NovelToon NovelToon
Obsessi Tuan Billionaire

Obsessi Tuan Billionaire

Status: tamat
Genre:Berondong / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

AWAS, BUCIN!!

Kisah Laluna Kasih yang rela menjadi istri Casanova demi menguak misteri hilangnya Lira Winara sang Kakak.

Entah naas atau beruntung, sebab kedatangannya ke Jakarta justru membuat dirinya harus bertemu dengan Presdir Tengil nan muda yang memiliki obsesi untuk memilikinya.

Kenapa naas? Masalahnya adalah, Luna sudah bergelar sebagai istri ke dua Mike Lorenzo.

Dijadikan Obsessi Tuan Billionaire yang bukan suaminya, lalu bagaimana dengan suami sahnya yang juga menyimpan rahasia di balik kehangatannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerinduan

Seperti yang sudah-sudah, Kaesang mengikuti perawatan dengan dokter-dokter dari berbagai negara yang disediakan oleh rumah sakit ternama.

Dalam beberapa bulan ini, Kaesang masih aktif mengikuti arahan dokter pilihan ayahnya.

Rayden dan Alula bahagia, Kaesang sudah bisa menggunakan indera perasanya layaknya manusia normal pada umumnya.

Valerie memeluk lengan Kaesang. "Selamat Kaes, kamu sudah sembuh," ucapnya.

"Nggak sia-sia pengobatan mu selama ini, kamu bisa merasa manis asam asin setelah penantian panjang mu," timpal Alula.

Kepada Bastian Rayden menatap. "Berikan reward yang banyak untuk rumah sakit ini," titahnya. Ia kemudian meraih kepala putranya untuk diberikan kecupan. "Syukurlah kamu sembuh, Kaes."

Sama seperti perangainya sebelum mengenal Laluna kasih, Kaesang hanya terdiam dingin,

Tak mungkin ia akan bicara tentang treatment Luna sementara sepatah pun kata-kata yang menuju Luna, tak dipercaya ibu dan ayahnya.

"Sementara biar Tuan muda menginap untuk diberikan perawatan lanjutan," kata dokter.

Semua orang terkecuali Kaesang mengangguk setuju, dan secara bergantian keluarga Mas Rafael menemani Kaesang di kamar presidential.

Di atas ranjang dan piyama pasiennya, Kaesang masih terjaga sampai pukul 10 malam.

Lelah dengan kegiatan-kegiatannya, Valerie, Amas, Derry, dan Virza pun terlelap dalam tidur.

Bosan dengan suasana rumah sakit yang begitu begitu saja, Kaesang turun dari ranjang miliknya.

Sejatinya dia tidak merasa sakit atau sekedar perlu dirawat. Tapi ya sudahlah, Kaesang bukan anak yang berani menentang ibunya.

Menenteng botol infus, Kaesang melangkah keluar dari ruangannya, ia perlu udara segar demi merefresh otaknya.

Kaki gontai tak bersemangat ia arahkan ke sembarang saja. Dari lorong satu ke lorong lainnya ia telusuri meski begitu sepi.

"Terima kasih dokter," suara lembut yang terdengar dari arah kiri membuat Kaesang menoleh seketika.

Beberapa petugas medis berpakaian putih, berdiri berkumpul di sudut lorong. Kaesang mengamati seksama sumber suara yang barusan ia dengar.

"Luna." Tidak salah lagi, wanita berpakaian serba putih itu Laluna kekasihnya.

Setelah menunjukkan wajah cantiknya, Luna tersenyum pada rekan lainnya, lantas berpencar ke masing-masing arah tujuan.

Tak perlu waktu lama untuk Kaesang mengejarnya. Gundukan rindu yang menggelayut menitahkan rencana itu.

"Ikut aku." Merasa ada kesempatan, Kaesang meraih lengan Luna untuk diseret ke sebuah ruangan sepi.

"Siapa kau hah?" sedikit rontaan Luna yang terkejut sebelum akhirnya mereka berhasil masuk ke salah satu ruangan sunyi.

Brugh...

"Aw!" Kaesang melenguh keras, infus ditangannya lumayan merepotkan. Baru saja Luna memukulnya. "Sakit Yank."

"Kaes," terlihat bundar mata Luna yang tersentak.

Kaesang tersenyum lebar melihatnya, lihatlah pakaian yang Luna kenakan, Luna lebih mirip suster di tokoh anime yang gemoy.

"Apa kabar?"

