NovelToon NovelToon
Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Gadis Nakal Kesayangan Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: cucu@suliani

Kehilangan istri dan juga calon buah hatinya secara tragis membuat Leonel menjadi sosok pria yang dingin, dia hanya fokus dalam bekerja saja tanpa memikirkan hal yang lainnya.

Namun, semuanya terasa berubah setelah dia bertemu dengan gadis berseragam putih abu yang sangat nakal dan membuat dia selalu merasa kesal.

"Apa yang sedang kamu lakukan, hah?" tanya Leonel dengan sangat marah ketika dia melihat gadis berseragam putih abu sedang mencorat-coret bodi mobilnya dengan pilok.

"Eh? Maaf, Pak. Jangan marah ya, aku hanya sedang uji nyali." Gadis berseragam putih abu itu langsung berlari setelah aksinya ketahuan.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Skuy pantengin kisah Babang Leonel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Leandra terlihat berdiri di depan lemari pendingin seraya menatap sedih ke arah bahan makanan yang begitu banyak dan tertata rapi di sana, bahan makanan yang ada di sana terlihat begitu komplit

Namun, dia hanya bisa menatap semua bahan makanan tersebut tanpa berani mengambil apa pun yang ada di sana.

Tentu saja hal itu terjadi karena dia tidak bisa memasak, jika saja dia bisa masak sudah dapat dipastikan dia akan mengambil semua bahan makanan yang ada di sana dan memasak sesuai dengan seleranya.

"Apa yang bisa aku masak? Ngga ada telor, ngga ada mie instan juga," keluh Leandra

Leonel yang sedang menikmati makanannya terlihat menolehkan wajahnya ke arah Leandra, dia terlihat menggelengkan kepalanya seraya menatap miris ke arah gadis itu.

Dirinya saja yang seorang pria bisa memasak, hampir semua bahan makanan bisa dia olah. Begitupun dengan Leana, istrinya

Wanita itu begitu pandai dalam urusan memasak, mulai dari makanan khas suatu daerah sampai makanan western bisa dia masak.

Leana memang sejak kecil sangat suka memasak, dia bahkan sering meminta ibunya untuk mengajari dirinya memasak makanan yang dia inginkan.

Bahkan, jika Leana diberikan uang jajan, maka uang itu akan dia kumpulkan dan akan dia belikan bahan makanan agar dia bisa memasak bersama dengan ibunya.

Padahal, bahan makanan yang dimiliki keluarga Harold sangatlah banyak. Mendiang Ibu Leonel pun sempat berkata, jika Leana ingin memasak maka dia boleh menggunakan bahan makanan yang ada di lemari pendingin.

Namun, Leana tidak pernah melakukannya. Karena menurutnya, makanan yang dia inginkan harus dia masak dengan bahan makanan yang dia beli sendiri. Bukan memasak bahan makanan milik orang lain.

"Loh, kok kamu ada di rumah? Bukannya kamu akan menginap selama satu minggu di kota B?"

Suara Lili langsung membuat Leonel yang sedang asyik memperhatikan Leandra langsung menolehkan wajahnya ke arah mertuanya tersebut, Leonel terlihat tersenyum lalu menepuk kursi kosong di sampingnya.

Lili paham, menantunya itu meminta dirinya untuk duduk di sampingnya. Dia pun menurut, Lili duduk tepat di samping menantunya itu.

"Tadinya aku memang mau bekerja selama satu minggu di kota B, tapi rencana itu gagal. Tapi, ibu tidak usah khawatir karena sudah ada tuan Lincoln yang menggantikan tugasku di sana."

Leonel terlihat berusaha untuk menjelaskan semuanya dengan sesingkat mungkin, rasanya dia tidak perlu mengatakan hal-hal yang tidak perlu.

"Oh, begitu. Seharusnya kamu bilang sama ibu kalau kamu akan pulang dengan cepat, karena dengan seperti itu Ibu bisa membuatkan makanan kesukaan kamu, Nak," ucap Lili dengan begitu lembut.

Leonel terlihat menggengam tangan mertuanya, lalu dia mengusap punggung tangan Lili dengan lembut.

"Aku tidak mau merepotkan ibu, lagi pula Ibu juga pasti ingin berlama-lama main di rumah ibu sendiri," jawab Leonel tidak enak hati. Karena perempuan itu selalu saja bersikap begitu baik kepada dirinya, walaupun pada kenyataannya Leana sudah tiada.

