NovelToon NovelToon
Love Me Please , Uncle Camat

Love Me Please , Uncle Camat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏

Salwa Zahratunissa, gadis manja berstatus pelajar SMA ,di usia belia nya ini dia sudah mendapat predikat sebagai istri seorang camat yang berusia jauh lebih tua darinya, melalui perjodohan oleh kedua orang tuanya.
Belum lagi dengan sifat dingin yang dimiliki oleh sang suami..mampukah Salwa menjalani hidupnya sebagai seorang istri diusianya yang masih muda ,dan hidup jauh dari kedua orangtuanya . Bagaimana pula proses pendewasaan diri yang akan terjadi di hidupnya bersama dengan Teuku Zaky Ananta ,disini kisah mereka dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

siluet Tugu Nol Kilometer

happy reading all 😍

.

.

.

.

.

.

.

bismillah

.

.

.

.

aku lebih memilih untuk melihat pemandangan di luar sana ,kurasa lebih asyik untuk dipandang dibanding wajah tampan namun segalak pak Raden...😂😂

mataku mengikuti pergerakan jalanan , seperti terhipnotis namun bukan oleh Uya turtle...

" hoammm!!" mataku terpejam ,, kurasakan sentuhan lembut di kepalaku namun mataku begitu berat untuk terbuka...tak tau berapa lama aku tertidur,sampai seseorang mengguncang guncang badanku

" sal...kita sudah sampai ,cepat bangun...!!" ujarnya ,aku mengerjapkan mata dan melihat sekeliling,bukan sebuah halaman rumah ataupun tempat peristirahatan melainkan sebuah gerbang pelabuhan " PELABUHAN PENYEBRANGAN ULEE LHEUE"

" kita dimana Om???" tanyaku mengucek mataku

" kita di pelabuhan.." jawabnya menurunkan koperku dan tas ransel milik Om Za dari bagasi, sedangkan aku hanya memperhatikan nya sambil duduk mengumpulkan kepingan kesadaran ku.

" kita mau kemana Om ???" tanyaku masih saja belum sadar

" kita akan menyebrang ke pulau Sabang..." ucapnya menutup pintu mobil dan menguncinya lalu ia pakai lagi kacamata hitamnya yang tadi sempat ia lepas.

" oh..." .

" hah ??!!apa pulau Sabang ??!!!!!kyaaaa!!!" aku senang bukan main ,seperti memenangkan hadiah jackpot,aku langsung memeluk perut Om Za dari samping dan menghentak hentakkan kakiku senang

" asiikkk...!!!jiaahhhaaa...!!! makasih Om.." ucapku.

Om Za menggelengkan kepalanya " ya sudah awas...kamu mau tetap seperti ini ??kita bakal ketinggalan boat..." ujarnya ,aku langsung melepaskan pelukan

" ayo Om..!!! nanti kita telat..." ajakku buru buru meninggalkan nya dengan semua barang bawaan.

" cihh..dasar..!! " gumamnya melihat kelakuan ku yang sudah berjalan duluan meninggalkannya layaknya seorang pesuruh.

Setelah membeli tiket boat ,jadwal keberangkatan pun sudah tiba,kami menaiki kapal lambat karena jadwal fast boat nanti pukul 16.00 sedangkan sekarang masih pukul 11 siang ,aku dan Om Za naik ke dalam boat , inilah pengalaman pertamaku menaiki boat...saking antusiasnya aku sudah seperti orang yang kampungan di kampung orang...aku memilih duduk di bangku tepian kapal lambat ini ,mataku berbinar binar melihat birunya air laut dan indahnya Sabang,ditengah ombang ambing gelombang air laut yang tidak terlalu besar, angin menerpa wajahku dan rambutku yang berdiri menghadap ke lautan , hingga berterbangan tak beraturan ,aku memejamkan mata merasai keindahan Tuhan yang tak bisa kudustakan...senyum manis tercipta dari lengkungan bibir Om Za,ia mengambil ponselnya dan memotretku tanpa sepengetahuan ku. " cantik.."

" sal...kalau kamu mau tidur,tidur saja..daripada nanti kamu mabuk laut..." ucap Om Za yang duduk di sampingku ,memang kurasa kepalaku aga sedikit pusing.

Aku celingukan " mau tidur dimana ???"

"sini...!!" Om Za merentangkan tangannya ,aku tau maksudnya menyuruhku tidur di pelukannya ,alisku mengangkat sebelah

" tumben ,bukannya nanti takut ternodai oleh gadis kecil seperti ku??" gumamku namun sedikit keras..

