NovelToon NovelToon
Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:129.3k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Bagaimana jadinya jika perusahaan-perusahaan terbesar dan sukses di negara ini dipimpin oleh tiga wanita yang sangat cantik? pastinya banyak pria yang mendekati mereka, namun sayang ketiga wanita cantik itu terkenal sangat dingin dan juga kejam dalam dunia Bisnis.

Siapakah pria yang bisa menaklukan hati ketiga wanita cantik itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Bantuan Dari Jenny

Malam ini, Jenny memutuskan untuk datang ke kontrakan Gian. Jam pulang tinggal satu jam lagi, dan Jenny memanfaatkan waktu satu jam itu untuk menemui Nenek Gian.

Jenny sudah membawa berbagai sembako untuk Nenek Gian, hingga tidak membutuhkan waktu lama Jenny pun sampai di depan kontrakan Gian.

Tok...tok..tok..

Pintu kontrakan pun terbuka, Jenny langsung mencium punggung tangan Nenek Gian.

"Selamat malam Nek, maaf Jenny malam-malam datang bertamu."

"Iya tidak apa-apa Nak, kamu mau cari siapa?" tanya Nenek Puspa.

"Kenalkan Nek, nama aku Jenny, aku atasan Gian di restoran."

"Owalah, kamu bosnya Gian. Silakan masuk Nak, maaf tempatnya sempit."

"Tidak apa-apa Nek."

Jenny pun masuk ke dalam kontrakan Gian, dan memperhatikan setiap sudut kontrakan yang kecil itu.

"Ya Allah, selama ini Gian tinggal di kontrakan sempit ini bersama Neneknya," batin Jenny merasa miris.

"Maaf Nak, tempatnya sempit dan kotor."

"Tidak Nek, oh iya boleh Jenny tanya sesuatu kepada Nenek?"

"Boleh, mau tanya apa, Nak?"

"Orangtua Gian ada di mana?"

"Orangtua Gian sudah lama meninggal Nak, dan sejak kecil Gian tinggal bersama Nenek. Gian anak yang rajin dan pekerja keras, dulu di saat sekolah dari SMP, SMA, dia sekolah sambil jualan makanan. Gian dari kecil memang sudah suka masak, jadi untuk jualan, dia yang bikin sendiri."

"Gian sepertinya orang yang pendiam ya, Nek?"

"Iya, Gian memang seperti itu. Sejak kecil sampai sekarang, memang Gian tidak punya teman tidak ada yang mau berteman dengan Gian karena Gian adalah anak orang miskin. Sejak saat itu, Gian menjadi anak yang minder dan tidak mau bergaul dengan siapa pun karena dia bilang, dia malu."

"Ya Allah, pantas saja dia begitu pendiam dan menutup diri."

"Tapi sebenarnya Gian adalah anak yang baik."

Jenny dan Nenek Puspa pun berbincang-bincang, hingga beberapa saat kemudian Jenny sadar kalau sebentar lagi waktunya pulang kerja.

Jenny mengeluarkan semua sembako dan tidak lupa, Jenny pun memberikan amplop berisi uang kepada Nenek Puspa.

"Nek, Jenny mohon jangan bilang semua ini dari Jenny karena pasti Gian akan marah."

"Iya Nak, terima kasih ya Nak. Semoga rezeki Nak Jenny semakin lancar dan banyak."

"Amin, kalau begitu Jenny pulang dulu ya Nek."

Jenny pun berpamitan kepada Nenek Puspa, Jenny berdo'a semoga saja Gian tidak marah dengan barang-barang yang diberikan oleh Jenny.

Jenny memang beruntung, di saat dia pergi tidak lama kemudian Gian pun pulang.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Nek, ini apa?" tanya Gian.

"Ini ada sembako, Gian."

"Sembako dari siapa?"

"Nenek tidak tahu orangnya, yang jelas dia orang yang sangat baik," dusta Nenek Puspa.

"Nek, Gian kan sudah bilang, jangan menerima apa pun pemberian dari orang lain. Gian masih sanggup untuk membeli beras," kesal Gian.

"Gian, kita tidak boleh menolak rezeki yang penting kita tidak mengemis dan minta-minta kepada orang lain."

Gian terlihat sangat kesal, dia pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Gian bukanya tidak ingin menerima pemberian orang lain, tapi Gian merasa tidak berguna dan semakin menyedihkan di mata orang-orang kalau menerima bantuan.

"Siapa yang sudah memberi semua itu?" gumam Gian.

Setelah selesai mandi, Gian pun menyeduh kopi dan duduk di teras kontrakannya. Tatapannya menerawang jauh ke langit-langit yang saat ini penuh dengan bintang-bintang.

"Ya Allah, lancarkan lah rezeki hamba, hamba ingin sekali membahagiakan Nenek hamba yang sudah sejak lama mengurus dan membesarkan hamba," batin Gian.

