NovelToon NovelToon
BIDADARI BESI

BIDADARI BESI

Status: tamat
Genre:Mafia / Kebangkitan pecundang / Anak Yatim Piatu / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:432.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arlingga Panega

Leona harus menghadapi cobaan hidup yang berat sejak usia dini. Ketika berusia lima tahun, orangtuanya, yang merupakan sepasang perwira yang teguh, tewas dalam pembantaian mengerikan karena ikut mengusut sebuah kasus besar yang terjadi di kota X.

Ditinggalkan tanpa keluarga, Leona harus belajar bertahan dan menghadapi kehidupan yatim piatu. Meskipun begitu, kekuatan batinnya yang luar biasa membantu Leona melawan rasa kehilangan dan kesepian. Pada usia enam tahun, hidupnya berubah secara tak terduga ketika dia diadopsi oleh seorang pria kaya bernama Willson Smith.

Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama ketika Leona mengetahui bahwa Willson Smith sebenarnya adalah seorang ketua mafia yang kuat dan berpengaruh di kota C. Terpapar oleh dunia gelap kejahatan, Leona harus menemukan keberanian dan keteguhan untuk menjaga integritasnya sendiri.

Sanggupkah dia menemukan pembunuh kedua orang tuanya dan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kenyataan

Jika novel ini tiba-tiba berhenti up atau menghilang dari pencarian, berarti retensi yang diinginkan oleh author tidak tercapai, sehingga mau tidak mau karya ini harus diberhentikan. Jika reader masih bisa melihatnya, berarti karya ini masih cukup layak dan diminati oleh sebagian besar pembaca, sehingga author semakin bersemangat untuk melanjutkan kembali chapter selanjutnya 🙏.

..._______________...

Willson merentangkan tangan, menyambut pelukan Leona. Dia segera menggendong tubuh mungil itu kemudian membawanya menuju meja makan.

"Ayo sarapan..!" ucap Willson sambil melirik ke arah Liora, yang masih mendekap putra kecil mereka. Sementara disisi lain, Marlina yang melihat interaksi putrinya dengan Willson terlihat mengerutkan dahi.

Mungkinkah jika sebenarnya Liora telah saling mengenal dengan Willson? Padahal selama ini Marlina belum pernah melihat wajah pria itu dekat dengan putrinya.

Tak lama mereka pun berjalan menuju meja makan, Leona mendudukkan dirinya di samping Willson dan Liora, sementara Kendrick duduk disamping Marlina.

"Maaf jika kami banyak merepotkan." akhirnya kata-kata itu meluncur dari mulut Marlina, membuat Willson yang saat itu akan mengambil sarapan langsung menghentikan gerakannya.

"Tidak perlu canggung, kalian adalah bagian dari keluarga ini." jawab Willson santai, namun berhasil membuat rasa penasaran di hati Marlina semakin membludak.

Liora melirik ke arah Willson, seulas senyuman tipis terpasang di wajah cantiknya, kemudian melirik ke arah Kendrick dan bertanya dengan sangat hati-hati, "Kau mau makan roti atau nasi?"

Kendrick masih terdiam, sepertinya bocah itu bingung. Namun tak lama Willson bangun dari kursinya, berjalan mendekat ke arah bocah laki-laki itu, kemudian menggendongnya. Dia menempatkan Kendrick dalam pangkuannya.

"Hai son! Kau harus makan yang banyak, agar kuat dan bisa melindungi mamamu." ucap Willson sambil mengacak rambut putra kandungnya.

Sementara jantung Marlina semakin tak beraturan, saat melihat Kendrick yang duduk di pangkuan Willson, kemudian menatap ke arah pria itu. Berkali-kali dia menggelengkan kepalanya perlahan, setelah melihat kemiripan di antara dua orang pria berbeda usia itu.

Kendrick benar-benar menurunkan pesona dan juga ketampanan Willson, keduanya bagaikan pinang dibelah dua, sehingga kini pikiran buruk memenuhi kepala Marlina. Mungkinkah jika pemilik mension besar ini merupakan ayah kandung dari cucunya itu? Sedangkan sejak tadi Liora juga terus memperhatikan wajah pria itu sambil sesekali tertunduk malu.

