Kisah cinta seorang pria bernama Alexander Anderson yang tidak pernah mengenal apa itu cinta, dan perjalanan kisah cintanya yang harus dia lalui dengan begitu menyakitkan karena dia harus ditinggalkan oleh wanita yang dia cintai untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22
...
James segera pergi kembali membawa mobilnya melaju ke arah rumah sakit di mana Alex di rawat.
Sesampainya di sana James melihat Alex sudah mulai bergerak berjalan dengan tertatih setelah keluar dari kamar mandi.
"Hahahaha...! Alex kamu sangat lucu, lihat bagaimana dirimu berjalan? Kamu yang merupakan Casanova di kampus kita, dan bahkan sudah meniduri lebih dari lima ratus wanita yang cantik dan seksi, sekarang berjalan tertatih seperti kakek-kakek yang usianya lebih dari 100 tahun" tawa James terbahak-bahak melihat Alex yang memang berjalan dengan tertatih karena kakinya masih terasa sakit.
"Br*ngsek! Pergi! Jika kamu hanya ingin menertawakan ku, sialan!" Umpat Alex yang merasa sangat kesal pada James.
"Hei! Kamu yakin akan menyuruhku pergi? Aku padahal ingin memberitahukan sesuatu padamu tentang gadis cantik dan sangat seksi yang aku temui tadi, dia bersama seorang anak laki-laki kecil dan berjalan beriringan dengan seorang dokter wanita" jelas James yang berhasil merubah raut wajah Alex, dia mengetahui jika gadis itu adalah Eliza yang bersama dengan Patricia dan putranya Leo.
"Dimana dia sekarang, beritahu padaku" ucap Alex dengan penuh semangat.
"Tentu saja, dengan satu syarat" jawab James.
"Syarat?"
"Iya syarat, aku mau jika setelah aku memberitahukan semuanya kamu akan membiarkanku untuk mencium bibirnya, bagaimana?" Jawab James dengan percaya dirinya.
"Boleh, tapi aku akan menguburmu hidup-hidup jika itu terjadi" ucap Alex dengan tatapan mata yang siap membunuh siapapun yang mendekatinya.
"Tidak, aku hanya bercanda, ayo, kamu sudah boleh pulang bukan? Sekalian aku akan membawamu ke sana, apa aku perlu membantumu berjalan?" Tanya James saat melihat Alex berjalan begitu susah dan tertatih menahan sakit.
"Tidak perlu James, terimakasih banyak, aku berhutang banyak padamu" jawab Alex terlihat begitu sedih.
"Hei! Santai saja, aku tidak akan menagihnya, kita teman bukan?" Ucap James untuk menghibur Alex yang terlihat begitu sedih. James tahu bagaimana Alex hidup selama tiga bulan terakhir, dia sudah di buang oleh keluarganya, dan bahkan di tinggalkan oleh istrinya. Walaupun memang karena kesalahannya, tapi hukuman selama tiga bulan itu sudah cukup menurutnya.
"Jangan pikirkan apapun lagi, ayo kita pergi dari sini, kamu harus menemui istrimu bukan?" Ajak James saat melihat Alex masih berada dalam pikirannya sendiri.
Alex mengangguk pada James dan berjalan dengan tertatih dibantu James keluar dari ruangan rawatnya dan pergi keluar dari rumah sakit untuk menuju ke rumah Patricia.
James mengantarkan Alex sampai ke depan rumah Patricia dan segera melaju kembali saat Alex sudah turun dari mobilnya.
"Apa benar Eliza ada disini?" Tanya Alex pada dirinya sendiri.
Alex terpincang-pincang berjalan menuju ke pintu masuk rumah Patricia, dia menekan bel masuk yang ada disana.
Ting tong Ting tong
Eliza yang ada di ruang tamu sedang melihat hasil USG yang baru saja dia lakukan tadi, segera berjalan mendekati pintu utama untuk membukanya.
Eliza memutar kunci pintu dan perlahan membukanya. Eliza membelalakkan matanya saat melihat siapa yang datang ke rumah Patricia
"Alex?" Panggil Eliza saat melihat Alex sudah berdiri di hadapannya.
