Jodoh siapa yang tau? Yang dari kecil bersama dan akhirnya berpisah. Jodoh tidak jauh dari kita yang awalnya bersama dan dipertemukan kembali. Ternyata jodoh sedekat itu.
Yaa,
Nico adalah seorang Ceo diperusahaan GG (Grahanesa Grup) dan pemilik RS X dan lain sebagainya.
Neta adalah seorang perawat cantik, gadis sederhana. Ia bisa lulus kuliah di Ilmu Kesehatan padahal cuma gadis sederhana pula kok bisa? makan aja kadang alakadarnya. Detailnya baca ya di episode-episodenya di jelasin come on.
"Nah kemana kau pergi kalau kau garis jodohku ya jodohku."
Akhirnya Neta ke kota tidak disengaja bertemu dengan seorang laki-laki yang tampan, berdarah dingin, berhati hangat, dan pada akhirnya mereka menikah hidup bahagia? benarkah itu? Tak di sangka ia teman kecilnya yang di tunggu-tunggu. Lika-liku kehidupan selalu menghampirinya, akankah mereka bertahan atau berpisah?
Penasaran dengan kisah mereka, yuk langsung simak ceritanya.
PERINGATAN !!!!!
🚫 DILARANG KERAS PLAGIAT NOVEL INI !!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imah_nm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JTT 23 ( ) Berdua
Di Apartemen Sun and Moon
Pernikahan beberapa jam yang lalu sudah usai, gedung Gort Al menuju apartemen Nico tidak jauh yang tidak membutuhkan waktu lama perjalanan,cukup 30menit sudah sampai.
Neta dan Nico masih dalam diam dari gedung Gort Al sampai ke apartemen, kini mereka sudah sampai kamarnya. Neta panas dingin tak menyaka yang terjadi hari ini.
" Mandilah,ganti bajumu itu. apa kamu tidur dengan seperti itu? " Nico melepaskan keheningannya untuk memulai berbicara.
"Baik,banyak hal yang nanti aku tanyakan juga kepadamu Nico. " imbun Neta
"hmm" dengan posisi berdiri menghadap balkon kaca tanpa mengubah pandangannya kepada Neta lalu melepaskan jas pernikahannya dan sedikit melonggarkan dasi yang masih terikat rapi dilehernya.
Neta berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan semua tubuhnya yang sudah lengket seharian tadi.
Neta kebingungan untuk melepas bajunya, ujung rambutnya nyangkut di resleting belakang punggungnya itu,
"ahh gimana ini,nyangkut segala lagi. haduduh dengan memaksanya percuma membuat rambutku ketarik sakit ahww"
"aku minta tolong sama Nico aja lah susah banget ini"
"Nico? aku minta tolong boleh? ini rambut aku nyangkut di resleating belakang gaun ku." tanya Neta tanpa aba aba menyolonong keluar kamar mandi,yang sudah menghadap di depan Nico,dan Nico masih santai duduk di sofa dengan memainkan hpnya itu.
Lalu Nico meletakan hpnya di samping duduknya lalu berdiri menghadap Neta,
"Berbalikan aku bantu"
Neta berbalik,dan Nico membantu melepaskan rambutnya yang nyangkut susah untuk dilepas lalu Nico mengambil gunting dan akhirnya bisa lepas juga.
"Sudah"
"Terimakasih" Lalu Neta pergi lagi menuju kamar mandi.
Neta mulai ritual mandinya, ketika sudah selesai dia tidak membawa baju gantinya. dan baju yang tadi ternyata basah.
ah apa yang dalam pikirannya itu sampai lupa bawa bajunya itu. baju? tadi dia tidak merasa bawa bajunya. dikamar mandipun tidak ada handuk sama sekali.
"Nico? aku minta tolong lagi boleh?" teriakan kamar mandi Neta
"apa?" sahut Nico
"hmm handuk. aku lupa handuk. bawakan kesini bisa?"
"sebentar aku ambilkan"
Nico mengambil handuk dalam lemarinya lalu memberikannya kepada Neta yang hanya nampak tangannya saja yang nongol di balik kamar mandi itu.
Diambilah handuknya dan melilitkan di tubuhnya itu.
"ah sial kenapa handuknya minim sekali sih,ini dadaku yang atas masih kelihatan apa lagi paha bawaku ini masih nampak.haduh gak ada handuk lain apa ini?" mengomel di diri Neta sendiri.
"Nico! ini tidak ada handuk yang lebih besar lagi?" suara teriakan lagi didalam kamar mandi
"iya tidak ada lagi, cepat keluar aku juga ingin mandi"
Perlahan-lahan Neta mulai keluar dalam kamar mandi,seketika membuat Nico tidak mengalihkan pandangannya itu. laki laki normal pastinya bergairah melihat pemandangan itu. ya tubuh Neta ingin rasanya di lahapnya.
"apa Nic kamu lihat lihat sampai segitunya, aku mau ambil baju dulu kamu segera mandi. nanti banyak aku tanyakan padamu" Neta membuyarkan pandangan Nico
Lalu Nico menyadarkan pandangannya itu berjalan kamar mandi dengan membawa handuk,entah kenapa junior Nico sudah mulai bangun sebelumnya dia meminum jamu yang diberikan pelayan apartemennya itu untuk segera meminumnya untuk kebugaran tubuhnya yang malah membuat junior Nico tambah bergairah ditambah melihat tubuh Neta tadi ya meski minim tapi begitu seksi.
"ahh kenapa ini rasanya aku gak tahan lagi aku sudah mengguyur tubuhku dan mulai melupakan gairahku tapi tidak bisa. aku tidak tahan lagi. " Nico mulai melilitkan handuknya dipingganya tampak hanya yang terlihat tubuh bidang kotak kotak Nico dengan rambut basahnya khas setelah mandi itu.