NovelToon NovelToon
Terpaksa Menerima Perjodohan

Terpaksa Menerima Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Naja

Tiara lestari, seorang gadis desa yang baru merantau ke kota terpaksa menerima perjodohan menggantikan Shasa; sepupunya hanya karena kekonyolan Shasa yang tidak ingin di jodohkan dengan laki-laki yang di rumorkan mempunyai paras buruk dan sakit sakitan.

Satu minggu berada di kota situasi Tiara mulai sulit, bersekolah di SMA elit bersaing dengan murid berprestasi, dia harus bisa menggeser posisi Trisakti sekolah demi mendapatkan beasiswa ke jenjang sarjana.

Situasi makin rumit, tiga orang yang harus ia kalahkan; Jonathan ternyata seorang ketua Osis yang selalu bersikap baik padanya, Shasa; wakil ketua Osis sang sepupu yang selalu membencinya. Dan yang terakhir, Kenzo; si brandal sekolah orang itu tidak lain tunangannya sendiri yang indentitas aslinya tidak di ketahui murid yang lain, bahkan pertunangan merekapun sama sama di rahasiakan.

Akan seperti apa jadinya jika Shasa mengetahui kalau lelaki yang di jodohkan dengan Tiara sebenarnya adalah teman sekolahnya yang ia sukai?
Bisakah Tiara mendapatkan beasiswa tanpa mempengaruhi perjodohannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku nyaman di sampingnya.

"Karena semuanya sudah kumpul, bisakah kita langsung membicarakan maksud dari perkumpulan ini."

Kenan mengawali pembicaraan.

Semakin cepat di bicarakan maka semakin baik. Dia tidak mau terus berandai-andai. Dia hanya ingin melihat akan seperti apa Kenzo menyelesaikan masalahnya.

Jika putranya tidak bisa menyelesaikan nya, maka terpaksa Kenzo harus menuruti perintah dan keputusan nya sendiri.

"Iya, Pak Kenan. Karena itu juga maksud kami datang ke sini. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya. Saya dan keluarga bermaksud menukar pertunangan ini, dan putri kami sendiri yang akan melanjutkan pertunangannya."

Arya langsung bicara pada intinya, dia tidak mau banyak basa basi. Tidak ingin terus melihat kekecewaan di wajah putrinya karena Kenzo masih saja memperlakukan Tiara seperti tunangannya.

"Maaf sebelumnya Pak Arya, kami sebagai orang tua memang sudah mempertimbangkannya, tapi kami tidak bisa memutuskan sendiri. Kenzo sendiri yang akan memutuskan nya. Karena dia sendiri yang akan menjalankan nya."

Kenan menimpali, berusaha bicara seramah mungkin agar tidak menyinggung perasaan Arya.

Sebelum dia turun tangan, biar Kenzo terlebih dulu bicara.

Arya dan Widia seketika langsung melihat ke arah Kenzo. Perasaan mereka langsung tidak enak, sedari tadi tingkah Kenzo sangat mencolok terus mempedulikan Tiara, rasanya membujuk Kenzo tidak semudah membujuk Kenan seperti sebelumnya.

"Bagaimana, Nak Kenzo. Bukankah hubungan Nak Kenzo dan Sahsa sudah sangat dekat, alangkah baiknya jika pertunangan ini di lanjutkan oleh Shasa, kalian sangat cocok, pasti bisa menjadi pasangan yang saling melengkapi dengan kelebihan yang kalian miliki."

Arya tersenyum cerah menatap Kenzo, langsung menodong Kenzo tanpa aba-aba agar lelaki itu bisa menerima putrinya.

"Maaf, paman. Bukan saya tidak menghargai niat baik paman. Tapi pertunangan bukan sebuah permainan yang bisa di tukar begitu saja.

Dari awal saya sudah bertunangan dengan Tiara, dan sampai kapan pun Tiara akan menjadi pasangan saya."

Kenzo langsung menjawab tanpa keraguan. Dia sampai membungkukkan kepala sebagai permintaan maaf jika saja perkataanya menyinggung perasaan Arya.

Kenzo bukan bermaksud meremehkan keinginan Arya.

Dia berkata sesuai kenyataannya. Menjelaskan bahwa pertunangan bukan sebuah permainan yang bisa di mainkan dengan bergantian.

