Kris selalu di bully disekolahnya karena tak hanya lemah dan anak panti tapi juga memiliki wajah dibawah rata-rata. Suatu hari ia mendapatkan sistem pilihan, dia harus memilih satu dari dua pilihan setiap harinya. Mampukah Kris menjadi orang kuat dan kaya raya seperti impiannya dengan adanya sistem ditubuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Menerima Jasmine dan Mika
''sayanggg'' panggil Desi saat melihat Kris yang hanya diam membeku.
''akan aku pikirkan dulu'' jawab Kris lalu kembali menyantap makanannya.
''apa lagi yang perlu kamu pikirkan Kris, kedua pacarmu saja sudah setuju tapi malah kamu yang terlihat enggan'' tuding Mika, ia mengira Kris akan menjawab iya dengan senang hati sebab laki-laki mana yang tak akan senang saat mendapat lampu hijau untuk memiliki pasangan lebih dari satu.
'elo emang bodoh Kris' batin Alan.
'sudah di sodorkan banyak ikan, kenapa malah ragu' batin Ridho sangat iri dengan Kris. Saat dirinya kesusahan mendapatkan pacar sedangkan Kris malah menolak banyak wanita. Apalagi wanitanya sangat cantik-cantik bahkan sudah mendapat lampu hijau dari kedua kekasihnya.
''aku perlu memikirkan pendapat orang lain dulu'' jawab Kris.
''jangan terlalu memikirkan pendapat orang lain, bukankah kamu yang menjalaninya sendiri'' ucap Jasmine, sekarang ia tak lagi berbicara dengan kata elo dan gue.
''tentu saja aku harus memikirkan pendapat orang lain, apa kalian tak memikirkan pendapat orang lain? mereka pasti mengatai kalian para wanita tak laku karena menjalin hubungan dengan seorang pria yang memiliki banyak pacar, apa kalian tak memikirkan harga diri kalian?'' tanya Kris.
''kami tak memikirkannya sebab kami tak memperdulikannya mau orang berkata apa tentang kami, yang kami pikirkan sekarang adalah apakah kamu bisa menjadi milik kami'' jawab Jasmine dan diangguki Mika.
'kata-kata lo sangat bagus Jasmine' batin Mika memuji kalimat yang diucapkan Jasmine.
''sayang terima saja mereka'' bujuk Luna.
''kalian berdua aneh deh sayang, hampir semua wanita diluar sana tak mau membagi kekasih mereka dengan wanita lain tapi kenapa kalian malah gencar. Apa kalian ingin membuangku?'' tanya Kris sendu.
''tidak, kami tak pernah berniat membuangmu sayang. Kami sangat mencintaimu hingga kami rela berbagi dirimu asalkan dirimu tak tersiksa hingga harus bermain solo di kamar mandi'' geleng Desi lalu mengatakan 5 kalimat terakhir dengan sangat pelan namun masih dapat didengar semua orang.
''astagaaaa'' erang Kris sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena rasa malu yang menghampiri.
''nggak nyangka gue'' lirih Alan.
''aku nggak denger'' lirih Ridho.
''ck'' decak Kris kesal karena rasa malunya semakin bertambah.
''aku menolak mereka dan menolak usulan kalian sebab aku tak akan meniduri kalian lagi sampai kita menikah'' putus Kris hingga membuat Jasmine dan Mika menunduk sedih.
''kenapa tak menduri kami lagi?'' tanya Luna dan Desi yang juga ikutan sedih.
''kalau aku meniduri kalian terus maka kalian bisa hamil sebelum lulus sekolah, aku tak mau masa depan kalian terganggu hanya untuk hamil dan mengurus anak'' jawab Kris.
''kami bisa minum obat kontrasepsi atau kamu pakai pengaman juga bisa'' ucap Desi, ia tak ingin melewatkan kenikmatan dunia itu setelah sekali merasakannya.
''terima mereka atau kami akan marah'' Luna mulai mengancam Kris sebab merasa semua bujukan tak berhasil dan malahan kenikmatan dunia mereka terancam hilang.
Kris terdiam sebab ia benar-benar tak bisa melihat Luna dan Desi marah padanya.
''baiklah aku akan menerima mereka asalkan orang tua mereka juga setuju dengan hubungan ini'' putus Kris dengan enggan.
''kedua orang tuaku sudah setuju kita menjalin hubungan'' jawab Mika senang.
Tatapan Kris dan yang lainnya tertuju pada Jasmine.
