(IG : jimmychuu2022)
Seribu tahun yang lalu, lima praktisi ternama di masing-masing Belahan Benua Silver bertemu untuk mendapatkan Gelar yang tiada tara, Dewa Pedang. Ke lima praktisi itu adalah Raja Pedang mewakili Utara, Selatan, Barat, Timur dan Belahan Dataran Tengah.
Kelima Raja Pedang itu menghilang setelah pertemuan tersebut. Terdengar kabar bahwa mereka terluka karena pertempuran di pertemuan itu. Bahkan kelima klan pendukung mereka juga turut menghilang.
Kini setelah seribu tahun berlalu, terdengar kabar seseorang telah memahami niat pedang, Niat pedang itu adalah tanda seorang praktisi akan memenuhi jalan menuju keabadian.
Catatan :
Novel ini ttg Fantasy Timur, Wuxia, Xianxia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jimmy Chuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan Perekrutan Murid Pelataran luar Sekte Pedang Awan
Tinggal sehari lagi waktu diselenggarakan penerimaan siswa baru di Sekte Pedang Awan. Wang Yong sementara itu selalu sibuk berkultivasi. Siang hari setelah semua kerjaannya selesai, dia berlatih Teknik Pertahanan Peringkat Bumi Trenta yang berupa gulungan Salinan di dalam cincin spasialnya.
Meskipun belum sempurna dalam pelatihan Teknik pertahanan ini, namun Wang Yong cukup puas. Perubahan terjadi pada tubuhnya dimana Ketika level 1 dari Teknik ini berhasil dicapai
yaitu Kulit Tembaga. Berdasarkan penjelasan di Salinan yang dia pelajari, jikalau dia berhasil meningkatkan kultivasi pertahanan ini, dia bisa mencapai peringkat 2 yaitu Kulit Silver. Peringkat tertinggi dalam Teknik ini adalah Golden skin atau kulit emas.
Masih membutuhkan waktu lama bagi dirinya dapat mencapai Teknik Kulit Silver apalagi Kulit Emas. Padahal dia telah mengkonsumsi berbagai pil peningkat kultivasi namun, segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik adanya. Sehingga Wang Yong untuk saat ini telah menghentikan penggunaan herbal dan pil, kemudian membiarkan perubahan peningkatan tekniknya melalui jalur kultivasi secaraalami.
Dengan kemampuan Kulit Tembaga, Wang Yong kemudian mencoba mempraktekan Pukulan Telapak Pemecah Samudra dikombinasikan kemampuan defensenya yaitu Kulit sekeras Tembaga.
Deru suara ombak keluar dari telapak tangannya diiringi pukulan-pukulan mematikan. Teknik telapak ini benar-benar sangat sempurna diperagakan oleh Wang Yong, sementara
aura tipis berwarna tembaga tampak menyelimuti kulit tubuhnya.
“Aku pikir dengan penguasaan Teknik Kulit Tembaga ditambah Armor yang aku gunakan ini telah cukup memadai” pikir Wang Yong. Perasaan puas itu tidak dilanjutkan dengan istirahat namun anak itu melanjutkan kultivasinya. Kerja-keras sangat diperlukan untuk nanti layak disebut Raja Pedang.
xxxxxxxxxxx
Hari ini Sekte Pedang Awan mengalami kesibukan. Itu karena pada hari ini Sekte Pedang Awan menyelenggarakan Acara Penerimaan siswa baru. Sekitar 5000 anak muda berusia 8 hingga 15 tahun berkumpul di lapangan besar Sekte Pedang Awan. Riuh suara anak-anak muda itu saling berkenalan dan berdoa berharap agar dirinya lulus dalam seleksi penerimaan siswa pelataran luar Sekte Pedang Awan.
Wang Yong tampak di lokasi penerimaan siswa baru tersebut, berdiri sendiri dan terlihat tidak terlalu memperhatikan calon siswa baru lainnya dengan segala tingkah-polah mereka. Dia hanya focus pada diri sendiri dan mencoba untuk ttidak terlihat terlalu menonjol.
“Ayahku baru membelikan aku pedang peringkat Mortal Trenta ini padaku. Tentu saja itu dia lakukan setelah tahu aku menembus Mortal 5 dan akan berpartisipasi dalam seleksi Sekte Pedang Awan ini” kata seorang gadis kepada teman disampingnya.
“Tahukah kamu, aku bahkan telah menembus ranah Mortal 6 sehingga aku pikir seleksi ini akan mudah kulalui”
“Kudengar Sekte Kuil Keabadian dan Sekte Membalikkan Gunung juga mengadakan seleksi penerimaan siswa pelataran luar”
“Benarkah? Aku hanya tahu bahwa semua ahli pedang terbaik Kawasan Utara adalah berasal dari Sekte Pedang Awan. Apalah itu Kuil Keabadian apalagi Sekte Membalikkan Tangan”
“Sssttttt… diam kau bodoh. Tidak tahukah kau jikalau terdengar oleh kedua sekte tersebut, nyawamu bisa melayang. Bahkan semua keluargamu akan dibabat habis. Jangan pernah berani menentang Sekte Bintang Dua di Wilayah Utara sini”
Semakin ribut suara calon murid baru Sekte Pedang Awan saling mengobrol sehingga suasana menjadi benar-benar bising.
“Dimohonkan agar semua diam…!! Karena Pihak Sekte Pedang Awan akan mengumumkan tata cara penerimaan siswa pelataran luar”
Seorang penatua Sekte Pedang melayang terbang diangkasa dengan cara berdiri diatas sebilah pedang sebagai alat transportasi terbang. Meskipun sesaat suara ribut meredam, Kembali decak kagum Kembali terdengar Ketika melihat seseorang yang dapat terbang menggunakan pedang sebagai alat transportasi.
Penatua Sekte Pedang Awan itu Bernama Penatua Du Weiheng dan dia bertugas untuk mengurus penerimaan 5000 siswa baru Sekte Pedang Awan. Dengan suara keras mengandung Qi sehingga suaranya berkumandang hingga 5 km dia berseru,
“Dengarkan baik-baik untuk semua calon siswa pelataran luar Sekte Pedang Awan. Seleksi penerimaan Siswa Baru Sekte Pedang Awan terdiri dari 3 bagian”
“Bagian pertama adalah ujian melewati Tiang Batu Penguji Alam Mortal. Di depan kalian berdiri 10 tiang batu ujian alam mortal. Tugas kalian hanyalah memegang tiang tersebut dan memasukkan energy Qi kedalam tiang itu”
“Ketika lampu di tiang itu berwarna merah, maka berarti bahwa siapapun yang menyentuhnya tidak lolos seleksi tahap satu. Itu karena semua nyala merah adalah menunjukkan siapapun yang menyentuh tiang itu berada di Alam Mortal dibawah 5”
“Dan yang menyentuh serta memberi warna hijau di tiang penguji, berarti di lulus seleks tahap pertama karena ranah kultivasinya berada di Alam Mortal 5 keatas. Dimasing-masing tiang telah berdiri 10 tetua Sekte Pelataran Luar yang akan membantu menertibkan jalannya seleksi ini”
“Calon siswa dengan nomor registrasi 1 sampai 10 akan memulai tes Tiang Penguji Alam Mortal. Diikuti nomor 11 sampai 20 dan seterusnya. Ketika terdengar suara gong nanti itu adalah pertanda bahwa seleksi tahap pertama dimulai” Panjang lebar tetua Du Weiheng menjelaskan tentang Seleksi Tahap Pertama.
Tidak berapa lama kemudian, terdengar bunyi pukulan gong yang begitu keras pertanda ujian tahap pertama dimulai. Satu demi satu peserta calon siswa maju kedepan dan mengerahkan energi Qi kedalam tiang batu pengujian itu. Tedengar suara keluhan disana-sini Ketika tiang penguji berwarna merah. Dan tidak kurang banyaknya juga suara jeritan tertahan Bahagia dari calon siswa yang memilki warna hijau Ketika mengerahkan Qi kedalam tiang penguji.
Setelah 5000 peserta selesai dengan test pengujian, hari telah menunjukkan petang. Hanya 3000 peserta yang menghasilkan lampu berwarna hijau, sedangkan sisanya yang tidak berhasil langsung dapat meninggalkan Sekte Pedang Awan.
Wang Yong meninggalkan lapangan Sekte untuk Kembali berkultivasi di pondoknya. Tentu saja anak itu lolos seleksi pertama dikarenakan tahap kultivasinya bahkan telah mencapai Ranah Alam Mortal 7.
xxxxxxxxxxxxxx
Pagi itu Kembali Wang Yong berkumpul di halaman Sekte untuk mengikuti seleksi tahap kedua.
“Pada seleksi tahap 2 ini, semua calon siswa akan diuji kemampuannya untuk bertahan dari serangan mental dan ilusi. Ruangan aula pelatihan di Sekte saat ini telah dimanipulasi oleh master symbol dari Sekte Pedang awan. Sehingga ruangan yang mampu menampung 500 orang itu telah di pasang array dan jimat untuk membentuk ilusi”.
“Ilusi nanti akan diterapkan sesuai dengan ketakutan kamu dihati terdalam milikmu. Dan kamu harus mampu melawan ketakutan itu. Peserta yang berhasil keluar melewati pintu belakang aula manipulasi, dinyatakan lolos seleksi tahap kedua. Waktu untuk keluar dari ruangan dibatasi maksimal 2 jam per sesi. Dan jangan khawatir karena penerapan array dan jimat yang dipaang tidaklah melebihi kemampuan Alam Mortal 5. Ketika gong berbunyi nanti, pertanda tes tahap kedua dimulai. Dan itu Kembali sesuai nomor urut registrasi” Jelas Penatua Du Weiheng atas tes bagian kedua ini.
Gong pun berbunyi pertanda tes kedua telah dimulai dan peserta calon siswa memasuki aula ilusi secara bertahap. 500 peserta sekali masuk dan pengaturan tes diatur oleh 10 penatua pelataran luar. Terdengar jeritan tangis Ketika beberapa calon siswa berlari keluar dari Aula Ilusi. Bahkan beberapa diantaranya pingsan karena ketakutan dan tidak mampu bertahan atas tekanan mental di array yang dibuat Master Symbol.
Wang Yong tentu saja melenggang bebas melewati semua tes ilusi dan serangan mental di Aula Ilusi. Dengan kemampuannya yang setara dengan seorang Symbol master tentu saja penerapan ilusi dan tekanan mental untuk ranah Alam Mortal 5 ini sangat tidak berefek kepada dirinya. Tentu saja dia menyelesaikan tes kedua ini dengan waktu hanya beberapa menit saja. Wang Yong menjadi pusat perhatian karena kemampuannya melewati tes kedua yang sulit ini dengan kecepatan yang paling cepat diantara semua peserta. Dan Ketika uji kemampuan tahap dua berakhir, tersisa 1500 calon siswa yang mempu melewati ujian kedua itu. Ujian tahap final akan diselengarakan besok hari dan semua diperilhakan untuk beristirahat.
*Bersambung*