"Tapi, Ken?"

Sahsa refleks menyangkal tidak terima, apa yang kurang darinya, bagaimana bisa Kenzo malah memilih Tiara. Harga dirinya terasa jatuh, membuat hatinya makin sakit.

"Kenzo?"

Shasa menatapnya dengan tatapan lemas, seolah memohon untuk mempertimbangkan kembali perkataanya.

"Nak, Kenzo. Tolong dengarkan dulu. Saya menginginkan pertukaran ini juga bukan tanpa alasan. Ini semua demi kebaikan Nak Kenzo dan Tiara sendiri."

Arya mencari alasan, dia benar benar harus memutar otak membela putrinya untuk mendapatkan hati Kenzo.

"Tiara merasa tidak nyaman dengan pertunangan ini, dia merasa terbebani. Makanya Shasa ingin membantu dan meringankan beban Tiara dengan menggantikan nya untuk bertunangan dengan Nak Kenzo. Maksud kami baik. Shasa juga ingin membantu meringankan beban Tiara, agar hubungan keluarga ini masih terjalin baik tanpa membebani Tiara."

Arya kembali bicara, berusaha mencari alasan. Memberikan kesan baik pada putrinya dan sebaliknya memberikan kesan keterpaksaan bagi Tiara. Karena itulah alasan pertama dia mengajukan pertukaran mereka.

"Iya, suami saya benar Bu, Pak."

Widia menimpali, langsung menatap ke arah Tiara. Soleh menekan Tiara agar gadis itu mengakui dan mengiyakan perkataan suaminya, dia tidak mau Shasa terus menanggung malu.

Berkorban demi Shasa, Tiara bisa bertahan hidup di kota juga karena mereka.

"Maaf, Bu, Pak saya sebenarnya malu untuk datang ke sini karena sebelumnya tidak bisa menjalani perjodohan. Tapi sekarang saya memberanikan diri untuk datang ke sini, dan itu demi Tiara.

Saya merasa bersalah jika Tiara malah tertekan karena menjadi pengganti, makanya saya yang sejak awal seharusnya di jodohkan dengan Kenzo akan bertanggung jawab untuk melanjutkan pertunangan ini, agar Tiara tidak terbebani."

Shasa ikut bicara, melengkapi Ibu dan Ayahnya. Memberi alasan yang begitu pasti seolah meyakinkan kepada Kenan dan Ze agar melanjutkan pertunangan Kenzo dengan dirinya bukan dengan Tiara. Karena awalnya pun dia dan Kenzo lah yang di jodohkan, bukan Tiara yang malah tertekan dengan pertunangan nya.

"Bohong."

Ingin sekali Tiara bicara, tapi bibirnya terkunci. Mata Sahsa dari tadi

menatap nya dengan penuh arti. Seolah berkata habislah dia kalau berkata yang tidak tidak.

Tangannya hanya bisa mengepal keras. Hatinya sakit melihat sandiwara mereka yang begitu sempurna dan dia dipaksa untuk diam tanpa bisa bicara yang sebenarnya. Karena di mata mereka dia hanyalah sebuah boneka yang bisa di perlakuan sesukanya.

"Maaf, Nak Shasa. Kami ikut senang karena niatan mu baik. Tapi kami sudah angkat tangan karena Kenzo yang akan menentukan."

Ze menimpali pembicaraan Sahsa. Dia sampai berdecak kagum rupanya putri Pak Arya sangat pandai bicara.

Dia jadi sedikit gelisah, apa benar Tiara tertekan menjalani pertunangan ini?

"Ken, Aku minta maaf karena tidak bisa hadir dalam perjodohan itu. Tapi setidaknya maafkan aku. Semua keputusan nya ada pada mu. Aku tahu kamu tidak mungkin mengambil keputusan yang salah apalagi kalau sampai tingkah mu merugikan orang lain. Itu bukan dirimu, Ken."

Shasa kembali bicara, kali ini dia berusaha membujuk Kenzo.

Kedekatan nya dengan Kenzo bukan hanya obrolan semata, tapi dia sudah tahu betul karakter Kenzo seperti apa.