"Kamu di sini?" Luna bertanya balik, ia pikir takkan pernah ada lagi kesempatan mereka berjumpa.

"Hmm."

Luna mengalihkan perhatian pada infus milik Kaesang. "Kamu sakit?" cecarnya.

"Tidak."

"Lalu apa ini?" Luna meraba bagian lengan kekasihnya. Wajah cantik itu terlihat begitu cemas, dan Kaesang menyukainya.

"Copot saja, aku tidak perlu infus, dokter itu ngada-ngada, aku tidak sakit tapi dia kasih aku perawatan aneh!"

Luna tergelak mendengarnya, ekspresi Kaesang menggemaskan. "Jadi kamu aset mereka?" godanya.

"Jangan tertawa, copot saja!" ketus Kaesang.

Sejurus kemudian Luna menghempas benda merepotkan itu dari lengan kekasihnya, beruntung ia selalu sedia plester di saku seragamnya.

"Aku merindukan mu Luna," peluk Kaesang. Baru berapa bulan tak bersua sudah seperti dua puluh tahun lamanya.

Luna nyaman dalam dekapan hangat pemuda itu, tapi, ... "Kaes," sedikit Luna menggeliat dan Kaesang menggeleng.

"Jangan menolak, please, satu menit saja biar aku memeluk mu," pintanya.

"Kamu sadar tidak?"

"Apa?"

"Ini kamar mayat."

Degup....

"Kamar mayat?" Kaesang memastikan, dan Luna mengangguk mengiyakan.

Perlahan namun ragu-ragu, Kaesang melirik kepada ranjang ranjang yang dihuni oleh bujuran mayat berpenutup kain putih.

Tanpa basa-basi lagi, Kaesang melepas pelukannya kemudian menarik lengan Luna untuk berlari keluar dari ruangan.

Berlari tunggang langgang keduanya tergelak cekikikan, ini pengalaman pertama mereka masuk ke dalam ruangan yang menakutkan.

"Taksi!"

Tiba di area parkir Kaesang masuki sebuah mobil, Luna menurut ikut meski belum tahu ke mana Kaesang akan membawanya pergi.

"Jalan Pak!"

"Kita mau ke mana?" Setelah duduk dengan tenang Luna bertanya. Napas tak beraturan masih mengacaukan suaranya.

Kaesang tersengal-sengal. "Ke tempat di mana kita hanya berdua saja, tidak ada mayat yang iri dengan kerinduan kita," gelaknya.

"Kau takut mayat?" Luna terkikik geli.

"Aku cuma takut kau menangis ketakutan di dalam sana, itu saja!" sanggah Kaesang.

Keduanya tertawa bersamaan, dan seolah menular sang sopir juga ikut tersenyum melihat tingkah mereka yang menyenangkan.

Pandangan sopir beralih fokus pada jalanan tatkala muda mudi itu saling menautkan bibir kerinduan mereka.

Dunia seakan milik Kaesang dan Luna, Pak sopir yang hanya mengontrak punya hak apa?

Perjalanan malam itu diisi dengan pelukan hangat kerinduan. Tepatnya di tepi pantai yang sepi, Kaesang meminta diturunkan.

Merasa tak membawa sepeserpun uang, Kaesang melepas jam tangan luxury miliknya untuk membayar.

Sayangnya sang sopir menolak dengan tegas benda mahal tersebut, Luna lah yang pada akhirnya membayar sewa taksinya.

"Ya Tuhan, aku berhutang padamu, tapi aku janji setelah ini aku ganti dengan mahar yang sangat banyak, kau mau apa? menara Eiffel? Taj mahal? Atau Patung Liberty, sebut saja, aku belikan untuk mu."

Luna hanya tersenyum tipis mendengar ucapan kesombongan Kaesang.

Setelah turun dari mobil, Kaesang menggandeng Luna, membawanya ke cottage miliknya yang berada tepat di tepi pantai.

Bangunan estetika yang masih 50 persen jadi, meski demikian sudah ada beberapa tempat persinggahan nyaman juga listrik di sana.

Ilustrasi.

"Resort ini punya mu Kaes?" tanya Luna.

Kaesang mengangguk senyum. "Cottage cottage di sini belum jadi, beberapa bulan terakhir R-build membangun ini, mungkin baru akan selesai sekitar lima bulan lagi," jelasnya.

Secara kagum, Luna mengedar tatapannya ke segala arah, di mana mata cantiknya telah dimanjakan oleh pemandangan alam yang indah.