" tak apa apa asal jangan ngiler aja..." jawabnya

" dihhh enak aja...yang ada Om Za yang modus , pingin peluk peluk..." sarkasku ,rambutku yang tak kuikat semakin berterbangan tak tentu arah , Om Za menangkapnya dan merapikan nya ,membawa rambut lurus sepunggung ku ke belakang telingaku dan turun ke punggung ku , merapikannya dengan jari jari tangannya ,jantungku berdegup kencang memompa darah ,hingga wajahku seketika menghangat ,merah merona seperti tomat ,ayolah sal...jangan terpesona ataupun merona ,posisi wajah Om Za sangat dekat denganku ,dan aku hanya menerima perlakuan nya saja ,serasa seperti membeku aku tak berkutik .

" peluk peluk istri sendiri tak dosa kan ??" jawabnya ,wajahku semakin panas saja ,aku mengipasi wajahku dan menutup mulut Om Za memakai tanganku

" ihhh mulutnya....!! " sebenarnya aku hanya ingin menahan rona di pipiku yang sudah seperti strawberry.

aku segera menetralkan suasana hatiku dan memalingkan wajahku ke lain arah ,entah om Za sadar atau tidak ,entah ia tau atau tidak aku yang sudah baper aku tak peduli..

Om Om pria matang ini menarik kepalaku lembut membawa badanku mendekat kepadanya ,sempat berontak namun tak ada alasan untukku berkilah ,otakku sudah blank oleh kegugupan akan pesona Om Za hingga tak mampu untuk berfikir.

hangat....!

harum.....!

dapat kurasakan kalau jantung Om Za pun berdetak cepat, sepertinya bukan aku saja yang dilanda serangan jantung dadakan...

aku dan Om Za sudah seperti sepasang kekasih yang sedang berpelukan ....bukannya mengantuk ,justru kini aku dilanda Gegana gelisah galau merana ,merana karena harus merasakan kegugupan yang luar biasa, ia mengusap usap kepalaku .

aku mendongak , begitupun om Za yang menunduk , pandangan kami beradu ,diam beberapa lama

" Om...kalau nanti Salwa lulus , Salwa tinggal dimana ???" tanyaku

" bareng abang lah...memangnya mau tetap selamanya bareng ayah,bunda ???"

" berarti nanti Salwa kuliah di Aceh ???" tanyaku

"hemm..." jawabnya dengan gumaman.

" kalau Salwa ga betah gimana ??" tanyaku memikirkan aku yang bakal sendiri , apalagi Om Za sepaket dengan sikap dingin dan datarnya.

" harus betah...!!" jawabnya lebih seperti titah.

entahlah aku memang mulai merasa nyaman dengan si pria matang ini tapi ada rasa sedih juga bila harus meninggalkan keluarga dan teman-teman.

" Salwa takut Om..." kata kata itu lolos begitu saja dari mulutku

om Za melihatku dengan alis yang terangkat sebelah " takut apa ???"

apa sebaiknya aku jujur , tapi apakah Om Za akan marah ,mengingat ucapan nya tadi di mobil , namun justru hal ini lah yang selalu melintas dipikiranku

" Salwa takut kalau Salwa nakal ,dan Om bakal ninggalin Salwa ,disini Salwa sendiri ga punya siapapun..." jawabku,rasanya nyesek ,air mata ingin keluar dari pelupuk mata.

" makanya Salwa jangan nakal..." jawabnya begitu santai,aku menghela nafas bukan itu jawaban yang kuinginkan,namun apa yang kamu harapkan pada si spons cuci piring ini sal... paling paling kalo loe nakal loe dipaketin doi ke Pluto....

" untuk apa abang menikahimu kalau hanya ingin menyakitimu..." batinnya...

hampir 2 jam kami terombang-ambing di lautan ,akhirnya kami sampai di dermaga kapal cepat Balohan, Sabang.

Kami turun lalu mencari sebuah penyewaan kendaraan ,karena barang bawaan kami cukup repot khususnya aku...makanya Om Za menyewa sebuah mobil pribadi, lalu kami mencari cari penginapan untuk kami beristirahat selama beberapa hari , pilihan Om Za jatuh pada sebuah penginapan yang cukup nyaman dan terletak cukup strategis,dengan view yang cukup bagus, langsung menghadap ke lautan..setelah selesai mem booking ,kami mendapatkan kunci kamar .

Aku menjatuhkan tubuhku di atas ranjang yang berukuran queen ,cukup untuk dua orang,aku menggeliat kesana kemari ,meregangkan otot dan tulang punggung....

" ahhh....pegelnya...!!"

" bersih bersih dulu sal..." titah sang malaikat penjaga neraka sekaligus surga ku..

" bentar om... Salwa baringan dulu ,ini punggung Salwa udah kaku kaya kanebo kering ...." jawabku

Om Za langsung ke balkon untuk melihat pemandangan yang cantik nan eksotis, hari sudah senja

" cepat sal...bukankah kamu mau melihat sunset.."

mataku langsung cerah , badanku langsung tegap berdiri " sunset om ???bentar Salwa siap siap dulu ..." jawabku cepat

setelah siap siap kami meninggalkan penginapan menuju mobil , om Za membawa mobil melaju menuju Tugu Nol Kilometer Sabang,sekitar satu jam setengah perjalanan ,tak lupa kamera digital tergantung di leherku , it's time to cekrek cekrek...!!!!

.

.

.

langsung saja aku mengambil gambar diriku di depan tugu setinggi 20 meter berwarna krem dan merah muda dengan lambang Garuda yang tengah menggenggam angka nol di puncaknya,suatu kebanggaan buatku bisa mengunjungi titik nol Indonesia,kurasa Acha akan iri padaku...

" Om fotoin dong....aga jauhan..." kenapa tidak aku memanfaatkan sumber daya yang ada ,daripada hanya melongo saja mengagumi sebuah tugu...

Om Za menurut saja ,tak ada tiket masuk untuk naik dan berfoto ke tugu nol kilometer,yang penting kaki kuat saja ,dengan jumawanya aku mengajak Om Za untuk naik ke atas tugu agar mendapatkan spot foto sunset terbaik...jumlah anak tangganya

ada puluhan,padahal bokongku sudah merasa hampir tepos karena perjalanan yang cukup jauh .

" Om...bentar om...cape...pegel kaki Salwa..." aku diam sejenak untuk mengambil nafas ,mengusap peluhku dengan tissue

" ini nih... jelek fisik mu ,baru segini saja sudah capek..." tukasnya .

bisa saja om om pria matang ini lihat saja dirinya pun tak berbeda jauh denganku, berkeringat .

" iya deh...om kan olahragawan" aku mencubit perut bak roti kadet itu..ia melirik arlojinya

" sudah hampir jam 6 sal...cepat nanti keburu gelap.." ucap Om Za

tak sia sia ,kaki gempor..bahkan bergetar, peluh yang sudah membanjiri pelipis namun terbayarkan ,mata kami disuguhkan pemandangan sunset yg sangat cantik , memanjakan mata

" masyaallah....!!" mataku berbinar, pengalaman ini ga akan kutuker tambah deh walaupun dengan ponsel keluaran terbaru kecuali kalo dikasih sama konter konter nya sekalian..

" Om sini kita foto disini ,barengan buat kenang kenangan..." aku menaruh kamera di atas tas selempang ku, diatas lantai menghadap langsung menuju langit berlatarkan senja oranye di ufuk barat dan hamparan laut lepas ,dengan siluet tubuhku dan Om Za yg saling berhadapan , walaupun aku mendongak karena postur tubuh kami yang berbeda,foto ini semakin epik , sudah seperti foto prewedding, atau foto seorang profesional....

1
Evi Aja
cuss otw
Dehan_1
hajjarr donk salwa...💪
Dehan_1
🤭🤣🤣
Dehan_1
Dilema nya ian😄😄
merry yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣ininentah ke berapa puluh ataubratus kali baca nneg salwa sm om camat ini tetep aja ngangenin nn bikin ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣
Dehan_1
emang nya salwa kenapa bang???😄😄😄
Dehan_1
alaah..si encut malah dateng,,caper lagi..
Ruh Wiyati
entah sudah baca yg keberapa kalinya ini,kemarin kangen pak arka & momy sha dh slesai bacanya. skrng kangen umi salwa & pak camat.
Dehan_1
😄😄
Dehan_1
pengen ketawa tapi sedih...tapi penge ketawa tapi kasian🤭
Tri Wulandari
akhirnya anaknya al faht jadi tentara... sesuai keinginannya 😄
Fitri Yaningsih
semua karya teh shin bagus2 ini kedua kalinya aku baca semangat selalu teh.....😘😘😘😘
Ulil Baba
MONGGO baangg
novel destiny
aaaa cerita manis dari generasi beda usia, beda pemahaman, beda pemikiran. tapi cinta membuat mereka jadi 1 ❤️
novel destiny
Otewe hhhhh mampir
novel destiny
sweet moment ❤️
novel destiny
pak camat mode ngelendot 🤣🤣🤣
novel destiny
byeeee keluarga bahagia ❤️
Al bisa sawan kalo uminya yg bawa mobil 🤣🤣🤣
novel destiny
nah lohh
novel destiny
selamat buat ka Aisyah dan om Mirza ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!