Selepas kepergian Leonel, Lili memang berpamitan kepada dirinya. Lili ingin pulang ke rumah sederhananya yang tidak jauh lokasinya dari kediaman Harold.

"Tapi, Nak. Tetap saja Ibu merasa tidak enak hati kalau kamu ada di rumah, tapi kamu malah memasak sendiri. Apalagi kamu pasti sudah sangat lelah melakukan perjalanan jauh," ucap Lili.

Leonel tersenyum hangat mendengar apa yang dikatakan oleh mertuanya tersebut, mertuanya itu selalu saja berkata seperti itu kepada dirinya.

Lili selalu saja bersikap baik dan penuh perhatian terhadap dirinya, sejak dia kecil sikapnya bahkan tidak pernah berubah.

Setelah dia menikahi Leana dan ditinggalkan pergi oleh istrinya tersebut, Lili selalu bersikap baik kepada dirinya.

Lili selalu terlihat menyayangi Leonel dengan tulus tanpa ada embel-embel menginginkan sesuatu hal karena Leonel sudah menjadi menantunya, itulah Lili.

"Tidak apa-apa, Bu. Bukankah dari dulu juga aku terbiasa memasak sendiri? Ibu tidak lupa, kan?" tanya Leonel seraya terkekeh.

Lili tersenyum mendengarkan penuturan dari menantunya, karena apa yang dikatakan oleh Leonel benar adanya. Leonel dan Leana mempunyai hobi yang sama.

"Ya, kamu itu sama seperti Leana, istrimu. Kalian berdua sama-sama suka memasak," ucap Lili dengan mata yang sudah berkaca-kaca, karena dia kini mulai mengingat akan putrinya yang sudah tiada.

Tidak lama kemudian, air matanya nampak luruh, Leonel yang merasa tidak enak hati langsung mengusap lembut kedua pipi mertuanya.

"Maaf, karena aku sudah membuat Ibu bersedih," ucap Leonel seraya menarik lembut Lili ke dalam pelukannya.

Melihat interaksi antara Leonel dan juga Lili, Leandra terlihat terdiam dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Entah kenapa dia merasa ikut sedih melihat akan hal itu.

Satu hal yang dia pertanyakan di dalam hatinya, Leonel memanggil wanita yang berada di dalam pelukannya dengan sebutan ibu.

Namun, penampilan Lili sangatlah biasa. Jauh dari kata penampilan orang kaya, Lili hanya memakai daster rumahan dan wajahnya pun terlihat cantik alami tanpa make up.

Tidak lama kemudian, Lili terlihat melerai pelukannya. Lalu, dia menolehkan wajahnya ke arah Leandra dan wanita paruh baya itu pun berkata.

"Dia siapa, Nak? Kenapa ada wanita muda di dalam rumah?" tanya Lili.

Leonel terlihat gugup mendengar pertanyaan seperti itu dari Lili, dia takut sekali jika Lili salah mengartikan hal itu. Dia takut jika Lili menyangka bahwa dirinya akan menikah kembali, padahal kuburan Leana saja masih terlihat basah.

"Ehm! Dia putri dari tuan Lincoln, dia akan menginap di sini sampai ayahnya pulang dari kita B," jawab Leonel.

Lili terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, dia jadi mengira jika tuan Lincoln menghandle pekerjaan dari Leonel. Namun, pria paruh baya itu menitipkan putrinya, karena takut jika putrinya tidak ada yang memperhatikan.

"Oh, begitu. Kamu sudah makan, Nak?" tanya Lili.

"Eh? Belum, Tante. Tuan Leonel memasak makanan yang tidak aku suka, tadinya aku masak mie aja. Kalau ngga ceplok telor aja, tapi di kulkasnya ngga ada," adu Leandra.

"Oh, seperti itu." Lili terkekeh, lalu dia bangun dari duduknya dan menghampiri Leandra.

Leandra terlihat salah tingkah, bahkan dia terlihat memilin ujung kemeja yang dia pakai seraya menggigit bibir bawahnya.

"Kamu mau dimasakin apa? Biar Tante masakin?" tanya Lili.

