NovelToon NovelToon
Pernikahan Gadis Tomboy Dan Ketua Mafia

Pernikahan Gadis Tomboy Dan Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Wiwi

Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang ke rumah Nathan

Seinara dan Nathan pun pulang ke rumah pribadi Nathan setelah berpamitan pada keluarga besar. Sepanjang perjalanan Seinara memilih untuk diam, dia bingung bagaimana caranya memulai percakapan dengan sang suami. Mungkin karena kelelahan, Seinara pun tertidur, hingga mereka sampai di tempat tujuan. Nathan membangunkan sang istri yang masih terlelap.

"Sein, hei... bangun yuk. Kita sudah sampai nih" ucap Nathan membangunkan Seinara.

"Hem... Iya Sein bangun ma" jawab Seinara sambil menutup matanya.

Nathan pun tersenyum mendengar jawaban dari Seinara. Nathan kembali membangunkan sang istri yang ternyata kembali terlelap.

"Sein, kita sudah sampai! Ayo turun! Kalau kamu nggak mau turun, maka saya tinggal kamu di mobil!" Tegas Nathan kembali membangunkan sang istri.

"Iya... Iya... Ini aku bangun!" Jawab Seinara yang langsung membuka matanya.

BRAKKK...

Nathan membanting pintu mobilnya setelah turun. Hal itu membuat Seinara terbangun sepenuhnya. Seinara sangat kesal melihat tingkah sang suami, dia merasa kalau Nathan sengaja melakukan itu.

"Astaghfirullah...! Bisa nggak sih pelan-pelan saja. Dasar cowok nyebelin!" Gerutu Seinara kesal sambil turun dari mobil.

Seinara berjalan sambil menghentakkan kakinya menyusul sang suami. Seinara sangat kesal dengan sikap Nathan yang sangat menyebalkan. Sampai di dalam rumah Seinara mengedarkan pandangannya melihat seluruh ruangan rumah.

"Wah... Rumahnya jauh lebih besar dari rumah papa sama mama. Rumah ini terlihat sangat elegan dan berkelas, nggak nyangka selera cowok ini bagus juga" lirih Seinara mengagumi rumah Nathan.

"Mulai sekarang kita akan tinggal di rumah ini. Disini ada banyak kamar, jadi kamu bisa pilih kamar mana yang akan kamu tempati" ucap Nathan pada Senja.

"Oke, terimakasih. Tapi... Apa kamu punya baju buat ganti? Saya mau pinjem, soalnya saya nggak bawa baju ganti" jawab dan tanya Seinara dengan hati-hati.

"Kamu tunggu disini, saya ambil dulu" jawab Nathan yang kemudian berlalu meninggalkan Seinara yang masih berdiri.

Tak lama kemudian Nathan kembali sambil membawa baju sama celana miliknya yang sudah kekecilan. Lalu memberikannya pada Seinara.

"Saya nggak punya baju cewek, jadi kamu bisa pakai baju ini untuk sementara. Besok kamu bisa keluar rumah untuk beli baju ganti" ucap Nathan sambil memberikan baju miliknya.

"Terimakasih, besok saya pulang saja untuk ambil beberapa baju untuk ganti" jawab Seinara sambil mengulas senyum.

"Ya udah sana masuk kamar, saya juga mau istirahat. Kamar saya ada di atas, jadi kamu bisa cari saya di kamar jika perlu sesuatu. Atau kamu bisa panggil asisten rumah tangga di rumah ini mereka ada di belakang" ucap Nathan.

"Iya, sekali lagi terimakasih. Saya pilih kamar yang di bawah saja, biar cepet" jawab Seinara.

Nathan menjawab dengan anggukan kepala, lalu mereka berjalan menuju ke kamar masing-masing. Seinara segera menuju ke kamar mandi setelah mengunci pintu kamarnya. Dia ingin segera membersihkan diri, selesai mandi Seinara memakai baju yang tadi di berikan oleh Nathan. Ternyata baju itu cukup nyaman di pakai walaupun sedikit kegedean.

