ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.
Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.
Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.
Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.
Posesif yang sudah di level atas.
Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?
Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Semoga ngefeel yah..
Happy Reading...😃
...○○•○○...
Setelah acara kencan, Alfa segera mengantarkan Syifa pulang dengan aman dan selamat.
Selama perjalanan pulang, Syifa tertidur pulas di mobil. Alfa membiarkan saja. Karena ia tahu, Syifa pasti kelelahan.
Ia memandang wajah Syifa. Terlihat damai dan tenang.
Wajah yang imut dan polos saat tertidur bertambah berkali-kali lipat. Membuatnya gemas ingin sekali mengecupnya.
Oh iya Alfa sampai lupa untuk menanyakan alamat Syifa selama tinggal di Aussie. Akhirnya ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Adnan.
Alfa mencari kontak No Adnan, untungnya ada diurutan teratas karena nama depannya dimulai dari huruf A.
Tut~
Tu-
Belum sampai dering kedua, Adnan sudah lebih dulu mengangkat telfonnya.
Tumben.
"Halo Al. Kenapa?."
"Tumben, Lo angkat telfon Gue cepet. Biasanya lelet."
"Ck. Ini karena Ifa lagi sama Lo!. Kalau gak, Gue bakal campakin telfon lo!."
"Issh!. Terserah lah. Oh ya Gue mau nanya. Di mana alamat Syifa tinggal. Gue mau nganter Syifa pulang."
"Nanti Gue sharelock. Ifa mana?."
"Ada. Tepar."
"Lo apain?!."
"Santai bro!. Gue bercanda juga. Syifa lagi bobo. Puas?!."
"Ngomong kek dari tadi!."
"Dasar."
"Kalau didepan Ifa, Lo jangan ngomong pake Lo-Gue."
"Yeah, i know. Don't worry. Ya udah Gue tutup telfonnya."
"Iya. Cepet pulang!."
"Iya."
Tuut~
Alfa menutup sambungan telfon dengan Adnan, tak lama terdengar notif pesan masuk.
Ting
Alfa pun mengecek Ponselnya.
Ternyata pesan dari Adnan yang mengirimi alamat padanya. Alfa pun segera mengemudikan mobilnya ke Mansion Grandpa Syifa.
Selama perjalanan Alfa tak ada henti-hentinya memandangi wajah Syifa yang tertidur tenang.
Cantik dan manis.
Ia tersenyum-senyum sendiri. Tak pernah ada dibenaknya bisa merasakan jatuh cinta.
Dari masa sekolah sampai ia memiliki perusahaan sendiri, ia belum pernah dekat dengan seorang perempuan kecuali, Mamanya.
Ia benar-benar beruntung bisa bertemu gadis manis disampingnya. Bahkan sampai jatuh cinta sedalam ini.
Ia baru menyadari bahwa mobilnya sudah sampai didepan gerbang Mansion. Terlalu asik dengan senyum-senyum sendiri tadi.
Satpam dengan sigap membukakan gerbang. Lalu mempersilakan mobil Alfa memasuki halaman Mansion.
Setelah itu Alfa keluar dan membopong Syifa bridal style.
"Eh! udah pulang. Yok masuk, kamar Syifa ada diatas. Pintu warna pink"
Adnan menyambut kedatangan Alfa dan Syifa. Adnan yang melihat Syifa masih tidur digendongan Alfa pun menyuruhnya untuk mengantar Syifa ke kamar.
Ucapan Adnan hanya diangguki oleh Alfa.
Ia menaiki tangga dengan pelan dan hati-hati. Melihat pintu warna Pink, lalu Alfa membukanya. Walaupun agak susah, karena ia masih menggendong Syifa.
Membaringkan Syifa di ranjang dengan hati-hati, takut Syifa kebangun.
"Sleep well Syifa. I love you" Alfa berbisik ditelinga Syifa. Sekaligus mengungkapkan perasaanya.
Walaupun tidak direspon, karena Syifa masih nyenyak tidur.
Alfa mengecup seluruh wajah Syifa penuh cinta.
Cup
Untuk dahi.
Cup
Untuk mata sebelah kanan.
Cup
Untuk mata sebelah kiri.
Cup
Untuk pipi kiri.
Cup
Untuk pipi kanan.
Cup
Untuk hidung.
"Kalau ini nanti saja. Kalau udah Official" Alfa menyentuh bibir Syifa lalu terkekeh sendiri.
"Aku pulang dulu yah. Bye sayang" Alfa beranjak. Menyelimuti Syifa sampai batas dada. Lalu berjalan keluar menuju pintu, dan menutupnya pelan.
