Sequel Pernikahan Rahasia Anak SMA
*
*
Luna, seorang security cantik yang berhasil menggaet hati seorang putra dari CEO Perusahaan besar ternama Melviano Ar Rayyan.
Ray anak dari bos Luna, tempat dimana Ia berkerja. Ray sangat tergila-gila dengan sosok Luna, namun siapa sangka, Luna adalah anak dari wanita yang paling di benci oleh Ray.
Siapakah sebenarnya Luna? Security cewek yang berhasil membuat Ray tergila-gila?
Ikuti kisah mereka yang mengandung cinta, emosi dan airmata 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merogoh saku
Setelah Ray mengutarakan perihal nya kepada sang Mama, ia lantas pamit balik ke kantor.
"Ray pergi dulu Ma, Ray mau balik ke kantor, sepertinya Papa sudah menunggu Ray" pamit Ray kepada Shesa sembari mencium tangan sang Mama.
"Iya... pergilah Nak, hati-hati" balas Shesa sembari menepuk pundak Ray.
Akhirnya Ray keluar dari ruangan Shesa, ia berjalan menuju pintu utama dimana Luna masih berada disana. Tampak Luna menyadari kedatangan Ray yang akan keluar dari pintu tersebut.
Dengan langkah yang elegan, Ray berjalan menghampiri gadis berparas ayu tersebut. Luna hanya memalingkan wajahnya saat Ray mulai mendekatinya.
Terlihat Ray diam di depan pintu kaca tersebut. Ia tidak melangkahkan kakinya sama sekali. Sontak hal tersebut membuat Luna terpaksa menatap Ray yang masih diam berdiri di depannya.
"Kamu ngapain disitu? Bukannya pergi malah diem kayak patung" ucap Luna ketus.
"Bagaimana aku bisa pergi, jika pintunya saja masih tertutup" jawab Ray cuek.
"Ya ampun, jadi orang nggak usah manja deh ya, buka sendiri kan bisa? Situ punya tangan kan?" seru Luna kesal.
"Terus tugasmu apa disini? Bukankah membukakan pintu untuk setiap pengunjung yang datang, itu tugasmu dan kamu yang harus membukanya, hm... Security Luna!" seru Ray dengan senyum smirk nya.
"Darimana kau tahu siapa namaku?" tanya Luna penasaran. Kemudian Ray mengeluarkan nama dada dan kartu KTA milik Luna yang terjatuh di mobilnya tadi.
"Bukankah ini punyamu, Asena Lunara Ravza!" ungkap Ray sembari menunjukkan kartu anggota Luna beserta nama dada yang tertera nama Luna.
Luna sangat terkejut dengan apa yang di tunjukkan Ray kepadanya, karena barang-barang itu begitu penting untuk Luna, seperti Kartu Tanda Anggota Security yang tidak boleh hilang, jika hilang prosedurnya akan semakin rumit untuk mengurusnya kembali.
"Kembali kan, itu punyaku" seru Luna sambil menggapai tangan Ray yang memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) milik Luna.
"Eits...tidak semudah itu aku akan mengembalikan ini kepadamu" balas Ray sambil memasukkan kembali KTA tersebut kedalam saku celananya. KTA di saku sebelah kiri, sedangkan nama dada di sebelah kanan.
"Apa maumu?" tanya Luna menantang.
"Bukakan dulu pintunya" perintah Ray.
"Apa setelah itu kau akan mengembalikan barangku lagi?" tanya Luna dengan tatapan tajamnya. Namun Ray hanya terdiam, dan itu membuat Luna semakin emosi.
"Hei...aku tanya sama kamu, apa kamu akan mengembalikan KTA ku lagi?" tanyanya sekali lagi.
"Hm" jawaban singkat tapi penuh makna.
Luna tidak punya pilihan lagi, akhirnya ia membukakan pintu itu untuk Ray keluar.
Setelah pintu itu terbuka, akhirnya Ray keluar dari Butik tersebut. Luna tampak mengikuti di belakang Ray hingga di tempat Ray memarkirkan mobilnya.
"Sekarang kembalikan barang-barangku" ucap Luna sambil mengadahkan satu tangannya.
"Ambil saja kalau bisa, barang-barangmu ada di saku celanaku, aku malas mengambilnya" seru Ray sambil bersandar di mobil mewahnya.
Luna mendengus kesal, kalau bukan anak Shesa mungkin Ray sudah di tendang oleh Luna.
"Baik, aku akan mengambilnya, awas jangan bergerak" seru Luna yang mulai mendekati Ray dan mulai merogoh saku celana Ray.
Ini kesempatan Ray memandang wajah cantik yang sempat membuatnya terpesona, wajah Luna terlihat begitu dekat dengan wajah Ray, mereka saling berhadapan, sementara wajah Luna berpaling dan kedua tangannya mulai masuk ke dalam saku kanan kiri celana Ray.