Sebenarnya Leandra ingin sekali mengatakan jika dirinya sedang menginginkan makanan yang sejak tadi membuat air liurnya hendak menetes, tapi dia tidak berani untuk mengatakannya.

Dia merasa tidak enak hati jika Lili harus memasak, karena Leonel memanggil wanita itu dengan sebutan ibu.

Itu artinya kedudukan wanita itu di rumah tersebut bukanlah orang biasa, Leandra harus sopan terhadap perempuan tersebut.

"Ah, aku jadi tidak enak hati. Ada mie instan ngga? Biar aku masak sendiri," ucap Leandra seraya tersenyum canggung.

Lili tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Leandra, karena dengan seperti itu Lili menjadi tahu jika Leandra adalah gadis yang begitu menghargai orang lain.

"Tidak apa-apa, biar Tante masakkin. Bilang saja mau apa?" tanya Lili.

Leandra tersenyum senang mendengar apa yang Lili tanyakan, lalu gadis itu pun kembali bersuara.

"Ehm, sebenarnya aku pemakan segala, Tante. Tapi makannanya jangan yang aneh kaya itu juga," ucap Leandra seraya menunjuk makanan yang sedang Leonel makan.

Mendengar Leandra yang mengatakan hal itu, Leonel yang sedang makan terlihat menghentikan kunyahannya. Kemudian dia menatap Leandra dengan raut wajah yang terlihat begitu kesal.

"Jangan pernah mengatakan ini adalah makanan yang aneh, karena ini adalah makanan kesukaan istriku!" sentak Leonel.

Leandra terlihat begitu kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Leonel, dia bahkan terlihat menyembunyikan dirinya di balik tubuh Lili.

Lili terlihat menghela napas berat, karena dia tahu kalau Leonel menyentak Leandra karena tersinggung dengan ucapan gadis itu.

"Maaf jika aku salah berucap," ucap Leandra dengan tubuhnya yang masih dia sembunyikan di balik tubuh Lili.

1
neng ade
ketemu kau gadis nakal .. hayoo loh kamu siap bertanggung jawab atas perbuatan mu yang udah Corat coret mobil Leonel pake Pylox
neng ade
nama nya juga anak muda yang sedang mencari kesenangan euforia kelulusan
neng ade
bagus ceritanya
neng ade
jadi begitu ceritanya.. Lyra yang menusuk Leana dengan gunting padahal hubungan Lyra dan Leonel udah lama putus lagi pula Lyra hanya memanfaatkan harta nya Leonel.
neng ade
aku hadir dusini thor 🙏❤️
Cucu Suliani: Makasih untuk dukungannya, Kak😍
total 1 replies
Lies Atikah
bener kerjain Leon memang pikasebeleun
Lies Atikah
asal jangan alergi cewek kasian banget babang Leon kalau sampai gitu hehe
Lies Atikah
merapat thor semoga bagus ceritanya
Ridwan
Luar biasa
C a l l i s t o ®
Alergi bnyk amat thor kasian lah tokoh satu ini. Uda alergi dingin alergi makanan laut pula.. Ga bisa ke gunung, ke pantai pun ga maksimal 😖
Imaz Ajjah
Luar biasa
Imaz Ajjah
jangan" mereka sodaraan Thor...? adek kakak misalnya..?? hanya othor yg tau..
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
kepentok membawa berkah ya liu 🤗
🌹🪴eiv🪴🌹
nah lo 🤣
Qaisaa Nazarudin
Kata dokter kandungan ku dulu,Mmg sebaiknya jangan makan pil KB saat belum punya anak,karna besar kemungkinan akan susah hamil,Kecuali kalo sudah oernah hamil atau mempunyai anak,itu gak papa,Tapi aku juga gak makan pil,Aku milih pake alat di bawah lengan..
Qaisaa Nazarudin
Ckk dasar bunglon,Awal aja jual mahal.. Sekarang malah dia yg memohon2..😏😏
Qaisaa Nazarudin
LEA TERLALU CEROBOH,DAN BERPIKIRAN SEMPIT..
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah ngaku aja Lea istri nya,Dan apa katanya kemaren,Dia gak akan nyentuh Lea kan,Noh sekarang apa? Belom apa2 udah main nyosor aja,Dasar bunglon..
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan nakal,Berpikirlah dulu sebelum melakukan sesuatu,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!