NovelToon NovelToon
Mahligai Perselingkuhan

Mahligai Perselingkuhan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:539.2k
Nilai: 5
Nama Author: NCY

“Aku tidak pernah tertarik dengan gaya kampungan mu itu, aku menikahi mu karena perusahan kakek. Siapa pun yang menikahi dirimu maka pria itu berhak menjadi penerus perusahan Wina Graha.” ucap Brian seraya memandang rendah wanita di balik daster biru tua itu.

Wulan bangkit dari lantai menatap ke arah Brian sambil mengepal kedua telapak tangannya.

“Aku berjanji akan menjatuhkan dirimu serendah rendahnya hingga kamu sendiri tidak bisa bangkit dari tempat kamu jatuh. Ini adalah sumpahku,” batin Wulan.

Ia akhirnya berlalu dari hadapan Brian dan Raya wanita selingkuhan suaminya itu.

Pernikahan membuat hidup Wulandari seperti dalam neraka, namun pernikahan itu pula yang membawa Wulandari pada seorang pria bernama Arkan Rafali. Sepupu suaminya yang mampu membuat hatinya merasakan manisnya cinta.

Di balik penderitaan Wulandari, ditengah rencana nya balas dendam, kisah cinta manisnya tumbuh bersama Arkan.

Penasaran dengan akhir kisah nya mereka. Yuk tongkrongin terus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-Diner II-

Sepeninggal Wulan dan Arkan. Suara deru mobil terdengar dari arah halaman rumah.

“Nyonya kok balik lagi lagi? Ada yang ketinggalan Nyah?” Bi Narsih berjalan kembali keluar setelah mengunci pintu rumah besar tersebut.

Tak disangka, mobil yang baru saja tiba itu adalah mobil milik Brian sang tuan Rumah.

“Kamu sedang menunggu siapa?” tanya Brian begitu keluar dari mobilnya.

“Malam tuan, bibi hanya mengecek keluar saja tuan,” jawab bi Narsih.

Brian berjalan menuju pintu mobil sebelah kiri kemudian membukakan pintu mobil tersebut.

seorang wanita cantik keluar dari mobil.

Brian menggandeng wanita itu masuk ke teras rumah.

“Dimana orang kampung itu?” tanya Brian.

“Itu tuan, nyonya sedang keluar,” jawab bi Narsih seraya menundukkan kepalanya.

“Keluar? Ini kedua kalinya aku pulang ke rumah dan dia tidak pernah berada di rumah. Setiap hari sifatnya semakin ngelunjak,” ujar Brian.

“Oh ya, ini Soraya pacar saya. Kelak bibi harus melayaninya dengan baik. Jika nona Soraya tidak betah berada di sini, gaji bibi aku potong!”

“Yan, sudah. Aku capek dengar kamu ngomel terus,” tegur Soraya. Ia kemudian menatap bi Narsih dengan senyuman. “Bibi nggak usah repot, saya disini hanya mampir. Nggak akan tinggal berlama lama disini, bagaimana pun ini adalah rumah Wulan, saya ke sini hanya ingin mengenal Wulan lebih dekat,” jelas Soraya ramah.

“Baik non, Silahkan masuk,” sambut bi Narsih ramah.

Bi Narsih berjalan menyusul di belakang Brian dan Soraya.

“Kamar ku di atas, kita ke kamar?”

“Yan, aku bikin minuman hangat dulu. Perutku kembung karena tropikal jus tadi sore,” ucap Soraya.

“Bibi buatkan Nona Soraya minuman hangat,” perintah Brian.

“Nggak usah, saya bisa buat sendiri. Bibi nggak usah repot,” ujar Soraya.

“Kamu naik aja duluan, aku akan didapur bersama bibi,” ucap Soraya pada Brian.

Pria itu agak di dorong paksa baru beranjak dari ruangan itu, ia tak leluasa melihat sang kekasih kerepotan di rumahnya.

“Bi dapurnya di mana?” tanya Soraya.

“Ayo nona ikut bibi,” ajak bi Narsih.

