JUDUL LANJUTAN “SAMUEL”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23-KUNJUNGAN KE MANSION
Pernyataan cinta yang mendadak dan pemaksaan yang di berikan Samuel untuk menjadi kekasih nya, hanya membuat Lenka tersenyum kecil entah kenapa hal itu juga membuat nya sedikit senang, setelah perbincangan mereka, Samuel langsung pergi karena ada yang harus Dia urus di markas.
"Baru jadian udah di tinggal pacar, Dia sama saja dengan mantan ku, oh tidak Dia tidak sama Samuel sangat tampan dan pintar,"ketus Lenka yang kesal sendiri mengingat mantan nya itu.
Gadis itu melirik jam dinding yang sudah menunjukan hampir waktu makan malam, dengan tergesa-gesa Lenka yang sudah bersiap itu turun menuju lobi apartemen, dan keluar gedung.
Sebuah mobil sport merah berhenti tepat di depan nya sambil menekan klakson keras berulang kali membuat Lenka kesal, dan tahu siapa dalang nya.
"Pria ini,"ketus Lenka mendekat dan menendang kuat mobil merah itu.
Duak..
Suara tawa dari mulut Lenka terdengar puas karena membuat sedikit goresan di mobil merah itu oleh high heals nya, pria yang mengendarai mobil itu langsung turun dan menghampiri bekas yang di tinggalkan Lenka, Dia membuka kacamata hitam nya dengan tatapan kesal.
"Adik durhaka, kau merusak mobil mahal ku,"kesal Lukas menatap tajam Lenka yang dengan enteng masuk ke dalam mobil nya membiarkan pria itu terus berceramah kepada nya.
Lukas masuk ke dalam mobil dengan wajah kesal dan menjalankan mobil itu, sambil terus mengatai Lenka karena ulah nya barusan.
"Ck sudahlah kau ini bisa membeli yang baru bukan, Aku dengar bisnis gelap mu itu sukses, jangan menatap ku, kau sekarang sudah seperti seorang cassanova dan mafia yang akan memasuki setiap gadis, itu menjijikan,"ketus Lenka melirik kakak nya yang menatap diri nya dengan tawa kecil.
"Itu bukan menjijikan, itu perkasa apa kau tahu, tapi ingat jangan sampai ada yang berani menyentuh mu, atau Dia akan m@ti dengan luka temb@k dan otak nya yang bertabur@n di lantai,"gumam Lukas fokus dengan setir nya.
Glek...
Lenka seketika menelan ludah nya kasar mendengar Lukas yang semakin hari sudah memperlihatkan kegarangan nya sebagai seorang mafia, tapi tidak mungkin Dia akan melakukan itu pada Samuel.
"Hei jangan mengatakan hal b0doh, Aku ini seorang gadis William,"ucap Lenka mendorong badan kekar Lukas dengan kuat.
Begitulah jika Lenka dan Lukas bertemu, hanya ada perdebatan dan saling menyalahkan siapa yang benar dan yang salah, siapa yang lebih baik di antara mereka, tidak ada habis nya sampai-sampai suara mereka terdengar oleh Rere yang menyambut mereka dari luar mobil.
"Berhenti menasehati ku, urus saja j@lang mu itu,"kesal Lenka mencubit perut Lukas.
"Kau ini,"kesal Lukas mengelitik Lenka dengan kesal.
Gadis itu tertawa merasa geli, dan berlari menuju Rere yang menunggu mereka dengan tatapan mengeleng kepada tom dan jerry itu.
"Mom! Lihat lah Lukas, Dia selalu menganggu ku,"teriak Lenka dengan kesal berlindung kepada Rere.
"Lukas jangan ganggu adik mu, dan kenapa kalian ini selalu saja ribut ingat umur,"kesal Rere yang merasa akan cepat keriput jika melihat kedua anak nya.
Begitulah Lenka memutari Rere, dan Lukas yang berusaha menangkap nya, mata Lenka teralihkan kepada suara langkah kaki siapa lagi kalau bukan Leon yang datang dengan baju kerja nya baru pulang dari perusahaan itu.
