REVALINA AZALIA memiliki Suami yang selalu mencintai nya, REVALINA bahagia hidup bersama WIRAWAN, Awan selalu menyayangi sang istri, Selalu membahagiakan sang istri.
Tapi entah kenapa, tidak ada angin tidak ada hujan, kesalahan apa yang sebenarnya Revalina buat, hingga suaminya berucap ingin menikah lagi.
disaat REVALINA yang tengah berjuang mati matian untuk melahirkan sang calon Anak, suami yang begitu ia cintai mengatakan bahwa akan menikah lagi, Revalina sangat syok mendengar nya.
lantas bagaimana kisah selanjutnya?
apakah REVALINA akan diam saja?
baca Novel BERPISAH SEKARANG!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaAzzaraAulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.
Happy reading
*
*
*
*
*
*
*
Langkah kaki awan terasa berat, saat dirinya melangkahkan kakinya masuk ke gedung pernikahan Reva dan Dhizar.
Hari ini adalah hari spesial Reva dan Dhizar, keduanya melangsungkan pernikahan mereka.
"Apa kamu yakin mau masuk mas?"tanya anye yang digandeng oleh Awan.
Anye menemani awan datang ke pesta mantan istrinya, keduanya datang tanpa membawa Baby Aira, baby Aira masih terlalu kecil untuk dibawa berpergian jauh.
Awan yang ditanya pun mengangguk, awan mulai masuk dengan menggandeng tangan anye mesra.
Reva dan Dhizar yang sedang sibuk menyalami tamu pun melihat kedatangan mereka berdua.
"Sayang"
"Apa mas?"
"Mereka datang"
"Iya aku tau"
"Apa kamu yakin ingin melihat dia?"
"Kenapa tidak yakin mas? Aku dan dia sudah bercerai, prioritas ku sekarang kamu dan Daffion."
Senyum manis pun terbit dari bibir tebal Dhizar, dia merasa lega mendengarnya, kalaupun awan akan merebut kembali Reva, maka siap siap saja laki laki itu tidak punya tempat tinggal Dimana pun.
Semua tamu undangan satu persatu menyalami sepasang pengantin baru itu, senyum manis pun keduanya perlihatkan kala tamu undangan mengucapkan selamat pada mereka.
Kini giliran awan dan anye untuk menyalami Reva juga Dhizar suaminya.
"Selamat ya atas pernikahan kalian, semoga selalu bahagia ya"ucap Awan menyalami Dhizar terlebih dahulu.
"Sama sama, terimakasih atas doanya"balas Dhizar menyalami Awan.
"Rev, ku ucapkan selamat atas pernikahan mu dan suami mu ini"giliran anye yang menyalami Reva.
"Terimakasih, tolong jaga mas awan y, jangan sampai dia menyakitimu seperti dia menyakiti ku"bisik Reva ditelinga anye.
Anye yang dibisikkan seperti itu hanyalah mengangguk, dia juga tak akan membiarkan suaminya itu kembali jelalatan dengan wanita lain diluar sana.
Awan sekejap menyalami Reva tanpa satu kata pun keluar dari bibirnya.
Selesai menyalami Reva juga Dhizar, Awan dan anye langsung pamit pulang tanpa mau menikmati hidangan di pernikahan Reva.
Sesampainya di dalam mobil, mata Awan meneteskan air matanya, anye juga melihat itu, dia seperti orang bodoh disini, dia posisinya adalah istri awan, tapi awan malah menangis karena mantan istri nya yang sudah menjadi istri pria lain.
"Mas?"
"Maaf aku anye, seharusnya aku tidak menangis seperti sekarang"ucap Awan mengusap air matanya.
"Mulai dari sekarang, belajar lah melupakan dan melepaskan Reva, dan fokus lah mengurus rumah tangga kita juga Aira mas, bisa??"
"Iya sayang, maafkan aku, aku akan berusaha lebih keras lagi, dan tolonglah bimbingan mu untuk membuat ku lupa dengan Reva."
"Ya, jika kamu menginginkan itu maka akan aku bimbing, kita mulai dari awal, lupakan masa lalu dan tataplah masa depan kita sekarang, paham??"
Awan memeluk anye dengan spontan, setelah melahirkan Aira, anye banyak berubah, wanita itu sekarang lebih dewasa dari sebelumnya, mungkinkah karena anye telah menjadi sosok seorang ibu? Jadi anye lebih bersikap dewasa, awan suka anye yang sekarang.