Makanya dia sengaja memanfaatkan situasi ini agar Kenzo tidak bersikeras mempertahankan Tiara sebagai tunangannya, karena jelas Tiara akan merasa di rugikan jika Kenzo terus mempertahankannya.

Ze dan Kenan saja sampai terkejut, Shasa benar benar tahu betul seperti apa putra mereka. Kalau memang benar Tiara terbebani dengan hubungan ini, Kenzo tidak bisa terus mempertahankannya.

"Ken, apapun keputusan mu, mommy harap kamu tidak menyakiti, Tiara."

Ze sampai tidak tenang, perkataan Shasa sangat memojokkan putranya.

"Sha, semua perkataan mu memang benar, dan terima kasih sudah mengerti tentang aku. Tapi ada satu yang terlewat.

Kalian semua tidak bertanya dulu pada orang nya. Apakah Tiara benar benar tertekan? Apa Tiara benar benar terbebani dengan pertunangan ini? Aku merasa keputusan ku tidak merugikan orang lain sebelum Tiara bicara sendiri kalau dia tertekan berada di samping ku."

Kenzo bicara dengan penuh percaya diri, dia tidak menyangkal perkataan Shasa, tapi dia punya celah untuk keluar dari sana.

"Kenzo benar, kita harus bertanya dulu bagaimana tanggapan Tiara sendiri."

Kenan menimpali perkataan putranya.

Dia tidak menyangka kalau semuanya akan berbelit seperti ini.

Tapi dia menghargai pendapat putranya karena memang Tiara lah akar permasalahan mereka.

"Bagaimana, sayang? Apa kau merasa terbebani dengan pertunangan ini?"

Kini Ze yang bersuara. Dia ingin sekali mendengar perkataan Tiara langsung, apakah dia benar-benar terbebani?

"Aku harus bagaimana. Aku tidak mungkin mengecewakan Kenzo, tapi tidak bisa menghindari mereka. Mereka pasti akan semakin menyiksa ku kalau aku tidak menuruti keinginannya."

Tiara sampai tertunduk, menarik napas dalam-dalam. Seolah memohon jalan yang terbaik untuk nya.

Haruskah dia mempertahankan Kenzo dan dia akan hidup menderita menahan siksaan tiga orang yang berkedok manis sebagai keluarga. Atau kah melepaskan Kenzo dan hidup bagai boneka di tangan mereka. Tiara bingung, keduanya bagai simalakama.

"Jangan takut, Tiara. Semua akan baik-baik saja."

Kenzo berbisik. Tangan nya kembali meraih telapak tangan Tiara dan menggenggamnya. Menggenggam erat sampai Tiara bisa percaya diri untuk melawan mereka.

Tiara mengangkat kepalanya, langsung menatap Kenzo dengan tatapan sendu.

"Kau benar benar akan menolong ku?"

Tiara bersuara dengan begitu pelan. Sungguh dia berharap banyak pada Kenzo. Jika dia tidak mengiyakan perkataan Arya, dia tidak punya alasan untuk membela diri jika mereka kembali menyiksanya.

"Iya,"

Kenzo menganggukkan kepala.

Sungguh malang nasib gadis yang ada di sampingnya. Kenzo sampai tidak menyangka dia bisa di pertemukan dengan seorang gadis yang di rundung penderitaan.

"Maaf paman, bibi. Aku tidak apa-apa, aku tidak pernah merasa terbebani atau pun merasa tertekan dengan pertunangan ini. Justru aku berterima kasih. Terima kasih banyak, karena paman aku bisa bertemu dengan Kenzo."

Berkata support Kenzo, Tiara menjawab dengan begitu lantang, menyangkal keras pernyataan Arya Widia dan Sahsa. Dia tersenyum lebar membuktikan kalau dia baik-baik. Bahkan sekarang dia bahagia.

"Paman, Aku sangat nyaman berada di sampingnya."

Ucap Tiara lagi, tangannya sampai bergerak cepat merangkul lengan Kenzo membuktikan kalau perkataan nya bukan sebuah kebohongan.

"Apa cita-cita nya menjadi artis, kenapa dia pintar sekali berakting."

Kenzo sampai kaget, dia langsung menatap Tiara, gadis itu memang tidak terduga. Gadis yang tadi gemetar ketakutan kini pergi entah kemana.