Disini Leon menjalankan usaha dari perusahaan Ananda, atau perusahaan nya Mama Rere yah, Leon jadi Ceo di sana atas permintaan Rere karena ingin melihat perusahaan keluarga nya sukses.
"Leon, tolong Aku,"teriak Lenka memeluk Leon dan berdiri di belakang pria itu yang datang bersama asisten nya.
"Lukas,"ucap Leon dengan tatapan tajam nya.
Dengan hanya memberikan tatapan mengintimidasi itu, Lukas langsung berhenti mengejar Lenka dengan wajah kesal nya, pria itu menjulurkan lidah nya.
"Berani nya punya tameng,"ucap Lukas kesal dan memilih berjalan memeluk Rere masuk ke dalam mansion.
Mereka semua akhirnya masuk dan berbincang, jika Lenka dan Lukas bertemu selalu bertengkar, beda dengan Leon yang selalu tenang menanyakan keseharian sang adik itu dan menjawab nya dengan santai.
Varo yang baru turun dari lantai atas itu melirik Lukas yang memeluk istri nya, Dia langsung berlari cepat dan menyingkirkan tangan Lukas.
"Lukas lepaskan tangan mu dari istriku,"ucap Varo kepada Lukas.
"Ayo lah Dad, Dia ini Mommy ku, astaga lihat lah Tuan Varo William, ingat umur dengan anak saja cemburu,"ujar Lukas tertawa melihat keposesifan pria itu.
"Itu tanda nya Daddy sayang sama Mommy, emang Lukas cewe nya gonta ganti iyah kan Dad,"ucap Lenka yang mulai membujuk Daddy nya itu untuk memarahi Lukas.
"Mulai dah anak sama bapak,"gumam Lukas cemberut.
Mereka akhirnya memulai makan malam bersama, Luis yang baru balik kantor itu menyambut adik nya dengan senyuman nya, entah kenapa di sini yang terlalu sister complex adalah Luis yah.
Setelah semua selesai makan, semua orang mulai menikmati dengan bernostalgia duduk di ruang tamu dan bercerita, malam ini di hiasi dengan guyuran hujan yang ringan, Lenka hanya sesekali menatap keluar melihat rintikan hujan yang kian tidak berhenti.
"Bentar Lenka mau ke depan,"ucap gadis itu memakai sandal berbulu nya dan keluar karena perasaan nya Dia meninggalkan tas bawaan nya di pintu masuk mansion.
Miaw miaw
Suara kucing seketika membuat Lenka yang mencari tas nya itu merasa heran, luas lapangan mansion itu membuat nya bingung, perasaan nya juga keluarga nya tidak memiliki kucing peliharaan.
"Pus pus kamu di mana,"tanya Lenka menempuh gerimis dan mencari di sebalik taman bunga yang ada di samping mansion.
Dan akhirnya benar saja, ada anak kucing bewarna putih lucu tengah meringuk di bawah guyuran hujan, seperti nya kucing ini kehujanan dan kedinginan.
"Hei kamu kok bisa masuk mansion sih,"tanya Lenka kaget dan mendengkap anak kucing yang terkena lumpur dan tanah kedalam dekapan nya.
Tanpa rasa jijik Lenka mengelus kucing itu dengan gemas dan mencium nya tidak mempedulikan wajah nya yang sudah kena tanah karena kotor.
Di sisi lain Samuel yang di minta Luis mengurus sesuatu di markas itu dan meminta nya ke mansion untuk melapor seketika melihat seorang gadis yang Dia kenal sedang hujan-hujan an sambil berbicara sendiri.
"Lenka?"gumam Samuel langsung meminta Kevin memberhentikan mobil dan membawa payung.
Pria itu langsung memayungi Lenka, membuat gadis itu mendongkak karena penasaran.
"Sam, kau di sini!"ucap Lenka dengan senyum manis nya.
"Apa yang kau lakukan ini hujan b0doh, kau bisa sakit,"kesal Samuel kepada gadis nya itu.
"Aku menemukan kucing ini Sam, Dia kedinginan lihat lah,"ucap Lenka menyodorkan kucing itu ke dekat Samuel.
"Babe lepaskan kucing itu Dia membuat mu kotor, itu menjijikan,"
aku akan setia nunggu cerita barunya☕☕☕☕☕☕☕☕☕