"Kamu suka?"

Luna mengangguk. "Sangat suka, tapi suara deburan ombaknya lumayan bising, aku lebih suka ketenangan," katanya.

Yah, sejatinya Kaesang pun sama, ia lebih menyukai ketenangan, tapi hanya tempat ini yang bisa mereka datangi, mengingat belum ada CCTV yang dipasang di sini.

Perlahan langkah Kaesang mendekat, Luna menyengir canggung oleh tatapan mata hijau pemuda itu. Dua insan dibuai asmara.

"Kaes please." Wanita itu menggeleng dan mencegah gerakan tangan Kaes. "Ini tidak benar, kita bukan suami istri," peringatnya.

Tatapan Kaesang meredup. "Maaf."

Setelah membetulkan dan membersihkan masing-masing pakaiannya, keduanya duduk bersisian di atas tanah pasir yang tergelar luas.

Kali ini Kaesang hanya berani menggenggam tangan mulus gadis itu. "Maaf juga, kemarin aku membuat mu rendah di mata Mami Papi."

"Tidak perlu khawatir," kata Luna. Apa pun yang terjadi kemarin Luna cukup sadar diri, ia memang pantas dicap pelakor binal.

"Luna."

"Hmm?"

Kaesang meraih kedua lengan Luna, lantas membuat posisi mereka saling berhadap- hadapan. "Gimana kalo kita kawin lari saja?"

Luna terkekeh. "Tidak mungkin Kaes," geleng nya. "Kamu sudah punya tunangan, hubungan kita juga tidak mendapat restu dari orang tua mu," ujarnya.

"Kamu cukup bilang setuju, dan aku akan memperjuangkan mu," ketus Kaesang, terdapat pula raut kecewa diwajahnya.

"Tidak semudah itu Kaes!" sanggah Luna. "Ayah ibu mu tidak merestui kita," imbuhnya.

Geram dengan situasi ini, Kaesang kembali menerjang tubuh kekasihnya. "Kaes!"

"Kau hamil saja, setelah itu, aku jamin Papi Mami akan setuju," cetus Kaesang.

Tamparan Luna mendarat, Kaesang tersadar setelah tangisan gadis itu kian menyulut rasa bersalahnya.

"Apa aku terlihat murahan?" Kaesang menggeleng cepat. "Bukan begitu."

"Tapi kau memperlakukan ku seperti wanita murahan," sergah Luna.

"Maaf."

1
Suroyya AlGadrie
❤️❤️❤️
Deswita
😄
Deswita
🙏🤗
Ria Ningroem
Wuaaaa udah habis aja../Whimper//Whimper/
semua happy cuma mike yg merasakan buah dr keserakahannya..
Makasih ya kk Acha.../Kiss//Kiss/🙏
Ria Ningroem
Waahhhh ternyata Marco punya kk kembar
🤭🤭
Ria Ningroem
kamu kuat Lanie jangan mau diremehkan.
💪💪
Ria Ningroem
Egois kali kamu Mike.
coba Luna juga sodara tiri Lira. bisa jdi 33 mau tetap dijadikan istri../Smug//Smug/
Ria Ningroem
Padahal mah bisa langsung gaspolll yaa🤣🤣🤣
Ria Ningroem
Nah kan Brian...🤭🤣🤣
Ria Ningroem
Duarrrr kaget yaa Mike..🤭🤭

jangan2 Brian adalah pewaris tunggal yg sedang menyamar😄😄
Ria Ningroem
Ciyeeeee....
kawiin..kawiinnn.. nanti malam Kaes kawin...🤭🤣🤣
Ria Ningroem
Boleh nangis kan boleh ngeluhkan...
Tapi habis itu lanjut lagi jalani hidup..
Ria Ningroem
benar2 plot twist yaa..
Ria Ningroem
suasana memanas...
Ria Ningroem
Sekalinya kebongkar serentak siaran langsung..
Ria Ningroem
Ngotot kek keturunan miller🤣🤣🤣
Ria Ningroem
hayooo apa maunya Kaes...🤭🤭🤭

kuberi 1 permintaan..🤣🤣
Ria Ningroem
yaolooo mulutmu Kaes. bawa2 rahim../Chuckle/🤣🤣
Ria Ningroem
Maksa banget ya Kaes kencannya🤣🤣🤣
Ria Ningroem
bibit2 pebinor🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!