NovelToon NovelToon
Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma .R

Hidup bagai dalam dunia gelap bagi Rendra, Putra bungsu pak Arif. Aktif di malam hari dan Tidur di siang hari. Tidak ada aktivitas lain kecuali bermain main bersama geng Motor. Itulah kehidupan yang ia jalani karena masa lalu yang membuatnya rapuh. Tak ada manusia yang ia dengarkan bahkan ayahnya sendiri. Hingga suatu saat ia bertemu pembantu yang mampu meluluhkan hatinya. Pembantu bercadar bernama Mardiyah menjadi Pembantu Favoritnya di rumah itu.
Simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Ruangan aneh

"Makasih tuan," ucap Diyah sembari menundukkan pandangannya di hadapan Rendra. Ia tak menyangka jika Rendra akan membelanya di hadapan Sari.

"Sama-sama," ucap Rendra, tersenyum menatap diyah.

Tiba-tiba seorang perempuan datang menerobos masuk gerbang rumah. Ia memaksa masuk pada Satpam dengan alasan bahwa ia telah memiliki janji dengan Rendra.

Perempuan itu adalah Wenny, teman wanita Rendra yang sering ikut nongkrong bersama geng Rendra. Wenny yang lolos masuk gerbang langsung melihat Rendra yang berdiri di dekat jemuran dengan seorang gadis bercadar.

"Rendra...gimana kondisi kamu, udah bisa jalan ya, aku tuh khawatir sama kamu tau," ucap Gadis itu sembari memperhatikan Rendra dari ujung kaki hingga ujung rambut.

Rendra kaget dibuatnya. Mengapa Wenny tiba-tiba masuk ke kawasan rumahnya. "Aku baik-baik aja Wenny, kamu ngapain datang ke sini?" tanya Rendra.

"Masih nanya lagi, aku khawatir sama kamu, maaf karena aku datang nya diam diam, habisnya kalau aku kasih tau pasti kamu nggak akan bolehin kan," ujar Wenny dengan nada yang amat lembut.

Sementara itu diyah hanya diam memperhatikan keduanya.

Wenny meraih tangan Rendra, "Tolong jangan marah ya Ren, aku begini karena aku peduli sama kamu," ucap Wenny menatap mata Rendra.

Rendra langsung melepas tangan Wenny itu. Ia memang risih jika Wenny dekat dekat dengannya. "Iya..iya..aku nggak marah, tapi sekarang mendingan kamu pulang ya," suruh Rendra.

"Kenapa?"

"Nanti papa lihat kamu, emang kamu mau di usir sama papa?"

"Ya jangan di usir dong Ren"

"Makanya kamu pulang sana.." suruh Rendra. "Iya..iya.." Wenny dengan wajah masam langsung bergegas pulang. Ia begitu kesal karena di suruh pulang padahal ia baru saja sampai.

Diyah pun bergegas berjalan ke dalam rumah, ia teringat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Mau kemana?" tanya Rendra menghentikan langkahnya.

"Mau ke dalam tuan, mau lanjut kerja," kata Diyah saat ia membalikkan badannya menghadap Rendra.

"Nggak usah kerja, ayo ikut saya," ajak Rendra sembari berjalan ke arah kamarnya yaitu di lantai paling atas.

Diyah hanya menurut saja, ia mengikuti langkah Rendra dari belakang.

Sampailah di kamar itu, seperti biasanya mardiyah membuka pintu lebar-lebar saat ia masuk.

"Tuan mau istirahat?" tanya Diyah

"Bukan, semalam saya meminta kamu menjadi teman saya, apa kamu bersedia?"

"Hah?" Diyah kaget

"Saya tanya, apa kamu mau menjadi teman saya,"

Diyah berpikir sejenak, tidak ada salahnya jika hanya menjadi teman, mungkin itu hanya untuk menghilangkan rasa kesepian tuan muda. Lagi pula diyah takut jika menolak maka tuan muda akan marah.

"Iya saya bersedia menjadi teman di saat tuan butuh teman cerita,"

"Baik..kalau gitu saya akan tunjukkan kamu sebuah ruang rahasia," ucap Rendra seolah membuat diyah penasaran.

"Ruang rahasia apa tuan?"

"Ayo ikuti saya," suruh Rendra sembari berjalan ke arah lemari besar di kamarnya. Rendra membuka lemari itu. Ia menggeser Baju baju yang menggantung di sana. Diyah terkejut melihat sebuah pintu rahasia ada di dalam lemari.

Rendra membuka pintu yang ada di dalam lemari tersebut, lalu perlahan memasukinya. Diyah masih mengikuti langkah kaki Rendra.

"Wow.." diyah terkesima dengan pemandangan di ruang rahasia itu. Ia melihat beberapa peralatan olahraga milik Rendra. Dan banyaknya foto foto yang menempel di setiap sudut ruangan. Itu adalah foto Rendra bersama ibu kandungnya dan seluruh keluarganya yang dulu masih utuh.

Diyah menatap sebuah foto gadis cantik di bingkai yang tergantung. "Ini siapa tuan?" tanya Diyah

"Itu Adik saya, namanya Elia, sekarang dia di Singapore dan tidak ingin kembali ke Indonesia ini," jelas Rendra menatap foto itu.

