NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Pangkat dan Harta

Pangkat dan harta seolah-olah kehilangan maknanya sama sekali saat mobil lapis baja yang mereka tumpangi terguling hebat setelah dihantam ledakan dari arah belakang. Maya Anindya menjerit ketakutan saat tubuhnya terhempas ke arah pintu logam yang sangat dingin sementara pandangannya menjadi kabur karena kepulan asap hitam yang mulai memenuhi kabin. Dia merasakan sebuah tangan yang sangat kuat mencengkeram lengannya untuk menahan benturan susulan yang jauh lebih keras lagi.

"Tetaplah sadar dan jangan pernah menutup matamu, Maya!" teriak Arga Dirgantara dengan suara yang parau serta penuh dengan nada perintah yang sangat kuat.

Pria itu segera menendang pintu mobil yang sudah ringsek hingga terbuka paksa dengan sisa tenaga yang dia miliki di tengah kondisi yang sangat genting. Dia menarik tubuh istrinya keluar dari bangkai kendaraan tersebut sementara percikan api mulai menjalar ke arah tangki bahan bakar yang sangat mudah meledak. Bau hangus dari karet yang terbakar serta aroma mesiu yang sangat tajam memenuhi indra penciuman mereka di tengah hutan yang sangat sunyi.

"Mengapa mereka masih terus memburu kita padahal saya sudah menyerahkan segalanya kepada Anda?" tanya Maya Anindya dengan napas yang terengah-engah serta penuh dengan luka-luka goresan.

Arga Dirgantara tidak sempat menjawab melainkan langsung mendekap mulut Maya Anindya dan menariknya ke balik sebuah pohon beringin yang sangat besar serta rimbun. Dia mengeluarkan senjata api dari pinggangnya dengan gerakan yang sangat tangkas sementara matanya terus mengamati pergerakan bayangan hitam di balik semak-semak. Pria itu tampak sangat waspada seolah-olah dia sedang menghadapi satu pasukan tempur yang sangat terlatih serta memiliki perlengkapan yang sangat lengkap.

"Harta hanyalah alasan pertama tetapi keberadaanmu adalah kunci utama yang tidak boleh jatuh ke tangan mereka sedikit-pun," bisik Arga Dirgantara dengan nada suara yang sangat rendah.

Gadis remaja itu merasa sangat terhina saat menyadari bahwa dirinya dianggap sebagai sebuah benda berharga yang sedang diperebutkan oleh banyak pihak yang sangat kejam. Dia melihat ke arah seragam hijau Arga Dirgantara yang kini sudah robek serta berlumuran tanah merah namun tetap memancarkan aura kegagahan yang sangat luar biasa. Di tengah keputusasaan itu, dia merasa bahwa satu-satunya harapan untuk tetap hidup hanyalah pria kaku yang kini sedang mempertaruhkan nyawa untuknya.

"Apakah ini semua karena jabatan tinggi yang dimiliki oleh mendiang ayah saya?" tanya Maya Anindya dengan air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya yang kotor.

Lelaki perwira itu hanya diam membisu sambil memberikan kode isyarat agar istrinya tetap tiarap di atas tanah yang lembap serta penuh dengan akar-akar pohon yang tajam. Dia merayap maju untuk memastikan posisi musuh yang mulai mengepung mereka dari arah utara dengan sangat rapi serta terencana. Suasana hutan yang tadinya tenang kini berubah menjadi medan pertempuran yang sangat mencekam bagi seorang siswi sekolah menengah atas yang tidak berdosa.

"Berhentilah menangis dan simpan tenagamu karena kita harus berlari menuju zona aman dalam hitungan ketiga," tegas Arga Dirgantara sambil menggenggam erat telapak tangan Maya Anindya.

Tepat pada hitungan ketiga, mereka berlari menembus kegelapan hutan dengan kecepatan yang sangat luar biasa sementara suara tembakan kembali menyalak di belakang mereka secara bertubi-tubi. Maya Anindya merasa jantungnya hampir meledak karena kelelahan namun cengkeraman tangan suaminya memberikan kekuatan tambahan yang sangat tidak dia duga sebelumnya. Langkah kaki mereka mendadak terhenti di tepi sebuah tebing yang sangat tinggi sementara di hadapan mereka telah berdiri musuh dengan tatapan dingin Letnan Satu Arga.

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!