Soraya berjalan sambil menelaah satu persatu yang dilaluinya.

“Rumah sebesar ini tapi tidak terlalu banyak barang,” ucap Soraya.

“Nyonya Wulan membeli barang sesuai kebutuhan, katanya nggak perlu pajangan terlalu berlebihan, nanti repot dibersihkan,” ujar Bi Narsih.

“Kenapa nggak di dekorasi oleh designer? Semakin asri rumah maka kita akan semakin betah dan nyaman didalamnya.” Soraya ikut berhenti dimana bi Narsih berhenti.

“Nyonya betah dirumah, dia jarang keluar rumah selain ke kantor,” bela bi Narsih.

“Jika betah dia nggak akan keluyuran sekarang bi,” jawab Soraya.

“Nyonya jalan bersama tuan Arkan, mereka pergi makan malam bersama rekan mereka yang berulang tahun. Nyonya nggak suka jalan dengan sembarang pria,” bela bi Narsih lagi.

“Oh ya? Mas Arkan bersamanya?”

Soraya terlihat memikirkan sesuatu.

Bi Narsih sudah meletakkan secangkir gelas di atas meja, mengambil sendok serta membuka laci dimana segala jenis minuman hangat sachet terhidang.

“Nona, mau bibi buatkan? Mau kopi? Teh?” tanya bi Narsih.

“Teh hangat aja bi, nggak usah pakai gula,” jawab Soraya.

“Tadi katanya mau buat sendiri, ujung ujung minta dibuatkan,” batin bi Narsih.

“Bibi yakin Wulan jalan bersama mas Arkan? Bibi ga salah kan?” tanya Soraya.

“Yakin, bibi yakin karena mata bibi belum rabun non. Tuan Arkan yang menjemput nyonya,” ucap bi Narsih dengan nada tegas. Ia mulai kesal dengan wanita dihadapannya itu, baru saja sampai tapi sudah mulai ingin mengambil posisi nyonya rumah.

“Dia bahkan mulai menjelek jelekkan nyonya, nyonya bukan wanita sembarangan. Nyonya hanya dekat dengan dua orang lelaki yaitu kakeknya dan tuan Arkan.” batin bi Narsih.

“Bi karena setahu saya, mas Arkan itu orang nya jarang mau keluar ngumpul ngumpul acara seperti itu. Dia nggak suka keramaian,” ucap Soraya.

“Nona kalau nggak percaya, cek sono, mereka makan di Skye resto. Masa bibi bohong sih,” ucap bi Narsih kesal. Bi Narsih menyerahkan teh yang baru saja di seduhnya ke hadapan Soraya kemudian menyibukkan kan dirinya dengan melap apa saja yang ada di dalam kulkas.

Soraya berjalan keluar dari ruangan itu sambil memegang secangkir teh hangat ditangannya.

“Gimana sudah enakan perutnya?” tanya Brian dari arah tangga.

“Sudah mendingan, gimana sudah ketemu kartunya?” tanya Soraya.

“Sudah, ada dalam totebag yang aku pakai minggu lalu,” jawab Brian.

“Sudah hampir pukul 8, kita makan dirumah bi Narsih yang masak?” lanjut Brian bertanya.

Soraya berjalan menghampiri Brian. “Kita makan diluar, Indonesian taste? Hmmm Skye resto?” saran Soraya sembari mengusap pipi Brian lembut.

“As well as you want darling. But can i?” Sebuah ciuman panas mulai terjadi. Brian mendorong perlahan tubuh soraya hingga ke atas sofa. Cangkir ditangan Soraya diletakkan di atas meja.

Sebuah pemanasan yang cukup liar diruang tamu tersebut, suara suara des4han terdengar memenuhi seluruh ruangan bahkan seisi rumah.

Tak puas di atas sebuah sofa, Brian membopong tubuh Soraya menuju kamarnya. Pertempuran sengit menuju kenik matan berlanjut di dalam ruangan kamar Brian hingga sejam kemudian.