"Kenapa dia tidak mau kembali?"

"Dia tidak mau kembali sejak papa menikah satu tahun yang lalu, kami berpikiran sama, sama sama menentang pernikahan papa, tapi saya tidak ingin pergi dari rumah ini, karena saya tidak akan membiarkan ibu tiri merasa menang," Rendra langsung berterus terang kepada diyah meski diyah hanyalah seorang pembantu.

Diyah lanjut menatapi satu per satu foto yang menggantung di dinding dengan rapi. "Tapi tuan..sampai kapan tuan seperti ini?"

"Maksud kamu..."

Diyah membalikkan badannya, ia menatap tuan muda yang kini berdiri di hadapannya.

"Maaf bukannya saya ingin ikut campur, tapi coba tuan pikir pikir lagi, sebenarnya dengan siapa tuan bersaing hingga tuan berbicara tentang menang dan kalah, saya bisa lihat dengan jelas tuan, kalau nyonya Sinta itu bukan musuh tuan, dia tidak pernah berencana menyingkirkan tuan, dia sudah menjadi ibu tiri tuan, apa tuan tidak ingin mencoba menerimanya menjadi ibu tiri?" tutur Diyah mencoba meluluhkan kerasnya hati Rendra.

"Itu karena kamu nggak tau apa apa diyah, ada rahasia besar yang membuat aku sangat membenci perempuan itu, tapi aku tidak bisa menceritakan pada siapa-siapa,"

"Tapi kenapa tuan Satria kelihatannya akrab dengan nyonya Sinta, tuan Satria saja menerima kehadiran ibu tiri, kenapa tuan menolak?"

"Itu karena dia nggak tau apa apa diyah, udahlah jangan bahas dia lagi, mendingan sekarang kamu ikuti aku, aku akan tunjukkan suatu hal yang pasti kamu suka," ujar Rendra.

Ia melangkahkan kaki dengan tongkatnya, menuntun diyah menuju ke ujung ruangan.

Rendra membuka sebuah tirai yang menutupi dinding. Tampaklah pemandangan pelangi yang begitu indah. Meski hanya sebuah lukisan, namun itu tampak nyata.

"Maasyaa Allah..jadi tuan pandai melukis?" tanya Diyah yang amat kagum melihat lukisan di dinding itu.

"Bukan...itu lukisan mama ku," jawab Rendra sembari tersenyum menatap lukisan di dinding itu. Ia sangat menjaga lukisan tersebut karena merupakan karya almarhumah ibunya.

"Cantik lukisannya," ucap Diyah yang masih takjub menatapi di Dinding.

"Memang sangat cantik.." balas Rendra, namun matanya bukan tertuju ke dinding lagi tapi ke arah diyah di sampingnya. Bukannya memuji lukisan di dinding, ternyata Rendra memuji indahnya mata diyah yang menurutnya sangat cantik wajahnya meski tertutup cadar.

"Mama kandung tuan muda sangat cantik ya, dari foto saja saya bisa lihat kalau beliau cantik dan baik, apalagi aslinya, pasti lebih cantik lagi," ujar Diyah seraya membayangkan betapa cantiknya almarhumah ibu Rendra.

"Ya cantik, dan baik seperti kamu, mungkin kalau almarhumah mama masih hidup, dia akan senang melihat perempuan seperti kamu," lanjut Rendra.

"Tuan bisa aja, saya mah cuma pembantu tuan," balas Diyah sembari tersenyum merendahkan hatinya.

"Mama ku juga pernah jadi pembantu kok, kamu jangan berkecil hati seperti itu, kamu itu sangat istimewa," lanjut Rendra menatap Diyah.

Diyah semakin tidak nyaman ketika dirinya di puji. "Makasih tuan, tapi saya permisi dulu ya, takutnya nanti di cariin sama yang lain," ucap Diyah dan bergegas keluar dari ruangan rahasia itu.

1
Rose Reea
Rendra Sweet banget sumpah 😍
Rose Reea
😍😍😍😍😍😍
Rose Reea
🥰🥰🥰🥰🥰
Rose Reea
boleh boleh 🤣🤣🤣
Rose Reea
aaaaaaah melting
Rose Reea
sa ae lu thor terkenal di buku sekolah anak SD 🤣
Rose Reea
ga bisa ga bisa.
it is so cute 😭
Rose Reea
🤭🤭🤭🤭🤭
Rose Reea
Nah iya jua
Rose Reea
ciee ciee
Rose Reea
😭😭😭😭😭
Rose Reea
🤣🤣🤣🤣🤣
Rose Reea
tok semangat Ren
ta bantu doa
Rose Reea
sedih bacanya
Rose Reea
meleleh....
Rose Reea
uhuk 🤭
Rose Reea
hayoloh napa
Rose Reea
lagi lagi anda terlalu PD
tapi saya suka gayamu Rend 💪
Rose Reea
idiih ngarep Rendra 😅😅😅
Rose Reea
lucu juga nih diyah lama lama 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!