'apa yang harus kukatakan? aku belum mendapat restu bahkan belum pernah mengatakannya pada kedua orang tuaku' batin Jasmine entah bertanya pada siapa.
Kris tersenyum senang karena kali ini dia yang menang sebab sudah tau jawabannya dari raut wajah Jasmine.
''aku belum mengatakannya pada kedua orang tuaku tapi aku akan berjuang agar mereka merestui hubungan ini'' ucap Jasmine.
''terserah lo saja'' ucap Kris yang masih berbicara elo dan gue pada Jasmine dan Mika.
''sayang kita masih bisa tidur bareng kan?'' tanya Luna dan diangguki Desi, mereka menatap Kris dengan penuh harap.
''nggak, kita harus menikah dulu'' putus Kris, ia tak mau melakukan hal terlarang itu lagi.
Desi kembali ingin membantah namun Luna sudah memberi kode dengan menggeleng.
Mereka kembali melanjutkan makan dengan hening sebab pikiran semua orang benar-benar bercabang.
Kris memikirkan bagaimana caranya menyingkirkan Jasmine dan Mika dari hubungan rumit mereka, Luna dan Desi tengah memikirkan cara bagaimana bisa kembali tidur bersama Kris, Jasmine memikirkan cara mengatakan hubungan rumitnya dengan Kris pada kedua orang tuanya, Mika memikirkan cara bagaimana menarik hati Kris, Mira masih dilema apakah harus menyerahkan dirinya sekarang pada Alan atau nanti saja, Alan memikirkan cara bagaimana membagi waktunya antara belajar bisnis dengan kak Ridho juga kencan dengan Mira, sedangkan Ridho memikirkan bagaimana caranya memiliki pacar dalam waktu dekat sebab dirinya sangat iri dengan Kris dan Alan.
Ridho merasa tersindir saat dirinya yang sudah berumur 30 tahun kalah dengan para anak muda yang umurnya dibawah 20 tahun, padahal pengalaman hidupnya jauh lebih banyak dari keduanya namun ia malah merasa kalah kalau dalam urusan cinta.
Mereka pun pulang ke vila dan ternyata Jasmine dan Mika memilih ikut setelah merengek habis-habisan pada Kris, Kris yang sudah jengah dengan rengekan keduanya akhirnya setuju.
''Kris ada yang harus kakak bahas denganmu'' ucap Ridho saat mereka semua memasuki vila.
'bagus kak, dengan begini aku memiliki cara untuk menghindari mereka' batin Kris senang.
''ayo kita ke ruang kerja kak, dan kalian jangan ada yang mengganggu kami karena ini urusan pekerjaan'' ucap Kris pada keempat gadis yang terus saja menempel padanya.
''ayo Lan'' Kris segera menarik Alan menuju ruang kerjanya.
''ada apa kak?'' tanya Kris saat mereka sudah duduk disofa.
''sepertinya kamu harus ikut denganku ke perusahaan tambang besok sebab semua orang dipertambangan ingin tau siapa bos baru mereka ditambah ada rapat penting yang harus dihadiri langsung oleh dirimu'' jawab Ridho.
''bisa saja sih kak, tapi apa tak masalah kalau pulang sekolah?'' tanya Kris.
''tak masalah, mereka bisa menunggu'' jawab Ridho.
Setelah urusan yang mereka lakukan selesai, Kris tak keluar dari ruang kerjanya dan memilih berbaring diatas sofa.
''ternyata punya pacar banyak susah juga'' celetuk Ridho.
''susah banget kak, apalagi kalau harus mengatur kencan'' ucap Kris.
''elo masih mending harus mengatur jadwal kencan sedangkan gue harus mengatur jadwal kencan, jadwal belajar dengan kak Ridho juga sekolah'' sahut Alan.
''mau tukeran nggak?'' tawar Kris.
''nggak berani tukeran gue sebab pacar-pacar lo kalau marah sangat menakutkan'' tolak Alan.
''hmph'' dengus Kris kesal.
Hari dengan cepat gelap, mau tak mau Kris harus keluar dari ruang kerjanya sebab harus membersihkan diri sebelum makan malam.
Karena otaknya digunakan untuk berpikir dengan keras sehingga perutnya jadi mudah lapar.
''sayanggggg'' teriak keempat pacar Kris setelah melihat Kris keluar dari ruang kerja, mereka berempat segera menyerbu Kris seperti para semut yang mengerubungi gula.