Seorang wanita yang berjuang hidup sendiri. di tengah padat penduduk real estate. Dengan perut yang mulai mbuncit.
Semua itu berawal dari kecerobohannya. Dia harus di usir oleh kedua orang tuanya karena hamil.
Di usia yang masih muda Adinda Dermawan harus hidup serba susah. Mencari ayah dari anak yang ada dalam perutnya.
mau tau kisah selanjutnya..?
yukk.. ikuti kisahnya.
⚠️⚠️ Cerita ini mengandung keHALUan akud
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva'$live, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Impian Yang ingin di Capai
...💕Mohon maaf.. jika hiburan membacanya kembali terganggu oleh Typo ya Akak 🙏😘💕...
papa Dinda segera meluncur ke kota yang sudah di beritahu oleh anak buahnya setelah sampai ke kota yang yang di tuju. papa Dinda segera mencari Alamatnya.
Lagi lagi papa Dinda di buat kecewa. seperti halnya Alex. Sepertinya Tuhan masih menahan untuk mempertemukan kembali dengan putrinya.
Papa Dinda menyesal telah mengusir putrinya. apalagi jika mendengar cerita putrinya dari bu Sumi. "Maafin papa nak. tak seharusnya papa mengusirmu. " gumamnya.
"Tunggu beberapa minggu yang lalu juga ada seorang pria yang mencari Dinda. siapa dia. dan dia mengaku sebagai ayah dari bayi yang di kandung Dinda? Apakah dia Reno. Tidak mungkin Dia bilang perawakan nya sangat tinggi dan gagah. orangnya sangat bersih seperti bos besar. karena dia juga membawa anak buahnya." gumamnya lirih.
"Derry.. Kita segera kembali ke kota saja." ucap Papa Dinda pada Derry anak buahnya.
"Baik Tuan. " jawab Derry
"Setelah ini kau kembali ke kota ini. dan tetap mencari Dinda beserta anaknya. Aku yakin jika cucuku sudah besar sekarang." ucapnya.
"Mungkin sekarang sudah sekitar 10 bulan tuan cucu anda. " ucap Derry
"Betul itu Derry." sahutnya
"Kemana kalian nak." gumam Gerry
"Itu kenapa macet begitu Derry. " tanya Papa Dinda
"Tidak tau tuan. apa perlu saya turun? " tanya Derry
"Tidak perlu Derry. saya harus segera sampai ke kota." balasnya.
Mobil Gery melaju dengan pelan karena jalanan agak begitu ramai.
"Kenapa pak ramai ramai? " tanya Gery pada seorang pria yang baru saja meninggalkan kerumunan.
"Ituu tadi ada pesepeda di senggol mobil. tapi tidak apa apa. " jawabnya.
"Ohh.. " sahut Derry sembari mengangguk.
Derry segera kembali melakukan mobilnya. kali ini Derry lebih cepat karena Tuannya harus segera sampai di kota di mana Rumah yang sebenarnya.
Derry segera mengantar bosnya ke bandara.
"Jangan Derry.. kau harus tetap mencari putriku." ucap Papa Dinda mengingatkan
"Siap boss.. " jawab Derry
...***...
"Bundaaa.. " teriak Ayunda yang jalanya di papah oleh Rehan. pria yang sudah menolong Dinda dari kecelakaan tadi.
"Yunda.. kau kenapa.. ? " tanya Bu Halimah
"Tidak apa bun.. cuma terserempet mobil saja. tapi tidak apa apa. cuma lecet sedikit." jawabnya.
"Ituu mama Arsha sakitt.." ucap Neni menunjukkan pada Arsha jika sang mama sakit.
Raihan bingung dan menatap Yunda dan juga bocah yang berada di gendong seorang wanita. Rehan mengernyitkan keningnya. "mama" gumamnya pelan
"Bunda.. kenalin ini Rehan teman Yunda. dan dia lah yang menolong Yunda tadi." ucap Dinda memperkenalkan
"Oohh.. nak Rehan. terimakasihh yaa udah menolong Ayunda. " ucap Bu Halimah
"iyaa bunda sama sama. " jawabnya
"Arsha sini sama mama. " ucap Dinda sembari mengulurkan tangannya agar Arsha mendekat.