Cinta Brian terhadap Soraya membuatnya tak pernah bosan menikmati tubuh wanitanya itu. Brian selalu ingin lagi dan lagi mencumbunya. Soraya bak candu, ia telah mengisi relung hati Brian. Bahkan jiwa dan raga Brian hanya milik Soraya.

—ooOoo—

Lantunan irama selamat ulang tahun mulai bergema. Seorang pramusaji membawa sebuket bunga dan sebuah kue tart bertuliskan nama Sarah di atas nya.

Wulan, Renata, Arkan dan Aldy bernyanyi riang lantunan happy birthday. Mereka turut gembira akan datangnya hari bahagia sahabat mereka Sarah.

Setelah lantunan tiup lilin, Sarah meniup lilin dengan angka 24 dihadapannya. Ia terlihat gembira, sedikit melow pada matanya seakan bulir bening itu akan jatuh menetes dari pelupuk matanya.

“Happy birthday Sarah,” ucap Wulan dan Renata bersamaan dengan penuh suka cita.

“Makasih girls,” ketiga gadis itu saling berpelukan. “Makasih surprice nya.”

Arkan mendekati Sarah, “selamat ulang tahun Sarah,” sembari menyerahkan sebuah paperbag kecil.

“Makasih mas Arkan,” ujar Sarah.

“Hadiah ku mana?” ucap Sarah gembira menuntut hadiah dari Wulan dan Renata.

Wulan juga mengambil paper bag miliknya dari samping kursi.

Demikian juga Renata, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya.

“Selamat ulang tahun sayang,” ucap Aldy kemudian menyematkan sebuah kalung di leher Sarah.

“Thankyou sayangku,” sebuah kecupan mendarat di bibir Aldy.

Sarah langsung kembali duduk kemudian membuka satu persatu bingkisan dihadapannya.

“Ini dari mas Arkan,” ucap Sarah kemudian membuka kotak dari dalam paper bag. “Waw,” sebuah dompet kecil card holder berukiran permata chanel diatasnya dikeluarkan dari dalam kotak tersebut. “Makasih mas,” ucap Sarah gembira.

Ia mengambil kotak pemberian Renata. Sebuah jam tangan model terbaru berwarna coklat keemasan. “Makasih Rena,” ujar Sarah kemudian memeluk Renata.

“Setiap melihat waktu yang terus bergulir, ingat lah kepada kami. Sebanyak itu lah waktu yang sudah kita habiskan bersama,” ucap Renata.

“Lah ya Rena sayang,” ucap Sarah dipenuhi tatap haru.

Sebuah kotak tersisa diatas meja adalah kotak dari Wulan. Sarah langsung mengeluarkan isi dari dalam kotak tersebut.

“Ini apa?” tanya Sarah.

Wulan ikut heran dengan benda bening yang dibelinya untuk Sarah. “Itu apa ya?” tanya Wulan pelan.

Renata mengeluarkan benda tersebut dari dalam kotak. “Agak kenyal, ucap Renata sambil terus memperhatikan benda tersebut. “Ini apaan Lan?” tanya Rena.

“Aku juga nggak tau itu apaan Ren,” ucap Wulan.

“Lah yang beli kamu,” ucap Renata.

“Aku asal ambil dari rak, nggak tau itu apaan?” Wulan mengambil dua bola itu dari Renata kemudian memencet mencet dan terus memperhatikan benda itu. “Eh bergetar,” teriak wulan kaget.

Mata Arkan terbelalak melihat benda di tangan Wulan, “Ini kenapa ada disini?” tanya Arkan sambil mengambil benda itu dari tangan Wulan.

“Itu apaan mas?” tanya Wulan.

“Itu barang milik orang yang butuh lebih,” jawab Arkan kemudian menyerahkan benda itu kepada Aldy.

Dengan sekali lihat Aldy langsung tertawa. “Punya siapa ini?” tanya Aldy.

“Punya Sarah,” jawab Renata.

Mata Aldy terbelalak. “Beneran punya kamu sayang?” tanya Aldy.