Sampai ruang tamu Alfa berpamitan dengan Adnan Dan Aditya.
"Saya pulang dulu Dad. Gue pulang yah Nan"
"Iya hati-hati" Aditya dan Adnan berucap bersamaan, terlihat kompak.
Lalu Alfa memasukki mobil, dan duduk dikursi kemudi. Membunyikan klakson sebagai tanda pamit.
Tin!
Adnan mengangguk dan tersenyum tipis. Tipis banget malah gak kelihatan lagi senyum.
Kecuali kalau lagi sama Syifa. Pasti senyumnya bisa lebar.
"Yuk masuk. Udah malem dingin"
Aditya merangkul Adnan dan mengajak putranya masuk Mansion.
Udara malam disini sejuk. Hampir sangat dingin. Tidak bagus untuk kesehatan. Apalagi untuk usia Aditya yang sudah berumur.
Eits, tapi jangan salah. Gini-gini tenaga Aditya masih seperti saat ia muda dulu. Raga boleh tua, jiwa harus tetap muda.
Itulah motto seorang Aditya Winata.
...●●●...
Cahaya matahari menyilaukan pandangan mata. Membuat tidur Syifa terusik, lalu perlahan membuka mata cantiknya.
Berkedip-kedip imut, lalu menguap. Syifa sama sekali belum beranjak bangun. Ia masih mengumpulkan nyawa dengan memandang langit-langit atap kamar.
Tiba-tiba terdengar bunyi notif dari Ponselnya.
Ting
Syifa mengambil Ponselnya. Ternyata dari Kak Alfa.
Alfa❤
Hai Syifa👋
Ini Aku Alfa. Udah di save kan nomornya?.
Aku boleh main gak kerumah kamu?
^^^Hai juga👋^^^
^^^Iya udah di save.^^^
^^^Kakak kan yang ngesave di HP Syifa.^^^
^^^Boleh dong. Asiik!!. Syifa malah seneng kok.^^^
Bener nih dibolehin?.
Nanti jam 10.00 yah
Ba-bye Sayang😙
^^^Iya, Okey Kak.^^^
^^^Bye Kak Alfa😜^^^
^^^Read✅✅^^^
Syifa sebenarnya udah baper.
Alfa kelihatan Sayang banget sama Syifa. Bikin syifa bahagia terus.
"Isshhh." Syifa cemberut, berusaha menetralkan jantungnya.
"Syifa gak punya penyakit jantung kan? Ih Syifa takut kalau beneran punya penyakit jantung"
Syifa mencebikkan bibirnya. Seraya berjalan menghentak-hentakkan kakinya menuju kamar mandi. Mau berendam di bathtub.
Syifa menyiapkan air hangat sampai bathtub terisi penuh.
Syifa memejamkan matanya dikala tubuhnya rileks berendam air hangat.
Tak berapa lama Syifa keluar. Menuju Walk in closet, untuk berpakaian.
Sekarang Syifa sudah rapi.
Dengan pakaian casual. Memakai hodie warna putih dan memakai rok selutut yang terlihat imut. Tangannya tenggelam, rambut di kuncir kuda. Menambah kesan imut dan manis.
Syifa berjalan keluar kamar menuju meja makan.
"Aduh Princess Mommy udah cantik aja. Sini duduk kita sarapan"
Vina melihat Syifa mengampiri meja makan segera mengajaknya sarapan. Semuanya memakan sarapan mereka dengan tenang.
Setelah selesai sarapan Syifa langsung bersantai di ruang TV bersama Grandpa dan Grandma.
"Pagi-pagi udah rapi aja Princess?" Tanya Bian pada cucunya, sambil mengelus rambut Princess.
"Kak Alfa katanya mau main kesini"
"Alfa? Siapa?"
"Kak Alfa Cilentnya Daddy. Juga sahabatnya Kak Anan"
"Alfa- apa namanya Alfarezi Sachdev Kavindra?"
"Iya! Grandpa kenal?!"
"Kenal dong. Dia kan pengusaha sukses di Aussie. Tapi gak cuman di Aussie aja. Alfa punya banyak cabang dari perusahaannya."
"Woahhh keren!"
Syifa kagum dengan kesuksesan Alfa didunia bisnis. Melupakan kekayaan keluarganya. Yang juga sama-sama sukses. Bahkan sangat kaya.
"Jadi Daddy gak keren nih. Daddy juga banyak cabang perusahaan kok"
Aditya tidak mau kalah. Sedikit sombong. Membuat Syifa tertawa cekikikan.