"Makanlah! Aku akan menjelaskannya nanti." ucap Willson yang menyadari tatapan Marlina, dia melirik ke arah Liora, seakan menguatkan wanitanya. Kali ini Willson tak akan membuang-buang waktu, dia akan segera mengatakan hal yang sebenarnya pada Marlina.

Lagi pula nyawa Liora dan juga Kendrick saat ini berada dalam bahaya, sudah sepantasnya jika dia bertanggung jawab dan melindungi kedua orang yang paling penting dalam hidupnya itu.

Saat mereka menyelesaikan sarapannya, ketiga orang guru Leona datang dan bersiap untuk kembali mengajar. Willson meminta agar Leona membawa Kendrick ikut serta, sementara dirinya akan berbicara dengan kedua orang wanita itu.

"Pergilah..!" ucap Willson sambil mengacak rambut Kendrick, dia semakin terlihat kebapakan di depan kedua bocah itu.

Leona menggenggam tangan Kendrick kemudian mengajaknya menuju halaman belakang, kali ini Leona harus bisa membuat Kendrick bersemangat, dan ikut berlatih dengannya.

"Kita bicara di ruang kerja." Willson mengajak Liora dan Marlina menuju ruang kerjanya yang berada di lantai 3.

"Silakan masuk." ucap Willson begitu langkah mereka sampai di depan sebuah pintu besar yang merupakan tempat kerjanya. Liora dan Marlina melangkahkan kakinya, kemudian mendudukkan diri di sebuah sofa panjang yang berada di ruangan itu.

Willson segera mendudukkan diri tepat di hadapan Liora dan Marlina, sambil sesekali memperhatikan raut wajah kedua orang wanita berbeda usia yang kini terlihat menatapnya.

"Aku minta maaf karena terlambat menemukan kalian." ucap Willson mengawali pembicaraan di antara mereka.

Marlina menatap tajam ke arah pria itu, tak lama dia pun melirik ke arah putrinya yang saat ini terus saja menundukkan kepalanya.

"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Marlina, rasa penasaran sudah tak terhitung lagi. Dia harus segera mendapatkan jawaban dari semua teka-teki yang kini memenuhi otaknya.

"Kendrick adalah putraku, aku pria jahat yang telah menodai putrimu dan membuat dia hamil, kemudian melahirkan sendirian." ucap Willson, dia telah siap menerima kemarahan dari Marlina.

Wajah wanita paruh baya itu langsung mengeras, dia tak menyangka jika pria yang saat ini berada di hadapannya merupakan orang yang selama ini dibenci oleh Liora. Marlina segera bangkit, dan berjalan menuju ke arah Willson.

Plak...

Plak...

Plak...

Tiga kali tamparan mendarat di wajah Willson, Marlina terlihat begitu emosi, apalagi selama ini putri kandungnya telah mengalami begitu banyak penderitaan, akibat perbuatan dari Willson yang tidak bertanggung jawab.

"Kenapa kau melakukan itu, hah? Kenapa kau tidak memikirkan perasaan Liora? Dia mengalami banyak penderitaan gara-gara ulahmu, kami bahkan kehilangan harta kami satu-satunya di kota A, hanya karena dia hamil diluar nikah. Apa kau tahu bagaimana dia bekerja keras untuk menghidupi putramu dan juga aku yang sakit-sakitan?" tanya Marlina sambil terisak dan terus saja melayangkan pukulan pada Willson.

"Ibu.." Liora bangkit dan mencoba untuk menenangkan Marlina, dia juga merasa kasihan pada Willson yang mendapatkan begitu banyak pukulan dan tamparan dari tangan Marlina. Walau bagaimanapun, Liora juga bersalah karena tidak mengetahui jika sebenarnya Willson terus mencarinya selama beberapa tahun.

"Cukup bu! Tolong jangan pukuli dia lagi." Liora menangkap pergelangan tangan Marlina, kemudian merangkul tubuh ibunya. Keduanya menangis bersama-sama, sedangkan Willson masih tetap terdiam di tempatnya.

