Semua bermula dari keisengan dan kenakalan remaja SMA, sosok Pandu lelaki badboy terpaksa menikahi teman wanita yang sering ia bully.
Pernikahan yang tidak dilandasi rasa cinta melainkan karena sebuah tanggung jawab karena Pandu telah membuat gadis tersebut buta untuk selamanya.
Akankah kedua musuh ini akan menemukan cinta setelah menikah? Dapatkah Pandu mencintai gadis yang telah di buat buta olehnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikmat Surgawi
"Dewi Kunti...berdoa ya semoga sekali masuk, ada benih di rahim mu," ucap Pandu yang blak-blakan.
"Haha cara bicara kamu bikin geli tahu gak?Ya...Amiin," jawab Dewi
Dia terlihat gugup, Pandu pun mulai mengemudi dirinya, menghilangkan kegugupan di dirinya dan menciptakan relaksasi sejenak,
"Jangan tegang dong, senyum,"
"Senyum terus ntar disangka gilak," ucap Dewi
"Loh bukannya kamu tergila-gila ma aku ya haha," sahut Pandu seraya mengecupi dan mulai membuka kain demi kain yang melekat di tubuh Dewi.
"Aku mulai ya... Katanya sih perih... tapi kelihatannya lebih perih karena punyaku besar hehe," sahut Pandu yang sangkleknya luar binasa
Dewi oun terkekeh geli karena Pandu yang polos apa danya. Siang romantis itu sesekali dipenuhi canda dan tawa. Sebelum akhirnya bermadu kasih.
Benar kata orang-orang, Dewi mulai merintih kesakitan saat milik Pandu mulai merobeknya perlahan. Namun perlahan ia bisa menyesuaikan diri karena tak lama setelahnya dia merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Gila enak banget, tau gini gue nikah dari dulu kek... arghh Kuntiiii lu bikin gue gilak. Nikmat duniawi nih bagaikan surgawi, batin Pandu
Secercah bias cahaya sedikit masuk ke dalam retina mata Dewi, namun hanya sekilas bagaikan kilat blitz pada kamera. setelah
Itu terjadi saat Pandu mengarungi samudera dan masuk ke dalam lubang Segitiga bermuda atau biasa disebut dengan Devil's Triangle.
Saat hentakan demi hentakan sebelum mencapai puncak asmara Dewi melihat Pandu yang sedang berada di atasnya.
Beberapa menit kemudian Pandu yang telah kehabisan tenaga, menyudahi perhelatannya di atas ranjang. Ia menyelimuti Dewi lalu merebahkan tubuhnya yang berpeluh disamping Dewi.
"Kunti...," panggil Pandu
"Ya," Dewi
Pandu mendekati Dewi dan mengecup pucuk kepalanya seraya berkata, "Aku cinta kamu," ucap Pandu bersemu kemerahan
Dewi tersenyum, dan membalas ucapan Pandu. "Aku juga cinta kamu,"
Ia menundukkan wajahnya malu.
"Semoga pernikahan kita bisa langgeng ya, sampai kakek nenek, sampai maut yang misahin,"
"Amiin, aku akan berusaha jadi istri yang terbaik buat kamu, dengan segala keterbatasan aku,"
"Aku juga akan berusaha jadi kepala rumah tangga yang baik. Mungkin saat ini aku belum kerja tapi aku mau cari kerjaan freelance setidaknya kita tidak menjadi beban orang tua kamu. Sabar ya Kuntiii. Kalau soal kesetiaan aku harap kamu bisa percaya sepenuhnya. Kalaupun aku dekat sama teman cewek, itu hanya sekedar teman gak lebih. Tapi aku juga akan batasin pertemanan aku sama mereka, buat jaga perasaan kamu," ujar Pandu
Baru kali ini dia berbicara seserius itu. Biasanya 90% dia selalu penuh canda.
"Iya aku siap nunggu, semoga selalu ada rejeki buat kita. Terimakasih ya Pandu... kamu masih mau nerima aku dan kekurangan aku,"
"Karena aku udah sayang sama kamu dari dulu, dan rasanya gak adil banget kalau aku ninggalin cuma karena fisik kamu setelah semua yang terjadi. Padahal itu terjadi juga karena keisengan Aku," ucap Pandu
"Kamu keringeten banget, mau mandi gak? Mau ku mandiin?" tanya Pandu mulai nyeleneh
"Hehe aku mandi sendiri ajalah," ucap Dewi
"Itu kamu pasti sakit, jadi ku bantuin mandinya. Boleh ya," pinta Pandu dengan nada manja
"Haha kok manja banget sih...gak ah aku mandi sendiri..Ndu bisa ambilin baju aku ga,"
"Ngapain ambilin baju, aku udah liat semua. Lagian juga ga ada orang lain di kamar, ehehe," ucap Pandu yang aslinya ingin lihat lagi tubuh indah Dewi yang selalu membuatnya terpana
Akhirnya dengan perdebatan sedikit panjang, Dewi melangkah ke kamar mandi tanpa mengenakan satu kain penutup, ditemani dengan Pandu yang akhirnya diijinkan untuk masuk dengannya.
Keinginan Pandu akhirnya kesampaian juga ehhee😅
Sesekali Dewi meringis kesakitan saat menyeka bagian sensitifnya dengan sabun, perih dan agak bengkak. Milik Pandu luar biasa besarnya. Sehingga akan perlu beberapa jam untuk menetralkan kembali.
"Perlu ke dokter gak?" tanya Pandu
"Gak usahlah nanti malah diketawain yang ada hehe,"
"Tapi gak lecet parah kan? Ya maklum yank orang baru pertama kan aku ikut khawatir," sahut Pandu. Dewi terkekeh geli, bahkan sedikit terpingkal.
Setelah itu mereka memakai pakaian yang tadi, untungnya belum kotor. Mereka tidak membawa pakaian ganti karena tidak ada rencana sebelumnya jika ingin menginap di tempat lain
"Kita pulang besok pagi ya," ucap Pandu
"Gak pulang sekarang aja, kasian bibik pasti udah masak. Kita belum kabarain juga,"
"Iya juga ya, nanti ku telpon deh suruh kasih makanannya ke tetangga-tetangga,"
Tok Tok Tok
Ucap Seorang wanita di balik pintu
"Eh siapa tuh?" tanya Dewi
"Pelayan mungkin, tadi aku telepon minta anter makan siangnya kesini, soalnya kan kamu itunya sakit pasti jalannya susah," ucap Pandu lagi-lagi berbicara tanpa di rem
"Ihh yank gak usah buka-bukaan dong, buka gih," ucap Dewi
Pandu pun membukakan pintunya.
Dua pelayan ada didepan pintu Pandu dengan membawa semua makanan yang mereka pesan. Pandu menyuruhnya untuk langsung masuk dan menaruhnya di meja dekat televisi.
"Terimakasih Mbak," ucap Pandu setelah mereka selesai menaruh makanan
"Terimakasih ya," sahut Dewi
"Sama-sama Mas..Mbak...," ucap salah satu Pelayan itu
Tapi mereka tidak kunjung pergi
"Ada apa ya mbak?" tanya Pandu
"Itu mas... biayanya," ucap Pelayan bertujuan tinggi
"Loh kan sudah termasuk makan kan ini?" tanya Pandu keheranan
"Ya tipsnya dong mas kan udah dianterin hehe," jawab pelayan yang bertubuh sedikit pendek
Pandu mencibir kan bibirnya ia mengira akan gratis. Lalu dia pun mengeluarkan uang tunai 10 ribu untuk berdua.
Setelah menerima tipsnya pelayan pun pergi.
"Aku kira gratis,"
"Haha makannya jangan sok sokan minta di anter, uang kamu ntar abis loh," ucap Dewi
"Ya ini aja udah abis duit pegangan," ucap Pandu
"Trus nyesel dong datang kesini hhaaha," Dewi tertawa
"Gak dong, gak nyesel lah. Walopun duit abis yang penting bisa bahagia sama kamu yayangku... ehhehe," Pandu lantas menghampiri Dewi yang duduk di tepi ranjang dan mencium seluruh wajahnya.
Dewi sedikit menggeliat dan tertawa kegelian karena pasalnya bukan wajahnya saja yang dicium tetapi telinga dan lehernya bagian yang geli juga ikut tercium
"Udah dong... ayo makan...," ucap Dewi meminta Pandu menghentikan candaanya.
Menu makanan yang Pandu pilih adalah nasi goreng, serta minumnya teh hangat. Menu yang termurah di sana.
"Kamu suka banget ya nasi goreng?" tanya Dewi
"Iya, suka banget, lebih suka lagi buatan kamu. Mantep pokoknya," ucap Pandu
"Kamu sendiri, makanan favorit apa?" tanya Pandu
"Aku suka kentang balado dicampur udang, kalau lauknya itu pasti deh tambah-tambah," jawab Dewi
"Besok aku mau masakin itu buat kamu,"
Setelah itu mereka berbincang apapun, dan saling mengenal satu sama lain. Dewi belum menceritakan tentang penglihatannya yang sekilas bisa melihat Pandu. Ia berharap lama kelamaan, matanya akan sembuh dan normal kembali.
/Facepalm/
/Facepalm/
/Facepalm/
/Facepalm/
terima kasih banyak buat novelnya /Kiss/