"Lumayan juga baju sama celana ini, di pakai nggak kebesaran amat. Meski agak gombrong, tapi masih nyaman. Hah... Akhirnya aku bisa rebahan juga... Mending sekarang aku tidur aja, karena besok aku harus berangkat kuliah" lirih Seinara sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Tak butuh waktu lama, Seinara pun terlelap. Sedangkan Nathan seperti biasa, dia keluar dari rumahnya untuk pekerjaan.

Esok harinya Seinara sudah mandi, tapi dia masih memakai baju yang semalam. Karena dia tidak punya baju ganti lagi, rencananya sebelum berangkat ke kampus dia akan pulang ke rumah orang tuanya terlebih dahulu. Seinara keluar kamar sambil celingukan mencari sang suami. Dia tidak tau kalau yang sedang di carinya sedang berdiri di belakangnya.

"Kamu nyari siapa?" Tanya Nathan sambil berkacak pinggang.

"Ehm... Nggak nyari siapa-siapa kok" jawab Seinara terkejut dan kikuk.

"Yuk sarapan, udah siang nih. Saya harus berangkat ke kantor" ucap Nathan sambil berlalu meninggalkan Seinara.

Seinara pun mengikuti langkah sang suami menuju ke ruang makan. Mereka sarapan bersama, selesai sarapan Nathan mengeluarkan kartu ATM miliknya dan menyerahkan pada Seinara.

"Ini buat kamu, kamu bisa gunakan kartu ini untuk membeli apapun yang kamu butuhkan. Sesuai perkataan saya kemarin, meski kita sudah menikah, tapi kita tetap hidup sendiri-sendiri. Saya nggak akan melarang apapun yang kamu lakukan, begitu juga sama kamu. Kamu nggak bisa melarang saya untuk melakukan apapun yang saya inginkan! Gimana apa kamu setuju?!" Ucap Nathan tegas.

"Iya saya paham kok, nggak usah kamu jelasin lagi saya sudah ingat semua perkataan kamu. Jadi kita sepakat untuk menjalani hidup masing-masing" jawab Seinara sambil mengulurkan tangannya.

"Iya sepakat! Kalau begitu saya pergi ke kantor dulu, kamu terserah mau kemana yang penting jangan bawa nama saya jika terjadi sesuatu" jawab Nathan juga yang kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Seinara.

"Eh... Tunggu...! Aku mau izin pulang ke rumah orang tua saya, apa boleh?" Tanya Seinara setelah menghentikan langkah Nathan.

"Iya boleh, kamu bisa bawa mobil saya, semua kunci mobil dan motor ada di laci itu" jawab Nathan sambil menunjuk sebuah lemari yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Oke terimakasih, tapi saya pakai taxi aja. Soalnya saya sekalian ingin mengambil motor dan beberapa barang pribadi" jawab Seinara menolak.

"Baiklah... Terserah kamu, yang penting saya sudah memberikan nafkah untuk kamu" jawab Nathan sambil berlalu meninggalkan Seinara.

"Huh... Dasar es batu, nggak bisa apa sedikit lebih sopan sama istri sendiri?" Lirih Seinara kesal pada sang suami.

Kemudian Seinara pun pergi meninggalkan rumah tersebut. Tujuan dia kali ini adalah rumah kedua orang tuanya. Tanpa dia sadari ternyata ada seseorang yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan cemburu.

"Enak banget kamu mendapatkan pak Nathan dengan mudah, aku yang dari dulu mengaguminya, malah nggak punya kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan beliau. Saya nggak akan biarin kamu bisa mendapatkan hati pak Nathan. Karena pak Nathan hanya milik saya, saya akan melakukan apapun untuk bisa menyingkirkan kamu dari posisi ini" lirih perempuan itu sambil terus menatap kepergian Seinara dengan penuh permusuhan.

Perempuan itu adalah salah satu pembantu di rumah Nathan. Dia memang sudah mengagumi Nathan sejak baru pertama kali masuk kerja di rumah itu. Dia sering kali mencari cara agar mendapatkan perhatian dari Nathan. Hanya saja Nathan tak pernah perduli dengan keberadaannya.

Seinara telah sampai di rumah orang tuanya, seperti biasa Seinara langsung masuk ke dalam rumah itu dan bertemu dengan sang mama.

"Assalamu'alaikum...!" Seru Seinara sambil berjalan memasuki rumahnya.

"Wa'alaikum salam...!" Jawab Adelia sambil berjalan menghampiri anaknya.

"Loh kamu kok pulang nak, pulang sama siapa kamu?" Tanya Adelia segera sambil celingukan mencari keberadaan menantunya.

"Sein pulang sendiri ma, suami Sein sudah berangkat kerja. Jadi Sein kesini sendiri, lagian Sein kesini untuk mengambil baju ganti sama motor" jawab Seinara jujur.

"Kan tinggal beli nak, ngapain juga kamu repot pulang?" Ucap Adelia sambil menggelengkan kepalanya.

"Ngapain beli ma? Buang-buang uang aja! Kan baju Sein sudah banyak, lagi yang paling penting itu motornya"

"Bukan begitu nak, rumah kamu itu jauh dari sini. Jadi mama khawatir kamu kecapean"

"Nggak kok ma, Sein nggak capek. Orang Sein sekalian berangkat kuliah kok"

"Kamu itu"

Adelia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak. Lalu Seinara pun berlalu menuju ke kamarnya untuk mengambil barang-barang pribadinya. Tak lama kemudian Seinara kembali sambil membawa koper yang berisi barang pribadinya. Saat turun dari tangga, bersamaan dengan Abraham yang baru keluar dari kamarnya. Hari ini Abraham tidak berangkat ke kantor, dia ingin bersantai sebelum kembali ke luar negeri.

"Hei dek...! Kamu kok pulang?" Seru Abraham bertanya pada adiknya.

"Dih, kenapa pertanyaannya semua sama sih? Memangnya aku udah nggak boleh pulang ya?" Tanya Seinara kesal.

Seinara memilih untuk segera berjalan keluar karena terlalu kesal pada keluarganya. Namun langkahnya segera dihentikan oleh Abraham

"Eits.... Tunggu dulu dong dek, jangan marah gitu dong. Kakak kan cuma bercanda" ucap Abraham menghentikan langkah Seinara.

"Huft... Udah siang kak, Sein harus berangkat ke kampus" jawab Seinara sambil menghela nafasnya.

"Kalau gitu biar kakak yang anterin kamu ke kampus" ucap Abraham dengan penuh semangat.

"Nggak usah kak, Sein berangkat naik motor kok" jawab Seinara menolak.

"Lah terus koper kamu gimana?" Tanya Abraham.

"Biar di anterin sama kakak kamu aja nak, lagian kamu bawa banyak bawang begini, memang nggak susah?" Ucap Adelia.

"Nggak kok ma, soalnya koper ini Sein titipin supir taxi. Biar dia yang anterin sampai ke rumah" jawab Seinara menolak.

"Baiklah... Kalau kamu memang nggak mau dianter, tapi nanti sore kamu bisa kan jalan sama kakak? Ada sesuatu yang ingin kakak bicarakan sama kamu" ucap Abraham mengalah.

"Siap kak, nanti sore kita ketemu di cafe biasa aja ya" jawab Seinara.

"Oke, kakak tunggu! Sampai ketemu nanti sore dek!"

Seinara pun mengangguk, lalu dia berjalan keluar dari rumah itu sambil menarik koper miliknya.

1
Ikhsan Fatkhurozi
bener tuh si Arjuna pibdahin aja
Ikhsan Fatkhurozi
lanjut
Intan Hidayat
uiiih... Seinara dan Nathan mulai pdkt
Ikhsan Fatkhurozi
semakin manarik
Hidayatul Wahid
lanjut dong nggak pake lama
Intan Hidayat
lanjut
Ikhsan Fatkhurozi
persahabatan yang menarik
Ikhsan Fatkhurozi
cukup menarik, semoga semakin menarik kelanjutannya
Hidayatul Wahid
👍
Hidayatul Wahid
seinara mantap
Intan Wiwi
siap
Intan Hidayat
lanjut
Intan Hidayat
yuk sein jangan lemah
Intan Hidayat
oke juga Seinara
Intan Hidayat
lanjut
Intan Wiwi
terimakasih udah mampir
Intan Hidayat
sepertinya masa lalu Seinara menarik
Intan Hidayat
Nita nyebelin
Intan Hidayat
sepertinya Arjuna suka sama Seinara nih
Intan Hidayat
Nathan mulai tanggung jawab juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!