Akhirnya Marlina kembali duduk, dan Willson mulai memberikan penjelasan, dia tidak menutupi sedikitpun dari Marlina dan berusaha untuk bisa mendapatkan restu dari wanita paruh baya itu, agar bisa menikahi Liora secepatnya.

Marlina menarik nafas perlahan, kemudian berbalik menatap Liora. "Apa benar yang diucapkan oleh pria itu, Liora?"

Liora hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia tak menyangkal jika selama ini dirinya juga bersalah, karena tidak berusaha untuk mencari dan meminta pertanggungjawaban dari Willson. Padahal jelas-jelas pria di hadapannya meninggalkan dua buah kartu yang mungkin bisa dijadikan bukti untuk Liora, jika sewaktu-waktu dia membutuhkan bantuannya.

Marlina hanya bisa menarik nafas perlahan, dia tak mampu berkata apa-apa lagi saat ini, apalagi Liora juga terlihat telah berdamai dengan Willson, sehingga mau tak mau Marlina pun terpaksa harus merestui keduanya.

Brak...

Pintu ruang kerja itu di dorong dengan sangat kencang dari luar, terlihat Leona dan Kendrick berdiri dengan wajah yang berbeda. Jika Kendrick terlihat bahagia karena akan segera memiliki seorang ayah, Leona kini malah berwajah buram karena mengetahui kenyataan jika wanita yang saat ini berada di hadapannya bukanlah ibu kandung yang selama ini dia rindukan.

"Jadi dia bukan mamaku?" tanya Leona dengan mata yang berkaca-kaca.

Willson segera bangkit dan memeluk tubuh kecil Leona, berusaha untuk menenangkan hati putri angkatnya itu. "Hai little girl! Apa yang kau pikirkan? Dia mamamu, calon istri dady."

1
kriwil
knp jadi benci si will kaena sok dekat sama ayah laknat dan ibu tiri edan itu ya
kriwil
emang pantes si will datang minta restu orang calvin aja ga pernah mbiayai dan nlantarin liora
kriwil
ngapain kau minta restu sama bapak kurang ajar itu will demi membahagiakan bini baru dia rela menelantarkan anak lainya dan membuang istri sah dan memisahkan anak kembarnya demi wanita baru
kriwil
dan aneh nya ngapain si willson akan menemui si celvin bapak ga tangung jawab sama liora minta restu 🤣🤣
kriwil
siap siap ketmu anak kandung mu willson 😀
kriwil
nah yang pantas jadi anak si wilson itu si leona bukan anak lembek kek kendrick
kriwil
masa bibit seorang willson cengeng malah pantas si leona yang jadi anak si willson
kriwil
semoga cepat mendapat karma sekalian sama bini ke 2 nya
kriwil
bukanya su liora pas habis di tiduri wilson dia di kasih 2 atm masa iya bisa hidup susah miskin gitu
kriwil
kasih vido nya ke emak mu wil biar matanya kebuka lebar tuh kelakuan calon mantunya
kriwil
bisa bisa seorang nyonya sherly yang kaya raya bisa ketipu buntalan jalang 🤣
kriwil
berarti bapak nya leona yang mati itu cuma bertangung jawab nikah in perempuan yang di hamili wilson ,kasian sekali si perwira yang baik hati
kriwil
skip 10thn atau 15thn kemudian tour biar ga kelamaan perang nya
kriwil
tunggu beberpa tahun kedepan susan suami mu paati akan di bantail sama keponakan tirinya😀
kriwil
anak pungut dan anak tiri kenpa selalu mempunyai hati busuk selalu iri dan dengki apa memang di takdirkan begitu😀
❄️ sin rui ❄️
si arra arra 🤣
❄️ sin rui ❄️
thor aku baca baru nyampe bab ini, tapi thor apakah di akhir willson bakal jadi musuh wilona? aku sih berharap nya tidak ya thor, gak apa2 wilsoon keras mendidik wilona, asal di akhir mwreka gak jdi musuh
Aize Ze🗝️🥀°_°
kok gk ad thor
lovely
anjay kocak jg🤣neh bocil😭
lovely
kasihan sekali leona🥺🥺ditinggal sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!