Perlahan tangan lembut Luna mulai masuk kedalam dua saku celana Ray, terlihat ekspresi Luna yang memejamkan matanya saat tangannya mulai menyentuh sesuatu.
"Apa ini? kok empuk?"
Gumam Luna sambil bergidik ngeri, sementara Ray tetap santai sambil menatap wajah Luna yang membuatnya tak ingin melepaskan pandangannya.
"Ah...ketemu" Dengan segera Luna menarik benda dari kedua saku Ray, namun sayang salah satu barang Luna tersangkut di dalam. hanya KTA yang berhasil ia ambil, sementara nama dada masih tertinggal di dalam saku celana Ray, dengan sedikit kesusahan Luna mencoba menariknya.
Alhasil gerakan Luna menarik nama dada dari saku celana Ray, membuat tubuh Luna tak sengaja bergesekan sempurna pada dada bidang Ray. Ray mengambil nafas panjang dan memejamkan matanya. Sedangkan Luna terus berusaha mengambil nama dada yang tersangkut itu. Sehingga gesekan itu semakin kuat.
Dengan cepat Ray menangkap kedua lengan Luna.
"Cukup, berhenti!" seru Ray sambil menahan rasa sesuatu dalam dirinya.
"Tapi...aku belum mengambilnya, didalamnya ada sapu tangan, Nama dadaku tersangkut oleh sapu tangan itu, sini biar aku ambil, tinggal sedikit lagi, itu sudah kelihatan" ucap Luna sambil menunjuk saku Ray yang terlihat isi berupa sapu tangan.
Ray melepaskan tubuh Luna dan ia mulai menjauh dari tubuh Luna yang seolah seperti setrum bagi Ray.
"Kamu tetap disitu, biar aku yang ambil" ucap Ray sambil merogoh sakunya. Dan setelah berhasil mendapatkan nama dada milik Luna, kemudian Ray mengembalikan itu kepada Luna.
"Ini ambillah, dan segera pergi dari sini" Titah Ray yang ingin segera menenangkan dirinya, saat melihat Luna dirinya tak bisa mengendalikan perasaan nya.
Luna melihat Ray yang tampak gusar dan salah tingkah.
"Hei...kamu tidak apa-apa?" tanya Luna kepada Ray yang sudah mulai panas dingin.
"Aku bilang pergi disini, apa kamu tuli?" jawab Ray ketus, berharap Luna segera pergi dari hadapannya.
"Hiiiiii...ditanya malah sewot, ya udah gue pergi, permisi!" ucap Luna sembari berlalu meninggalkan Ray yang tengah bergejolak.
"Sial...kenapa harus dengan gadis itu, Ray jangan bilang kalau kamu hanya tertarik pada gadis itu, haaaaaa" Ray memukul-mukul badan mobil dengan tangannya.
Ray masih melihat Luna yang tampak berjalan menuju butik, langkah kaki dan cara berjalan Luna pun tak lepas dari pandangan Ray, sungguh semua yang ada dalam diri Luna membuat Ray tidak bisa mengendalikan perasaan nya.
Sementara Luna merasa ada yang aneh dengan pria yang baru ditemuinya itu, baru sehari Luna bertemu dengan sosok Ray yang dipuja-puja banyak wanita, dirinya sudah dibuat kesal setengah mati oleh putra sulung Vano dan Shesa itu.
"Hah dasar cowok paling aneh yang pernah gue temui, ganteng sih, tapi sikapnya itu loh, bikin naik darah saja, untung dia anaknya Bu Shesa, kalau nggak udah gue bikin lemper tuh orang" umpat Luna habis-habisan.
Dan tak sengaja Shesa mendengar umpatan Luna terhadap seseorang.
"Siapa yang mau kamu bikin lemper Luna?" tanya Shesa penasaran. Dan tentu saja kehadiran Shesa yang tiba -tiba membuat Luna terkejut.
"Eh...bu Shesa, hehe bukan bu, bukan siapa-siapa hehe!" jawab Luna cengar cengir
"Benarkah, tapi saya dengar katamu kalau bukan anak nya bu Shesa, berarti pria yang kau maksud itu adalah Ray?" pertanyaan Shesa membuat Luna terperangah.
"Ohh...anu itu...hehe" Luna tidak bisa berkata apa-apa.
"Apa yang sudah Ray lakukan padamu? Apa dia menyakitimu?" tanya Shesa serius.
Asena Lunara Ravza 23 tahun, Security cantik
yang bikin Ray klepek-klepek 🤭
BERSAMBUNG
❤❤❤❤❤
...Waduh...bang Ray, ditahan doonngggg 😁...
...Visual hanya keHALUan Author, jika tidak berkenan maafkanlah 🙏...
bayangkan cerita awal sendiri si lunabuat para preman bonyok
eh begitu brrhadapan dgn Rey jadi melempem
yang dulu kena hasut ibu siska
kipas sayang kipas 🤣😂🤣