Bahkan Tiara kembali tersenyum saat tatapan mata mereka saling bertemu.

Seolah berkata, bagaimana acting nya, bagus kan?

"Dasar kau."

Kenzo tersenyum kecil, menggerakkan tangannya mengelus kepala Tiara.

Tidak terlalu buruk juga.

Mereka sama-sama berakting seolah memperlihatkan kalau mereka adalah pasangan yang saling suka.

Ze seketika tersenyum senang melihat tingkah mereka, rupanya Tiara terlihat nyaman berada di samping putranya.

"Tiara, berani beraninya kau mengabaikan perkataan ku."

Shasa makin kesal, kenapa rencana mereka tidak berjalan lancar.

Alih-alih membuat Tiara mengaku tidak nyaman dengan pertunangan ini, gadis itu malah berbicara sebaliknya.

Arya sampai mengepalkan tangan, Tiara benar benar mengecewakan dirinya.

"Tiara. Apa kau ingin mempermalukan paman. Kau tidak sadar kau banyak kekurangan, kenapa bersikeras ingin melanjutkan pertunangan ini."

Arya tiba-tiba bersuara, tanpa sadar sampai meninggikan suaranya membentak Tiara.

Dia benar benar kesal, kenapa gadis itu berani melawannya.

"Paman, maaf. Aku bukan bermaksud seperti itu."

Tiara kaget. Tatapan dan suara Arya begitu menyeramkan, dia langsung melepaskan lengan Kenzo, berusaha menjelaskan kalau dia tidak bermaksud menyinggung perasaan nya.

"Mohon maaf, Pak Arya. Nak Tiara tidak bermaksud apa-apa, dia hanya menyampaikan pendapatnya saja. Jadi kita harus membereskan ini dengan baik-baik."

Kenan ikut bersuara. Dia merasa ada yang aneh saat melihat respon Arya, padahal Taira hanya mengungkapkan perasaan nya, kenapa Arya terlihat marah seperti itu. Suasana di sana mendadak menjadi tegang dengan tingkah Arya yang tiba-tiba. Kenan hanya ingin menjalin kekeluargaan, kenapa malah berakhir jadi permasalahan.

"Pak Kenan, saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga bapak. Tapi maaf, Tiara malah bertingkah sesukanya dan membuat saya malu."

Arya menjawab dengan begitu percaya diri, tingkah nya pada Tiara seolah wajar, membuktikan kalau dia adalah wali dari Tiara dan dia berhak untuk menegurnya.

"Tiara merasa nyaman dengan pertunangan ini, tidak seperti apa yang paman, bibi dan Sahsa katakan. Dia hanya mengungkapkan perasaan nya, apa itu salah? Kenapa paman harus malu?"

Kenzo kini yang bicara. Dia juga kaget kenapa Arya tanpa ragu membentak Tiara padahal banyak orang di sana.

Bukannya makin terlihat kalau keluarga Arya memang tidak sebaik yang Daddy nya katakan, sekarang dia bisa dengan jelas melihat seperti apa mereka memperlakukan Tiara.

"Iya, Nak Kenzo benar, pernyataan Tiara yang merasa nyaman dengan pertunangan ini memang tidak salah, tapi

rasa nyaman dan keinginan Tiara untuk melanjutkan pertunangan dengan Nak Kenzo lah yang membuat saya malu."

Arya sampai tertunduk, dia harus bagaimana lagi agar bisa melepaskan Tiara dari perlindungan Kenzo. Dan meyakinkan lelaki itu kalau Shasa lah yang terbaik untuk nya.

"Tiara hanya seorang gadis desa, dia belum terbiasa dengan hiruk pikuk kehidupan kota, sedangkan Nak Kenzo seorang pewaris tunggal yang harus menanggung tanggung jawab besar. Alangkah baiknya jika Nak Kenzo memiliki pasangan yang siap membantu, bukan malah menjadi beban. Makanya saya selaku calon mertua Nak Kenzo ingin memberikan pasangan yang pantas agar nantinya tidak mengecewakan."

Sambung Arya memberi alasan dengan begitu panjang dan pasti. Alasan itu cukup logis dan tentunya tepat sasaran dengan kenyataan dan apa yang di khawatirkan Kenan.