"Bunda, kebelakang dulu yaa Nak Rehan." pamit bunda
"Iya bunda silahkan. " jawab Rehan
"Ayunda.. mama? apa maksudmu? " tanya Rehan pada Dinda.
"Iyaa ini putriku. " jawabnya
"kau jangan bercanda Yun.. tidak mungkin kau sudah memiliki anak. " protes Rehan
'itu benar Rehan.. ini adalah anak kandung Ayunda. " sela Neni yang baru saja keluar lagi. untuk membuatkan minum.
"Tapi kenapa bisaa? Emm maksudku.. bagaimana" ucap Rehan yang ragu untuk melanjutkan.
"Ceritanya panjang. dan aku tidak akan cerita lagi. Yang jelas aku sudah menjadi seorang ibu. " jawab Ayunda.
Rehan terdiam dan menatap wajah Dinda dan bayinya.' emang sedikit mirip. apa iyaa itu anak Ayunda. sepertinya tidak mungkin. tapi untuk apa dia mengaku jika sudah punya anak. kan malah akan merugikan dirinya.' Batin Rehan.
"Boleh aku menggendong putri mu Yun? " tanya Rehan.
Adinda menatap tak percaya. "Apa kau yakin? " tanya Dinda.
Rehan mengangguk dan tersenyum pada Dinda. "Siapa tau kami bisa akrab Yun. " jawab Rehan.
Dinda segera memberikan Arsha pada Rehan. Dan Rehan pun segera menerimanya. mungkin karena tidak pernah melihat Orang asing Arsha pun menolak dan langsung menangis saat Rehan ingin mengulurkan tangannya.
"Kenapa sayang? om Rehan baik kok. " ucap Dinda
Namun Arsha tetap tidak mau malah menangis dan meminta untuk masuk ke kamar.
"Duhh maaf yaa Re. Arsha belum terbiasa dengan orang asing. jadi masih takut" ucap Dinda sedikit menyesalkan
"tidak apa apa Yun. anak kecil emang gitu. ada yang mudah akrab dan ada juga yang penakut seperti Arsha. " jawabanya
"kalo begitu aku pamit pulang dulu Yun. karena udah sore. " pamitnya
"Iyaa Re.. terimakasihh yaa udah mau nolongin aku tadi. " ucap Ayunda dan segera mengantar Rehan sampai pintu depan saja.
...***...
Minggu berganti bulan.
dan tak terasa Dinda sudah menyelesaikan pendidikan nya di kedokteran.
Dan Dinda pun mulai bekerja. Bersyukur Dinda mendapat tawaran pekerjaan di rumah sakit swasta. setidaknya Dinda langsung bisa memberi kehidupan yang baik buat Putrinya.
Pagi ini Dinda di panggil oleh Dosennya.
Dinda segera menuju ke kampus di mana dulu Dinda menimba ilmu.
"Selamat pagi Pak. " sapa Dinda.
Dosen itu sudah berusia lanjut. namun Fisiknya masih terlihat tegak.
"Pagi Ayunda.. masuklah.!!. " Ucap Sang dosen mempesilahkan Dinda untuk masuk.
"Bagaimana pekerjaanmu? " tanya Dang dosen.
"lancar pak. saya berterimakasih pada bapak sudah merekomendasikan saya di rumah sakit itu. " ucap Dinda penuh kesopanan.
Dosen itu tersenyum lalu mengangguk. Setahu Dosen itu Dinda adalah anak yang tidak memiliki orang tua. karena di dalam data yang di Terima Dinda adalah anak panti.
Jadi dosen itu ingin sekali menolong Dinda menjadi lebih unggul dalam berkarier.
"Begini Ayunda.. Ada penawaran beasiswa ke Singapura. apakah kau mau mengambil? " tanya dosen yang di ketahui bernama. Prof Eric Danar Atmaja.
Dinda menampakkan kegembiraan. di hatinya sangat ingin Mengambil beasiswa itu. tapi Dinda kembali teringat akan putrinya. tidak tega meninggalkan sendiri di negara ini.
"Bagaimana.. apa kau mau mengambilnya Ayunda? " tanya dosen itu lagi.
"Saya pikirkan dulu pak. sebenarnya saya sangat ingin mengambilnya pak. ini adalah kesempatan terbaik buat saya. tapi saya harus musyawarah dulu sama Bu panti." jawab Dinda.
...Bersambung...
kok arsha ga ada crt nya lg sekolah