"Terimakasih anye, terimakasih karena sudah bertahan dengan ku, aku mungkin akan gila jika sampai kehilanganmu juga dalam hidup ku"
"Tidak perlu berterima kasih pada ku, cukup dengan banyak cinta dari mu untuk aku dan Aira, itu lebih dari cukup mas, yang aku butuhkan hanya cinta dan sayang mu"
"Iya, mas akan buktikan itu, tetaplah seperti ini, dan jangan pernah berubah"
"Itu tergantung pada sikapmu mas"
"Iya sayang"
Awan melepaskan pelukannya lalu mengecup sekilas bibir istrinya.
"Love you mami Aira"
"Love you to papi Aira"
*
*
*
*
Sementara itu, dilain tempat dengan suasana yang berbeda.
"Kau gila Brizuela???"sentak Leary dengan mata yang tengah melotot tajam.
"Kenapa?"
"Apa maksudnya undangan ini hah!!!"protes Leary mendadak mendapatkan undangan pernikahan dari mantan istri nya yang baru tiga bulan lalu resmi cerai.
Brizuela mencebik kesal, Brizuela kini sedang mengantarkan undangan pernikahan bersama Gio, Mereka sungguh sungguh akan menikah tanpa restu orang tua Gio.
"Apa matamu kau gunakan sebagai pajangan hah? Kau bisa liat kan kalau itu undangan pernikahan!!!"sewot Brizuela emosi.
"Ya aku tau! Tapi kenapa secepat ini Zuela!!! Surat cerai saja belum keluar!!"kesal Leary.
"Ya nggak papa, sambil nunggu aku kirim dulu undangan, sebelum mengurus ke pengadilan,"ucap santai Brizuela.
"Kau gila!!"sentak Leary.
Gio yang sendari tadi diam pun tak tahan dengan mulut brengsek Leary, dia pun berdiri di depan Zuela, menatap tajam mantan suami dari Zuela ini, sok kegantengan banget, padahal lebih ganteng Gio kemana mana.
"Sudah selesai kan? Tinggal kau terima tuh surat repot banget pake banyak bicara!!!"ucap dingin Gio.
"Apa yang kau lihat darinya sih Zuela??? Dia pasti laki laki miskin!!"ejek Leary menatap remeh calon suami dari Zuela yang dia anggap tak lebih kaya dari nya.
"Tutup mulut busuk mu itu!!! Kau bahkan bukan apa apa jika dibandingkan dengan pria kesayangannya ku ini!!!"ucap Brizuela tak terima lelakinya dihina seperti itu.
"Cih! Memang pasangan yang cocok, keluar lah, urusan kalian sudah selesai kan???"usir Leary tak ingin keduanya lama lama dirumahnya.
Segera saja Gio mengandeng keluar Brizuela dari mansion milik Leary, lama lama disini takutnya Gio tidak bisa mengendalikan emosi nya untuk tidak mencelakai Leary, berhadapan dengan laki laki itu membuat gio ingin segera menghajar Leary.
"Bagaimana bisa kamu dulu menikah dengan nya sih sayang??"tanya sebal Gio pada Brizuela.
"Entah lah, mungkin dulu mataku tertutup rapat, makanya aku tidak bisa melihat kebusukannya sayang"ucap Brizuela terkekeh sambil memeluk Gio.
Di ingat ingat juga kenapa ya dia bisa suka sama Leary dulu? Apa dia kena pelet atau gimana?? Entahlah Brizuela sendiri pun bingung memikirkan nya, memang nyata cinta itu buta.
"Oh iya sayang"
"Kenapa?"
"Hari ini adalah acara pernikahan Dhizar kan?"
"Iya sayang, selesai dari sini kita langsung kesana, bisa digorok aku nggak datang ke pernikahan pak Dhizar"
"Hahaha, apa dia sekejam itu sayang"
"Takut aja sih"
"Ya udah ayo berangkat!!"
"Oke, masuklah tuan putri"ucap Gio membuka pintu mobil untuk Brizuela masuk.
"Makasih pangeran kuuuu"ucap Brizuela memasuki mobil Gio.
...*...
...*...
...To Be Continue...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Up lagi 😌😌😌
Bosen ngga sih?
Konflik nya kurang nggak???
Pada suka nggak???
Lanjut???
Tapi sebelum itu follow akun ini yaaaa
Ig author juga
mytatagirl132
Dan perpisahan yang dipilih
Follow ya guysss 🙂🙂🙂🙂
See you next part 🥰🥰
ditunggu kunjungannya, jangan lupa Dukungannya, kalian akan membantu mood author untuk lanjut lagi 🤣🤣🤣
Like, komen and share y
terima kasih udah mampir, kasih hadiah juga y, karena hadiah dukungan dari kalian semua, author jadi semangat Nulis, jangan sungkan