“Hadiah dari Wulan,” jawab Sarah manyun. “Itu apaan sayang?” tanya sarah pada kekasihnya itu.

“Haha benda berharga, nih simpan dalem tas. Jangan di pelototin tar dilihat orang,” ucap Aldy.

Merasa kurang puas dengan benda barusan, Wulan menggeser sedikit kursinya dekat Arkan dan bertanya. “Itu apa mas? Tadi aku buru buru jadi asal ambil,” tanya Wulan.

“Itu *3** toys,” bisik Arkan.

Mata wulan terbelalak, sambil mencerna maksud dari ucapan Arkan. “Kenapa benda itu ada disana?” tanya nya.

“Si dudul. Galery tadi itu toko bebas bea. Barang barang impor yang ga ada jual di negara ini tersedia disitu. Bermacam produk luar unik dan menarik lengkap. Keren kan?” tanya Arkan.

“Gara gara mas, tadi aku salah ambil kotak,” ujar Wulan cemberut.

“Karena hal ini?” Arkan merangkul tubuh Wulan lebih dekat dengan wajahnya. Sebuah kecupan akhirnya mendarat di dahi Wulan.

Wajah Wulan merona, ia mengernyitkan matanya karena malu. “Apa yang mas lakukan? Kalau dilihat mereka?”

“Biarin,” bisik Arkan.

“Mas main-main dengan hal seperti ini. Wulan nggak mau merusak kekerabatan keluarga kita. Status kita sekarang hanya sebatas ipar,” tegas Wulan.

“Aku akan menikahi mu, bagaimana pun kamu harus menceraikan Brian,” ucap Arkan.

“Hal bodoh apa yang ada dalam pikirannya, demi mendapatkan posisi dalam perusahan? Apa diriku hanya sebuah piala bergilir bagi kedua penerus Wina Graha?”

Wulan bangkit dari kursinya, ia menuju toilet yang terletak didalam gedung. Ada sedikit kesal dalam hatinya, bercampur rasa takut sekaligus rasa kecewa.

.

.

.

TBC…

1
Safa Almira
sukaaaa
Ido Lina
hmmmm ternyata masih hidup
Ido Lina
ya ampun
Elok Pratiwi
membosankan tidak menarik tidak ada greget nya dg karakter pemeran utama wanita nya
Kim yumna
Gemes sama wulan ,,oon bangeeettt
Suzy Leztyo
Luar biasa
Surati
bagus
guntur 1609
wulan emang kegatelan. sdh tahu otak brian seperto itu. mash sj. akhirnya dia sendiri yg susah
guntur 1609
brian oasti mash hidup
guntur 1609
dasar oerempuan begok
guntur 1609
kok berbelet ceritanya thor...knp brian gak di eksekusi. enak x hidupnya. bebas hidup diluaran dengan semua kejahatanya
guntur 1609
jenny bodoh. masa arkan dikasih barang bekas btian. yg tdk ori. belum tentu sheila sifaynya bagus
guntur 1609
jenny kok bodoh x broan sama bapak nya dan mamanya sama saja. sama2 serakah bin tamak
guntur 1609
kok bodoh x wulan. terlalu lemah. cocoknya sekeluarga dipenjara semua. dasar keluarga serakah
guntur 1609
wulan kok bodoh banget. pasrah x jd org. dia juga pemilik harta tsb. mau sj do tindas
Kim yumna: Nah iyaaa ,,gemes sendiri dan konyol sama karakter wulan
total 1 replies
guntur 1609
berati bapak. mama. sama anak. sama saja gak ada yg bener
guntur 1609
mati ja kau kelaut penjahat kelamin
guntur 1609
wulan kok bodoh. mudah di intimidasi
Fatihah
aq baca lompat2 karena ceritanya bisa di tebak dan masih berputar di cerita itu2 saja
🫧Alinna 🫧: Maaf ya masih baru belajar 🙏🏻
total 1 replies
Fatihah
ceritanya bikin tensi naik yg komen smp nangis itu namnya alay authornya jg sama bikin cerita dk berbobot sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!