Mata Gian tampak berkaca-kaca, Gian sangat menyayangi Neneknya itu dan dia tidak tahu bagaimana nasibnya kalau sampai Neneknya pergi meninggalkannya seorang diri.

Ceklek...

Pintu kontrakan pun terbuka dan Gian segera menghapus airmatanya.

"Kenapa Nenek keluar? ini sudah malam Nek, sebaiknya Nenek tidur," seru Gian.

"Maafkan Nenek karena sudah menerima bantuan itu, Nenek janji kalau besok Nenek bertemu dengan orang itu, Nenek akan mengembalikan semuanya," seru Nenek Puspa merasa sangat bersalah.

Gian menggenggam kedua tangan Neneknya itu. "Nenek tidak usah minta maaf, Nenek tidak salah kok. Gian hanya merasa menjadi cucu yang tidak berguna kalau Nenek menerima bantuan dari orang lain. Untuk sekarang tidak apa-apa, tapi lain kali Nenek jangan terima lagi ya."

"Iya Nak, Nenek janji."

Gian tersenyum...

"Gian, Nenek belum pernah melihat kamu membawa wanita. Kamu cari wanita dong, biar ada penyemangat supaya hidup kamu lebih ceria lagi."

Gian melepaskan tangan Neneknya, dan kembali menerawang sembari menghembuskan napasnya kasar.

"Nek, mana ada wanita yang mau kepada Gian? Gian adalah orang miskin, tidak punya apa-apa. Di zaman seperti ini, tidak ada wanita yang bisa diajak susah Nek, mereka mencari pria-pria yang kaya."

"Ishh...kamu jangan bicara seperti itu, sejak dalam kandungan semua manusia itu sudah ditentukan jodoh dan takdirnya. Untuk saat ini mungkin belum ada wanita yang mau sama kamu, tapi untuk ke depannya kamu juga akan dipertemukan dengan jodohmu dan Nenek yakin, kalau kamu akan mendapatkan wanita yang sayang sama kamu dan menerima kamu apa adanya."

"Amin."

Gian memeluk Neneknya dari samping, sungguh untuk saat ini harta yang paling berharga untuk Gian, hanyalah Nenek seorang.

*

*

*

Yuk yang mau ikutan event votenya, edisi 1-28 Februari...

Juara 1 : 75k

Juara 2 : 50k

Juara 3 : 35k

Kalian juga bisa memberikan komen terbaik kalian karena akan ada pulsa untuk 5 orang komen terbaik dan masing-masing mendapatkan pulsa 20k....

1
Patrick Khan
.cogan bruno kinderjoy..ayo absen dulu😄😄
Patrick Khan
.gian gercep bgt ya..tanpa aba2 lgsg jd hak milik😁😁
Patrick Khan
.hadehhhh sena begok juga ternyata..
Patrick Khan
knp gian ya..apa nenek nya sakit
Patrick Khan
.cogan tau aja ygbikin merontah😂😂
Patrick Khan
.kasian gian dan nenek nya..
.sehat2 y nek
Patrick Khan
.jodoh jeny datang😁
Patrick Khan
.gimana mereka nikah nya barengan aja
.hehehe
pasti seru rame2
Yuesnia
anjaiii wkwkwk🤣🤣🤣
ineu Hartati
aq suka banget sama visualnya Kendrick Ganting bingit dan satu lgi idola ku,Ken pasangan nya sma c Sena aja Thor cocok kli
Rin Rs
Novel ny seru tpi kadang aku kesusahan baca perkataan ny kerna ada yg typo jdi susah apa2 pon semoga sukses thorr,, salam dri malysia...
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Ya Allah, terima kasih sudah mampir. Maaf kalau typonya mengganggu🙏🙏🥰🥰
total 1 replies
Nice story
☠☀💦Adnda🌽💫
kinder joy boleh dipesen nggak y 🤭😜
☠☀💦Adnda🌽💫
kyknya senna ngidam nih..... 🤔🤔🤔
☠☀💦Adnda🌽💫
jngn minder y gian yg penting temen " semua baik dan care sama kamu y.... nikmati hidupmu sekarang hapy... hapy
☠☀💦Adnda🌽💫
asyik kyknya bkln belah duren nih 🤭🤭🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
hadeh bikin ngiri aj tuh... pasangan baru jd mupeng 🤭🤭🤭🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
biar bagaimanapun ken itu pilihan orang tuamu, pasti mereka punya pertimbangan dan pasti lebih baik
☠☀💦Adnda🌽💫
senna beneran udah dibutakan oleh cinta 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
☠☀💦Adnda🌽💫
kayaknya ad udang dibalik bakwan dech.... so romi kyknya niat nggak bener sama senna nih.... dan kenapa pula si boni ad main sama nenek lampir 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!