Arya dan Kenan merupakan rekan kerja, mereka pasti punya pemikiran yang sama.

Arya yakni alasan itu bisa membuat Kenan melepaskan Tiara dari pengakuan putranya.

"Paman benar benar membenci ku."

Tiara kembali menahan sesak di dada.

Akan sampai mana keluarga pamannya mempersulit dan menghina dirinya.

"Duh Pak Arya, bukannya Tiara juga sudah bapak anggap seperti putri bapak sendiri. Tidak sepantasnya bapak bicara seperti itu."

Alih-alih mendapatkan simpati dari Kenan, malah Ze yang menimpali, dia malah kesal sendiri.

Tega-teganya orang yang di katai sebagai paman malah dengan begitu santai merendahkan Tiara di depan matanya sendiri.

Kenzo sendiri sampai mengepalkan tangan, perkataan Arya terdengar memuakkan di telinganya. Beralasan simpati, seolah peduli, padahal perkataan tua bangka itu jelas merendahkan dirinya dan Tiara.

Saat tahu dirinya dari sebuah rumor, dengan begitu santai Arya membawa Tiara ke hadapannya. Dan setelah tahu dirinya seperti apa, sekarang dengan tidak tahu malunya membawa putrinya sendiri kehadapan nya.

Bukan itu sangat jelas kalau Arya bukan hanya merendahkan Tiara tapi juga mengina dirinya.

Dengan membayangkan nya saja sungguh memuakkan.

"Pak Arya, sebelumnya terima kasih karena anda sudah menganggap saya sebagai pewaris keluarga Wijaya yang penuh kesempurnaan, tapi maaf saya tidak sesempurna itu sampai anda mengira saya lebih pantas bertunangan dengan putri bapak yang terlahir sempurna!"

Kenzo mulai bicara.

Tua bangka di depannya cukup pandai bicara, mau beralasan seperti apapun Arya pasti bisa menyangkalnya.

Tidak ada cara lain selain sama-sama di lihat rendah oleh mereka untuk menyamakan derajat nya dengan Tiara.

"Apa maksud Nak Kenzo bicara seperti itu?"

Arya memang tidak mengerti apa maksud ucapan Kenzo, tapi sangat jelas, kalau lelaki itu menolak putrinya dengan terang-terangan.

"Saya tidak sempurna seperti apa yang bapak bayangkan. Apa bapak tahu? sebenarnya rumor yang mengatakan kalau saya sakit-sakitan itu memang kenyataannya. Jadi Anda tidak perlu ikut repot memikirkan kalau Tiara bukan pasangan yang sempurna buat saya, karena saya sendiri sadar saya punya kekurangan."

Kenzo kembali bicara, dia sampai harus mengungkapkan sesuatu yang sedari dulu dia dan keluarganya sembunyikan.

Sisi lemah seorang Kenzo yang tidak di ketahui semua orang kini Kenzo ungkapan demi menyamakan derajat dengan Tiara. Agar Arya tidak lagi mengusiknya.

"Kenzo mengidap penyakit?"

Shasa terkejut, selama mereka berteman Kenzo tidak pernah memperlihatkan kalau dirinya sakit. Cuma memang tingkah Kenzo terkadang mencurigakan.

"Ken!"

Ze juga ikut kaget, dia tidak mengira Kenzo akan memperlihatkan kelemahan nya pada mereka sampai harus membuka semuanya.

"Tidak apa-apa, mom. Mereka memang harus tahu. Supaya pikiran mereka sedikit terbuka kalau semuanya tidak ada yang sempurna. Mereka pun tidak harus serakah sampai melakukan segala cara untuk mendapatkan kesempurnaan."

Kenzo kembali bicara dengan blak-blakan.

Menyindir tingkah Arya dan keluarganya yang bersikeras ingin menukar pertunangan dengan cara merendahkan Tiara padahal wanita itu juga bagian dari keluarga mereka.

Arya terdiam, perkataan Kenzo bagai sekak mati sampai dia tidak bisa berkata-kata.

"Sepertinya pembahasan ini sudah selesai Pak Kenan. Maaf kita harus segera pulang."

Arya sudah kehabisan kata-kata, rasanya kesal karena Kenzo menolak keras putrinya. Dan lebih kesal lagi pada Tiara yang menjadi biang dari semua ini.

