NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:269
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Hari itu seperti biasa setelah Hana mengantar Kenzo ke sekolahnya, Hana singgah ke rumah kedua orang tuanya. Hana menanyakan tentang pencarian Aldo kepada om Heri. Om Heri tidak mengatakan tentang penghianatan Aldo, om Heri tetap menjaga perasaan putrinya. Om Heri hanya mengatakan bahwa sebentar lagi Aldo akan pulang setelah puas berlibur dengan temannya.

  Om Heri: "Tenanglah, Hana." pintanya dengan lembut. "Aldo hanya membutuhkan waktu untuk berlibur." ucapnya lagi. "Sebentar lagi Aldo akan pulang." ucapnya. Om Heri mengarang cerita untuk menenangkan hati Hana. Om Heri punya urusan lain dengan Aldo setelah menantunya itu tiba di Jakarta.

  Hana: "Papa bertemu dengan mas Aldo, kan?" tanyanya ragu-ragu. Hana hanya ingin memastikan perkataan om Heri tentang kepulangan suaminya.

  Om Heri: "Iya, papa bertemu dengannya. Aldo bersama dengan teman bisnisnya yang lain." ucapnya dengan perasaan tidak nyaman.

  Hana: "Mengapa mas Aldo tidak berlibur bersamaku dan Kenzo? Mengapa harus dengan temannya?" tanyanya drngan penuh keheranan.

  Om Heri: "Entahlah, nak. Mungkin Aldo membutuhkan suasana lain." ucapnya dengan wajah tenang.

  Hana: "Baiklah, pa. Aku pamit pulang, ya." ucapnya dengan perasaan tenang.

  Tante Laras: "Apakah Kenzo masih di sekolahnya?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Hana: "Iya, ma. Supirku yang menjemputnya nanti." ucapnya dengan yakin. "Aku pulang, ya, ma." ucapnya lagi. Hana beranjak dari duduknya dan melangkah pelan meninggalkan ruang keluarga itu dengan perasaan tenang. Om Heri dan tante Laras saling menatap dengan rasa cemas tentang perasaan putri mereka. Setelah Hana meninggalkan rumah itu, tante Laras berdiskusi dengan suaminya tentang rumah tangga putri mereka.

  Tante Laras: "Seharusnya kamu jujur saja padanya, mas." ucapnya dengan perasaan cemas.

  Om Heri: "Sudahlah, ma. Jangan membahas itu lagi. Aku mempunyai rencana lain tentang Aldo." ucapnya dengan wajah tenang.

  Tante Laras: "Hana akan hancur jika tahu kita telah membohonginya, mas." ucapnya dengan perasaan gelisah.

  Om Heri: "Kita tunggu saja sampai Aldo kembali." ucapnya. Om Heri berusaha meyakinkan dan menenangkan hati tante Laras tentang masalah putri mereka.

Hana yang sedang dalam perjalanan menuju ke rumahnya, berubah pikiran. Hana berencana ke rumah Sari lagi karena beberapa hari ini Hana penasaran dengan keadaan sahabatnya yang tidak bisa dihubungi itu.

  Hana: "Ke mana perginya Sari, sih? Mengapa dia susah sekali untuk dihubungi? Apa yang terjadi padanya?" ucapnya lirih di dalam mobil. "Aku akan ke rumahnya lagi. Mungkin Sari sudah ada di rumah." pikirnya. Hana terus melaju dengan mobilnya menuju rumah sahabatnya itu. Beberapa menit kemudian, Hana tiba di depan rumah Sari.

  "Tok... Tok." Hana mengetuk pintu rumah Sari beberapa kali, seorang pelayan yang bernama mbok Surti membukakan pintu untuk Hana.

  Hana: "Apakah Sari sudah pulang, mbok?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Mbok Surti: "Non Sari belum pulang, non." ucapnya pelan. "Saya tidak tahu kapan non Sari akan pulang." ucapnya lagi.

Hana: "Apakah Sari tidak pernah menelponmu, mbok?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

Mbok Surti: "Tidak pernah, non." ucapnya dengan wajah datar.

Hana: "Terima kasih, mbok." ucapnya. Hana membalikkan badannya dan melangkah meninggalkan rumah Sari. Hana masuk ke dalam mobil, ia melaju dengan mobilnya meninggalkan rumah sahabatnya itu. Saat mobil Hana telah menjauh, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Sari. Mbok Surti yang sedang membersihkan pintu depan rumah Sari menoleh ke arah mobil mewah itu. Pintu mobil itu terbuka, Sari keluar dari dalam mobil itu bersama seorang pria yang ternyata Aldo.

Mbok Surti: "Non Sari telah kembali." gumannya sambil tersenyum tipis. Mbok Surti menatap tajam pada Aldo, ia belum pernah melihat Aldo.

Sari: "Bagaimana keadaan rumah, mbok?" tanyanya dengan raut wajah yang bahagia.

Mbok Surti: "Semuanya aman, non. Ada yang mencari non Sari barusan." ucapnya. Sari menatap wajah pelayannya dalam-dalam, seketika raut wajah bahagia Sari berubah menjadi tegang.

Sari: "Siapa, mbok?" tanyanya dengan rasa ingin tahu dan penasaran.

Surti: "Non Hana." sahutnya. Sari dan Aldo saling pandang, Aldo mulai gelisah mendengar perkataan mbok Surti. Sari tidak ingin memperlihatkan perasaannya yang tidak nyaman di hadapan mbok Surti.

Sari: "Tolong bawa masuk semua barang-barangku ke kamarku, ya, mbok." pintanya dengan wajah tegang.

Mbok Surti: "Iya, non." ucapnya sambil mulai mengangkat satu persatu barang-barang Sari ke kamar Sari.

Sari: "Aku menonaktifkan ponselku, mas. Hana pasti mencariku." ucapnya dengan wajah gelisah.

Aldo: "Kamu harus pindah ke tempat lain, Sari. Tinggalkan rumah ini." ucapnya dengan tegas.

Sari: "Pindah ke mana, mas?" tanyanya dengan bingung. "Rumah ini satu-satunya yang aku punya." ucapnya.

Aldo: "Aku masih punya satu rumah, Sari. Lokasinya cukup jauh dari jakarta." ucapnya. "Kamu harus pindah ke sana. Aku tidak mau Hana datang lagi ke sini disaat aku ada di rumahmu." ucapnya lagi dengan tegas. Sari merenung beberapa saat, ia menatap wajah Aldo dalam-dalam.

Sari: "Bagaimana dengan rumahku yang aku tempati ini?" tanyanya.

Aldo: "Datang saja sesekali untuk membersihkannya." ucapnya. "Jangan biarkan Hana curiga pada kita." ucapnya lagi.

Sari: "Baiklah, mas. Besok kita akan pindah ke rumahmu." ucapnya sambil tersenyum lebar. "Kamu harus menginap dulu di sini, mas. Temani aku." ucapnya dengan manja. Sari merangkul pundah Aldo dengan manja, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Aldo dan mencium bibir Aldo dengan mesra. "Bagaimana, mas? Kamu mau menginap di sini, kan?" tanyanya dengan penuh harap.

Aldo: "Iya, sayang. Aku akan menginap." bisiknya di telinga Sari. Mbok Surti menghampiri Aldo dan Sari yang sedang bermesraan di ruang tengah.

Mbok Surti: "Maaf, non." ucapnya. "Saya akan masak nasi goreng saja, ya." ucapnya dengan ragu-ragu.

Sari: "Iya, mbok. Masak porsi lebih, ya. Tuan Aldo akan makan bersamaku malam ini." ucapnya dengan yakin.

Mbok Surti: "Baik, non." ucapnya sambil berjalan pelan meninggalkan Aldo dan Sari. Di ruang tengah, Aldo dan Sari melanjutkan kemesraan mereka. Tiba-tiba Aldo menggendong tubuh Sari yang montok dan membawanya masuk ke dalam kamar Sari.

Sari: "Apakah kita akan melanjutkan permainan kita, mas?" tanyanya dengan suara pelan.

Aldo: "Iya, sayang. Aku tidak tahan melihat tubuhmu yang montok." ucapnya sambil meraba area sensitif Sari.

Sari: "Ahh, mas. Aku tidak tahan." ucapnya lirih. Sari menutup kedua matanya saat Aldo meraba dan mencium area sensitifnya. Sari sangat menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Aldo di kamar itu. Desahan Sari dan Aldo terdengar sampai ke telinga mbok Surti yang sedang memasak. Kamar Sari berdekatan dengan dapurnya, sehingga desahannya terdengar sampai ke dapur.

************************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!