Kania Larasati adalah seorang gadis dari keluarga broken home.Kehormatannya telah direnggut secara paksa oleh kekasihnya saat ia memutuskan untuk melanjutkan studinya hingga dia hamil,dan setelah kekasihnya tahu bahwa ia hamil ia malah dikhianati dan dicampakkan olehnya.Saat Papanya mengetahui bahwa ia tengah hamil dia pun diusir dari rumah hingga hidupnya semakin hancur dan akhirnya tenggelam dalam narkoba.Apakah ia
bisa terbebas dari jerat narkoba atau semakin tenggelam didalamnya?Dan akankah ia kembali menemukan cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila a.v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Selesai bersiap kami segera masuk ke mobil,tak berselang lama mobil pun meluncur membelah jalanan kota yang ramai.
"Kita mau kemana?"tanya Dinda karena belum tahu arah tujuan kami.
"Nggak tau" jawabku enteng.
"Ye kirain tadi pas ngajak sudah punya tujuan nggak taunya belom" kata Dinda sambil memajukan sedikit bibirnya.
"Gimana kalau kita ke pantai aja?" kataku tanpa memperdulikan protes dari Dinda.
"Ok!" jawab Dinda singkat.
dan mobil pun berbalik arah menuju ke arah pantai.
Tak butuh waktu lama kami pun telah sampai ditempat tujuan,Dinda segera memarkirkan mobil dan kami pun segera turun.
Kami berjalan beriringan menyusuri indahnya pantai,gulungan ombak menghapus jejak kaki kami yang tercipta disepanjang pantai.
Kami sengaja tak memakai alas kaki agar lebih leluasa menikmati halusnya butiran pasir di pantai ini. Deburan ombak menghantam batu karang menciptakan cipratan kecil membuatku memiliki ide untuk menjahili Dinda
Byurrrr!!!
aku menyiram Dinda dengan air laut yang segar.
"Hey....." teriak Dinda saat bajunya terkena cipratan air
"Oh ternyata ini perbuatan kamu,awas kamu ya...." kata Dinda sambil bersiap untuk membalasku.
Aku pun segera berlari menghindari serangan Dinda tapi ternyata aku masih juga terkena cipratan darinya,dan kami pun balik menyerang saling menyiprati.
Tawa riang keluar dari mulut kami saat kami saling menyerang,aku tak mengira kebahagiaan akan datang walau dari hal-hal kecil.
Setelah puas saling menyerang kami pun duduk di tepi pantai sambil menikmati semilirnya angin yang menampar wajah kami.
"Nia aku haus nih,aku mau beli kelapa muda dulu ya kayaknya seger kalau diminum dalam cuaca yang panas kayak gini,kamu mau juga nggak?" ujar Dinda.
"Boleh" sahutku.
"Oke kamu tunggu dulu disini ya aku mau beli dulu"
aku pun mengangguk mengiyakan dan Dinda pun segera berlalu menghampiri salah satu penjual kelapa muda yang banyak terdapat disekitar pantai ini.
Aku termenung saat melihat beberapa perahu nelayan yang melintas dikejauhan.Sungguh para nelayan itu adalah seorang pejuang tangguh untuk keluarganya,mereka rela mempertaruhkan nyawa mereka melawan ombak demi sesuap nasi untuk keluarganya.
Tak berselang lama dia pun kembali menghampiriku sambil tangannya membawa dua buah kelapa muda.
"Nih kelapa mudanya,ayo segera diminum" kata Dinda membuyarkan lamunanku lalu menyerahkan salah satu kelapa muda padaku.
"Kenapa tadi kau termenung? apa ada yang sedang kau pikirkan?" tanya Dinda lagi setelah ia duduk di sampingku.
"Ah tidak,aku hanya melihat para nelayan disana!" kataku sambil menunjuk kearah perahu nelayan yang berada di kejauhan.
"O....." Dinda pun ber 'o ria sambil memajukan sedikit bibirnya.
aku pun tertawa melihatnya begitu.
"Gemes deh kalo lihat bibirmu seperti itu,jadi pengen nyubit" kataku sambil mengulurkan tangan kearah bibirnya.
Dinda pun segera menghindari tanganku "eits nggak kena!"
dan kami pun tertawa bersama.
kemudian kami menikmati segarnya air kelapa,rasanya memang sangat nikmat apalagi diminum dalam cuaca sepanas ini.
Tak terasa matahari mulai terbenam kami pun memutuskan untuk segera kembali kerumah setelah sebelumnya mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan.
...****************...
Keesokan hari kami kembali melakukan rutinitas seperti biasa.Saat malam mulai tiba kami pergi bekerja bersama,melayani pengunjung dan menutup bar saat pengunjung sudah sepi,tidak ada hal istimewa yang terjadi,semua seperti biasanya.
Hingga suatu hari,hal yang tak terduga pun terjadi.Aku melihat Arsen duduk disalah satu meja saat aku mengantarkan pesanan pengunjung.
"Oh jadi sekarang kamu kerja disini!" katanya sinis saat kami saling bertatap muka.
"Bukan urusan kamu!" jawabku ketus.
aku segera pergi dari hadapannya tapi ia berusaha menghalangiku dengan kakinya hingga membuatku hampir terjatuh.
"Mau mu apa sih,tolong biarkan aku pergi dan jangan ganggu aku lagi!" kataku berusaha tetap tenang.
"Cihh sombong sekali kamu,udah susah masih aja belagu!" katanya menghinaku.
"Tolong jangan buat keributan disini" kataku mencoba menahan emosiku yang mulai naik.
"Sudah berapa banyak lelaki yang berhasil menghabiskan malam denganmu? berapa banyak uang yang mereka berikan untukmu?" hinanya lagi tanpa memperdulikan ucapanku.
plakkkk!!!
sebuah tamparan keras aku layangkan kearah pipinya,mukaku merah padam tak tahan mendengar penghinaan darinya.
"Jaga ucapanku,aku tak serendah itu!"
"Ha ha ha mana ada maling yang ngaku,untuk apa kamu kerja ditempat seperti ini kalau bukan untuk menjual tubuhmu!" ujarnya sambil tertawa mengejek.
"Tutup mulutmu Arsen!" teriakku semakin marah.
Tiba-tiba pak manager datang
"Ada apa ini,kenapa ribut-ribut?"
"Lihat pelayan ini,dia nggak becus kerjanya!"
"Ternyata kamu lagi Kania,ini sudah kesekian kalinya kamu bikin keributan disini, sekarang juga kamu minta maaf!"
"Saya tidak akan minta maaf padanya,dia yang sudah menghina saya!"
"Cepat minta maaf atau kamu saya pecat!"
"Bapak nggak perlu repot-repot buat mecat saya karena sekarang juga saya mengundurkan diri dari pekerjaan ini!" jawabku.
"Saya memang membutuhkan pekerjaan ini,tapi saya nggak sudi bila harga diri saya diinjak-injak apalagi oleh pria seperti dia,permisi!" kataku tegas sambil menghentakkan kakiku.
Aku segera berlari dari sana untuk mengambil barang barangku dibelakang. Tiba-tiba pak manager datang,ia mencoba menghentikanku.
"Kania apa kau yakin dengan keputusanmu?"
"Saya sangat yakin dengan keputusan yang saya ambil pak!"
"Tapi cobalah mempertimbangkannya lagi Kania!"
"Tidak pak keputusan saya sudah bulat,terimakasih karena sudah mempekerjakan saya,saya permisi!"
Aku pun berlalu dari hadapan pak manager,ia terdiam seribu bahasa dan wajahnya tampak pucat pasi saat melihat kepergianku.
...****************...
Sesampainya di rumah aku segera menghempaskan tubuhku diatas ranjang,aku menangis sejadi-jadinya menumpahkan semua keluh kesahku.
"Tuhan kenapa ini terjadi padaku? apa kesalahanku? kenapa harus aku yang selalu disalahkan? apakah aku tidak berhak untuk bahagia?"
Aku terus berteriak merutuki nasib buruk yang menimpaku,kuhancurkan semua benda yang ada disekitarku.
Tiba-tiba aku teringat kembali akan obat itu,obat yang mampu membuatku melupakan semua masalahku walau untuk sesaat.
Aku segera berlari menuju ke kamar Dinda,ku obrak-abrik isi lemari Dinda untuk mencari obat itu.
Tak berapa lama aku pun berhasil menemukan obat itu,tapi saat aku akan meminumnya tiba-tiba Dinda datang dan ingin menghentikanku
"Kania apa yang kau lakukan!" teriak Dinda sambil merebut obat itu dari tanganku.
"Kembalikan obat itu Dinda!" kataku berusaha merebut obat itu kembali dari tangan Dinda.
"Tidak,aku tidak akan mengembalikan obat ini padamu!"
"Cepat berikan!" teriakku marah.
"Tidak akan!"
terjadilah saling rebut diantara kami hingga akhirnya aku pun berhasil merebut obat itu,dan setelah aku mendapatkannya aku pun segera meminumnya.
Aku kembali merasakan sensasi melayang bebas sesaat setelah meminumnya,aku tak perduli walau yang kurasakan saat ini hanyalah kebahagiaan semu,yang terpenting aku bisa segera melupakan semua masalahku.
Dinda tidak dapat berbuat apa-apa lagi saat melihatku menikmati sensasi itu.
'Kania andai kau tahu bahwa aku menghentikanku itu demi kebaikanmu sendiri',gumam Dinda dalam hati.
Kalaupun Kania tersesat di jalan yang salah. ini hukan salah Kania sepenuhnya. Orang" yang Ia sayangi sudah menghianatinya dan membuat hantiya hncur.
siappun yg ada di posisi Kania entah apa yang akan Ia Lakukan.
Tetap semangat Kania. Hidup tak selamanya sulit.
Novelmu Keren Thor.
Bikin sesak dan sedih.
Emosi aku thor.
😠
semangat