restu dari kedua belah pihak namun tidak untuk Aulia gadis yang ia cintai.
Aulia tidak tau jika dirinya sudah di khitbah oleh Khalid sejak lulus SMA. Raka orang yang Aulia suka telah mengkhitbah Aulia namun ayahnya Fadil tidak menerima dengan alasan tidak cocok dengan laki-laki pilihan Aulia sendiri.
Aulia terkejut ketika keluarga barra datang untuk melamar Aulia, namun Aulia menolak dengan alasan tidak mencintai Khalid. Aulia kesal dengan Khalid karena sejak SMA Khalid selalu usil dengan Aulia. ternyata di balik itu Khalid menyimpan rasa.
Khalid mengkhitbah Aulia lewat ustadz Barra kepada ayahnya Fadil tanpa Aulia ketahui sebelumnya. Bagaimana perjuangan cinta khalid untuk Aulia hingga jatuh ke pelukannya.
Simak kisahnya Bait-bait doa ustad Khalid.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenitri Azzukhruf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. terpesona
Malam selepas mereka berbincang di ruang keluarga bersama keluarga besar, Aulia dan Khalid masuk ke dalam kamar. Canggung pasti yang di rasakan keduanya, tapi bukan Khalid jika tak bisa membuat suasana menjadi hidup.
" Shalat dua raka'at dulu yuk". Ajak Khalid.
" mau apa". Pikiran Aulia sudah melayang membayangkan mereka akan malam pertama. Shalat Aulia belum bisa melakukan nya.
" ya shalat saja, shalat taubat lalu murajaah hafalan".
" emmm...".
" kenapa, jangan ngeres gitu pikirannya aku cuma mau ajak kamu ngaji saja." ucap Khalid ia mengintip wajah Aulia, Khalid tersenyum ternyata Aulia merona juga. Ah wanita paling seneng emang di hujani kata manis.
" oke aku wudhu dulu." Khalid mengangguk mempersilahkan Aulia lebih dulu.
Shalat dua rakaat, berdzikir dan memanjatkan doa. Aulia mengikuti saja Khalid, ia tak begitu mengerti tentang rentetannya.
" hafalan mu sudah sampai mana." tanya Khalid.
" aku baru dua juz saja".
" dari semenjak di madrasah itu."
" iya tidak nambah dan mungkin sudah hilang ." ucap Aulia.
" tak apa, kita mulai dari juz 30 saja ya. Mulai saat ini sebelum tidur kita hafalan dulu, tak usah banyak yang penting nambah". Kata Khalid, selain menjadi suami yang baik Khalid juga ingin mengajak istrinya ke surga bersama.
" tapi aku sulit sekali menghafal".
" itu karena kamu pikirin laki-laki terus, masih ada Raka ya di pikirannya". Sindir Khalid, Aulia terdiam ia terlihat sedih.
" maaf Aulia aku tak bermaksud membuat mu sedih, jika berdua aku tak akan membicarakan dirinya. Yuk kita mulai hafalannya." Khalid memberikan tangannya.
" apa..." tanya Aulia bingung.
" dari habis sholat kamu belum mencium tangan ku." Aulia mendelik.
" bukan apa-apa, biar dapat keberkahan dari suami." kilah Khalid lagi.
Pintar bener Khalid ini pengen di sentuh Aulia, Aulia menurut saja ia mencium punggung tangan Khalid namun hatinya justru berdesir. Kalau Khalid tak perlu di tanya lagi, pasti dirinya sudah ingin salto saat itu juga.
Khalid meletakkan tangannya di atas kepala Aulia kemudian mendoakan nya. Cesss... Rasanya hati Aulia, Khalid melantunkan bait-bait doa untuk nya. Sebenarnya mau cium kening tapi Khalid tahan dulu sejenak. Santai bro....
" kita ngaji dulu ya dari awal aku simak nanti gantian". Aulia menurut saja.
Beberapa kali Khalid membenarkan bacaan Aulia makhrojul huruf dan tajwidnya. tapi Aulia justru malah semangat, kadang tertawa saat ia tak bisa-bisa untuk benar membacanya. Suasana kamar sudah tak sekaku tadi, Aulia bisa mengimbangi Khalid yang suka bikin ngakak.
" Boleh aku lihat rambutmu, emang kalau tidur harus pakai jilbab. ngga kan,,, jangan pikir macam-macam aku cuma mau lihat rambut bidadari ku saja mahkota yang kamu jaga untuk aku suamimu". Ucap Khalid, oh manisnya ucapan nya. Kalau bukan Aulia mungkin udah klepek-klepek tuh wanitanya.
Aulia berfikir, Khalid pun menunggu jawaban dari Aulia. Tak lama Aulia mengangguk setuju hanya ingin lihat rambut saja apa salahnya.