Alex tidak menjawabnya, dia bergerak mendekati Eliza dan segera memeluknya dengan erat, sungguh Alex sangat merindukannya, rasanya bahkan lebih sakit di bandingkan saat dirinya tidak di anggap oleh keluarganya sendiri.
"Alex, kenapa kamu ada disini?" Tanya Eliza pada Alex yang masih memeluknya erat.
"Maafkan aku Eliza, aku tahu apa yang aku lakukan padamu sangat tidak bisa di maafkan, tapi aku mohon Eliza beri aku kesempatan sekali saja untuk memperbaiki semuanya Eliza, aku mohon" jawab Alex.
Eliza berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Alex yang sudah terlalu lama, dan dia juga tidak mau Alex tahu jika dia juga sangat merindukannya.
"Sebentar saja Eliza" pinta Alex pada Eliza yang terus saja mendorongnya untuk menjauh darinya.
"Alex, aku sudah memaafkan mu, jadi sekarang pergilah, kita sudah berakhir Alex" jawab Eliza yang lagi-lagi mendorong tubuh Alex untuk menjauhinya.
"Tidak Eliza, aku tidak mau, aku tidak mau berpisah denganmu Eliza..." Tolak Alex.
Alex melepaskan pelukannya.dan menatap wajah cantik Eliza yang kini sudah terlihat berbeda, Eliza yang sekarang lebih terlihat semakin menggoda karena Eliza merias wajahnya dengan makeup yang menonjol, untuk menutupi wajah pucat nya.
"Tapi Alex, tidak ada yang perlu kita pertahankan lagi dari pernikahan kita" jawab Eliza sembari memalingkan wajahnya dari tatapan mata Alex yang terus menerus menatapnya tanpa berkedip.
"Eliza aku sangat mencintaimu, jadi jangan pernah pergi meninggalkanku Eliza, aku tidak bisa lagi jika harus jauh darimu" ucap Alex membuat Eliza terkejut mendengarnya.
"A-apa maksudmu Alex?" Tanya Eliza pada Alex.
"Eliza, aku mencintaimu dan sangat mencintaimu, jadi aku mohon jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku" jawab Alex dengan tatapan yang yang mengatakan kejujuran dari isi hatinya.
Entah bagaimana, tapi hati Eliza sangat senang saat mendengar ucapan Alex pada dirinya, jika Alex mencintainya.
"Alex...."
"Tidak Eliza, aku tidak mau jika kau tetap menyuruhku untuk menjauh darimu" ucap Alex kembali memeluk tubuh Eliza, hingga Eliza terkejut dan menjatuhkan hasil USG yang ada di tangannya.
Alex mengerutkan keningnya dan melihat kertas yang terjatuh dari tangan Eliza ke lantai.
Alex mengambil lembaran itu sebelum Eliza mengambilnya.
"Eliza...ini.... Ini anak kita?" Tanya Alex dengan wajah yang sudah terlihat begitu bahagia.
Eliza menganggukan kepalanya pada Alex yang kembali memeluknya dengan erat.
"Eliza, aku sangat bahagia Eliza, terimakasih, aku janji aku akan menjaga kalian berdua kedepannya, beri aku kesempatan untuk membuktikan ucapanku Eliza, aku mohon" kata Alex begitu memelas.
Eliza mengusap lembut punggung Alex yang masih terus memeluknya erat, seolah jika Eliza akan lari jika dirinya melepaskannya.
"Eliza, siapa yang datang?" Tanya Patricia pada Eliza yang terlalu lama membuka pintu.
Patricia terkejut saat dirinya melihat Alex sedang berada di rumahnya dan memeluk Eliza.
"Alex? Kamu disini?" Tanya Patricia pada Alex.
Alex melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Patricia.
"Maaf Patricia, aku kesini untuk bertemu dengan Eliza, ingin meminta maaf kepadanya, dan aku sangat merindukannya" jawab Alex sembari menggenggam tangan Eliza.
"Meminta maaf? Apa masih perlu?! Kalian akan berpisah bukan?" Tanya Patricia dengan sinis.
