Ketika Cinta berlabuh pada yang tepat maka di situlah kebahagiaan akan selalu di dapat. Namun, sebaliknya, Jika melabuhkan cinta pada orang yang salah. Maka, hanya ada kesedihan dan kekecewaan yang melekat.
Terbiasa hidup mewah dengan bergelimpangan harta, karir yang bagus di dunia hiburan. Gadis cantik usia 25 tahun. Putri bungsu dari keturunan keluarga pengusaha sukses. Namun, demi sebuah impian dan karirnya. Gadis itu rela meninggalkan cinta pertamanya dan juga di kucilkan oleh teman temannya.
Clara Wijaya Kusuma seorang model terkenal di Negaranya. Selalu berpenampilan minim dan terbuka, Hingga ia di juluki seorang model yang menghalalkan segala cara demi sebuah ambisinya.
Adien Arya pria dewasa 32 tahun. Sangat dingin dan arrogant. Bahkan hidupnya terlalu banyak rahasia yang di tutup rapat olehnya.
Namun, pada suatu hari Arya malah menjadi sopir sekaligus bodyguard Clara. Dan disinilah sebuah kisah dimulai.
"Siapakah Adien Arya sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopita Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Kepo
Santi lari mengejar Clara sambil menjinjing hills nya. Bahkan, gaun nya pun Santi gulung sampai sebatas lututnya. Niatnya akan menghadiri pesta pertunangan sang CEO. Malah berujung mala petaka.
Bagaimana tidak?. Jika saat ini Santi sibuk melarikan diri karena kejaran para awak media. Dimana ia sebagai asisten Clara ikut terseret akan skandal yang Clara tidak lakukan sama sekali.
Sedangkan, Orang yang seharusnya bertanggungjawab saat ini malah sudah kabur bersama sang CEO. Bahkan, mobilnya sudah tidak terlihat kembali.
" Sial... Clara awas loe. Gue bejek bejek ntar di Apartemen ". Teriak Santi kesal. Saking kesalnya Santi pun langsung melemparkan hills nya ke sembarang arah.
" Shiittt". Upah seorang pria yang baru saja selesai menelpon. Saat kepalanya tak sengaja terkena lemparan hill nya Santi.
Sontak membuat Santi menoleh dan langsung gelagapan. Ketika ia melihat sosok pria yang ia kenal. " Aduh, maaf tuan!. Saya tidak sengaja ". Ucap Santi gugup dan sembari nyengir kuda. Karena tatapan pria itu sangat dingin membuat bulu kuduk Santi berdiri.
" Kau pikir kepalaku ini tong sampah? ". Sentaknya kesal. Sambil memegangi kepalanya yang sempat terkena hills nya Santi tadi.
" Ya, maaf. Bukan tong sampah tuan tapi...
" Itu nona Santi , ayo kita kesana".
Santi langsung berlari kearah sang pria itu. Tanpa perduli ia sudah tak memakai alas kaki lagi. Saking panik dan ingin menghindari para awak media. Karena pasti mereka akan terus mengejar nya. Sampai mereka mendapatkan informasi yang akurat.
Sang pria yang tahu pun mulai menarik tangan Santi. Dan kabur dari sana. Entah kenapa Santi malah langsung ikut saja. Mungkin pikir Santi ini jauh lebih baik. Daripada ia harus menghadapi para wartawan dan memberikan penjelasan tak masuk akal. Sebab, Santi pun tidak tahu, jika Clara akan melakukan hal konyol seperti itu tadi.
🌿🌿🌿🌿🌿
Ketika Santi sang asisten Clara sedang kerepotan menghindari media. Sedangkan di dalam mobil mewah saat ini. Clara pun tak kalah paniknya. Karena sejak masuk kedalam mobil tadi. Arya sama sekali tidak bicara apapun padanya. Hanya tatapan pria itu mampu membuat Clara ciut.
" Kita itu akan kemana sih?. Ayolah tuan, saya ingin pulang ke Apartemen saja!. Tolong antarkan saya pulang! ". Clara mulai jenuh dan mulai angkat bicara. Memberanikan diri untuk memulai obrolan nya.
Namun, yang di ajak bicara hanya diam. Sembari memainkan ponsel miliknya. Sejenak ia sempat melirik ke arah Clara. Dan itu sontak membuat jantung Clara berdetak lebih cepat dari biasanya.
" Oh Tuhan... Berikanlah aku kekuatan dalam menghadapi situasi ini". Batin Clara berdoa. Karena sungguh ia tidak bisa menahan rasa kagum nya pada sosok pria yang ada di hadapan nya saat ini.
Dimana wajah tampan Arya berada sangat dekat dengan dirinya. Bahkan, Clara sampai membandingkan Arya dengan mantan kekasihnya.
" Al, ternyata ada yang nyaingin ketampanan mu juga". Guman Clara sambil menghadap ke arah jendela mobil.
" Bicara apa kamu? ". Tanya Arya menatap Clara. Dengan menoleh kearahnya.
" Hah, Apa?. Aku tidak bicara apapun". Bohong Clara ketus.
Clara pun kembali menghadap ke arah jendela. Daripada ia harus melihat wajah dingin dan datar nya Arya. Tapi, sayangnya itu tidak bertahan lama. Karena Clara tidak mau menyia nyiakan keadaan begitu saja. Wajah tampan Arya benar benar membuatnya gila. Bahkan, Hati dan bibirnya tak bisa di sinkronkan lagi.
Sedangkan Arya masih bertanya tanya siapa nama Al yang di sebut oleh Clara barusan. Karena ia sempat mendengar gumanan Clara tadi.
" Al... Siapa dia?". Batin Arya malah kepo akan urusan Clara.
i lovu you thorr/Heart//Heart/