Hiatus
Balas dendam memang dapat memuaskan hatimu, tapi itu tidak mengubah keadaan menjadi lebih baik.
Kesalahan orangtua dimasa lalu berimbas pada kisah percintaan yang sudah terjalin.
Seguel dari kisah "TERPAKSA MENIKAH"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 23
🍀🍀🍀
Disini di jalur rel kereta api seorang wanita bergaun putih yang menjuntai panjang kebawah. Gaun yang semula berwarna putih bersih, kini berubah menjadi warna campur aduk dengan bermacam noda yang menempel. Wajah yang semula cantik kini dipenuhi air mata, mata yang bengkak dengan hidung memerah.
Didalam kegelapan malam dan angin sepoi-sepoi menerpa tubuh lemahnya. Lampu jalan hanya mampu menerangi sebatas gaunnya saja, mungkin jika ada yang melihat pasti mengira itu adalah hantu.
Pikiran dan akal sehatnya lenyap seketika setelah mendapat surprise yang luar biasa. Dimana sang Papi dibawa ke sel tahanan, sang Mami tidak sadarkan diri dilarikan ke RS, dan yang paling mengejutkan ia diceraikan dimana hari resepsi akan digelar. Demi apapun, momen luar biasa ini tidak terlupakan dibenaknya.
Kaki yang terkulai lemah membuatnya luruh ke atas rel kereta api. Kaki yang semulanya mulus tapi lihatlah sekarang penuh goresan, bahkan mengeluarkan darah karena ia berjalan cukup jauh tanpa menggunakan alas kaki.
"Akkhh.... kenapa ini harus terjadi ya Tuhan.... aku benar-benar tidak sanggup. Lelucon apa ini? " teriaknya dengan tangisan. Dunia ini seakan menertawakan keadaannya.
Di arah depan suara kereta api sudah sangat terdengar, karena jalur rel lurus siapapun bisa melihatnya. Tapi bagi wanita rapuh ini tidak peduli lagi, mungkin kematian bisa menyelesaikan masalah, itulah yang ada benaknya. Saat ini akal sehatnya kosong, akibat kejutan luar biasa malam ini. Bagaimana tidak, mereka sudah sah menjadi pasangan suami-istri. Bahkan pria yang ia cintai, sekaligus memberi kejutan ini sudah mengambil haknya. Hidupnya benar-benar sudah hancur, belum 1 hari menyandang sebagai seorang istri sudah menyandang janda.
Ten..... ten....
Suara kereta semakin melaju.
"Akkkhh..... " teriakan Vita sembari menutup kedua matanya pasrah.
🍀🍀🍀
"Mommy..... bangun" isak Pelangi mengelus kening sang Mommy yang belum sadarkan diri.
"Mommy bangun" timpal sang Adik bungsu Clo.
Kini keluarga besar Glenn berada dalam kamar perawatan sang Mommy.
"Saya sarankan hindari hal yang bisa membuatnya marah, Nyonya kelihatannya sangat syok" terang sang Dokter.
"Nyonya baik-baik saja, karena lekas mendapat perawatan. Sebentar lagi juga sadarkan diri" jelasnya kembali.
Sedangkan di kamar rawat VIP Ny. Sinta masih belum sadarkan diri. Dokter mendiagnosis syok kardiogenik sehingga menyebabkan Ny. Sinta koma. Mendengar keterangan Dokter Daddy Glenn mengusap wajahnya. Ia sempat mengutuk perbuatan puteranya yang sungguh merugikan banyak pihak.
"Rahasiakan masalah ini dulu dari Mommy kalian" lirihnya dengan tatapan sendu menatap sang istri tercinta terbaring lemah.
"Apa Vita baik-baik saja? " karena Vita belum juga muncul melihat sang Mami.
"Kami tidak tau keberadaannya Dad.... " ucap Pelangi yang memang tidak mengetahuinya.
"Sam... kerahkan beberapa orang untuk mencari keberadaannya, jangan sampai ia melakukan hal yang diluar kendalinya" titah Daddy Glenn dan diangguki oleh Sammy.
"Sebaiknya kalian pulang saja Nak, biar Daddy saja yang menjaga Mommy. Urus kekacauan di Mansion"
"Apa tidak apa-apa kami tinggal Dad? " tanya Pelangi dengan mata sebamnya, dan mendapat gelengan dari sang Daddy.
"Baiklah jika begitu kami segera pulang, jika Mommy sudah sadar hubungi kami Dad.... " ucapnya kembali.
"Titip Mommy Dad... " ucap Clo setelah mengecup kening sang Mommy.
"Mom.... Pelangi tinggal dulu! cepatlah sadar" Pelangi mencium kening sang Mommy yang masih setia menutup matanya.
Masih ada Sky dan Zeze, mereka belum enggan pulang.
"Nak, sebaiknya kalian juga pulang, biar Daddy saja yang menunggu Mommy"
"Semua karena ulah Kakak" desisnya dengan rasa emosi.
"Jangan bahas masalah itu disini Nak, apa kamu lupa saran Dokter? " peringatan sang Daddy.
"Hmmm" suara lirihan mengalihkan pandangan ketiganya menoleh ke brankar.
"Mom...." panggil ketiganya.
"Mommy dimana? " tanyanya karena dalam ingatan berada dalam Mansion.
"Hmmm di RS Mom... Mommy tenang dulu jangan mikir macam-macam" ucap sang suami menenangkan.
"Sayang..... kalian disini juga? " lirihnya mendapati kehadiran Sky dan Zeze.
"Iya Mom... " sahut keduanya.
"Mom.... jangan buat kami ketakutan seperti ini. Mommy adalah wanita hebat, jadi jangan ulangi lagi" Sky mendudukkan dirinya mendekat sang Mommy sembari mengecup-ngecup punggung tangannya.