"Tidak, itu tidak akan pernah terjadi Tris, Eliza sedang mengandung anakku, dan aku tidak mau berpisah dengan Eliza, bahkan jika Eliza sendiri menginginkannya, aku tetap tidak akan mau melakukannya" jawab Alex dengan tegas.
"Kenapa Alex? Apa kamu masih belum puas menyakitinya? Masih kurang kamu membuat Eliza merasa sedih?" Tanya Patricia lagi masih dengan nada sinisnya.
"Maafkan aku tentang masa laluku, sekarang ini aku hanya ingin menua bersama Eliza dan anakku" jawab Alex yang masih begitu tegas.
Patricia menghela nafasnya dan berjalan mendekati Eliza.
"Keputusan ada di tanganmu Eliza, aku tidak akan ikut campur dalam hal ini, sebagai sahabat, aku hanya ingin yang terbaik untukmu" ucap Patricia pada Eliza.
"Terimakasih banyak Tris, tapi aku ingin ingin memberikan Alex kesempatan, lagipula aku ingin hidup bersamanya hingga maut memanggil ku" jawab Eliza yang begitu menggetarkan hati Patricia.
Alex tersenyum mendengar jawaban Eliza yang masih mau memberikan dia kesempatan kedua, namun Alex tidak mengetahui apa yang sebenarnya Eliza maksudkan dari kata-katanya.
Patricia menatap wajah Eliza dengan tatapan mata yang sudah penuh dengan air matanya, namun dia tahan agar tidak keluar.
Patricia menganggukan kepalanya pada eliza, menyetujui permintaan dari Eliza yang ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan Alex.
"Eliza, aku tidak mengizinkannya!!" Teriak seseorang yang baru saja turun dari mobilnya.
"Kak Nick..." Panggil Eliza.
Alex menatap wajah Nick dengan tatapan mata yang mengibarkan bendera perang. Dia menggenggam erat tangan Eliza saat Nick mendekat padanya.
"Aku tidak mengizinkan jika Eliza harus hidup dengan pria sepertimu!" Ucap Nick seraya mendorong tubuh Alex dengan jari telunjuknya.
"Aku tidak peduli dengan keberatan mu, Eliza sudah memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama denganku, dan kami akan hidup bahagia selamanya bersama anak-anak kami, jadi jangan ikut campur dalam urusan cinta kami" jawab Alex yang mulai geram dengan sikap Nick yang selalu membuatnya marah.
"Eliza... pikirkan sekali lagi" pinta Nick pada Eliza dengan sangat memohon.
Eliza menggelengkan kepalanya pada Nick yang selalu melindunginya, dia tahu jika Nick khawatir padanya.
"Kak Nick, percayalah, Alex sudah berubah, dan benar yang di katakan Alex, aku ingin hidup bahagia bersamanya, hingga maut memisahkan kita" jawab Eliza yang kini mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Alex.
Alex merasa sangat bahagia mendengar jawaban Eliza yang terus mengatakan jika dirinya ingin hidup bahagia bersamanya.
Nick menahan rasa sakit di dadanya yang terus menggerogoti hatinya, saat Eliza mengatakan kata 'sampai maut memisahkan kita', bukan karena dia cemburu atau sakit hati Eliza lebih memilih Alex dari pada dirinya, tapi Nick mengingat kembali pada penyakit Eliza yang sewaktu waktu bisa saja merengut nyawanya.
"Terserah kamu Eliza, jika kamu menginginkan itu, tapi jika Alex kembali menyakitimu, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisinya" jawab Nick sembari melemparkan tatapan yang tajam pada Alex yang tidak peduli pada Nick.
"Aku sudah mengatakannya jika aku sudah berubah, dan aku tidak akan pernah menyakiti Eliza, sampai kapanpun" jawab Alex yang merasa kesal pada Nick yang terus saja menganggapnya sebagai penjahat disana.
"Aku mengizinkanmu untuk kembali pada Alex Eliza, tapi kamu harus tetap tinggal disini, kamu tahu, kamu harus memikirkan kesehatanmu dan janinmu dengan penyakit yang kamu derita saat ini" jelas Patricia.
"Penyakit? Eliza kamu sakit?" Tanya Alex khawatir.
...
nyesek banget 😭😭😭😭😭