" Bismillah". ucap Khalid, perlahan ia membuka mukena Aulia.
Aulia menunduk ia malu, Khalid tersenyum meski rambut Aulia tidak lurus tapi pantas untuk Aulia.
' benar-benar cantik '. Batin Khalid.
Khalid memegang dagunya ia naikkan wajah Aulia agar sejajar dengan nya. Khalid memandangi wajah Aulia, ia telusuri lekuk wajah sang istri. Aulia memejamkan matanya, Khalid mendekat kan wajahnya satu kecupan yang amat lama mendarat di kening Aulia.
" terima kasih ya sudah menerima ku". Aulia membuka matanya lalu tersenyum saja.
" sudah malam ayo tidur, biasa shalat malam ?." tanya Khalid.
" kadang saja kalau kebangun ". Ucap Aulia menjawab ia lalu berdiri dan beranjak ke ranjang.
Aulia menutupi tubuhnya dengan selimut ia membelakangi Khalid. Khalid biarkan saja ia tak protes, dirinya pun masih panas dingin ada di dekat Aulia.
Khalid tak bisa tidur dirinya gelisah bingung, lampunya terang ia biasa tidur dengan lampu yang temaram sedikit gelap. Namun senangnya mereka bisa dalam satu ranjang.
" Aulia tolong matikan lampu nya." pinta Khalid, namun Aulia tak mendengar ia tau Khalid tak bisa tidur jika lampu nya terang.
Khalid menoleh di lihatnya Aulia yang memejamkan mata, ia mengira Aulia sudah tertidur.
Khalid mencoba mematikan lampu ia melewati tubuh Aulia dan khalid ternyata tangannya terpeleset ia jatuh di atas tubuh Aulia namun pelan.
Aulia terbangun mata mereka bertemu, Khalid menguncinya. Aulia ingin bergerak menghindari tapi di tahan oleh Khalid momen indah bagi Khalid.
" Biarkan sebentar saja aku melihat wajahmu yang indah ini Aulia." Aulia tak menjawab karena dirinya deg degan ingin rasanya pergi dari tubuh Khalid.
" Kamu cantik dari dulu Aulia, kamu tau apa yang paling menarik dari wajahmu."
" apa." tanya Aulia penasaran ia masih di bawah kungkungan tubuh khalid.
" matamu yang besar, aku suka melihat nya." ucap Khalid dengan membelai pipi Aulia perlahan.
' dia sekarang nampak tampan sekali '. Monolog dalam hati Aulia.
Khalid memang berbeda dulu dirinya masih remaja kalau sekarang wibawa nya terlihat. Ia gagah apalagi seorang ustadz yang di idamkan para kaum hawa, wajahnya yang di tumbuhi bulu-bulu halus menambah aksen kelakiannya.
Aulia tenggelam dalam pesona ustadz Khalid, ia terbuai dengan wajah tampan suaminya. Tanpa sadar Khalid mencoba mendekat kan wajahnya makin dekat hingga hembusan napas panas menyapa wajah Aulia.
" maaf." ucap Aulia yang kikuk, ia tersadar jika terlena dengan Khalid.
" tidurlah sudah malam." Khalid pun akhirnya juga beralih ia menutupi tubuh Aulia dengan selimut. Mematikan lampu terlebih dahulu dan tidur menggunakan lampu tidur yang sinarnya temaram.
Di balik selimut Aulia tersenyum wajahnya merona, entahlah ia pun tak tau apa yang ia rasakan saat ini. Baginya Aulia masih sangat mencintai Raka, hatinya masih di penuhi dengan cinta Raka.
Khalid juga tersenyum ia tau jika Aulia terpesona dengan wajahnya. Rasanya ia ingin guling-guling saat ini juga, andai saja bisa ia juga ingin mencurahkan cinta dalam hatinya.
Ah sedikit saja sudah buat Khalid gila, gila karena cinta.
" Ya Allah biarkan aku tenggelam dalam cintanya." lirih Khalid.
_
Berbeda dengan suasana rumah raka, Raka yang makin kacau bahkan Marsha pun tak bisa mendekatinya. Ia makin marah jika Marsha mendekat, Raka belum bisa menerima Marsha saat ini.
Kamar hancur ia lemparkan semua benda yang ada di kamarnya. minum-minuman alkohol menghisap rokok, hal yang sangat tidak patut.
Ia memang tak pantas untuk Aulia, baru di uji seperti itu bahkan dirinya justru kehilangan kesadaran. Berbalik menjadi orang yang asing, bukan Aulia yang membuat seperti itu tapi dirinya sendiri. Atas perlakuan nya hingga membuat keluarga Aulia memutuskan pernikahan yang akan terjadi.
__
semangat thor