"Sayang.... sini dekat Mommy" panggilnya pada Zeze yang dalam posisi berdiri. Zeze pun mengikuti perintahnya.
"Mommy senang ada kamu disini! kecantikanmu membuat hati Mommy adem" dalam kondisi begini sang Mommy masih bisa bercanda berlebihan.
"Mommy berlebihan. Oya Mommy harus minum obat ya... " Zeze meraih bungkusan obat diatas meja, memilah-milahnya. Seperti anjuran Dokter, ketika sadar segera minum obat.
"Sayang.... tolong ambilkan minum" ucap Zeze tanpa sadar, padahal didepan kedua orang tua kekasihnya.
"Tunggu sayang..... " balas Sky sembari bangkit mengambil air putih.
Kedua paruh baya itu saling memandang, tidak menyangka hubungan mereka semakin dalam. Senyuman mengembang di bibir keduanya.
🍀🍀🍀
Di rel kereta api
"Lepaskan! kenapa kau menyelamatkan aku? hidupku sekarang tidak berarti lagi, lepaskan" teriak Vita dengan histeris sembari merontak ingin dilepaskan dalam dekapan seseorang yang belum dilihatnya.
Brukk....
Tubuh Vita didorong sehingga membuatnya tersungkur di tanah.
"Apa kau sudah kehilangan akal hah....? " suara bariton itu membuat Vita mengangkat wajahnya.
Deg
Wajah yang sangat ia kenal, bahkan bagian separuh nafasnya sedang berdiri tegap dihadapannya, juga masih mengenakan toxedo.
Vita tidak mampu berkata apa-apa, hanya mampu menatapi wajah yang penuh amarah dan dendam. Di satu sisi ia kasihan melihat suami yang sebentar lagi menjadi mantan suaminya ini, terluka dan terpukul seperti ini. Ini semua karena perbuatan orang tuanya.
"A-aku akan menunggumu besok di rumah, sekarang aku ingin melihat Mami di RS. Beri aku waktu sedikit, sebelum pulang ke kota xx" ucapnya dengan isakan menahan agar bulir bening itu tidak luruh.
Vita berusaha bangkit, menguatkan kedua kaki lecetnya berpijak di tanah. Ia tidak ingin dilihat lemah oleh sang suami, sedangkan Vino menatap sendu wanita rapuh itu. Sejujurnya hatinya begitu perih mengatakan atau memperlakukan wanita yang tersimpan didalam hatinya.
Vita menyeret kakinya bersama gaun yang menjuntai ke tanah. Ia menunggu taxi untuk mengantarnya ke Hotel terlebih dahulu, baru ke RS.
Vino memandang tubuh itu sampai menghilang dari pandangannya, memastikan Vita sudah menaiki taxi.
Di RS
"Mi..... bangun Mi....jangan biarkan Vita sendiri" tangisannya pecah seketika, setelah mendengar keterangan Dokter bahwa Maminya mengalami koma.
"Mami..... hiks hiks hiks" hati siapa yang tidak luka dan perih? hati siapa yang tidak mengutuk? hati siapa yang menerima semua kenyataan? tapi apa mau dibuat, semua itu berawal dari perbuatan kedua orang tuanya. Ia dan Vino hanya korban dari masa lalu kedua orang tua mereka.
"Nak, bersabarlah! atas nama putera kami, Daddy minta maaf atas yang sudah terjadi. Ini semua salah kami" ucap Daddy Glenn yang merasa terharu dan bersalah.
"Tidak Dad.... ini bukan salah kalian, tapi semua bermula dari kedua orang tua Vita" ucapnya masih dengan isakan.
"Kamu tenang saja, semua akan baik-baik saja. Jangan melakukan hal diluar kendalimu. Ingat pada Mamimu yang berjuang untuk sembuh, dan lihat Papimu, jangan buat mereka merasa bersalah" terang Daddy Glenn memberi semangat.
"Bagaimana kami membayar biaya pengobatan Mami Dad? sekarang kami tidak punya apa-apa lagi, semua itu milik Vino" ucap Vita dengan tertunduk lemas. Jangankan untuk biaya pengobatan Maminya, untuk makan sehari-hari saja ia harus mendapat dari mana.
"Kamu jangan khawatir, yang terpenting Mamimu kembali sembuh. Jangan menganggap dirimu merasa sendiri, kami adalah keluargamu sekarang dan selamanya. Kamu tetap menjadi menantu kami, bagian dari keluarga kami. Jangan sungkan jika ada sesuatu yang ingin kamu lakukan, sebagai orang tuamu kami siap membantu. Dia akan menyesal suatu saat nanti, jika mengetahui yang sebenarnya" ucap Daddy Glenn dengan bijak.
"Terima kasih Dad.... tolong jaga Mami, Vita akan segera kembali pulang untuk menyelesaikan semuanya"
"Jangan mengambil keputusan dengan gegabah. Hmmm kamu pulang menggunakan apa? apa sebaiknya pakai pesawat? "
"Tidak usah Dad, Vita naik kereta api saja" ucapnya.
"Hmmm baiklah! berhati-hatilah"
"Ya Tuhan cobaan apa ini? sebagai manusia biasa aku tidak sanggup menanggung beban ini. Beban ini sungguh berat, dalam satu malam aku kehilangan tiga orang sekaligus. Dimana Papi dicobloskan ke penjara, Mami yang sedang koma berjuang untuk melewati masa kritisnya, dan paling membuat terluka adalah akan diceraikan oleh suamiku. Aku harus bagaimana? " gumam Vita menjerit menangis.
Wajah sendu keduanya
Bersambung.....
🌻🌻🌻
Jangan lupa vote like dan comennya.