"Ya enggak dong Daddy. Daddy yang paling keren. Paling Syifa sayang. Syifa sayang semuanya" ucapan sayang dari Syifa membuat semuanya tersenyum bahagia.
Tiba-tiba terdengar suara bel.
Ding dong~
Ding dong~
Pasti ada tamu yang datang. Sepertinya Alfa sudah datang berkunjung.
Syifa langsung bergegas membuka pintu. Muncullah wajah cerah Alfa.
"Kak Alfa!"
Syifa secara spontan memeluk tubuh atletis Alfa. Alfa terkejut dengan pelukan tiba-tiba Syifa.
Sedetik kemudian, Ia juga membalas pelukan Syifa lebih erat. Seperti takut kehilangan.
"Wah wah, masuk dulu kali Kak Al. Baru dateng udah main peluk-peluk aja. Di depan pintu lagi. Gak elit banget"
Revan tiba-tiba muncul tak diundang. Lalu menyindir Alfa yang masih setia memeluk Syifa.
"Biarin. Yang jomblo diam aja."
"Kakak juga jomblo ya!"
Revan jadi nyolot akhirnya, dikatai jomblo walaupun kenyataan.
"Heleh"
"Udah-udah. Masuk yuk Kak Al"
Syifa melerai keduanya dengan lembut. Lalu mengajak Alfa masuk rumah. Dengan menggaet tangan besar Alfa untuk ia gandeng.
Revan berdecak kesal.
"Ck. Tuh kan, sekarang Gue ditinggal!"
Sekarang Syifa tidak mempedulikannya lagi. Malah lebih memilih Alfa dibanding dirinya.
Syifa duduk dikarpet berbulu diruang TV.
Duduk berdampingan dengan kepala Syifa menyender manja pada dada bidang Alfa. Alfa malah senang Jika Syifa bermanja padanya.
"Gak mau jalan-jalan Syifa?"
Alfa bertanya dengan nada lembut. Sambil mengelus pipi chubby Syifa. Lalu mengecupnya.
Cup.
"Enggak deh Kak. Syifa mau di rumah aja. Sama Kak Alfa" pinta Syifa dengan mata bulatnya yang berbinar penuh harap. Menunjukkan puppy eyes.
Alfa tak bisa menahan gemas. Ia langsung mengecup pipi kemerahan Syifa berkali-kali. Gadisnya terlalu gemas menurutnya. Ia jamin sebentar lagi Syifa akan jadi gadisnya, pacarnya. Satu-satunya, tidak ada yang lain.
"Emmh hehe.. geli Kak Al.. umm" rengek Syifa pada Alfa di depannya yang masih asik mencium pipinya bahkan seluruh wajahnya.
Alfa mengangkat kepalanya. Berhadapan dengan Syifa.
Alfa menatap Syifa tepat dimatanya.
Alfa mendekatkan wajahnya, mengecup bibir Syifa pelan. Lumayan lama hanya menempel.
Lalu melepasnya, menjauhkan wajahnya untuk melihat wajah terkejut Syifa.
Syifa terdiam. Ia masih mencerna apa yang terjadi. Ia bingung.
"Kal Al tadi itu apa? Kok beda rasanya sama dicium pipi, dahi. Tapi Syifa suka!"
Syifa berceloteh dihadapan Alfa. Alfa terkekeh ternyata gadisnya ini sangat polos, terlalu polos. Membuatnya semakin gemas.
Alfa memeluk tubuh mungil Syifa penuh kehangatan. Membuat Syifa nyaman dengan pelukan yang Alfa berikan.
Alfa juga sangat suka, suka semuanya tentang Syifa, gadis yang ia cintai.
...■■♡■■...
1423 Karakter.
Hai..Readers..👋👋👋
Aku Update, satu part dulu yah.
Kapan kapan aku Double.🙆
Aku mau minta maaf juga. Setelah aku cek lagi. Dari part awal banyak banget typonya.😭😭😭
Maafin aku yah. Kalau typonya jadi ganggu😔😔
Ouh iya kalau disina ada yang ARMY
SCH buat Park Jimin💜💜🎉🎉🎊
Panjang umur, sehat selalu. Pokoknya yang terbaik deh doanya.
Selamat malam🌒🌒🌒
Jangan lupa
VOTE✅✅✅
COMMENT✅✅✅
^^^BA-BYE^^^
^^^Selasa, 13 Oktober 2020.^^^
makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor