NovelToon NovelToon
Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Teen School/College / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: R.angela

Sekuel Hujan dari Langit untuk Bumi + Sold.

#Romcom
#Cerita Ringan

Kisah petualangan seorang gadis mencari 'rumah' yang mampu memberinya kebahagiaan dan bisa menerima kehadirannya.

Kisah remaja dan semua liku percintaan dan juga persahabatan yang diwarnai tangis dan tawa. Hingga sosok Duda tampan masuk dalam kisah Olin.

Hidup Rain, Duda muda nan tampan yang selama ini menutup diri terhadap wanita sejak kematian istrinya, harus porak-poranda ketika bertemu dengan gadis cantik dan selalu ceria di sekolah tempatnya menjadi dokter di UKS sekolah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Olin Cemburu

Bee keluar dari kamar Olin. Gadis itu sudah menceritakan semuanya, walau meminta untuk tidak memaksanya mengatakan siapa pria yang dia sukai saat ini. Gadis itu membuat pilihan untuk tidak mengatakan siapa pria yang dia sukai saat ini.

Bee menghargai dan menerima hal itu. Ada kalanya remaja memiliki rahasia. Bee percaya suatu hari nanti Olin akan cerita.

Hanya satu pesan Bee pada Olin tadi. "Tante gak melarang kamu pacaran dengan siapapun, tapi ingat, sekolah yang paling utama, dan jaga diri."

Sekarang giliran Bee bicara para putranya. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan saat ini karena Sagara belum pulang. Anak itu sudah tidak lagi mematuhi aturan di rumah yang dibuat Bintang selama ini, berulang kali pulang pada malam hari dengan pakaian sekolah yang lusuh dan kotor.

Setiap Bee menanyakan perihal ke mana dirinya pergi, Sagara tidak akan pernah mau menjawab. Dia mengunci rapat mulutnya, melewati ibunya yang membukakan pintu lalu setengah berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Pernah suatu hari, Bintang yang melihat sikap Sagara yang tidak hormat kepada ibunya itu, ingin bicara pada Sagara, tapi Bee yang tahu sifat Bintang yang keras, memohon kepada suaminya untuk membiarkan saja dan berjanji dirinyalah yang akan bicara dengan Sagara, saat anak itu sudah mulai tenang.

"Bagaimana? Apa kata Olin?" tanya Bintang saat istrinya itu masuk ke kamar mereka.

Bee duduk di samping Bintang, meletakkan kepalanya di dada bidang pria itu.

"Persoalan remaja, ternyata Sagara menyukai Olin dan anakmu mengungkapkan perasaannya seminggu yang lalu tapi Olin menolak karena memang tidak menyukai Sagara," jawab Bee, menarik napas panjang, seolah bebannya saat ini sangat berat lalu menghembuskan napasnya dengan pelan.

Sagara adalah anak kesayangan Bee, dia tidak ingin seorangpun menyakiti hati putranya itu. Namun, dia harus bijaksana menyikapi masalah ini, terlebih dia juga menyayangi Olin yang sudah dianggap seperti putrinya sendiri

Dia pernah diposisi Sagara, menyukai seseorang yaitu cinta pertamanya, sejak mulai SMP, berjuang mendapatkan Elang tapi ternyata pria itu hanya memanfaatkannya, mengatakan cinta kepadanya padahal semuanya hanya palsu.

Jadi untuk kali ini bisa setuju dengan sikap Olin yang tegas menolak pernyataan cinta Sagara, tidak menerimanya hanya karena merasa kasihan atau tidak merasa enak hati kepada diri Bee.

Bintang hanya terdiam. Tidak menyangka putranya menyukai Olin yang sudah lama tinggal bersama mereka. Pria itu pikir, Saga akan menganggapnya seperti adik, layaknya Siera dan Siena.

***

Sagara pulang pukul delapan malam, tepat saat semua anggota keluarga sedang makan malam. "Tunggu, begini kah sikapmu pada orang tuamu?" hardik Bintang yang melihat sosok Saga melintas melewati mereka tapi tidak mengatakan apapun juga.

Sagara mungkin akan terus berjalan, jika yang menghardiknya itu adalah ibunya, tapi tidak dengan ayahnya. Dia berdiri, lalu memutar tubuhnya menghadap semua orang yang ada di meja makan itu.

"Selamat malam, Pa, Ma," ucapnya ogah-ogahan.

"Duduk!" perintah Bintang yang lagi-lagi tidak mampu dibantah oleh Sagara. Dia mengambil tempatnya biasa, di depan ibunya yang secara otomatis berhadapan dengan Olin. Sebisa mungkin, bola matanya tidak dibiarkan melirik pada Olin yang saat ini terlihat menunduk.

"Kenapa jadi begini, sih?" batinnya semakin menunduk sedih. Keluarga yang selalu tentram, penuh kegembiraan, kini berubah suram, dan mungkin itu salahnya.

"Makan! Habis itu Papa ingin bicara denganmu!" ucap Bintang tegas.

***

"Hai, aku datang," sapa Olin muncul di ruangan Rain. Pria itu hanya melihat sekilas dengan cuek, seperti biasa kembali ke laptopnya.

Saat ini, Olin gak tenang. Pasalnya, Rain yang tidak biasanya keluar dari gua persembunyiannya, mendadak lewat dari lapangan menuju koperasi sekolah, yang tentu saja harus melintasi lapangan. Saat itu boleh juga ada di sana, mengikuti pelajaran olahraga bersama teman-temannya.

Mendadak para siswi berteriak histeris, baru menyadari sosok tampan yang menjadi dokter sekolah mereka. Siapa yang menyangka kalau di sekolah mereka tersembunyi pria setampan itu.

"Gue mau ke UKS nanti, pura-pura sakit, pokoknya gue harus bisa dapatkan perhatian pak Dokter," celetuk Rere penuh semangat.

"Gue juga! Astagaaaa, baru nyadar kalau ada harta Karun tersembunyi di sekolahan. Kemana aja gue?" Tya.

tidak hanya kedua temannya bahkan para siswa lainnya yang ada di lapangan itu berteriak histeris memanggil Rain agar pria itu mau menoleh ke arah mereka.

"Pak Dokter, ganteng banget, Sarange."

"Pak Dokter, suntik aku dong," sambung yang lain.

Seketika terjadi kegaduhan di lapangan itu. Olin tentu saja tidak bisa meredam semangat teman-teman sekelasnya saat menggoda Rain. Yang pastinya dia tidak akan membiarkan siapapun mendekat kepada Rain, apalagi kalau sampai mencuri perhatian pria itu.

Setelah istirahat kedua, Olin segera datang menemui Rain di kantornya. Dia ingin protes dan menyampaikan larangan kepada pria itu untuk berkeliaran di sekolah selama jam sekolah.

Tidak mendapat tanggapan, seperti biasa Olin akan melakukan apapun yang dia sukai di hadapan pria itu. Gadis itu memilih berdiri tepat di sebelah kiri Rain dan menggoyang-goyangkan roknya untuk meminta perhatian pada pria itu.

"Ada apa lagi?" tanya Rain yang akhirnya memberi perhatian kepada Olin, menyandarkan punggungnya ke kursi agar bisa melihat wajah gadis itu. Seketika dia terpesona, rambut Olin sudah kembali, dan kini menjadi gadis imut yang menggoda.

"Kenapa tadi keluar dari ruangan ini?" tanya Olin dengan bibir cemberut menunjukkan rasa tidak sukanya atas apa yang dilakukan pria itu.

"Memangnya kenapa? Ada larangan? Saya mau ke koperasi, beli minuman. Ada masalah apa?" tanya Rain menantang.

"Aku nggak suka Om berkeliaran di sekolah. Lihat tuh, teman-teman aku pada histeris manggil-manggil Om. Senang ya, digodain? Caper di depan mereka?" tanya Olin semakin kesal karena sikap tenang Rain. Dia ingin pria itu menyadari bahwa dirinya cemburu tanpa harus diberitahu.

"Terus kenapa marah padaku? Kan mereka yang manggil," jawab Rain ingin sekali tertawaan melihat wajah cemberut Olin yang sangat menggemaskan.

"Tapi aku nggak suka, karena Om lewat, mereka jadi nyadar kalau Om itu cakep! Nanti semua pada datang kemari godain Om," teriak Olin putus asa. Rain masih saja tidak mengerti.

"Terus?"

"Kok terus, sih? Kalau sampai Om suka sama salah satu dari mereka, gimana?" tanya Olin yang hampir menangis. Rain masih saja tidak peka akan perasaannya.

"Loh, biarin aja lah kalau mereka suka," jawab Rain menaikkan sebelah alisnya. Sepertinya dia semakin menikmati waktunya saat menggoda Olin.

"Gak bisa! Om itu kan pacar ku!" seru Olin sudah mulai berkaca-kaca.

"Hah? Kata siapa? Gak ada. Kamu itu masih kecil, belajar yang rajin, jangan pacaran dulu. Lagi pula, aku ini jauh lebih tua darimu!" jawab Rain mengulum senyum. Tapi tiba-tiba senyumnya memudar kala melihat riak air mata di bola mata Olin. Mampus dia!

"Waduh, nih bocah mewek, gue harus apa nih?" batin Rain garut kepala.

Beruntung teriakan dari luar terdengar memanggil Rain, hingga dia punya alasan untuk meninggalkan Olin di ruangannya.

"Dokter, tolongin, perut aku sakit," ucap salah satu siswa yang sudah duduk di ranjang UKS.

1
GeL
Mulai bulan depan ya kak
Ratna
kok ngak ada lanjutan cerita Olin thorr,,,
padahal udah lama slalu ngecek tapi gx ada sampai sekarang.
Ratna
kok masih cerita si qwen sih
itukan masalalu gue udah baca di judul Mak bapaknya,,
lanjutin ceritanya Olin dong thor
Widaandriani27@gmail.com Gmail.com
Luar biasa
Monita Sari Part II
kok GK lanjut cerita olin'a ??
lanjut donk cerita olin'a
Ani Wafi
Luar biasa
natali1515
bagus banget ceritannya
Ai Cinun
kak kisah rain apa sampai disini aza
Ainy Bundanya Gilang
mgkin othor nya nulis smpe tamat dlu mgkin cerita nya Bru di up smua nya...😃✌️msh berharap masih ngguin sbnar nya🙏🙏
Fitriani Fitriani
kok gak ada lajutannya thor
Ai Cinun
kak lanjut donk
Fitriani Fitriani
laaaaaaazzzjuuuuuuut
Ai Cinun
kak rain blom up yg terbaru kah???
Neng Ati
bee knp sih kamu egois banget,dr dl waktu sebelum menikah sama bintang jg kamu selalu bikin kesal pembaca,sadarlah rain dan Olin itu saling mencintai knp kamu halang2i,tega banget
Yuni Rahma
d tunggu up nya thor
GeL: Hai kak, terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ainy Bundanya Gilang
othor nya sakit atau gimana sih? kok d tggu GK pernah up😭😭padahal tiap hri check,eh blm jg ada up trbru nya🙏🙏
GeL: Hai kak, maaf karena jadi gak nyaman, silakan baca bab 40-45, sudah otor perbarui isinya
total 1 replies
Yuni Rahma
lanjut thor, penasaran sm ceritanya
Tiwik
thor kok lama nggak up rain dan olin sih
kamu sehat kan thor nggak sedang sakit kan ????
semoga sehat selalu thor ku tunggu up nya
GeL: hai kak, kisah Rain udah aku revisi, silakan baca lanjutannya yang terbaru mulai bab 40-45
total 1 replies
Neng Ati
sabar menunggu,tau2 double up kan bikin seneng hehehe
abhipraya
kok blm up kk rain sma olin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!