Note : Novel ini gabungan dari tiga novel, Anak genius : Melahirkan Anak CEO, Bos Tampan Pemilik Hati, Anak Buah Kesayangan , dan Cinta pertama dan terakhir jadi biar tahu mereka ini anak siapa baca dulu ya Novel yang aku sebutin.
Alta Putera Bakrie adalah seorang pewaris utama dari kerjaan bisnis keluarga Bakrie, bahkan sejak kecil pria genius ini sudah bisa membangun perusahaannya sendiri.
Merasa jenuh dengan pekerjaan yang selama ini digelutinya, Alta mencoba beralih profesi menjadi seorang dosen. Hingga akhirnya Alta dipertemukan dengan Mahasiswinya yang tengil dan menyebalkan bernama Bianca Megantara.
Kekocakan dan perseteruan diantara keduanya menambah keseruan cerita cinta diantara mereka berdua.
Akankah Alta bisa jatuh cinta kepada Mahasiswinya sendiri, yang merupakan wanita tengil dan selalu membuat onar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Perhatian
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Cukup lama Bee termenung, bahkan saat ini matanya sudah sembab karena terlalu lama menangis. Melihat Bee yang bangkit dari duduknya, Alta pun dengan cepat berlari menuju kamarnya. Alta tidak mau sampai ketahuan memperhatikan Bee.
Bee menoleh ke halaman depan, ternyata mobil Alta sudah terparkir cantik disana. Bee pun mencuci wajahnya dan mengikat rambutnya setelah itu Bee segera memakai celemek dan bersiap-siap memasak.
Alta pun menuruni anak tangga dan sudah berganti pakaian dengan pakaian santainya. Alta mengerutkan keningnya, biasanya Bee akan menyapanya dengan cerianya tapi sekarang jangankan menyapa, menoleh pun tidak.
"Kenapa dia tidak menyapaku, biasanya dia suka mengoceh," batin Alta.
Bee memasak dengan wajah yang cemberut, selain dia masih kesal kepada Alta, Bee juga sedang memikirkan adiknya yang entah dimana.
Melihat Bee yang sama sekali tidak menyapanya membuat Alta kesal, dia melempar koran yang dia pegang dan menghampiri Bee yang saat ini sedang memasak dan duduk di kursi yang ada disana.
"Kamu kenapa tidak mau bicara? kamu masih marah dengan ucapanku tadi pagi?" seru Alta dengan dinginnya.
Bee sama sekali tidak memperdulikan ocehan Alta, dia hanya fokus memasak dan itu membuat Alta bertambah kesal.
"Hai, kalau orang bertanya itu jawab jangan diam saja!" bentak Alta.
"Apa sih Pak, ganggu saja!" bentak Bee dengan melotot ke arah Alta.
Alta sampai memundurkan duduknya dan memegang dadanya saking terkejutnya dengan serangan mendadak itu.
"Astaga, selama kamu ada disini detak kerja jantungku jadi lebih cepat berdetak tidak seperti biasanya dan itu sangat tidak bagus untuk kesehatan," seru Alta dengan nada tinggi.
"Maka dari itu Bapak jangan buat aku emosi terus."
"Idih, siapa yang buat kamu emosi yang ada kamu sendiri yang selalu membuat aku cepat tua karena tingkah kamu yang ajaib."
Bee sudah selesai memasak, Bee menyimpan mangkuk berisi semur ayam dan berbagai macam lauk pauk dengan sangat kasar membuat Alta lagi-lagi melotot.
"Hai, sebenarnya kamu itu niat tidak sih jadi tukang masak di rumahku? kalau tidak ikhlas jangan bekerja lagi disini, sana pergi!" bentak Alta.
"Ishh..ishh..ishh menyebalkan sekali."
Bee melempar celemeknya dan masuk ke dalam kamarnya dan tidak lupa Bee membanting pintu kamarnya sehingga Alta lagi-lagi terlonjak kaget.
"Dasar tukang masak tidak punya akhlak, baru kali ini ada tukang masak yang berani kepada majikannya," kesal Alta.
***
Sementara itu, mobil Alsya baru saja sampai didepan kantor milik Gibran. Dengan perasaan riang gembira, Alsya bernyanyi-nyayi kecil dan berjalan masuk ke dalam lift.
Alsya memang sudah tahu dimana letak ruangan Gibran jadi dia tidak perlu bertanya lagi bahkan karyawan pun sudah tahu kalau wanita cantik itu adalah adik dari sahabat bosnya itu.
Ting.....
Alsya sampai di depan ruangan Gibran...
"Selamat siang, jodoh masa depanku!" teriak Alsya.
Gibran yang sedang fokus dengan laptopnya mendongakkan kepalanya dan mengusap wajahnya secara kasar.
"Sialan si Alta, kenapa bukan si Edo saja yang ke sini? kenapa mesti menyuruh lalat pengganggu ini sih?" batin Gibran dengan frustasinya.
"Siang Kakakku tercinta, Alsya di suruh Kak Alta untuk mengantarkan berkas ini untuk Kakak tercintaku," seru Alsya dengan semangat.
"Eh...stop jangan mendekat, simpan saja di sana dan segera pergi dari sini," ketus Gibran.
"Ih kok Kakak tercintaku kejam banget sih, Alsya kan capek datang kesini, disuruh duduk dulu kek, atau dikasih minum dulu kek," keluh Alsya.
"Aku sedang banyak pekerjaan Alsya, jadi lebih baik kamu pulang dan jangan ganggu aku," seru Gibran dengan kembali fokus kepada laptopnya.
Tanpa disadari Gibran, Alsya mendekat dan bersidekap diatas meja Gibran membuat Gibran terlonjak dengan memegang dadanya karena wajah Alsya tepat berada di depan Gibran.
"Allohuakbar Alsya, apa-apaan kamu?" sentak Gibran.
Alsya tersenyum sangat manis ke arah Gibran....
"Kakak tercintaku, Alsya lapar belum makan siang temenin Alsya makan siang sebagai bayaran karena Alsya sudah mengantarkan berkas itu kesini."
"Aku tidak pernah menyuruh kamu untuk mengantarkan berkas itu ya, jadi kalau kamu mau makan siang silakan keluar makan siang sendiri."
Alsya terlihat cemberut, tapi Alsya tidak kehabisan akal. Ia pun segera menghampiri Gibran dan merangkul lengan Gibran.
"E..e..e..eh...ngapain pegang-pegang, lepasin ga?"
"Enggak, Alsya tidak akan melepaskan tangan Kakak selama Kakak tidak mau menemani makan siang dengan Alsya, Alsya akan terus menempel sama Kakak."
"Astaga, kamu seperti lintah saja kalau sudah nempel tidak bisa lepas."
"Ayolah Kak," rengek Alsya.
Gibran pusing mendengar rengekkan Alsya, hingga akhirnya Gibran pun kalah dan mengikuti apa keinginan adik dari sahabatnya itu.
"Ya sudah, buruan mau makan dimana?" kesal Gibran.
"Yeayy...dimana saja yang penting makan siang bersama Kakak tercintaku."
"Oke...tapi lepaskan dulu tanganku."
"Enggak, kalau Alsya lepaskan pasti Kakak bakalan kabur."
Gibran pun hanya bisa pasrah, berseteru sampai mulut berbusa pun tidak akan menang menghadapi Alsya si gadis ceria dan periang itu.
***
Bee semenjak tadi memasak makan siang, tidak keluar-keluar dari kamarnya. Kepalanya terasa pusing dan badannya pun demam, Bee kelelahan dan banyak pikiran juga memikirkan keberadaan adiknya yang entah dimana.
Tepat pukul 19.00 malam, Alta pun menuruni anak tangga. Alta celinggukkan dan melihat ke arah meja makan yang terlihat kosong tidak ada makanan sama sekali.
"Astaga, Bee kemana? kok belum nyiapin makan malam? apa dia masih marah dan mogok masak? awas saja kamu."
Dengan kesalnya Alta pun melangkahkan kakinya menuju kamar Bee.
Tok...tok...tok...
Tidak ada sahutan dari dalam membuat Alta semakin kesal. Akhirnya Alta pun membuka pintu kamar Bee yang ternyata tidak dikunci, terlihat Bee terbaring diatas tempat tidurnya.
Alta masuk dengan kesalnya dan bersiap-siap memuntahkan lahar panas yang akan membuat Bee merasa kepanasan.
"Hai, beraninya ka....."
Ucapan Alta terhenti saat melihat tubuh Bee menggigil, bahkan wajahnya pun terlihat pucat.
"Kenapa anak ini?" gumam Alta.
Perlahan tangan Alta pun terulur untuk menyentuh kening Bee.
"Ya ampun, ternyata dia demam."
Alta segera keluar dan mengambil air hangat untuk mengompres Bee, Alta dengan cepat masuk kembali ke dalam kamar Bee. Alta dengan perlahan, mengompres kening Bee.
"Ma, Pa, maafkan Bee. Bee tidak bisa menjaga amanat yang kalian berikan, rumah sudah tidak ada dan Rega pun menghilang entah kemana, maafkan Bee."
Saking panasnya Bee mengigau dan airmatanya sudah keluar dari sudut matanya, perlahan Alta mengusap airmata Bee dengan tangannya.
Ada perasaan kasihan kepada gadis cantik ini.
"Ternyata dibalik sikapmu yang sok kuat itu kamu lemah sekali, aku memang tidak tahu seberapa sulitnya hidup kamu tapi aku memang salut padamu, kamu adalah wanita tangguh yang tidak pernah memperlihatkan kelemahanmu didepan orang lain," gumam Alta.
"Rega..Rega.."
Alta bangkit dari duduknya dan menuju dapur, Alta menghubungi Mommy Tasya untuk menanyakan bagaimana caranya membuat bubur. Alta melakukan apa yang Mommy Tasya perintahkan, hingga akhirnya bubur itu pun selesai dibuat.
"Mommy, terima kasih ya sudah memberi tahu Alta sekarang Alta mau kasih buburnya dulu, bye Mommy."
Alta pun mengakhiri sambungan teleponnya dan membawa bubur itu ke dalam kamar Bee.
"Mommy, barusan Kak Alta nanyain apa?" tanya Alsya.
"Oh, katanya tukang masaknya sakit jadi Kakakmu menanyakan bagaimana cara membuat bubur."
"Apa? Bee sakit?"
"Bee, siapa dia?" tanya Daddy Alvian.
"Bee itu sahabat Alsya Dad, dia itu kasihan tidak punya tempat tinggal. Bee sangat pandai memasak dan kebetulan Kak Alta membutuhkan tukang masak, karena Alsya kasihan sama Bee akhirnya Alsya menyuruh Kak Alta untuk mempekerjakan Bee. Kan mereka jadi saling menguntungkan, Kak Alta membutuhkan tukang masak sedangkan Bee membutuhkan pekerjaan dan tempat tinggal."
"Sejak kapan Bee bekerja di rumah Kakakmu?" tanya Mommy Tasya.
"Kurang lebih dua bulananlah, Mom."
"Memangnya Bee orangnya seperti apa? kok Kakak kamu sampai rela buatin bubur untuk Bee? kamu juga kan tahu bagaimana Kakak kamu, jangankan memasak, nginjak dapur pun jarang."
"Bee itu orangnya cantik, baik hati, dan juga mandiri. Jangan-jangan Kak Alta menyukai Bee lagi," seru Alsya.
"Hmm...Mommy jadi penasaran dengan yang namanya Bee. Dad, nanti kita main ke rumah Alta ya."
"Baiklah Sayang."
"Mulai deh, Daddy bucin abis sama Mommy bikin Alsya iri saja," ketus Alsya dan langsung pergi ke kamarnya.
***
"Bee, makan dulu."
Bee membuka matanya sedikit...
"Pak Alta, maaf aku ga bisa masak untuk makan malam," lirih Bee.
"Tidak apa-apa, tidak usah dipikirkan. Sekarang kamu makan bubur dulu."
"Siapa yang beli bubur, Pak?"
"Bukan beli, aku sendiri yang bikin."
Bee menatap Alta tak percaya...
"Kenapa? kamu tidak percaya?"
Alta hendak menyuapi Bee tapi Bee menolaknya....
"Biar aku sendiri saja."
"Ya sudah, ini obat demam jangan lupa habis makan bubur minum obatnya."
"Iya Pak, terima kasih."
Alta pun keluar dari kamar Bee dan memutuskan untuk memesan makanan via go food saja.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
Huwaaaaa,,,alsyaaaaaa🥺😭
aku suka aku suka...
baca novel ini tuu ngk henti" nyaa🤣...
pokoknya the Best....
yg pastiiii bakal kngen sama 4serangkai n pasangan mereka...apa lagi oppa alta❤️bee...
huwaaaa cuman sdih bnget sad end ntuk gibran&alsya😢,rasanya ngk ikhlas,hmmm💔..
but apapun thanks author sudah bikin cerita yg bagus ini..big 👏👏 for you🌷💟..
tetap semangat dalam berkaryaa✨