Tiara benar benar telah mempermalukan keluarga mereka.

"Ayo, Tiara. Kita harus pulang!"

Amarah Arya tidak bisa di tahan. Ia beranjak berdiri, bergegas menghampiri Taira dan ingin membawa dia keluar dari sana.

"Kau bisa bernafas lega di sini. Tapi lihat saja nanti. Aku akan memberi mu pelajaran saat kita di rumah, Tiara."

Shasa beranjak berdiri mengikuti Widia.

Dia belum kalah, dia belum menyerah untuk bisa mendapatkan Kenzo.

Dia harus memberi Tiara pelajaran terlebih dulu setelah itu dia bisa mendekati Kenzo dengan pelan-pelan.

"Ayo. Kenapa diam saja!"

Tanpa malu Arya menarik paksa tangan Tiara agar mengikutinya.

"Iya, paman. Aku akan pulang."

Tidak ada pilihan lain, Tiara tidak bisa apa-apa selain mengikuti kemauan Arya.

Walau sebenarnya hatinya sudah begitu takut membayangkan seperti apa amarah mereka padanya nanti.

"Pak Arya, Tiara bisa berjalan sendiri, bapak tidak perlu menyeretnya."

Kenzo kembali bersuara, dia tahu Arya sedang marah, tapi tidak harus sekasar itu pada Tiara.

"Nak Kenzo tidak perlu ikut campur, saya wali nya. Dan saya lebih tahu apa yang harus saya lakukan pada Tiara."

Arya menjawab dengan penuh amarah.

Berani sekali Kenzo kembali memandang rendah dirinya. Dia malah semakin cepat menarik Tiara untuk segera keluar dari rumah megah itu

Kenzo kembali mengepalkan tangan, ingin marah tapi sang Daddy dengan cepat mencegahnya.

"Ken, sudah."

Kenan berusaha melerai. Dia tidak mau suasana semakin rumit.

Dari awal dia ingin menciptakan kebersamaan dua keluarga, bukan malah keretakan seperti sekarang.

Jika Kenzo terus bicara apalagi ikut campur urusan mereka, Arya pasti akan tambah membenci keluarganya.

"Dad, maaf. Aku tidak bisa membiarkan Tiara pergi bersama mereka. Aku harus kembali membawa Tiara ke rumah ini."

Perasaan Kenzo tidak tenang.

Dia harus menepati janjinya untuk membantu Tiara, sebelum hal yang tidak ia harapkan benar benar terjadi.

1
Febby fadila
aduu Thor aku sdah was² pas Tiara buka mata diabilang gelap aku kira ingatanx kembali tp Mala buta, ternyata nggak, sykurlah
Febby fadila
semoga Kenzo baik² saja
Febby fadila
semoga kedok Mario/Matteo cepat terbongkar, pusing aku banyakx masalah
Febby fadila
harus dielidiki siapa guru baru Kenzo, jangan sampai lengah
Febby fadila
hmmm pasti Mario menyuap kepala sekolah untuk masuk kesekolah secara diam²
Febby fadila
waduuuu Kenzo hati² Mario mengincar kalian bertiga terutama kamu dan tiara
Febby fadila
sosweetnya Kenzo 😍😍😍😍
Febby fadila
kasihan Kenzo, semoga Tiara cepat ingat dan pulih ya
Febby fadila
hmmm alhmdllah sdah siuman tp kasihan Kenzo dilupakan sabar bang
Febby fadila
Shasa kan lagi hamil, nggak bisa ding
Febby fadila
Thor ini Tiara nggak ada bahagia
Febby fadila
bang Ken bisa² bakar tu gedung pertemuan 🤣🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
aduuuu, semoga Tiara baik² saja
Febby fadila
Tiara knp baik banget siiii baik boleh bodoh jangan
Febby fadila
Tiara emang the best
Febby fadila
Nah kan karma sdah dtang padamu Shasa semoga kamu sadar dan insyaf,
Febby fadila
kayakx Shasa Hamidun tuu, klw itu benar habislah kau shasa
Febby fadila
semangat Tiara kok aku yg deg degan sii
Febby fadila
ayo ayo ayo aku timx Tiara 👏👏
Febby fadila
semoga Dewi Fortuna mengabulkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!